Wednesday, August 04, 2010

Sense of Confession


Jakarta, 4 Agustus 2010
Bagaimana rasanya mengakui kesalahan di masa lalu yang memalukan? Pastinya sulit dan berat hehehehe, saya merasa bersyukur karena sudah sering melakukan banyak hal gila dalam hidup ini. Beberapa kali selamat dari kesalahan fatal dalam hidup yang mungkin merusak hidup saya saat ini. Kini saya merasa lapang karena saya menggenggam semua kumpulan kesalahan itu dan siap melepasnya ke angkasa bebas. Yaaa this is me, this was me, and here I am... Seru ya... rahasia-rahasia ini antara penting dan tidak penting untuk diceritakan, tapi bagi siapapun yang membacanya ssstttt.... keep it as a secret ya, kalau kamu melihat saya, jangan jadi jijik, atau hina, hmm anggap saja ini adalah kisah-kisah anak balita yang memang pernah ngompol, ee di tempat tidur, hmm atau pernah membanting barang sampai pecah berkeping-keping.

Waktu kecil, saya pernah melakukan 1 permainan berbahaya dan menjijikkan tapi seru hehehe jadi caranya begini, masukkan jari kamu ke dalam dubur, lalu arahkan jemari itu ke hidung dan rasakan aromanya hehehe, jorok? Ok ini belum ada apa apanya, step selanjutnya adalah masukkan jari kamu ke dalam dubur kamu lalu arahkan jemari itu ke hidung orang lain yang sedang tertidur lelap wkwkwkwkwk...edan memang ya, tapi yes, saya pernah melakukan permainan gila ini dengan kakak lelaki saya. Permainan selanjutnya adalah eksperimen upil di hidung, jadi adonlah upil terbaik kamu lalu segera lahap ke dalam mulut hahahaha, yes jijik pastinya, ini bisa jadi pelajaran nanti ya kalau sudah punya anak! Ingat, nggak usah merasa jijik pada saya atau siapapun yang pernah melakukan ini, karena ini hanya masa lalu. Hal lain yang pernah saya lakukan bersama kakak saya adalah mencuri di sebuah toko stationary bernama Glenn di Gajah Mada Plaza, caranya adalah lihat lihat dan incar barang mana yang ingin kamu bawa, saya memilih stiker berbulu, sedangkan kakak saya memilih pensil mekanik. Kalau sudah dimasukkan ke dalam kantong, segera berjalan keluar perlahan dan segera lariiiii... Tahu apa yang terjadi? Kakak saya berlari dan pensil mekanik terjatuh, lalu ada yang berteriak, dan kakak saya tersentak dan segera berlari kabuuuurrrr... bagaimana dengan saya? stiker bulu aman di tangan saya, tetapi saya segera mencari tong sampah dan saya buang.. KAbuuuuuuurrrrr.... kira kira saya berumur 8 atau 9 tahun, dan saat itu ibu saya sedang asyik-asyiknya berkeliling mencari barang.

Mencuri selanjutnya. Hmm ini memalukan, tapi ya sudahlah harus saya ceritakan, di tahun 2004, hal gila lainnya adalah suatu saat di sebuah hotel bintang 3 saya dan kakak menginap, lalu saya mencolong kesetan kaki di kamar mandi hotel, saya masukkan ke dalam koper, dan orang hotel tahu itu! Tapi saya tidak mengaku, berdebat terus dan bilang kalau saya tidak mengambilnya. (sssttt...padahal saya yang ambil, sih, itu harganya kira kira 15 ribuan doang sebenernya) dan itu kejadian di China, jadi dia juga nggak berani macam-macam, lagian bahasa susah dimengerti. Ok, malu banget, since that year, saya berjanji tidak akan pernah lagi mencuri. Pertanyaannya, gila ya emang nggak bisa beli kesetan sendiri apa? Sampe segitu kerenya loe!!!! Ya bukan kere, tapi pelit dan hemat, walau sedikit jahat, eh banyak deh jahatnya. Maafkan, kesetan itu saya tinggal di asrama saat saya kembali ke Indonesia Daaaaa....

Sakit perut dan kebablasan deh di dalam sebuah taxi. Di suatu pagi perut ini dingin dan mules, ingin sekali buang air, tapi jalanan macet, saya menahan nafas, ayo tidur, biar mulesnya ilang, tapi .... breeeeeeeettttt.... tidak ketulungan dan makin lama meleber meleber...shittt... shittt.. breeeetttt... okee ditampung ditampung biar tidak menyebar....tahaaannn.. Ok Pak balik pak ke arah tadi (saya pun tidak jadi ke lokasi tujuan karena gini deh...). Saya pun terus meringis, melihat tetesan tetesan kuning hahahahah (again, jangan jijik ya, bayangkan ini adalah kisah balita polos yang baru belajar anal training). Dan sampai juga di gerbang rumah,.......Bibiiiii... segera sopir taksi mengeluarkan kain lap andalannya dan membersihkan beleberan-beleberan kuning itu ... hahahahhaah damn it, saya jadi mual sendiri mengingat ini. Karena masuk angin, pencernaan terganggu. Yang tau kisah ini hanya segelintir orang saja, dan saya berpikir perlukah saya menceritakan ini dengan jujur kepada lelaki yang nantinya akan jadi suami saya? Hmmm sepertinya perlu, tes ketahanan mental namanya, siap nggak menerima saya apa adanya 1 paket gitu loh.

Kabur dari taxi. Harusnya saya bayar 50 ribu, tapi saya pernah kabur...ciaaaaatttt, saat sopir ditilang polisi, saya segera keluar dari pintu taxi dan kaburrrrr ciaaatttt... taxi itu tidak saya bayar dan saya yakin dia pasti dendam pada saya. ini kejadian tahun 2002, saat saya bangun kesiangan dan mau kebut pakai taxi tapi mahal banget, ya udah saya kabur, dan kembali ke rumah dan saya bolos kuliah. Sejak saat itu saya tidak pernah lagi melakukan penipuan seperti ini lagi. kemarin malam misalnya, saya sudah naik taxi dengan bayaran 80 ribu, lalu saya mau berhenti sebentar mencari barang dan saya suruh taxi tunggu saya, dan saya meyakinkan dia dengan meninggalkan 1 tas berisi payung dan tas make up, lalu saya keluar dari taxi. sebenarnya bisa saja saya kabur, tapi saya belajar dari pengalaman 8 tahun lalu, saat saya pernah kabur wkwkwkkw. Maaf. kesalahan ini harus saya bayar, entah kapan itu bisa bertemu dengan sopir taxi yang sudah saya kibulin ini.

Another story, kegilaan lain adalah dengan seseorang, hmmm... untunglah kita tidak sampai melakukan kesalahan fatal. Pesan utamanya : jangan pernah berduaan di sebuah ruangan sepi yang adem dan angin sepoi-sepoi, trust me itu sangat berbahaya dan kesempatan selalu mengintai bagi siapa saja yang berduaan di sebuah ruangan, khususnya puncak. Dijamin 99% kebablasan dan akhirnya nyesal seumurnya. Saya? Terima kasih saya selamat loh.. dan tidak melakukan kesalahan bodoh yang seringkali dilakukan yaitu MBA.. Seperti banyak dialami oleh teman-teman seumuran saya. Huahh..

Hal lain, saya pernah berpetualang ke Bandung di malam takbiran Lebaran tahun 2008 untuk sekedar menemui 1 teman, lalu melanjutkan lagi inap di rumah teman di Bekasi, lalu bertemu dengan si dia, rasanya luar biasa sekali, setelah berpetualang, wajah saya langsung sumringah cerah. Yeaaahhh I love holiday.

Kesalahan bodoh tidak selalu harus membuat kita merasa bodoh. You know what, saya merasa begitu smart sekarang, saya mengerti bahwa hukum sebab akibat berlaku, dan saya percaya bahwa saya dan siapapun adalah pelaku utama dari nasibnya, dan apapun gerak gerik saya, sayalah yang menentukan akan seperti apa. Saya pernah merasakan bagaimana rasanya menjadi pencopet, perampok, penipu, pencuri, pelaku kejahatan yang seharusnya bisa dipenjara kapanpun, so saya jamin saya tidak akan menjadi penjahat kriminal itu hahahahah... in the future, saya benar benar kapok pok pok pok...

Pengakuan apalagi yang perlu saya ungkapkan? Video mesum? tidak ada, adanya foto mesum. Bagaimana dengan korupsi uang? Ya sama si tukang taxi aja, selebihnya aman, di kantor pertama saya sering korupsi telpon dari Jakarta ke Aceh, cihuy telpon gratis gitu loh, tapi saya tidak pernah lagi. Korupsi waktu? Dulu sih sering, sekarang no way man, my job is too beautiful banget... Bagaimana dengan membunuh? Sering kali membunuh dengan kata-kata yang pedas tajam dan sadis, biasanya ke ibu saya dan kakak saya, hehehe, anehnya, kami selalu bersama meski sudah bunuh bunuhan dengan kata-kata pedas. Bagaimana dengan perselingkuhan? Syukurlah saya hanya pernah 1 kali melakukan itu, itu pun tidak sampai batas jauh kok, saya hanya melayani telpon 1 lelaki setiap malamnya, di saat saya sudah menjalin hubungan dengan 1 lelaki. Shit, dua lelaki itu tidak asyik ah, tidak seru, so untunglah saya mengerti kalau perselingkuhan cuma gitu aja lah yaw, pernah juga saya hampir salah jalan, saya menjadi pelaku dari perselingkuhan seorang lelaki yang sudah pacaran 5 tahun dengan kekasihnya (sekarang sudah jadi istrinya dan ibu dari anak pertamanya), kami hanya pernah ke satu tempat dan dia bonceng saya dengan motor, gitu doang..ahhh..basiii deh.

The last but not the least... sssssstttt saya pernah membolos berdoa beberapa kali, saking lagi kesel baru berantem dengan ibu saya, ya kira kira 3 kali dalam setahun, tapi saya sudah insyaf kok, walau saya pernah meremas kaleng cocacola sampai hampir pecah, dengan genggaman tangan saya loh uhuyy... Yes, saya kejam? Siapa sih yang nggak kejam di dunia ini, tapi sisi kejam saya sudah tersalurkan banyak dan here I am dengan segala kemurnian baru dalam hati saya wkwkwkwk... Good Nite, dear Bloggers.. I love this routine blogging. Semoga bisa menjadi makna indah dalam kehidupan ini cuy...

Nammyohorengekyo ...

No comments: