Saturday, June 03, 2006

Searching...

Searching for the meaning of life. I`ve been searching for many years, from the beginning of high passion till I almost lose my energy, from the moment I refused to know everything about the truth till I realize how painful the story will be.

A soulmate, is someone I can lay on and I can trust on.
My husband, is my inspiration for a change, for being a tough woman, I need my husband everytime, bad times, good times, and I wish I could also be by his side everytime he wants me to be.

Writing, some people said that a writer is someone who is not afraid of being alone and lonely, used to being in a quite situation and at that time, concentrate on what he wants to create and to imagine any kind of reflection of world inside or outside.

I forgot what I want to type, right 10 minutes before I was so motivated to switch on my computer and start writing. Well, I just thought about my conversation with my boss through sms, when he asked me if I was practicing writing during my last weekend. I said no. Well, I told him how big my desire to be a writer, and he said that it`s good, you need to practice and learn from the expert one. Thank you. I really appreciate him at that moment, not like what I imagine for the real actually. I thought he just responded my desire as something simple without special meaning. But what truly happened is he made me so passionate and more confidence in respect to realize my desire, to be an inspirational writer here.

Writer writer writer…
One of an expert told me to write, nomatter you know what to write or not, just write it down, don’t just hope to be a writer, but even write a piece of paper, you can`t.

Wednesday, May 31, 2006

Againn....Serendipity

Oow, I couldn’t deny anymore. Yes I fall my heart to him, a guy with his nice looking, nice way to treat me, nice smile to see, nice care to receive.
Ya ya ya….sayang sekali kita berbeda.
Ada perbedaan yang susah ditepis, jalan tengah pun tidak akan bisa ketemu lah yao….
Ya wis….sudah saatnya berhenti dari semua ini, sebelum terjerembab lebih dalam lagi, dan yang terpenting, sebelum terjerat lebih perih lagi karena guratan-guratan kekecewaan dan kesedihan.
Gue nggak tau yah tapi most of my words selalu menyerempet pada kesedihan dan kekecewaan, apakah ini berarti gue sering kecewa dan sedih, I never know…eh I know deh….cause it`s talking about myself and talking about what I need and what I supposed to be.
Seneng banget melihat senyuman dia dari kejauhan. Seneng banget setiap kali serendipity dengan dia, bertemu tanpa direncanakan, and it happens many times. Seneng banget kalo bisa bersama dia dan bertatap muka langsung.

What I want sometimes is what I don’t want.

Cuma lagi bingung aja…
Gelisah…
Belum sampai resah…
Pelan-pelan semuanya lebih baik dan lebih rapih tentunya.
Langkah yang tadinya belum pasti, kini lebih pasti, lebih teratur..
Kuingin melihat sisi di ujung sana, tapi kuputuskan untuk urungkan niat ini…
Perlukah melakukan sesuatu yang sia-sia dan tidak bermanfaat?
Pernah kutanya seorang sahabat apakah perla aku merubah dunia ini…
Merubah dunia sesuai keinginanku, aku ingin dunia yang lebih baik…
Aku rindu kedamaian…
Jawabnya padaku…
Kedamaian hanya ada di satu tempat paling aman tidak terusik oleh siapapun.
Hah?
Kedamaian ada di hati diri sendiri, di hati terdalam setiap orang.
Buat apa sibuk berlari-lari untuk terus merubah dunia untuk bisa merasa damai.
Dengan hitungan sedetik, kedamaian itu bisa segera muncul, sayang.
Hm….
Masuk di akal. Dan bisa diterima.
Siapa lagi yang rindu kedamaian?
Mungkin jauh di kedalaman hatinya, dia masih merasa kacau dengan perasaan jiwanya sendiri.
Sulit diterima kadang ketika harus mengakui bahwa sumber ketidakdamaian justru tidak jauh-jauh dari luar diri kita sendiri.
Semuanya ada di dalam diri ini.
Di dalam perasaan yang bisa paling jujur dan tidak perlu dirangkai-rangkai dengan rentetan skenario elegan.
Kedamaian hati akan selalu menenangkan jiwa dan membuat dunia menjadi lebih menyenangkan untuk dirasakan.
Bukan hanya dikeluhkan dan disalahkan.
Tidak selalu dunia luar sana yang salah.
Kemungkinan terbesar, dunia diri kita sendiri yang patut untuk dipersalahk
an.

Tuesday, May 30, 2006

Cantikkah Saya?

Pernahkah merasa menjadi seorang wanita yang cantik dan berharga? Saya sering merasakan itu. Seperti kejadian yang baru saja saya alami. Sebelum bercerita detail mengenai kejadian tadi, saya akan cerita dulu hal-hal lain yang menyenangkan yang pernah terjadi dalam hidup saya.
Bisa dibilang, kisah perjalanan hidup saya selama hampir seperempat abad ini dikelilingi oleh cerita indah dan manis dengan laki-laki yang berbeda-beda. Dari kisah-kisah manis yang pernah saya alami, saya menyadari bahwa wanita memang sangat membutuhkan pria, begitu juga sebaliknya.

Inspirasi ini berawal ketika tadi siang sesudah jam makan siang, salah satu kawan saya di tempat kerja yang sangat sering bilang saya cantik. Tadinya saya selalu mengelak dan bilang betapa gombalnya dia, betapa indahnya kata-katanya. Setelah 6 bulan berlalu, saya kira dia tidak main-main dengan kata-katanya, dan dia masih tetap sering bilang saya cantik. How sweet. Ini kali pertama saya menemukan lelaki seperti dia, yup, dia seorang lelaki yang bertubuh tinggi, agak kurus, rahangnya kuat, tatapannya menusuk, senyumannya dingin, tetapi warna suara dengan logat Jawanya menenangkan siapa saja yang mendengarnya. Pernah saya baca di salah satu artikel, easy come easy go, dan sesuatu yang dilakukan terlalu berlebihan dan tidak wajar, biasanya tidak bertahan lama. Tapi, saya kok merasa tidak juga yah, caranya menatap saya dan menunjukkan rasa sayangnya sangat indah dan menyejukkan. Hari ini sungguh berharga karena detik itu juga self esteem saya meningkat dan wajah saya langsung sumringah. Well, i really apréciate what he did to me.

Tadi saya sedang serius membaca sebuah buku kisah hidup Sarah Ferguson yang telah bercerai dengan suaminya, Pangeran Andrew, dan tiba-tiba dari belakang seperti ada bayangan. Ada seseorang menyentuh rambut saya, dan dia bilang “…cantik…”. Dueng…..saat itu juga, saya hanya terperangah, apa iya yah kata-katanya bisa dipercaya. Saya merasa cantik dan menarik, tetapi saya tidak terbiasa dengan pujian. Sejak kecil sampai sekarang, saya dibiasakan untuk tidak pongah, dan itu membuat sebuah pujian pun dianggap sebagai selingan saja. Setiap ada pujian menghampiri diri saya, mama langsung mengingatkan saya untuk tidak terlalu menganggap serius pujian itu. “Ingat, pujian itu hanya membuat kamu melayang-layang dan lupa diri”. Hari ini saya mencoba untuk meresapi pengalaman berharga tadi, menerima pujian dari seseorang yang tadinya asing dan tak dikenal. Tapi dialah orang yang paling sering memuji saya cantik, selama fase hidup ini.

Seperti yang tadi saya bilang, hidup saya yang dipenuhi dengan kisah manis dengan bermacam-macam lelaki, mulai dari papa, kakek, kakak laki-laki, sahabat, sampai dengan musuh kebuyutan saya. Lelaki adalah sumber inspirasi dan kreativitas saya. Jika seorang seniman lelaki bisa bilang kalau wanita adalah sumber inspirasi mereka, saya berani bilang kalau lelakilah sumber gairah hidup dan semangat saya. Dengan mengenali lelaki, menelusuri jalan pikiran lelaki, saya merasa bahagia dan menemukan ada misteri indah yang akan saya coba temukan. Apakah rahasia dari lelaki itu. Ari Lasso pernah menulis lagu berjudul “Rahasia Perempuan”, dan saya sebagai seorang perempuan justru merasakan sebaliknya, seandainya saja ada lagu dan buku-buku yang membahas rahasia lelaki, tentu akan sangat bermanfaat sekali.

Mulai dari hubungan saya dengan kakak laki-laki yang bersifat cukup keras, tetapi bisa menangis ketika melihat saya menangis. Papa yang super cuek dan dingin, tetapi membanggakan diri saya di depan orang-orang dan teman-temannya. Kakek yang keras dan masih membawa budaya asli daratan Cina nun jauh disana, kata-kata yang saklek tidak bersahabat, kental dengan kedisiplinan yang sulit diterima orang banyak, tetapi kakek sangat penyayang dan he knows how to treat his granddaughter very well. Sahabat akrab sekaligus konselor jangka panjang saya yang saya kenal semasa kuliah di fakultas Psikologi dulu, kini dia memilih untuk menjadi relawan di Aceh, mencoba untuk membagikan kasih sayangnya kepada orang-orang disana yang membutuhkan kelembutan dan ketulusan sayangnya. Yang terakhir tetapi juga akan menjadi kisah terpanjang adalah para lelaki yang pernah menjadi gebetan dan pernah meruntuhkan benteng kesendirian saya, pernah membuat hormon kewanitaan saya bergejolak tidak menentu, membuat saya susah tidur, membuat saya tidak berdaya dengan ketidakpastian perasaan, dan membuat saya yakin bahwa hubungan pria dan wanita memang indah dan menghidupkan.

Saya pernah jatuh cinta berkali-kali, bisa dibilang saya merasakan apa yang disebut jatuh bangun cinta, perasaan yang berkecamuk, dari rasa tertarik, rasa suka, rasa sayang, rasa egois ingin memiliki, rasa penuh nafsu, rasa kecewa, rasa benci, rasa dendam, rasa tidak berdaya, dan rasa putus asa. Semua itu saya alami karena mengenal lelaki dan menyimpan kisahnya dalam hati dan pikiran ini dalam jangka waktu yang khusus. Lelaki pertama saya adalah teman SMA saya dan selama 4 tahun lebih saya mencurahkan perasaan hanya untuk dia. Lelaki jenis lain pernah saya kenal juga dan bukan sekedar berteman saja, tetapi lebih dari itu. Mulai dari lelaki yang kurus jangkung dengan logat bicara yang khas, lelaki yang lebih muda 3 tahun dari saya, lelaki yang ternyata suka memukul mantan pacarnya ketika sedang marah, lelaki yang berbeda agama dengan saya, lelaki yang secara fisik lebih pendek dari saya, lelaki yang tadinya adalah sahabat terbaik saya tetapi saya pun jatuh hati padanya, lelaki yang 8 tahun lebih tua dari saya dan punya posisi bagus di sebuah perusahaan besar tetapi tidak pernah berhenti membahas mantan kekasihnya yang memutuskan dirinya menjelang hari H pernikahannya, dan yang terakhir adalah lelaki yang tinggal tepat di sebelah rumah saya dan kami adalah teman main ketika kanak-kanak dulu dan setiap malam kami bercengkrama di atas tempat jemuran dan bertatapan di bawah siraman sinar bintang yang terang.

Masih banyak kisah dengan lelaki yang pernah terjadi, tetapi tidak semuanya bisa membuat saya tersenyum dan marah, ada yang sambil lalu saja dan tetap saya simpan. Semua kisah ini tidak perlu disesali, walaupun tidak jadipun, tetapi ada makna di balik semua ini, dan saya lebih menghargai laki-laki. Jika lelaki seharusnya bisa lebih menghargai wanita ketika melihat proses melahirkan, saya sepertinya bisa lebih menghargai laki-laki yang bisa membuat saya merasa berharga, entah karena kata-kata yang diberikan untuk saya atau curahan perhatian yang pernah diberikan kepada saya. Walaupun tidak harus jadi sebagai pasangan yang resmi, saya sudah amat sangat puas dengan apa yang saya miliki. Pengalaman berharga yang tersimpan indah di dalam sebuah box kumpulan kisah-kisah cinta di masa muda saya. Ups. Sekarang saya belum merasa tua, tetapi sudah pernah terjadi banyak hal dalam hidup saya. Terima kasih, hai semua lelaki yang pernah saya kenal.



Tuesday, April 11, 2006

Battlee

Recently, my head was full of many confusing questions regarding to my life and my future. I`ve been asking myself many questions, what I want for my life, what I need for preparing my future, and what kind of job I really need. Last year I didn’t think too much about money. I just wanted to do what I like at that time. Now at this moment, a fact has come to me, that I need money and certain life support. Yes, I can`t deny that I need more money as my current salary couldn’t be an enough incoming anymore.
My life. I sometimes lose my way of life. I don’t understand what to do for my life. I dream to be a great lady, do many good things, and to write a lot of bestseller book that comes to a pride for me and my family. That`s what I want, then I found that it`s not as easy as what I thought. It`s not easy to be a great lady when life`s so complicated, and writing requires me to be a highdedicated person. I haven’t reached that stage. I`m still busy for facing variety of situation, problems, and facts, spending many times and energy to survive from these problems. I won`t ever know what`s gonna happen tomorrow, or even tonight right before I go to bed.
My future seems so unclear when I found many uncertain things here in front of my face. It`s not as simple as what I imagined to find a great job. I need a job I like with the beneficial salary. Sounds perfect, right? Sounds I don’t know how to be a thankful person, do I? This is the truth that`s happening to my life now. I must move on soon or a “disaster” will occur in my mind and my psychological battle.

women...

I`m gonna change this world with my way of thinking and my love to this wild world.
I`ve been falling in love with women`s world, gender studies, and also unfairness happening between man and woman since 10 years ago. I need more knowledge about women studies that can help me answer many unsolved problems about women`s life. But no certain answer or source I can find. Why should a woman be a victim of her own marriage? She`s been dumped by her husband though she`s dedicated all her life for the bond of man and woman. A woman can only accept her destiny when she found that her husband doesn’t want her anymore, but prefer choosing another woman. This situation isn’t this simple to solve. Woman looks for the other way, trying to believe in her God, looking forward to a change, miracle for her life, and she never stops wishing that everything`s gonna be fine someday.
An opportunity to study this problem in a qualified USA university would be a precious way to open a new view to change or may be fix this women`s problem. Research related to women`s study has come from USA and limit of research in Indonesia might be a big answer why it`s not easy to solve women`s problem. So many problem occur here, but so little source and solution to find here. One by one of woman will just sit silently in their hidden room, hope to find a better life and fairness.
I`m interested in problem and study related to woman life, feminity, and gender studies. I`m confident that my psychology knowledge I got from my bachelor degree will support my vision to develop women`s life. Many experiences and real cases I`ve found regarding to women`s problem, polygamy, divorce, abusement to women, and unfairness that happened to women. I have many chances to see the truth that many people haven’t appreciated much about woman and just decide as if nothing bad has happened to those helpless women.

Friday, April 07, 2006

I want to be Free

"kalo dia mah memang selalu begitu...ikut-ikutan ajah..."
well...
what a words and what a day of mine.
may be apa kata konselor gue bener kali yah...
there`s something wrong with my self esteem...
Ada saat I`m sick of these all.
Ada saat Gue merasa berat untuk ninggalin semua ini.
Something yang tidak kekal dan hanya memuaskan sesaat saja.
Saat semuanya menjadi dingin.
Di saat semuanya menjadi kaku.
Gue hanya bisa terdiam pasi.
I want to be free...

Tuesday, March 28, 2006

Funny or Naive?

Banyak kejadian lucu yang bisa gue tertawakan. Hahahahaha…Bukan sesuatu yang gue rencanakan, sometimes. Dan, ada banyak sisi dari sebuah kejadian. Gue bisa merasa tindakan itu kurang ajar dan tidak professional. Di sisi lain, kadang itu kelucuan yang ngaco banget sih menurut gue. Hahahahaha. One of my friend told me, how naïve I am. Dan semakin naifnya gue adalah ketika gue tanya ke dia, apa sih arti naïf? Then he answered me, naïf itu elu tuh. Hah. Gue bengong seketika. Maksud loe? Ya…naïf itu ya…polos dan lugu gitu. Mengarah ke goblok maksudnya? Then temen gue tertawa terbahak-bahak. Duenkk….is that meaning I`m a stupid or fool girl? The hell with that matter. I don’t care too much.

Thursday, February 16, 2006

ternyataa

Parahnya hidup gue beberapa hari ini...
susah banget bangun pagi...
Kebutuhan spiritual banyak yang terabaikan...
Udah 2 hari....bolong ...dan ga keburu untuk praying seriously...
pertanda apa yah ini ... ga segampang yang gue kira ternyata mengatur hidup sendiri aja belum bisa dan gue udah ribut mau segera menikah....
satu lagi pelajaran baru gue dapat...lebih mengenal diri gue....

gue belum sesiap yang gue kira...
ternyata...

Tekan Dulu

Lumayan tertekan?
du i le...
ga ada abisnya dech ah...
kemarin tertekan...
hari ini tertekan...
besok?
Apa sich yang harus kita lakukan untuk bisa lepas dari segala belenggu perasaan diri sendiri?
mungkin bisa dengan : Lari? Menatap langsung? atau dengan Mundur...?
Tidak ada yang berani untuk membuktikan siapa dirinya...

Tuesday, February 14, 2006

Lelahh....

Ketika semuanya ingin kukerjakan dan ketika gue berharap bisa menjadi seorang yang baik dan sempurna.
Aku mulai lelah.
Sepertinya batas kekuatan sudah melampaui dan gue tidak boleh mengabaikan warning alarm ini. Bahwa gue harus lebih peduli dengan diri gue sendiri.
Waktu itu, gue berpikir, mungkin akan lebih baik jika gue mencoba untuk mengabdi.
Akan lebih baik jika gue menjadi seorang pelayan sejati yang tulus.
Akan lebih baik juga jika gue bisa menjadi sempurna.
Gue pun menyadari, itu tidak mungkin!
Gue punya batas dalam diri gue dan nggak mungkin gue terus-terusan mengalah seperti ini.
Gue harus lebih sayang diri gue. Nggak mungkin menyiksa diri seperti ini.
Hari ini gue diminta untuk melakukan sesuatu yang sepertinya akan membebani gue.
Gue belum mencobanya, tetapi apa gue harus mencobanya dulu?

Saturday, February 04, 2006

Poem By Taqi

jangan kau tak menepati janjidatanglah dengan kasihmu --Iwan fals..............................
........ MElelaki di ujung lorongmenyaruk kaki hatinyameratapi langittersungkur lemah........................................... Perempuan Ini hinggap di ujung sorelelakiku! hai kau lelakiku!!sedini itukah baramu??........................................ Perempuan Itumas, kenapa kau berselingkuh?takcukupkah bibir yang kubenamkan kemaren sore?kenapa kau berselingkuh mas?kenapa?........................................ Sang LelakiTIDAK! dia mencampakkankumatanya hanya memberi kebahagiaanpadahal aku juga butuh kesedihan! kalo tidak buat apa bahu ini?tangisnya adalah kebahagiaankapan aku mendengar rintih sedihnya?kegembiraan adalah bahasanyakapan dia membagi dukanya untukku?perempuan itu mencampakkankuaku berselingkuh, teriaknya! aku selingkuh?TIDAK! dia mencampakkanku!.......................................... MEdi ujung lorong,, seorang lelakimenjejakkan dukanyake dasar bumimenyelami nirwana kelam -- "tetaplah berpikir terbuka.kadang, yang tampak bukanlah hal sebenarnya"(ted hoffman)Salam,MUHAMMAD TAQIYYUDDINResearch & Development DepartmentProgramming Division PT Televisi Transformasi Indonesia (6th Floor)Telp. : (+62 21) 79177000/79184544 ext. 6252Fax. : (+62 21) 79184587E-mail :
taqi@transtv.co.id/sapa.taqi@gmail.com

Fairy Tale

Di malam ini.
Dia menangis.
Tepat di bahuku.
Ada sedikit rasa basah di bahuku.
Dia benar-benar menangis sepertinya.

Fairy tale?
Apa itu.
Aku tidak percaya
Tidak mau juga mencoba untuk percaya
Cerita dongeng murahan.
Tidak berisi!

Mungkinkah aku adalah pangerannya?
Dia bilang, dia ingin aku yang jadi pangerannya.
Dia lagi-lagi menangis.
Dia bilang, itu hanya mimpi saja
Aku tidak mungkin menjadi pangeran baginya.

Karena,
Aku sudah dimiliki oleh yang lain.
Tidak mungkin aku dimiliki oleh dia.
Pilihan ini menyesakkan.
Walau belum terlalu menyakitkan.

Dia masih menangis di bahuku.
Tak berani dia menatap mataku.
Aku mengalih juga.
Ke sisi lain di ujung sana.
Biar kurasakan saja isakan ini.

Sampai waktunya tiba,
Aku dan dia akan berdiri kaku.
Di persinggahan sempit dan sendu ini.
Sambil melepas genggaman yang beku.
Semuanya pun berakhir.

Fairy tale terlalu indah?
Yup, I think so.
Dia bukan lagi tokoh di fairy tale versiku
Aku juga tidak jadi menjemputnya
Seperti pangeran menjemput Cinderella

Inilah kehidupan yang sesungguhnya.
Fairy tale yang mulai basi.
Seperti lelucon garing yang tidak greget.
Tapi kerinduan akan selalu hadir.
Semoga fairy tale benar-benar terjadi.

Thursday, February 02, 2006

Mimpi Menikah!!!

Damn.
Dua hari lalu gue mimpi menikah!
Di mimpi itu gue bahkan sudah bermake up ria. Rambut gue sedang di sanggul, model elegan, poni disamping ke kanan, dan diberikan efek shining dan ada glitter.
Di saat itu juga, gue tertawa ria dengan seseorang.
Someone yang ga pernah gue bayangkan or even gue suka (hm..pernah kepikir untuk suka, karena no choice hehehehe…)…
Yang lucunya lagi, di mimpi itu gue sibuk menulis sms, untuk undang teman-teman gue (Oh Gosh, bayangkan! By sms? What a kind of invitation, huh?!)…
Walah..I sent message to one of my best friend, told her that I dreamt of being a bride in an elegant wedding.
A bride. Every kinda girl`s wanted dream to be true. I don’t wanna say it`s something too good to be true cause I`m sure it`s gonna be true someday.
Whatever anything happen, I`m sure of message behind these all trouble or problem.

Positive yux...

When people expect good things to happen and believe good things will happen, they find that good things happen! Focus on what you want. Stay focused on the positive desired results. Imagine every minute detail of how those positive results will look, feel, hear, taste, smell, AS IF you have already achieved the positive results. Vividly imagine yourself successful and you are on the way to achieving the success you deserve and desire!

Tuesday, January 24, 2006

To Be You

Terhempas Dengan Kepalsuan Yang Tiada Habisnya...
Ada Buku "To Be You" dan disana dibilang kalau kita harus berani untuk menunjukkan kesejatian diri kita. I`m preparing myself to be that kind of persona.
Yeah...Soon!

100 hari lagii

Jujur Pada Diri Sendiri...
100 hari lagi, gue akan membuat keputusan besar versi gue....that shows I can control my life...and my own happiness...
Gue mau bebas dari semua ini.

Friday, January 20, 2006

I`m Praying

I`m praying...
Hoping jawaban yang terbaik akan segera muncul...
Gue...yang berada di satu situasi yang selalu menjepit gue...
Di sana gue harus tersenyum...
Di sisi lain, gue pun harus mencoba untuk tersenyum..
Gue menikmati senyuman ini, tapi...gue tau ini tidak boleh terus berlanjut..
Kebenaran belum juga terjawab, segalanya masih blur...dan tidak ada yang bisa menunjukkan pencerahan yang sesungguhnya...
Sory...buat kau...dan buat kau...
Jujur, aku tidak sedang berakting...
Aku benar-benar jujur untuk tersenyum pada kau...
Situasi yang membuat aku terlihat tidak jujur...

Monday, January 16, 2006

Satu Lagi Kekerasan Terjadi

Satu lagi kekerasan gue liat dan itu terjadi di temen gue sendiri. But, still, she kept trying to forgive her man. Dia masih bilang, iya ini salah gue, sebagai cewek seharusnya gue mengalah.
Kemarin, sekitar Pk 16.00, temenku tersayang, sekaligus adik angkatku, dia berantem dengan cowoknya yang 5 hari lagi akan jadi suaminya (resmi). Gue lihat ada luka kecil di tangan temen gue, berdarah sudah kering. Dia cerita dia didorong sampai terjatuh dan membentur sebuah benda tumpul, keras sekali, dia pun lupa, benda apa itu.
Gue sedih setiap kali membayangkan dia begitu menderitanya, tapi gue juga nggak bisa berbuat banyak lagi in this case, semua harus dia yang menentukan, karena ini hidupnya. Sudah 1 tahun lebih, gue coba untuk membuat dia berpikir untuk tinggalkan cowok seperti itu. cowok yang kasar, cowok itu bilang kalau temen gue adalah "cewek sial" yang cuma mengganggu hidupnya saja.
Wedding harus segera dibatalkan, tetapi pihak keluarga cowok mengancam, temen gue harus bayar 50% juga dari seluruh biaya yang sudah dikeluarkan. Damn him. Cowok itu bener bener such a jerk dan menurut gue cowok itu nggak gentle.
But, temen gue masih saja belum bisa lepas dan mantap...

Any comment?...

Friday, January 13, 2006

Teratai...

Apa yang mau dicapai untuk masa depan nantinya....
Mencoba untuk berpikir positif dan menjadi teratai di antara lumpur...
Aku pasti bisa....