Wednesday, May 30, 2007

Today, While The Blossoms Still Cling to The Vine

"enak yah jadi kamu tuh, nyantai, easy going"
"Maksudnya?"
Ah, lagi males menjawab dan menjelaskan. Pokoknya cuma mau bilang sih kalau ada orang-orang yang bisa yah, bertingkah seolah tidak ada masalah padahal kan baru aja ada masalah. Hm, mungkin masalah memang tidak perlu dipikirkan terlalu serius.

Pekerjaan dimanapun akan menjadi menyenangkan ketika kita bisa menggunakan kekuatan-khas kita setiap harinya. Itu yang ditulis oleh Martin Selignman (Authentic Happiness), bahwa uang bukanlah sumber kebahagiaan. Bahwa kepuasan karir bukanlah dari nominal gaji yang diterima, dan bahwa kepuasan kerja didapat ketika ada kesempatan dan kebebasan untuk mengeksplorasi potensi dalam diri sendiri.

Beberapa pertimbangan dalam memilih suatu pekerjaan adalah :
1. Aman/ tidak, apakah keselamatan nyawa terjamin atau justru sebaliknya?
2. Suasana lingkungan kerja : rekan kerja bersahabat, nyolot, ramah, atau asyik rock n roll...
3. Lokasi kerja : kejauhan atau nggak, sesuai nggak budget transportasi dengan kondisi gaji per bulan.
4. Jelas/ tidaknya job description : kebayang nggak sih kalau 8 jam di kantor, tapi nggak tau mau ngapain, apa iya cuma chatting dan buka-buka email fwd an yang nggak jelas juntrungannya.
5. Fun dan bisa keluar ruangan sesekali donk.
6. Boss : enaknya kalau boss nya yang standard aja, nggak usah terlalu perfeksionis, tapi nggak terlalu oon oon banget, gitu. Ini baru fun.
7. Prospek ke depannya : sering ada yang bilang "Apa iya gue begini-gini aja sampe tahun-tahun nanti, nggak lah yah..."
8. Image dan prestise. At least, you have that proud feeling ketika orang tanya "Kamu kerja dimana sekarang". Kalau pas menjawab pertanyaan ini, rasanya berattttt dan kalau perlu ngibul-ngibul dikit, nah itu sedikit berbahaya dan perlu diperhatikan.
9. Ada meja atau ruangan kerja pribadi, untuk bekerja, males nggak sih kalau terus-terusan sharing meja atau komputer dengan rekan kerja lain. It depends on your job juga sih, tapi jujur aja, kalau ada meja pribadi, sense of belonging to your job akan sedikit meningkat. Dikit.
10. Makes you happy. Bisa tertawa lepas, tanpa dibuat-buat. Bisa ngelucu asyik, tanpa maksa untuk ketawa. Bisa merasa nyaman, bahkan ketika lagi kebanyakan load kerjaan, dan ketika lagi bengong nggak tau mau ngapain.

Kehidupan yang bermakna adalah ketika kita bisa menggunakan kekuatan khas dan kebajikan untuk melayani sesuatu yang lebih akbar daripada diri kita.

Kehidupan yang utuh adalah mengalami emosi positif tentang masa lalu dan masa sekarang, menghayati perasaan positif dari kenikmatan, memperoleh banyak gratifikasi dengan cara mengerahkan kekuatan pribadi kita, dan menggunakan kekuatan ini untuk melayani sesuatu yang lebih akbar demi memperoleh makna hidup.
Kehidupan yang baik adalah menggunakan kekuatan personal untuk memperoleh gratifikasi semaksimal mungkin pada wilayah-wilayah utama kehidupan kita.
Orang-orang dengan adek positif yang tinggi merasa nyaman pada sebagian besar waktu; hal-hal yang baik memberi mereka banyak kesenangan dan keceriaan. Namun, banyak orang memiliki sedikit sekali afek positif. Pada kebanyakan waktu, mereka tidak merasa nyaman atau bahkan tidak merasa baik-baik saja. Ketika kesuksesan datang, mereka tidak melompat.
Ketika kita berada dalam suasana hati positif, orang lebih menyukai kita, dan pertemanan, cinta, serta persekutuan lebih mungkin terjalin.
Orang yang bahagia mengingat lebih banyak peritiwa menyenangkan daripada yang sebenarnya terjadi, dan mereka melupakan lebih banyak peristiwa buruk.
Suasana hati positif membuat orang memakai cara berpikir yang kreatif, toleran, konstruktif, murah hati, tidak defensive, dan lateral.

Orang-orang yang berbahagia adalah orang yang :

Berpenghasilan besar, menikah, muda, sehat, berpendidikan, religius, jenis kelamin tidak berpengaruh, tingkat kecerdasan tidak berpengaruh.
Kemiskinan yang amat berat adalah penyakit sosial dan orang-orang yang mengalami kemiskinan seperti itu memiliki kepekaan terhadap kebahagiaan lebih rendah daripada orang yang beruntung.

Penyebab kemiskinan :
kurangnya kesempatan, tingginya angka kematian bayi, tempat tinggal dan pangan yang tidak seha, populasi yang tinggi, ketiadaan lapangan pekerjaan, atau pekerjaan yang merendahkan martabat.

Kegembiraan tertinggi terkadang datang setelah kita terbebas dari ketakutan terburuk kita.

Usaha untuk bisa lebih bahagia yang terbukti efektif adalah :

  1. Hiduplah dalam suasana demokrasi yang sehat, bukan dalam kediktatoran yang melumpuhkan (efek kuat)
  2. Menikahlah (efek kuat, walau mungkin tidak kausal)
  3. Hindari kejadian negative dan emosi negative (efek sedang)
  4. Miliki jaringan sosial yang kaya (efek kuat, tapi mungkin tidak kausal)
  5. Beragamalah (efek sedang)

Hal yang tidak perlu dilakukan untuk bisa bahagia adalah :

  1. Mencari uang yang lebih banyak.
  2. Tetap sehat
  3. Menuntut ilmu setinggi mungkin
  4. Mengubah ras Anda atau pindh ke daerah yang lebih dilimpahi cahaya matahari.

Limpahi hidup Anda dengan sebanyak mungkin peristiwa yang menghasilkan kenikmatan, tetapi tebarkanlah, berilah selang waktu antar kejadian yang lebih panjang dibanding yang biasanya Anda berikan.

Komponen psikologis yang memberikan kepuasan dalam suatu aktivitas adalah :

  1. Tugas itu menantang dan membutuhkan ketrampilan.
  2. Kita berkonsentrasi
  3. Ada tujuan yang jelas.
  4. Kita langsung mendapatkan umpan balik.
  5. Tanpa bersusah payah, kita tenggelam di dalamnya.
  6. Ada rasa pengendalian.
  7. Kesadaran diri kita pupus.
  8. Waktu terasa berhenti.

Jalan pintas menuju kenikmatan : televisi, obat-obatan, perbelanjaan, seks tanpa cinta, olahraga tontonan, dan coklat.

Kekuatan dan kualitas kehidupan bisa melemah jika orang lebih memilih untuk mengambil jalan pintas daripada kehidupan yang penuh yang didapat lewat pencarian gratifikasi.

Beberapa tabiat buruk :
Cacat moral, dosa, kejahatan, kebiasaan berdusta, kebodohan, ketamakan, kekejaman, sikap memperturutkan gejolak hati, ketiadaan kesadaran diri.

Faktor-faktor yang tidak berasal dari karakter yang buruk atau moral yang cacat :
Kelas sosial, kondisi kerja yang meletihkan, kemiskinan, kekurangn gizi, kondisi perumahan yang jelek, ketiadaan pendidikan.
Tingkat sosial bertanggung jawab terhadap tindakan manusia. Kejahatan muncul dari kekumuhan kawasan perkotaan, ilmuwan sosial dapat menunjukkan cara untuk menguranginya dengan membersihkan kota.

Apabila kebodohan muncul dari ketidaktahuan, ilmuwan sosial dapat menunjukkan cara menghindarinya dengan menyelenggarakan pendidikan untuk semua orang.
Lingkungan yang buruk terkadang dapat menghasilkan perilaku yang buruk, dan pengaruh lingkungan yang buruk terkadang dapat mengalahkan karakter yang baik.

Karakter baik dan buruk tetap berakar kukuh dalam hokum, politik, cara kita membesarkan anak-anak, dan cara kita membicarakan dan memikirkan alas an orang melakukan sesuatu.

Enam buah kebajikan :

  1. Kearifan dan pengetahuan.
  2. Keberanian
  3. Cinta dan kemanusiaan.
  4. Keadilan
  5. Kesederhanaan.
  6. Spiritualitas dan transendensi Kebajikan kemanusiaan dapat diraih dengan kebaikan hati, kedermawanan, kapasitas untuk mencintai dan dicintai, pengorbanan, atau kepedulian kepada sesame. Kesederhanaan dapat ditunjukkan dengan hidup bersahaja dan kerendahan hati, disiplin pengendalian diri, atau kebijaksanaan, dan kehati-hatian.


No comments: