Sunday, November 06, 2005

Cinta Yang Tak Berlogika

“aduh….susah yah hidup itu…”
“nggak kok, hidup itu gampang…”
“iya iya deh…”
“kenapa sih harus menganggap hidup itu susah…”
“Yah…sejak ngalamin ini semua…saya jadi sering mikir…kenapa yah orang bisa berubah secepat itu…’
“Bukankah itu hal yang wajar…perubahan setiap detik bisa terjadi…”
“Iya…”

Dia, masih terus mengingat masa lalunya. Masa lalu kelam yang sepertinya terus mengusik batin dan pikirannya. Masa lalu yang membuatnya sedih dan ingin menangis jika boleh. Jika air mata tidak bisa habis, ingin rasanya dia terus menangis dan meluapkan semua kekecewaan itu.

“Alo Mir….masih tidur yah…”
“Iya..he eh baru bangun nih…”
“Hehehehe…pantesan aja dari tadi ditelpon nggak diangkat…”
“Eh…barusan manggilnya “Mir” loh…”
“Oh iya yah…aduh sory…”
“Nah…siapa itu “Mir”…”

Seharusnya aku marah, benci, atau mungkin ilfil. Dia salah sebut namaku. Tapi aku masih bisa berpikir yang lain. Aku berpikir, dia sedang khilaf saja dan itu bukan kesengajaan, mungkin dia belum bisa lupa dengan masa lalu dan kenangannya yang dulu. Mungkin saja dia butuh waktu lebih lama lagi untuk bisa lepas dari semua ini.

“Apa sih yang elu mau…, gue bener-bener nggak mengerti…”, Rob, salah satu pria yang pernah mengisi ruang hatiku 5 tahun lamanya, sudah jengah dengan permainan bodohku ini. Aku tidak mengerti apakah rasa sayang harus terbatasi oleh logika dan pandangan benar dan salah. Rob bilang dia tidak ingin aku menyakiti diriku sendiri terus-menerus dengan permainan melelahkan seperti ini. Sejak Rob tahu aku sedang terjerat dengan kisah asmara bersama seorang pria yang menjadikan aku sebagai pelarian untuk bisa lupa dengan mantannya, Rob kesal setengah ampun dan menjadi sering kirim sms ke aku. Rob terus menanyakan perkembangan diriku, mungkin tepatnya, Rob ingin tahu apakah aku masih bertahan dengan permainan cinta ini.

Rob, jika aku boleh memilih, apa yang aku mau, sejujurnya, aku mau kamu….Sayangnya, itu tinggal impian saja toh. Aku memilih jalan ini, aku tahu aku salah, aku tahu aku hanya dijadikan pelampiasan, aku juga tahu aku hanya sedang membuang waktu dan energi saja. Aku juga sadar, aku tidak seharusnya terlibat dalam percintaan tidak menguntungkan seperti ini. Aku tidak bisa menjelaskan apa yang sedang terjadi pada diriku, aku sendiri tidak mengerti. Yang pasti, aku merasa nyaman dengan permainan ini. Aku mendapatkan apa yang aku butuhkan walaupun akan terkesan bodoh dan tidak masuk diakal, tapi ini memang sungguh terjadi pada diriku.

No comments: