Monday, November 26, 2007

Chocolate Soup For The Soul #5

Blame The Hormone

Jeng-jeng geulis, pernah merasakan serangan sedih mendadak? Uring-uringan dan jadi sensitive sekali tanpa sebab? Then, nggak berapa lama kemudian pergi ke toilet, dan barulah sadar...oow, si bulan telah dateng! Somehow, saya mengalami hal seperti ini : bertanya dalam hati ”kok gue belum ”dapet” yah?”, then besokannya langsung beneran ”dapet” ditambah dengan sedikit perubahan emosi yang drastis. Dari yang ceria, bisa langsung jadi sensitif dan gampang tersinggung. Biasanya, kalau mengalami situasi ini, saya dengan santainya pun bilang ”ah...blame the hormone...” Ya, wajar donk, gue lagi dapet, makanya gue sensitif. Dan beberapa bulan lalu, saya menceritakan pengalaman ini ke beberapa guru spiritual saya, dan langsung saja saya “dibantai”.

Nggak ada hubungan antara hormon datang bulan dengan emosi kemarahan. Mana boleh menyalahkan kondisi tubuh dengan kebiasaan emosional tidak terkendali. Dan segudang nasehat lainnya. Intinya, emosi seperti apapun bisa kita kendalikan, nggak peduli ada hormon A kek, ada hormon B kek. Dalam pikiran, saya masih bergumul, tapi...kalau berdasarkan hasil penelitian medis, ada kaitan erat sekali loh antara hormon dengan kondisi psikologis manusia. Alhasil, saya belajar juga untuk mengurangi dalih-dalih ”Blame The Hormone” dan belajar untuk mengendalikan emosi pada tanggal-tanggal rawan, yaitu tanggal ”dapet” saya. Walau masih sering loss dan kelupaan dengan tanggal rutin ”dapet” lalu kebablasan udah keburu bad mood, baru sadar, duh, mustinya menjelang tanggal ini harus lebih waspada, karena emosi bakal lebih labil. Nasehat paten yang bakal sering terdengar adalah : setiap hari harus menjaga perasaan, jangan hanya pada tanggal-tanggal tertentu saja, donk!

Kita Tersenyum karena Bahagia VS Kita Bahagia Karena Tersenyum

Carl Langer pernah melakukan satu penelitian, kalau ternyata ada hubungan erat sekali antara perubahan tubuh dengan perubahan psikologis kita. Simplenya nih – moga-moga penangkapan saya nggak salah, amin – selama ini kita mengira karena kita merasa bahagia makanya kita pun tersenyum. Tapi kalau kita lagi nggak bahagia, kita belum tentu bisa tersenyum dengan lepas. Ternyata, walaupun kondisi emosi lagi nggak bahagia, tapi kalau fisik kita tersenyum/ tertawa (dipaksa pun nggak apa-apa), lama-lama kondisi dari yang nggak bahagia pun bisa berubah menjadi bahagia. Meragukan teori ini? Coba dulu deh mending. Setiap kali udah mulai kesel, mulai stress, mulai mumet, segera tersenyum, kalau perlu tertawa terbahak-bahak (tanpa sebab pun nggak apa-apa, beneran deh!). Perhatikan baik-baik, setelah melakukan ini, perasaan berubah atau nggak. Di India, ada satu club ketawa, jadi sejumlah orang berkumpul untuk tertawa bersama-sama, tanpa stimulus apapun itu, pokoknya hanya berkumpul dan tertawa bareng, dan tujuannya supaya bisa lebih sehat secara mental. Di Jakarta juga ada terapi sejenis, hanya saja belum terlalu sering disorot. Dan reaksi pertama orang pada umumnya, kalau misalkan mendapat saran “ketawa aja terus, tanpa sebab juga nggak apa”, reaksinya biasanya akan seperti ini : “Idih, nanti gue dibilang orang gila, nggak waras!” Pilihan untuk mengurangi stress dan penat pun jatuh pada beberapa kegiatan rutin : nonton, ke mall, belanja, ngopi di satu café. Hehehehe. Padahal ada kegiatan yang super murah meriah, eh malahan gratis, yaitu ketawa dan tersenyum aja, bisa memberikan efek yang besar banget buat kondisi psikologis kita. By the way, jadi keinget, ada satu buku berjudul “The Power of Smile” yang membahas kekuatan dari senyuman. Dan senyuman paling ampuh untuk menenangkan hati adalah kalau tersenyum melihat anak bayi dan anak kecil. Kalau ada waktu luang, perhatiin deh anak bayi dan anak kecil yang innocent yang kalau tertawa bisa tergelak-gelak, lama-lama kita bisa terbawa juga…hehehe…Yuu…mari tersenyum…

- with a good heart, everyday is a good day – maeya 20071124

Thursday, November 22, 2007

Chocolate Soup For The Soul - enjoy #4

5 Faktor Penentu Sukses Seseorang

Kemarin malam seorang teman berbagi ilmu yang dia dapet di mata kuliah “Character building” yang dibawakan seorang dosen bernama Ponijan Lau. Mr. Po ini terkenal sebagai seorang motivator, seminarnya mahal, he`s a Buddhist but in his lectures he never identifies himself as a Buddhist. Mr. Po membahas semua ajaran agama, dan banyak murid yang mengira he`s a Moslem/ Christian. Ok, jadi ada lima hal yang – kata beliau - kira-kira bakal menentukan lima tahun akan datang seseorang bakal jadi apa, yaitu : lagu/ musik apa yang kita dengarkan, buku apa yang kita baca, seminar/ kelas apa yang kita ikuti, teman seperti apa yang kita gauli, dan film apa yang kita sering tonton. Saya pun menimpali dengan satu quote yang saya dapet dari seorang teman juga : “bahwa katanya nasib seseorang bisa diramal hanya dengan melihat dengan siapa dia bergaul..”

Membahas soal teman-teman di sekitar kita, memang bener, pengaruhnya besar banget, especially kalau temen-temen terdekat kita memiliki kebiasaan yang cenderung bervirus negatif. Kalau soal lagu, waduh, ternyata jenis lagu favorite saya tuh yang super-super mellow, seperti : lagunya Letto “Sebelum Cahaya”, Tangga “Cinta Begini” dan kalau lagi suka lagu itu sehari bisa denger lebih dari 20 kali. Kebayang nggak kalau lagunya Ungu yang liriknya “Andai kutahu kapan tiba ajalku…..” atau lagunya Naif “…Kalau kumati, kau juga mati…” didenger berulang-ulang, lalu masuk ke dalam pikiran alam bawah sadar kita. Mati mati mati mati…nggak heran lama-lama juga jiwa bisa depresi, mungkin. Fortunately, akhir-akhir ini saya menyukai jenis lagu yang membangkitkan semangat, walau masih tetep mellow. I love Melly Goeslaw, dan kebanyakan lagu-lagunya memang mellow, tapi sekarang saya seleksi lirik-lirik yang memang membangkitkan semangat atau lirik yang menyentuh perasan cinta banget. Contoh lagu Melly : Bukan Bintang Biasa (“…Kumiliki bintang bukan bintang biasa, kubisa hapuskan semua dukamu…”), walau masih ada kata “duka” tapi lebih baik karena ini nggak meratapi kesedihan tapi mencoba hapuskan kesedihan. Ada juga lagunya Andra & The Backbone “Kau Begitu Sempurna” (…”Kau Begitu sempurna, dimataku kau begitu indah…”, lirik ini ok banget buat menyadarkan betapa sempurna dan indahnya diri saya. Mirip dengan lirik lagunya James Blunt “You`re Beautiful” (..”You`re beautiful, You`re beautiful…”), untuk mengingatkan betapa cantiknya diri saya.

Next, film. Film yang kita tonton pun punya kemampuan dashyat banget untuk merubah pola pikir kita. Ada beberapa film yang jadi favorite saya sampai saat ini : Ada Apa Dengan Cinta (kisah percintaan dua remaja SMA, mengingatkan saya akan indahnya masa sekolah di SMA dulu), Home Alone 1&2 (Kisah seorang anak yang harus melewati liburan Natal di rumahnya sendirian, mengingatkan saya akan indahnya suasana Natal dan betapa rindunya saya menikmati salju di bulan Desember), Bridgette Jones` Diary (kisah seorang wanita muda yang sedang krisis menyelesaikan masalah karir dan cintanya, pas banget dengan yang saya lagi alami juga dan film ini pun banyak sekali bumbu kocak yang mengingatkan saya kalau hidup itu ternyata penuh dengan hal-hal konyol yang bakal bikin kita ketawa terbahak-bahak kalau mengingatnya).

Buku? Buku favorite saya karyanya Mitch Albom (Tuesdays With Morrie yang bahas soal makna kehidupan, woof dalem dan kena banget deh dan Five People You Meet In Heaven yang bahas juga soal kisah orang yang sudah meninggal dan baru sadar apa makna dari kejadian-kejadian selama masa hidupnya). Anway, kalau mau dibahas soal buku, bakal panjang cerita deh. Tapi I should thank to all the writers, authors, singers, director, and friends yang sudah puter otak untuk menghasilkan karya-karya mereka dan mempengaruhi pikiran saya untuk selalu sadar akan indahnya hidup ini J .

- with a good heart, everyday is a good day – maeya 20071123

Chocolate Soup For The Soup - enjoy #3

Writer`s Block

”..lagi mentok nih, nggak ada ide buat nulis..” Satu alasan klasik yang memang paling enak diungkapin kalau lagi mumet pikiran dan lagi nggak semangat kerja J Jadi inget, ada seorang rekan lama cerita kalau writer`s block itu sebenernya nggak pernah ada. Kalau memang mentok, bablas saja terus, nulis apa saja yang tangan bisa ketik. And I`m doing this now, honest to say. Kemarin malam I met an old friend, sekarang she`s doing a new business, a talent management, sebuah bisnis yang membantu memanage bakat-bakat terpendam yang tidak tersalurkan karena faktor luck yang terbatas, budget yang pas-pasan, dan juga faktor networking yang minim abiz. Dan ada seorang novelis muda yang lagi dimanage juga supaya bisa berkembang karirnya. Nggak cuma teman-teman artis/ model yang cantik/ ganteng saja yang punya kesempatan jadi artis dan punya manager aja sekarang. Seorang penulis pun adalah seorang artis yang perlu dimanage dan dibangun imagenya.

Ketika Otoritas Bermain!

Seorang pemimpin otoriter berhak mendapatkan apa yang dia mau, tanpa peduli bawahannya setuju atau tidak. Seorang pemimpin otoriter mengandalkan tatapan tajam sinis dan nada suara yang sedikit tegas untuk menampilkan jati diri kepemimpinannya.

Menulis Naskah sama seperti waktu Mbikin Skripsi waktu Zaman Kuliah.

Udah nulis capek-capek, udah mikir puter otak tujuh keliling, udah penuh percaya diri kalau ini bakal menarik dan menggugah banget, tau-tau, hanya dibilang : Ulang! Edit!

Kesel? Kadang ya, tapi lebih sering ketawa aja deh. So, sekarang kalau menulis, tetep harus dengan sepenuh hati, tapi tetep aja harus siap sesiap-siapnya kalau disuruh ulang dan kalau tulisan itu dibilang jelek nggak bermutu nggak menyentuh dsbnya. Buat para seniman, mental pun kudu tahan banting, mulai dari penyanyi yang kalau ketemu label dibilang kalau lagunya nggak komersil, peserta audisi kalau ketemu tim juri siap-siap dibilang wajah kamu kurang fotogenik dan komersil, then penulis skenario akan diomongin : hmm…idenya agak basi dan nggak bisa ngedongkrak rating nih, maaf yah Mas. Semua profesi bakal mengalami hal ini sih sebenernya J Tengok deh ke temen-temen yang menjadi sales/ pemain MLM, mengatur janji ketemuan, presentasi, dag dig dug bakal closing/ nggak yah. Dan pilihannya, kalau baru aja dikritik/ ditolak, perasaan pertama pasti down/ kecewa, tapi selanjutnya tinggal pilih : mau cuek aja toh orang juga sudah sibuk dengan urusan mereka masing-masing dan nggak kesempetan inget masalah kita, pilihan kedua : berhenti dan mundur dari bidang yang sudah bikin malu dan jiper diri sendiri. Kalau orang sukses : dia bakal maju terus, kalau orang gagal : sangat peduli dengan harga diri dan biasanya bakal mundur dari medan pertempuran.

Kalau inget masa-masa skripsi pas zaman kuliah, ternyata nggak jauh beda dengan kondisi setelah udah lulus kuliah. Awalnya sulit, pas lagi dijalani lebih sulit lagi, banyak muncul masalah-masalah, ada orang yang meragukan kemampuan kita, dan juga konflik sama orang-orang tertentu yang kebetulan berbeda visi dengan kita. Finalnya, adalah pas sidang skripsi, hasil kerja keras selama beberapa bulan, menentukan kita bakal lolos atau nggak jadi sarjana. Kalau di dunia kerja, apa yang kita kerjain selama beberapa waktu, hasilnya yang bakal menentukan kita bakal tetep eksis atau nggak di bidang yang udah kita pilih itu. Yang nggak ketinggalan pentingnya, selalu ada orang-orang yang akan hadir temenin kita pas lagi kesulitan. Dan selalu ada jalan keluar dari semua masalah. Kalau pepatah bilang : selalu ada jalan bagi siapa aja yang berniat dan berhati baik.

- with a good heart, everyday is a good day – maeya 20071122

Tuesday, November 20, 2007

Chocolate Soup For The Soul - Enjoy #2

Oprah Show 20071120 - Stop complaining. www.complaintfreeworld.com

Kemarin siang Oprah membahas salah satu eksperimen yang dilakukan di USA, sejumlah orang menjadi sample untuk berlatih supaya selama 21 hari tidak boleh mengeluh sama sekali. Selama 21 hari tidak boleh mengeluh. (hasilnya apa? Check sendiri yah di www.complaintfreeworld.com). Orang yang sering merasa tidak sempurna dan kurang bahagia, cenderung memiliki kebiasaan untuk mengeluh dan memberikan kritik. Sulit untuk melihat sisi positif dari segala situasi dan sangat jago menganalisa hal-hal negatif saja. Dari raut muka pun bisa terbaca dengan jelas. Orang yang bahagia jarang sekali mengeluh, tapi lebih sering bersyukur. Orang yang bahagia jarang mengkritik, tapi lebih sering memuji. Orang yang bahagia jarang cemberut, tapi lebih sering tersenyum. Orang yang bahagia jarang bersikap over (belanja berlebihan, makan berlebihan, merokok berlebihan), tapi lebih sering bersikap santai, sederhana, dan cool (biasa bangetz deh).

Orang-orang ”ajaib”

Dimanapun kita berada, selalu ada kemungkinan bisa ketemu dan berhadapan dengan orang-orang ”ajaib”. Orang-orang yang bertingkah laku ”ajaib” dan sulit sekali dimengerti. Contoh : ada orang yang hobby sekali ngegosip dan omongin kejelekan orang lain, then ada orang yang hobby sekali membanggakan kesedihan hidup dan kisah-kisah apesnya, lalu ada juga orang yang hobby ngomel-ngomel tanpa sebab dan berbicara dengan nada yang ketus, ada juga orang yang hobby sekali nge-bokis dan membanggakan kehebatan dirinya. Eh, emangnya orang ”ajaib” konteksnya selalu negatif? Nggak juga sih, ada juga orang ”ajaib” yang jarang mengeluh (sesekali saja paling), yang nggak pernah terlihat marah, emosional, tapi sebaliknya selalu terlihat ceria, melangkahkan kaki dengan mantap dan penuh semangat, setiap saat selalu menciptakan lelucon mulai dari yang garing sampai yang beneran lucu, ada juga orang yang udah disakitin segimanapun tapi tetep aja bersikap tenang, nyantai, sebodo teing, dan nggak terusik dengan hal yang – pada umumnya – bisa bikin orang kesel dan mau ngamuk itu. Pertanyaannya, lebih baik dikenal sebagai orang ”ajaib” versi pertama yang cenderung negatif, atau orang ”ajaib” versi kedua?

Membentuk Otot-otot Jiwa

Angkat beban bisa bikin otot lengan lebih berbentuk dan keras. Dengan latihan terus-menerus dan rutin, otot yang tadinya lembek lama-kelamaan bisa menjadi keras dan berbentuk. Jiwa juga butuh beban supaya bisa jadi kuat. Jiwa yang lembek harus dilatih dengan beban-beban berat supaya berubah menjadi kuat dan tangguh. Kalau mau bentuk otot, bebannya bisa berupa besi atau barbel 1-5 kg, kalau jiwa? Apa ya ukuran berat tidaknya sebuah beban jiwa? Biasanya masalah hidup itu memiliki kadar berat yang relatif banget, mirip seperti relativitas barbel. Ada orang yang merasa mengangkat barbel 1 kg itu terlalu ringan, tapi ada juga orang yang merasa barbel 1 kg itu cukup melelahkan. Tapi karena setiap hari sudah sering angkat beban 1 kg, lama-lama jadi biasa, dan ketika beban ditambah lagi 1 kg menjadi 2 kg, beban 1 kg sudah tidak ada artinya lagi deh.

Masalah hidup juga seperti itu, kalau kita terbiasa untuk alamin masalah hidup, terus-menerus, lama-lama kita bakal terbiasa dan terlatih dan jadi tahan banting. Pilihannya, mau bertahan dengan beban seberat apapun di hadapan kita atau menyerah lelah dengan beban yang ada di hadapan kita J

- with a good heart, everyday is a good day – maeya 20071121

Monday, November 19, 2007

Renungan Hari ini : Impian, Berjalan Kaki, Terima Kasih

Impian Hidup
Semua kan baik-baik saja dan semua hal yang terjadi di dalam kehidupan ini sudah memiliki hukum alamiah yang membuat semua begitu indah pada waktu dan saat yang tepat. Ketika suatu hal memang belum waktunya terjadi, itu adalah makna terbaik, dan ketika ada suatu hal yang harus terjadi padahal kita belum siap menerima, itu pun menjadi makna terbaik yang harus bisa kita terima.
Indahnya kehidupan ini adalah bahwa tidak perlu lagi ada kekuatiran hidup kita tidak akan lebih bahagia daripada hidup orang lain. Karena setiap orang pasti bisa mewujudkan kebahagiaan masing-masing, dalam porsi dan bentuk yang berbeda dari apa yang dialami oleh orang lain. Dulu seringkali ada perasaan kuatir, ketika berhadapan dengan situasi persaingan untuk wujudin impian. Bahkan impian setiap orang pun tidak akan pernah sama, percaya deh!
I have a friend, she`s so smart, and we have the same dream, to be a movie director. After talking many times, just realized, bahwa we have different genre and interest, and don’t ever worry that both of us gonna be rival in the future. Kalau pun iya,itupun pasti tetap berbeda track dan tidak akan pernah sama. Percaya deh.
For me, genre romantika percintaan antara perempuan dan lelaki, begitu indah untuk disajikan dalam kisah-kisah drama yang menyentuh. Dengan bumbu-bumbu komedi, kisah percintaan akan menjadi lebih menarik lagi. Just imagine my career, in the next 10-20-30 years, bakal jadi specialist di bidang penulisan cerita drama keluarga, percintaan anak muda, perkawinan bahagia, dan juga kisah-kisah perjuangan untuk mewujudkan impian tertinggi dalam hidup, dan juga kisah perjalanan tokoh-tokoh besar yang bisa memberikan inspirasi dan perubahan bagi siapa saja yang menontonnya.

Berjalan Kaki
Renungan : lately lagi seneng banget berjalan kaki, sambil bersenandung, dan sesekali membaca mantra NAMMYOHORENGEKYO, dan ada ketenangan dan ketentraman dalam kesendirian itu. Hanya derap langkah kaki yang terdengar begitu jelas dan nyata. Sepanjang jalan melewati berbagai macam orang dan kisah-kisahnya. Dan bahagia. Bisa berjalan dan mengeluarkan peluh dari tubuh karena berjalan kaki dalam jarak yang cukup jauh, sambil menikmati semilir angin sepoi dan mendengar suara-suara di jalanan.

Pakaian yang Indah, membalut sejenak tubuh ini..
Well, melihat ada yang hanya memiliki 2 helai baju saja, dan baru tersadar dalam hati, di lemari baju ada sekitar 50 baju bahkan lebih, dan apa artinya 50 baju itu, ketika mash ada orang yang kekurangan baju? Bahkan ada kenalan yang menabung, supaya bisa membeli baju bekas di pasar Senen, baju seharga 5 ribu saja dan kalau beruntung, modelnya bisa keren. Sedangkan di ITC Mangga Dua, harga baju paling murah yang oke seharga 25 ribu. Dan ketika sudah beli seharga 25 ribu, kadang masih terpikir untuk beli baju seharga 75 ribu. 15 kali lipat dari baju yang harganya 5 ribu rupiah. Ironis! Dan membuat gue lebih sadar lagi betapa banyak berkah yang sudah gue miliki. Masa iya sih, gue masih mau menuntut yang lebih lagi dari kehidupan yang udah gue miliki sekarang ini?

Terima Kasih
Terima kasih atas 3 harta : harta jiwa/ nyawa, harta badan/ kesehatan, dan harta benda/ gudang. Terima kasih atas indahnya kehidupan ini, ya....

Loving You

Loving someone could be the easiest thing to do,

Loving someone unconditionally could be one of the most difficult thing to do,

Loving someone everyday could be the most beautiful thing to do,

Loving someone restlessly could be the most tiring thing to do,

Loving someone without expecting back could the foulest thing to do,

But Loving someone would be the greatest blessing I would ever have in whole of my life J

Thursday, November 15, 2007

Every day is Nice

Every day passing the day, and the more I believe in the power of feeling grateful with my life…

Ketika kita bersyukur dengan apa yang sudah kita miliki, believe it, hal-hal positif berdatangan tanpa disangka-sangka dan kebahagiaan berlipat-lipat tanpa harus direncana-rencanakan dengan akal.

Anyway, salah satunya soal kerjaan, banyak hal yang bisa begitu disyukuri, for this time yah :

1. Lokasi ok

2. Rekan ok

3. Job desc ok

4. Sistem kerja nice.

5. Lunch time yang ok dan habit untuk mencuci piring after meal

6. Vegetarian lunch

7. Morning contemplation before work time

8. Belajar banyak hal baru

9. Networking ok

10. Working hour ok

11. Environment ok

12. Suasana full of laughter & positive nuance

13. Pressure still ok

14. Opportunity untuk maju ok

15. Motivate to be better every day

Etc….

Tuesday, November 13, 2007

Hanya Ingin Kau Tahu - Republik

Hanya Ingin Kau Tahu (Republik)

Oh…aku hanya ingin kau tahu…
Besarnya cintaku
Tingginya khayalku bersamamu
Tuk lalui waktu yang tersisa kini
Di setiap hariku di sisa akhir nafas hidupku

Oh ... aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku
Tingginya khayalku bersamamu
Tuk lalui waktu yang tersisa kini
Di setiap hariku di sisa akhir nafas hidupku

Monday, November 12, 2007

Belajar

Belajar.
Setiap hari itu kesempatan buat belajar.
Belajar apa saja.
Selama ini konsep belajar selalu identik dengan belajar ilmu kepintaran, mulai dari belajar bahasa, belajar pengetahuan bidang tertentu, atau belajar masak, belajar menyanyi, belajar menari, dan laen-laen.
Lately, gue fikir, banyak hal yang perlu gue pelajari secara serius, yang nggak bisa didapet di lembaga pendidikan sekolah atau kursus atau apapun itu. Kalau di tempat kerja, banyak hal yang bisa gue pelajari, mulai dari techinal, sampe social skill, dan kemampuan berpikir. Dan ketika bertemu banyak orang, yang macem-macem, gue pun belajar banyak hal dari mereka.

Untuk saat ini sih gue lagi curious banget untuk belajar hal-hal baru, mulai dari belajar skill dan non skill :
Belajar untuk lebih banyak tertawa setiap harinya
Belajar untuk positif dan nggak mudah negative ngadepin situasi apapun juga
Belajar untuk menikmati hidup dengan segala kondisinya
Belajar untuk mencintai orang lain tanpa harepin imbalan balik darinya
Belajar untuk hidup sederhana...
Belajar untuk menghargai uang
Belajar untuk mengendalikan nafsu belanja dan nafsu untuk belanja yang nggak perlu
Belajar untuk lebih sabar
Belajar untuk lebih banyak diam daripada bicara yang nggak perlu
Belajar untuk nggak defensif ketika ada orang mengkritik gue dengan pedas dan tajam
Belajar untuk tersenyum dari hati
Belajar untuk tertawa ketika bangun tidur di pagi hari
Belajar untuk menyayangi dan merawat tubuh gue dengan maksimal
Belajar untuk mengungkapkan isi hati gue dengan apa adanya
Belajar untuk jujur pada hati dan diri gue sendiri
Belajar untuk menghitung berkah-berkah yang sudah pernah gue dapet
Belajar untuk selalu membayangkan hal-hal indah di pikiran ini
Belajar untuk melupakan sejenak pengalaman-pengalaman buruk yang pernah gue alami
Belajar untuk syin (percaya), gyo (melaksanakan), dan gaku (belajar)
Belajar untuk tersenyum dari hati
Belajar untuk nggak mengeluh
Belajar untuk bahas hal yang positif aja (ini ilmu dari The Secret nich)
Belajar untuk membaca mantra ketika lagi bengong
Belajar untuk lebih dekat lagi sama orang-orang yang haus kasih sayang
Belajar untuk mensyukuri harta jiwa gue (well masih bisa nafas sampai detik gue menulis ini), harta badan (kesehatan, organ-organ tubuh yang bisa gue pake sekarang dan masih berfungsi), dan harta benda (makanan, baju, rumah yang gue miliki sekarang ini). Anyway, udah ada semua ini rasanya udah cukup nggak sih.

Ada juga hal lain yang pingin gue pelajari, kali ini, skill :
Belajar bahasa Korea
Belajar film dan drama di Korea, Seoul
Belajar main teater bareng Putu Wijaya
Belajar jadi manager artis dan superstar
Belajar main sinetron/ film
Belajar S2 jurusan film dan TV di Australia
Belajar masak sup ayam arak, soto Betawi, Soto tangkar, sayur asem, puding coklat, kue coklat yang melt, pempek yang super pedas.
Belajar bikin kue coklat seperti yang buatan dapur coklat
Belajar Psikologi Positif di USA bareng Selignman

Belajar make up pengantin dan make up film
Belajar ilmu konseling lanjutan buat orang-orang stress
Belajar filsafat
Belajar tari balet
Belajar piano lanjutan dan main lagu ballade pour adeline

Belajar sanggul rambut dan gunting rambut
Belajar creative writing di Australia

Apa lagi yah?
Itu dulu deh…oh yah, yang terakhir adalah belajar untuk melakukan hal-hal yang bakal gue sesalkan kalau gue nggak coba, seperti : belajar untuk jujur sama orang yang kita sayangi dan menyatakan rasa sayang ke orang itu. Halah.

Thursday, November 08, 2007

Seteguh Cintaku Padamu

Doakan semoga aku bisa selalu tulus menemani kamu
Tanpa berharap balasan apapun dari dirimu
Dan kumemohon restu semoga ini bisa terwujud di antara kita
Terima kasih kusangat sayang pada kamu, bolehkah?

Again, lirik cinta yang mungkin terasa naif, namun apa yang tidak mungkin terjadi dalam hidup ini?
Orang bilang, mencintai dengan tulus itu tidak pernah ada
Unconditional love, mencintai tanpa berharap balasan apapun
Apa itu bisa terjadi dalam hidup ini?

Bisa! Seperti kasih ibu sepanjang masa, tak berharap balasan apapun
Hanya satu pinta Ibu, supaya anaknya bisa baik selalu
Berarti? Selalu ada harapan dari cinta setulus apapun?
Itu yang sering kutanyakan barusan, kan?

”cinta memang bukanlah hanya kata dan asmara”
Atas nama cinta kuberdoa, kutemani kamu..
Sampai di gerbang depan saja mungkin cukup
Dan kita kan berpisah menuju jalan masing-masing


Dengarkanlah aku – Andra & The Backbone
Coba dengarkan aku untuk sekali ini saja
Karena ku kan mengatakan hanya sekali saja
Kaupikir dirimu slalu benar dan aku salah
Ku benar-benar tak tau apa yang kau mau
Cinta memang bukanlah hanya kata dan asmara

Dengarkan aku aku bicara bukan meminta
Berakhir sudah kisah kita sampai disini saja

Pernahkah dirimu mencoba tuk mengerti
dan sadari apa yang tlah terjdi padamu
Sungguhpun kau tak bisa memberiku sebuah pilihan
hingga tibalah saatnya aku bicara
Cinta memang bukanlah hanya kata dan asmara
Kuyakin selama ini kau tlah mengerti

Dengarkan aku aku bicara bukan meminta
Berakhir sudah kisah kita sampai disini saja

Tuesday, November 06, 2007

sempurna - andra & The Backbone

Lagi suka banget deh sama lagu ini...


KAU BEGITU SEMPURNA

DI MATAKU KAU BEGITU INDAH

KAU MEMBUAT DIRIKU AKAN SLALU MEMUJAMU

DI SETIAP LANGKAHKU KU KAN SELALU MEMIKIRKAN DIRIMU

TAK BISA KU BAYANGKAN HIDUPKU TANPA CINTAMU

JANGANLAH KAU TINGGALKAN DIRIKU

TAKKAN MAMPU MENGHADAPI SEMUA

HANYA BERSAMAMU KU AKAN BISA

KAU ADALAH DARAHKU

KAU ADALAH JANTUNGKU

KAU ADALAH HIDUPKU LENGKAPI DIRIKU

OH SAYANGKU KAU BEGITU SEMPURNA

SEMPURNA....

KAU GENGGAM TANGANKU

SAAT DIRIKU LEMAH DAN TERJATUH

KAU BISIKKAN KATA DAN HAPUS SEMUA SESALKU

JANGANLAH KAU TINGGALKAN DIRIKU

TAKKAN MAMPU MENGHADAPI SEMUA

HANYA BERSAMAMU KU AKAN BISA

KAU ADALAH DARAHKU

KAU ADALAH JANTUNGKU

KAU ADALAH HIDUPKU LENGKAPI DIRIKU

OH SAYANGKU KAU BEGITU SEMURNA

SEMPURNA

Catatan dari seorang teman lama

Beberapa tips yang mungkin bisa bermanfaat nih for today : :)

thanks for my old friend yang berhasil wujudin impiannya S2 di USA - u`re great, dude

Ada yang pernah bilang, kalau gue bisa meramalkan masa depan seseorang, hanya dengan melihat dengan siapa dia bergaul.
Kita bisa bergaul dengan siapa saja. tapi jangan pernah mengijinkan sembarang orang masuk jadi sahabat kita...

Ya pasti boleh lah, cuma sejauh mana kita mengungkapkan perasaan sayang....akan sangat tergantung kita anggap dia sebagai apa...
Kalau sebagai kekasih...ya kita jauh lebih mudah dan terbuka, tapi kalau sama teman...juga sangat tergantung, teman sebatas apa...
Semua ada batasannya....di sinilah perlu lebih berhati-hati...

Pernah dengar gak kalau curhat di tempat yang salah, akan menyebabkan kita mendarat di tempat yang salah...
Saran gue sih, kalau lu dah mulai suka, ya coba logika juga dilibatkan...
Lebih bagus sih temanan...kenalin lebih detail...
Bahayanya kalau cewe itu kalau dah suka seseorang dan gak bisa mengendalikan diri...akan jadi bahaya...walaupun memang tidak ada yang salah dengan perasaan suka, itu sesuatu yang sangat wajar...
Semua akan indah pada waktunya...
Lagipula, biarkan hubungan ini berjalan swajarnya...dari kenalan,...jadi teman....teman dekat...sahabat...kalau dah lebih kenal kan lebih enak, apa keputusan selanjutnya...
lu harus terus mempercayai dream yang besar..
Jangan hidup berdasarkan kata maupun pendapat orang lain...
Hidpulah berdasarkan apa yang engkau yakini...
Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya...
ada bagusnya kalau lu bisa terus dengar suara hati nurani llu, itu yang akan jadi guide yang sanagt bagus..
iya dengan catatan lagi posiitif yah
Kita bisa bergaul dengan siapa saja. tapi jangan pernah mengijinkan sembarang orang masuk jadi sahabat kita...
kenalan dengan sebanyak orang mungkin, untuk memperluas pergaulan, tapi kalau soal sahabat, teman yang bisa diajak curhat...itu butuh screening ketat, kayak lu menyaring karyawan, waktu lu kerja di bank...di bagian HRD...

Friday, November 02, 2007

Munajat

MUNAJAT CINTA – THE ROCK

Malam ini kusendiri

Tak ada yang menemani

Seperti malam malam yang sudah sudah

Hati ini selalu sepi

Tak ada yang menghiasi

Seperti cinta ini yang selalu pupus

Tuhan kirimkanlah aku

Kekasih yang baik hati

Yang mencintai aku apa adanya

Mawar ini semakin layu

Tak ada yang memiliki

Seperti waktu ini semakin pupus

Tuhan kirimkanlah aku

Kekasih yang baik hati

Yang mencintai aku apa adanya

SALAH

Sepanjang perjalanan cintamu

Kau bilang aku yang paling tangguh

Tapi mengapa kau tinggalkan aku

Dengan alasan yang tak jelas

Apa aku pernah mengeluh

Apa aku pernah berlari

Saat kau ada masalah

Apa aku pernah mendua

Apa aku tak mengimbangimu

Sayang, kau menilaiku salah

Sepanjang perjalanan cintamu

Kau puji aku setiap waktu

Tapi kenyataannya berlawanan

Ku tak pernah ada baiknya

Apa aku pernah mengeluh

Apa aku pernah berlari

Saat kau ada masalah

Apa aku pernah mendua

Apa aku tak mengimbangimu

Sayang, kau menilaiku salah

Friday, October 26, 2007

Tak Ingin Dilupakan - Dirly -

Jakarta, 26 Oktober 2007

dengarlah…lagu dari orang yang tak mau putus asa..

dengarlah…lagu dari orang yang tak ingin dilupakan…

Ada kekuatan dari nada-nada indah lagu-lagu. Di saat hari berdera resah, ada melodi-melodi lirih cinta yang menemani hati ini. Ada sisi lain dalam hati kembali terbuka ketika mendengar ketukan suara merdu beberapa orang.

Sudah dua bulan lamanya, gue terus mencari ke sana ke mari, mencari satu lagu berjudul “Tak Ingin Dilupakan”, yang dinyanyiin Dirly – Indonesian Idol. Kapan pertama kalinya mendengar lagu ini – lupa – tapi gue inget jelas, waktu itu malam hari, mendengar salah satu channel radio dan ada chorus dari lagu ini. Dan at that moment, dada gue berdegup semangat bangkit dari keterpurukan (sudah lupa tuh, apa terpurukannya), sekaligus mata gue meneteskan setitik air. Ada kata-katanya yang menyentuh gue perih, sekaligus membangkitkan gue untuk tidak berhenti bernyanyi dan menyadarkan gue untuk tidak putus asa.

Scenenya seperti ini : gue seolah berjalan di satu jalan panjang, sempat tersoak-soak jatuh, lalu gue sadar, gue harus bangkit dan maju terus menuju ke jalan depan hadapan gue, kenyataan hidup itu. Senangnya, ketemu juga MP3 yang terselip di antara tumpukan MP3 lain yang bejubel. Dan ini MP3 yang langka banget, karena sudah gue cari kemana-mana, nggak ada lagu Dirly yang satu ini. Dan lagu ini hadir di saat yang tepat. Kenapa bukan dua bulan yang lalu? Semakin membuat gue percaya, selalu ada waktu untuk segala hal, bahkan MP3 pun ada waktunya, kalau belum waktunya gue menemukan MP3 ini, mau cari ke ujung dunia pun belum tentu ada J (lesson #1 for today)

“Tak Ingin Dilupakan” – Dirly

aku bagaikan ada di saat yang terendah

menjadi bagian kisah terhempas dari cinta

tersiksa cintamu yang tlah dinikmati orang lain

menjadi bagian tawa dan cemooh semua orang

dengarlah…lagu dari orang yang tak mau putus asa..

dengarlah…lagu dari orang yang tak ingin dilupakan…

menepis hari yang sedih membuat kulupa akan arti harga diri

caci makilah atau kau buatku tersenyum hadapi kenyataan

angkat kepala yang tertunduk malu terasa berat

lawan sendiri arus kemenangan orang lain…

dengarlah lagu dari orang yang tak mau putus asa

dengarlah lagu dari orang yang tak ingin dilupakan

menepis hari yang sedih membuat kulupa akan arti harga diri

kukan berdiri di tepi jurang batinku

doronglah aku atau kau raih tangan ini tuk hadapi kenyataan…

menepis hari yang sedih membuat kulupa akan arti harga diri

caci makilah atau kaubuatku tersenyum tuk hadapi kenyataan

menepis hari yang sedih dan aku berdiri di tepi jurang batinku

doronglah aku atau kau raih tangan ini `tuk hadapi kenyataan

Lesson #2 for today, pas denger satu lagu ini, sejak ada 98.7 FM, sering banget denger lagu “Sebelum Cahaya”, shoott…dan gue pun tersentuh dengan lagu ini, langsung terasa angin-angin melankolis, alamak, jadi teringat moment-moment cinta…
By the way, lagu ini keren banget menurut gue, dan “dalem” banget rasanya waktu denger lagu ini…

“Sebelum Cahaya” – Letto

kuteringat hati yang bertabur mimpi, kemana kau pergi, cinta

perjalanan sunyi yang kau tempuh sendiri, kuatkanlah hati, cinta….

Ingatkah engkau kepada embun pagi bersahaja yang menemanimu sebelum cahaya

Ingatkah engkau kepada angin yang berhembus mesra yang kan membelaimu, cinta

Kekuatan hati yang berpegang janji, genggamlah tanganku, cinta

Kutak akan pergi meninggalkanmu sendiri, temani hatimu, cinta…

Ingatkah engkau kepada embun pagi bersahaja yang menemanimu sebelum cahaya

Ingatkah engkau kepada angin yang berhembus mesra yang kan membelaimu, cinta

kuteringat hati yang bertabur mimpi, kemana kau pergi, cinta

perjalanan sunyi yang kau tempuh sendiri, kuatkanlah hati, cinta….

Ingatkah engkau kepada embun pagi bersahaja yang menemanimu sebelum cahaya

Ingatkah engkau kepada angin yang berhembus mesra yang kan membelaimu, cinta

Ingatkah engkau kepada embun pagi bersahaja yang menemanimu sebelum cahaya

Ingatkah engkau kepada angin yang berhembus mesra yang kan membelaimu, cinta

Yang kan membelaimu, cinta…

Next, soundtracknya film Indonesia Cintapucino. One of my fave drama story, walau ada yang bilang ini adalah karya Rudi Sudjarwo yang agak mengecewakan, tapi buat gue, film ini quite satisfying. (kecuali film hantu, gue suka most of Indonesian films :D )…kisah drama yang sering gue khayalin, dan ternyata ada sutradara yang mengangkatnya juga nyata di layar lebar. Masih inget, liat film ini di salah satu bioskop fave gue, dengan tiket free dari seorang kru PH yang bikin film ini. Dan gue malah jadi inget kenangan bioskop itu. Di bioskop itu gue pernah mendapat jawaban penting dari seseorang yang selalu muncul di mimpi gue, mulai dari yang indah sampai yang buruk. Simplenya, di bioskop itulah, gue menyadari dalemnya makna lagu “Selamanya Cinta” yang pernah dinyanyiin sama Yana Julio hehehehe….duh sumpeh, karena gue mau publish tulisan ini, gue tidak bisa bercerita dengan lepas dan lugas, kuatir akan ada kesalahpahaman dari pembaca penikmat blog-blog personal ini J anyway, waktu nonton film Cintapucino, gue baru sadar, kalau bioskop tempat gue nonton itu, bener-bener banyak menyimpan kenangan-kenangan gue dari masa SMA sampe masa sekarang ini. Bahkan banyak orang-orang baru yang nggak disangka yang pernah singgah di hati gue, dan di bioskop ini juga beberapa kisah lama harus ditinggalkan, untuk bisa bangkit lagi ke kisah baru yang lebih cerah.

“Selamanya Cinta” – d`cinnamon

di kala hati resah, seribu ragu datang memaksaku…dan rindu semakin menyerang..

kalaulah kudapat membaca pikiranmu, dengan sayap harapanku ingin terbang jauh

biar awan gelisah, daun-daun jatuh berguguran…namun cintamu kasih pergi laksana bintang yang bersinar cerah menerangi jiwaku…

andaikan kudapat mengungkapkan perasaanku, hingga membuat kau percaya…

akan kuberikan seutuhnya rasa cintaku, selamanya, selamanya…

biar awan pun gelisah, daun-daun jatuh berguguran…namun cintamu kasih pergi laksana bintang yang bersinar cerah menerangi jiwaku…

andaikan kudapat mengungkapkan perasaanku, hingga membuat kau percaya…

akan kuberikan seutuhnya rasa cintaku, selamanya, selamanya…

rasa cintaku yang tulus dari dasar lubuk hatiku…oh…

Tuhan, jalinkan cinta bersama…selamanya…

andaikan kudapat mengungkapkan perasaanku, hingga membuat kau percaya…

akan kuberikan seutuhnya rasa cintaku, selamanya, selamanya, selamanya, selamanya…selamanya…

“Kuyakin Cinta” – d`cinnamon

ku datang mencari satu alasan…tuk menepis semua keraguan di dalam hatiku ini…

benarkah bahwa cinta mampu mengobati segala rasa sakitku ini

inginku percaya inginku percaya

kau bilang cinta selalu mengerti

kau bilang cinta tak salah

kau bilang cinta saling percaya

la la la la la …

ku kira kutakkan mampu sadari ketulusan cinta yang sempurna di balik kekurangan ini

namun anganmu kutau cinta kan mengobati segala hampa hatiku ini kini kupercaya kini kupercaya

kuyakin cinta selalu mengerti

kuyakin cinta tak salah

kuyakin cinta saling percaya

la la la la la

yakinlah cinta selalu mengerti

yakinlah cinta tak salah

yakinlah cinta kan saling percaya

la la la la la

“Semua Yang Ada” – d`cinnamon

jauh hari kumerasa kau nanti pasti jadi milikku

tlah terjadi semuanya, kuyakin kau nanti di sisiku

tak peduli apa kata lain, hati ini hanya ingin dirimu

mungkin ini maafkan aku terlanjur sayangi semua yang ada

sudikah kau terimaku, terlanjur sayangi, terlanjur ingini semua yang ada dalam dirimu

ku terima putusanmu, tak akan ku takkan menyesal, ku akui, kupaksakan, untuk manusia sempurna

tak peduli apa kata yang lain, hati ini hanya ingin dirimu

dan kini maafkanlah aku terlanjur sayangi, terlanjur ingini semua yang ada

sudikah kau terimaku, terlanjur sayangi, terlanjur ingini semua yang ada di dalam diri

andaikan kubisa berpaling dari dirimu

oh. Lemas hatiku jika aku harus memilih lagi..

andaikan kubisa berpaling dari dirimu

oh. Lemas hati ini jika aku harus memilih lagi…

dan kini maafkanlah aku terlanjur ingini, sayangi, semua yang ada…

sudikah kau terimaku, terlanjur ingini, terlanjur sayangi semua yang ada…

lesson #4 for today

INT. Dalam Mobil. – beberapa jam lalu –

Cast : gue dan seorang sahabat.

Dan kami terus berbicara, mencurahkan semuanya, dia menitikkan air mata, matanya mulai sembab karena tetesan air matanya, padahal baru saja dia merayakan hari bahagianya. Dan gue menjadi salah satu pemicu tumpahnya semua emosinya itu. Ada sedikit rasa bersalah dalam diri gue, sekaligus rasa puas dalam diri gue. Gue percaya, kegembiraan terbesar justru muncul setelah ada kejadian yang sangat menyedihkan. Dan air mata dari tangisan, menjadi simbol kejadian menyedihkan. Karena air mata itu juga, gue semakin mengenal sahabat gue ini. Ada ruang rapuh dalam hatinya yang selama ini gue anggap sebelah mata, ruang rapuh yang hanya dibuat-buat dan dihiperbola saja, but the truth is not, karena itu bermakna besar banget…

Sempat terngiang di telinga ini liriknya Dirly :

Menepis hari yang sedih, membuatku lupa akan harga diri

Caci makilah atau kau buatku tersenyum hadapi kenyataan

Angkat kepala yang tertunduk malu terasa berat

Lawan sendiri arus kemenangan orang lain….

Dengarlah lagu dari orang yang tak mau putus asa…

Dengarlah lagu dari orang yang tak ingin dilupakan…

Dan untuk sahabat gue itu, well, gue speechless, pertemanan 100 tahun pun, bukan jaminan bisa saling mengenal kedalaman hati dan pikirannya…

May be kata sorry bukanlah kata yang pas, gue memicunya untuk meluapkan semua emosi terpendamnya, dan dengan segala bekal keketusan gue, dan dengan beberapa memori lama bagaimana cara menstimulus pengalaman-pengalaman masa lalu, hari ini gue cukup berhasil menggali beberapa represi dari alam bawah sadar sahabat gue. A lah. Apaan lagi nih.

Anyway, happy birthday to one of my beloved best friend! Secara, dia itu nggak suka membaca, dan sangat anti membaca, gue sih nggak yakin dia bakal baca tulisan ini, padahal tulisan ini special dedicated buat dia loh. Oh yah, dan pelajaran berharga dari beberapa adegan mellow hari ini adalah kalau setiap orang bedaaaa banget, dan nggak bisa kita memaksakan apa yang kita anggap benar ke orang lain, even ke orang yang paling deket dan paling memahami kita, sekalipun. Dan kegembiraan terbesar memang kadang muncul setelah ada kejadian yang sangat menyedihkan.

Closing (asli lagi demam Dirly) :

special dedicated for the three of us..…(and it`s gonna be ur ost.song of this year)

Aku bagaikan ada di saat terendah

Menjadi bagian kisah terhempas dari cinta

Tersiksa cintamu yang tlah dinikmati orang lain

Menjadi bagian tawa dan cemooh semua orang

Dengarlah lagu dari orang yang tak mau putus asa

Dengarlah lagu dari orang yang tak ingin dilupakan

Menepis hari yang sedih membuatku lupa akan arti harga diri

Caci makilah atau kau buatku tersenyum, hadapi kenyataan

Angkat kepala yang tertunduk malu terasa berat

Lawan sendiri arus kemenangan orang lain

dengarlah…lagu dari orang yang tak mau putus asa..

dengarlah…lagu dari orang yang tak ingin dilupakan…

this story special for two great gals : Po & Xen

Wednesday, October 24, 2007

Bulimia

Jakarta, 24 October 2007

- Pergantian cuaca – tubuh uring-uringan butuh perhatian – sudah beberapa waktu nafsu makan berkurang – sehabis makan langsung terdorong untuk muntah – apa ini gejalah bulimia – alamak – dan di kepala ini menari-narilah si dia – dia dengan berbagai pertanyaan hidup – apa memang ini hidup yang elo mau? – sepertinya ada hal lain yang lebih pantas untuk elo kejar – bla bla bla bla – nggak berhenti-henti – diamkan saja nanti dia juga capek sendiri -

Monday, October 22, 2007

Kita kan Baik-baik saja, Kan?

Jakarta, 22 October 2007

Dan kata terakhir tidak selalu harus menyedihkan, kan?

Tidak semuanya harus hitam dan putih, karena masih banyak warna lain yang lebih indah untuk kita berdua, bukan?

Argh, dia mendadak bilang : terima kasih yah, bilang seperti itu untuk diri ini. Dan kutermenung bertanya dalam hati. Apa maksudnya? Dan pertanyaan ini takkan mudah dijawab olehnya, hanya dia dan Tuhannya yang bisa menjawab dan bisa mengerti makna dari selenting kata-kata itu.

Sepertinya saatnya sudah tiba, ketika meniti kenyataan baru, bahwa cinta tidak seharusnya begini. Cinta bukan mengawang-ngawang tak berujung. Cinta bukan bermain-main tanpa lelah. Anak kecil pun harus tidur setelah bermain-main seharian. Begitu pula cinta, cinta tidak seharusnya dipaksa untuk terus menerjang deraan terjal yang melelahkan.

Tapi, hanya satu pinta hati ini. Bisakah kita tetap seperti ini saja? Tidak perlu ada kata terakhir untuk menyudahi seperti kisah-kisah roman yang hanya berujung pada dua pilihan : sedih atau senang saja. Dan bisakah kita tetap sedekat ini? Kubertanya bagaimana kabarmu? Lalu kau bertanya apa yang sedang kulakukan saat ini? Tanpa pertentangan, tanpa kebencian, tanpa kekecewaan terpendam, tanpa keluhan tersembunyi…Yang tersisa, hanyalah harapan bahwa kita ternyata masih bisa baik-baik saja, tanpa harus saling menyakiti, saling mengkhianati, ataupun saling melukai…

Cih… ada orang bilang, itu semua teori. Pokoknya, harus dipilih! Iya atau tidak! Tidak bisa di tengah-tengah seperti itu.

~ Kepala pening ~

Pernahkah merasakan dada sesak, kepala nyut-nyut, lalu melayang-layang, terhuyung-huyung, seolah siap terjatuh terkulai?

INT. – Sebuah Pusat perbelanjaan. – Tadi Siang –

Hampir saja kuterhuyung, kepala tak lagi kokoh, berat badan pun tak lagi seimbang lagi, sekejap kuseperti tidak memiliki tubuh ini. Dimana energi itu. Sempat terkuras dengan berbagai pertanyaan hidup.

~ Pertanyaan-pertanyaan hidup ~ Kepala semakin pening

Dan di saat kepala ini serasa mau meledak dan meletupkan berbagai kegalauan dan pertanyaan, ku malah berhadapan dengan seorang teman yang – entah karena angin apa – menghampiriku dengan segala pertanyaan berat yang selama ini telah menguras energi dan perasaanku. Dia seperti seorang malaikat yang hadir karena telah kuundang sejak lama, sejak kepeningan menemani mimpi-mimpiku di malam hari. Dan malaikat ini hadir untuk membantuku merapihkan benang-benang kusut yang belum juga bisa terurai. Dia hadir untuk menjadi teman untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang selama ini kusimpan sendiri dalam kepalaku, dadaku, tanganku, coretan di kertas sembarangku. Iya, dia telah sedikit membantuku, sekaligus menambah pertanyaan-pertanyaan baru yang memekakkan saraf-saraf otak ini.

Buat apa sih elo beragama?

Ketika ada masalah, gue punya pegangan hidup, dan gue mendapatkan jawaban dari masalah-masalah itu.

Dan agama bisa memberikan semua jawaban itu?

Gue yakin bisa, kecuali hal-hal yang memang sudah tertulis secara gamblang di kitab suci, kalau itu memang tidak ada jawabannya, dan ujung-ujungnya akan terjawab dengan : “Inilah karma, inilah takdir, inilah jalan hidup, ini memang sudah harus terjadi, dan sebagainya…”

Apa dengan menjalani agama, elo pun merasa puas dengan hidup elo?

Semuanya dalam proses, dan jujur saja, kadang kala, ada beban besar ketika menjalani semua ini, karena dimanapun gue berada, gue membawa agama itu, dan perilaku buruk nantinya bisa merusak makna dari agama itu.

Tapi agama tidak seharusnya menambah beban elo?

Iya…

Nggak bener kalau agama malah memberikan beban buat elo?

Begini, sederhana saja, seringkali orang beragama terlalu sibuk mengurusi hal-hal besar, mencoba membantu korban kelaparan, mencoba menolong korban perang, mencoba melakukan aksi sosial di luaran, hingga lupa kalau ada hal kecil yang seringkali terabaikan. Keluarga. Padahal keluarga adalah arena untuk membongkar semua kebobrokan hati ini, dan hanya di dalam keluargalah, semua sifat asli yang buruk ataupun baik bisa terkuak.

Tapi, seperti ada yang mensugesti diri elo, apa bener agama hanya seperti itu saja?

Entahlah, tapi di pikiran gue, ada yang kurang, ketika di ruang lingkup ini, gue belum bisa memberikan perubahan sederhana yang membahagiakan orang-orang terdekat.

Nanti elo bisa tertekan karena agama, kenapa tidak jadi diri sendiri saja apa adanya?

Bukannya nggak jadi diri sendiri, tapi… well, ini masalah prinsip, gue malu kalau di luar bisa baik, tapi di dalam kandang sendiri malah amburadul. Dan buat gue, ini penting sekali, ini pertapaan penting buat gue, dan ini misi penting yang besar dalam hidup gue, susah mungkin untuk dijelaskan. Ketika orang sibuk mengurusi politik besar di organisasi, gue lebih memilih untuk merapihkan kondisi di keluarga gue.

Apa elo berniat mengubah kondisi keluarga elo?

Nggak. Bukan seperti itu, tapi gue selalu belajar bahwa keluarga adalah cerminan paling terdekat, untuk tau sudah sebersih apakah hati ini. Bukan berarti gue merubah keluarga dan orang lain. Gue nggak bisa merubah orang lain, gue hanya bisa merubah diri gue sendiri, supaya tidak melakukan kesalahan-kesalahan seperti yang sudah pernah terjadi di riwayat keluarga gue.

Tetep saja, elo sedang memaksa untuk tidak menjadi diri sendiri, Sayang…?

Yah, mungkin bisa terlihat seperti itu, tapi inilah pilihan hidup gue, gue mencoba untuk lebih bahagia dan tenang, dan menyelesaikan tugas-tugas kelahiran gue, nggak hanya mengejar hal-hal yang selalu saja dikejar orang banyak. Dan gue pun pernah mengejar itu juga.

Oh ya, elo percaya dengan kekuatan karma?

Iya, percaya. Tiap orang punya karma masing-masing, dan punya kekuatan terpendam untuk mengatasi karmanya pada kehidupan kali ini. Gue pernah ada contoh nyata, seorang teman lama, mamanya meninggal ketika melahirkan dia, lalu dia giat menjalankan agama dengan harapan bisa mengatasi karma keluarganya (meninggal di usia muda), namun ketika dia melahirkan, dia juga meninggal. Kalau secara karma, kita mungkin bisa dengan mudah bilang, yah kok udah beragama tapi masih bisa mati muda juga? Tapi kalau dari sisi sains, tidak mengherankan, bisa jadi, dia memiliki kondisi tubuh dengan panggul kecil seperti mamanya, dan ketika melahirkan pun sulit sekali untuk mengeluarkan si bayi, seharusnya dia pun bisa menghindari karma ini, dengan memilih metode Caesar, jangan memaksakan diri untuk melahirkan secara normal. Ini salah satu contohnya. Dan buat gue, siapapun tidak berhak untuk menganalisa karma orang lain. Ketika ada orang yang bertahun-bertahun religius namun belum juga robah nasib, bukan hak kita untuk bilang ada yang salah dengan dirinya maupun dengan hati kepercayaannya. Tidak! Karma bukan untuk digunakan untuk menganalisa orang lain. Urus saja diri sendiri, itu sudah sangat-sangat cukup.

Ada yah seperti itu? Jadi di mata elo kekuatan agama bisa merubah karma dan nasib seseorang?

Yes, tapi jangan sampai salah kaprah dalam menilai karma itu sendiri. Seperti ini, misalnya, sering kali gue mendengar ada omongan selenting, kalau rajin berdoa, rajin berbuat baik, nanti bisa beruntung nasibnya, bisa menikah, bisa mendapat pasangan yang sempurna (kaya, baik, cantik/ ganteng, dsbnya), lalu kalau tidak menikah? Ah, berarti something wrong tuh dengan apa yang selama ini dilakukannya. Dangkal sekali jika agama hanya diukur dari berapa banyak mobil yang dimiliki seseorang, diukur dari seberapa mewah pesta pernikahannya dengan pasangan hidupnya, dan hanya diukur dari segala sesuatu yang kasat mata saja. Ada juga kasus, seorang wanita muda, di usia yang belia sudah mati tertabrak motor, lalu terdengar sayup-sayup, ada yang meragukan kekuatan agama, buat apa beragama tau-tau mati muda juga tuh. Agama pun dipersalahkan. Bukankah setiap orang akan mati pada akhirnya? Bukan berarti pasrah pada nasib yang ada, tapi kurang bijaksana jika hanya menilai sesempit itu saja. Manusia lahir dengan membawa jutaan karma di kehidupan masa lampau, buruk dan baik, dan tidak cukup jika hanya berbuat kebaikan dalam hitungan tahunan saja, lalu bisa sekejap menjadi sempurna, dan tidak juga bijaksana jika kita hanya memandang orang yang telah mati muda ini, telah gagal sebagai manusia, pada kehidupan kali ini. Memang, jika bisa lahir dengan usia panjang dan mengisi hidup dengan hal-hal bermanfaat, itu suatu rezeki besar dan keberuntungan besar, yang tidak ternilai. Tapi bukan berarti, ketika seseorang berhadapan dengan kematian, kita langsung menilai, ada yang salah dengan dirinya dan caranya menjalankan agamanya. Kalaupun memang ada yang salah, bukanlah tugas dan hak kita untuk menganalisanya. Sekali lagi, urus saja kejelekan diri sendiri, itu sudah lebih dari cukup. Selebihnya barulah mencoba memberikan manfaat bagi banyak orang, dengan ketulusan hati tentunya.

~ Pening sedikit berkurang ~ diskusi bersambung nanti yah…

Mengatasi kemarahan, kebencian, dendam, butuh banyak waktu, tidak bisa hanya dalam sehari dua hari saja. Ada sebuah cerita, seorang pemuda diminta oleh ayahnya untuk membawa sekantong ikan busuk seberat 1 kg. Selama seminggu lamanya, pemuda ini membawa kantong ikan busuk ini, dengan sekuat tenaga menahan bau busuk yang semakin menggila, menahan rasa pegal di tangannya. Entah apa maksud dari ayahnya. Lalu kembalilah si pemuda ini kepada si ayah, dan si ayah memintanya membawa sekarung beras seberat 10 kg, dan hanya untuk berjalan sepanjang 500 meter saja, si pemuda dengan sekuat tenaga membawa karung beras yang berat itu. Anehnya, langkahnya lebih cepat dibandingkan ketika dia membawa kantong seberat 1 kg itu. Kembalilah si pemuda pada si ayah. Lalu si ayah bertanya, apakah anaknya lelah? Si anak menggeleng, walaupun 10 kg, tapi hanya 500 meter saja, itu tidak masalah. Mana yang lebih melelahkan : membawa kantong 1 kg selama seminggu atau karung 10 kg dengan jarak 500 meter? Si anak pun mengakui, kantong 1 kg lebih melelahkan, walaupun ringan, tapi tangannya tidak boleh melepaskan kantong itu barang sedetikpun.

Kantong ikan busuk seberat 1 kg yang dibawa selama seminggu, mirip seperti rasa benci dan marah kita karena hal sederhana, yang terus kita bawa selama bertahun-tahun lamanya, mulai dari bangun tidur sampai kembali tidur lagi. Tentunya melelahkan jika terus menggenggam erat kantong busuk itu, kenapa tidak kita memilih untuk melepaskan kantong itu dan membuang jauh-jauh aroma baunya dari hidup kita? Itulah kebencian, seringkali selama seumur hidup, kita membawa rasa kecewa, sedih, benci, marah kepada suatu kejadian atau orang-orang yang pernah mengecewakan kita, dan terus membawanya sepanjang hidup kita. Perlahan bau busuk (kebencian) pun menggerogoti kebahagiaan hidup kita.

Masihkah ada orang atau peristiwa yang saya benci dan sesali sampai saat ini?

Tuesday, October 09, 2007

A Night Before

Jakarta, 9 Oktober 2007

- a night before departure –
We just had a very nice time, just the two of us.
We shared those dreams, those memories, and those hopes.
Count our blessings together.
Wish for a better future, a better living, and a better destiny.
And we realized, by the time, we will grow up together..
We will fight for the greatest effort J with a smile accompany us.

My friends,

Life is a simple, hence, beautiful, but we just often make it such a complicated story line.
With a simple pattern of life, shimmered by a grateful feel and positive sense, life would be such a lovely lovely game field to be played with.
I love you, though, love is a very absurd thing to say, to express, and to feel.
At least, I can make sure, for now, that I do love my life, I do need my love to my life, and I do hope you all will feel the same as mine.
And, everything will just change and change. We`ll try to look ahead, not just look back all the pasts. Thank you for my pasts, thank you for my nows, and thank you for my nexts.

EXT. Cozy Café. – Night –
Cast : You and Me.

“You`re great”
“Oh ya?”
“Yeah, I`m serious”
“Ehm…thank you..”
“I do hope I could do something for you”
“Hey, how nice, I like it”
“Haha..so…I`m serious with what I just said to you”
“What`s that?”
“To be your manager”
“OK…”
“So…soon right after this, deal?”
“Yeah…Lucky me”
“No…Lucky me”
“No..lucky me…”
“OK, lucky us..”

Sebuah pesan untuk Dewa Adramius :
Dari jauh, doa untukmu selalu, hatimu segera tenang, damai, bisa melepas luka dalam hati sedari dua tahun ini. Ketika kamu harus bertarung dengan rasa cinta dan benci, ketika kamu harus terlihat tegar di kehancuran hatimu, dan ketika kamu harus belajar menerima kenyataan bahwa tidak semua hal dalam hidup ini berjalan sesuai dengan keinginan kita.

Catatan kecil untuk Dewa Jalayrus :
Keheninganmu memecahkan kegalauan hati banyak manusia, namun, kehadiranmu menjadi pendingin panasnya sukma bumi ini. Dan kamu menjadi jalan pembuka untuk siapapun, untuk lebih menyayangi dirinya sendiri apa adanya, tanpa harus bertopeng untuk mendapatkan pengakuan hidup.

Puisi terakhir untuk Dewa Tiberius :
Walau berkali-kali kita sadar, jalur salah telah merasuki diri kita, namun, segala cara tetap kita coba untuk melawan arah angin yang ada. Alhasil, kita tersoak-soak dalam keletihan tak berarti, tak berujung, hanya wujud masokisme manusiawi yang menyedihkan. Ya ampun, Dewa, sepertinya, arak kuning sudah membuat mabuk kepala ini, bukan? Sampai-sampai, hanya samar saja terlihat di wajah hamba ini. Sadarlah mentari sudah di depan pelupuk mata, tidak bisa lagi bermabuk-mabukan seperti pecundang lagi di antara para pengecut.

Doa dan harapan untuk Dewi Cupid :
Selalu ada harapan, hidup pasti bisa lebih berisi cinta dan harapan positif, bahwa siapapun bisa merasakan cinta abadi di dalam hati, tanpa sedikitpun dengki, iri, marah, dendam dalam hati ini. Dewi Cupid pun pasti bisa banyak tersenyum ketika merasakan getaran cinta tersebar di antara manusia-manusia ini. Sesekali, bolehlah Dewi, beristirahat sejenak, merasakan harumnya bunga Krisan putih di sisi ruang damai itu.

Pujian syukur untuk Dewa Belarmius :
Lahir untuk bersenang-senang di bumi, lalu berterimakasih atas kesenangan itu, dan setiap kali teringat untuk memaafkan kekhilafan diri sendiri dan orang lain. Terima kasih.

- Minal Ai Din Wal fa idin, Mohon Maaf Lahir Batin -

Selamat hari raya Idul Fitri (Oktober 2007)

Friday, October 05, 2007

If Tomorrow Never Comes

Jakarta, 5 Oktober 2007

If tomorrow never comes?

Menemui orang-orang yang pernah menorehkan kisah luka di masa lalu, minta maaf padanya…

Melunasi janji-janji yang belum terpenuhi…

Minta maaf pada orang-orang yang sudah sejak lama sepatutnya kumaafkan…

Menyatakan rasa sayang yang selama ini terpendam…

Melepaskan semua keinginan egoisme diri sendiri…

Memberikan senyuman terbaik untuk semua orang yang kita temui…

Merasakan udara berhembus lepas…

Memaafkan diri sendiri karena selama ini sudah sering khilaf…

Memberikan kecupan terakhir untuknya, pelukan terhangat untuknya…

Merapihkan semua masalah dan urusan yang selama ini tertunda…

Menyadari detik-detik terakhir hidup ini…

Dan…

Jadikan setiap hari seolah hari terakhir hidup…hari esok belum tentu hadir, bukan?

I love you everyday…I need you everyday…I wish you every minute…

Wednesday, October 03, 2007

Terima Kasih...

Masih ingat dengan 1000 hal yang patut disyukuri dalam hidup ini?
Sekedar review ulang lagi, supaya bisa lebih bersyukur dan menyadari indahnya kehidupan ini…
Terima kasih atas hari ini…
Terima kasih atas nyawa hari ini…
Terima kasih atas kesehatan tubuh ini…
Terima kasih atas sempurnanya bagian-bagian organ tubuh ini…
Terima kasih atas pangan, sandang, papan saat ini yang begitu berlimpah…
Terima kasih atas keluarga yang begitu menyayangi diri ini, orang tua, keluarga besar, saudara-saudara, semuanya…
Terima kasih sahabat-sahabat terbaik, orang-orang di sekitar, rekan kerja, atasan kerja, perusahaan tempat bekerja, semuanya…

Terima kasih atas pekerjaan yang menyenangkan...

Terima kasih atas pembantuku yang sudah 19 tahun di keluarga ini mengabdi…
Terima kasih atas segala kesempatan dan pengalaman berharga, mulai dari masa kecil, TK, SD, SMP, SMA, Kuliah, Kerja…sampai saat ini…
Terima kasih atas kesadaran untuk berterimakasih seperti sekarang ini…
Terima kasih kepada Nammyohorengekyo…
Terima kasih kepada seluruh alam semesta…
Terima kasih kepada bumi ini, semua jagad semesta…
Gan en …
Dua hal yang tidak bisa ditunda dalam hidup ini : berbakti kepada orang tua dan berbuat kebaikan…
Terima kasih, Hidupku…
Terima kasih, Semua orang, semua benda, semua mahluk di bumi…
Dan…
Maafkan semua orang yang pernah kusakiti…
Terima kasih sudah pernah menjadi bagian terindah dalam perjalanan hidup ini…
Terima kasih atas segala nafas, gerakan, dan juga harapan dalam hati ini…

Tuesday, October 02, 2007

Hilangnya Taman Lourdes

Jakarta, 2 Oktober 2007

“…Hidup menjadi begitu sederhana, ketika kita tau apa yang penting untuk dikejar dalam hidup kali ini…”

Well, ketika dunia menjadi riuh ramai dengan hal-hal hedonis, emosi sesaat, nafsu untuk memenangkan harga diri, dan juga obsesi untuk membuktikan siapa “saya” sebenarnya. Segelintir orang berlari-lari mengejar hal yang absurd dan entah apa makna yang ingin diperolehnya. Dan sebagian orang tergeletak dalam pertanyaan hidup : “Apa sih maunya mereka! Aneh sekali, melebih-lebihkan sesuatu yang biasa, membesar-besarkan hal yang sederhana, atas nama harga diri. Halah! Makan tuh harga diri, biar kenyang! Dalam hati ada yang bergumam…”

** Sigh **

Kulihat dia dari sebuah ruang penuh sesak, hanya dari kejauhan kulihat bayang-bayangnya. Argh, lagi-lagi, dia itu hanya manusia bodoh yang mencoba untuk terlihat sedikit pintar, dengan bergaya bak seorang raja minyak besar, nyatanya, dia itu kosong, nggak ada isi! Tapi, mencoba untuk mempesona untuk bisa dipuji nantinya. Kasihan. Hidup seperti itu mana bisa tenang. Mengharapkan pengakuan dari orang lain. Krisis percaya diri. Lari ke kanan lari ke kiri, bertanya-tanya “Hey, kamu suka aku kan…Hey, kamu nggak marah kan sama aku…Hey, apa sih yang bisa aku perbuat untuk kamu…”

Dan…

Di sebuah Taman Lourdes, penawar segala rasa rindu hedonis para manusia. Dewa Adramius, Dewa Jalayrus, dan Dewa Tiberius berdiri dengan jubahnya masing-masing. Jubah kejantanan kaum Adam di Taman Lourdes. Dewa Adramius, sosok tegar, suara bergelegar bak petir, berikrar akan memberikan penawar damai bagi bumi ini, berdiri tegap, menunjuk dengan jari kekarnya “Wahai, Kalian, Manusia-manusia, hitung saja sisa harimu, dan ku akan segera mencabut semua waktumu, kalian sungguh tak tau diuntung, menyia-nyiakan waktu untuk perbuatan bodoh tak berarti seperti itu! Lepaskan semua jubah manusia kalian, memalukan jika sampai Paduka Belarmius mengetahui apa yang kalian perbuat di sini…” Satu detik berlalu, Dewa Adramius lenyap seketika, hanya menyisakan bayangan ungu yang menyilaukan mata. Lalu muncullah Dewa Jalayrus, ketenangannya menusuk hempasan lirih jiwa, dia hanya diam dan melangkah pelan, melihat sekelilingnya, sekelibat manusia tertatih-tatih merogoh sisa nyawa di tanah kotor itu. Dewa Jalayrus masih terdiam, setengah meringis, menatap sinis para manusia, kapan tiba waktunya pulanglah kau ke taman lain yang lebih pantas untukmu. Kesenyapan royak, Dewa Tiberius kini muncul dengan sebilah pedang tajamnya, mengikis segala keraguan hati bahwa di Taman Lourdes inilah persinggahan terakhir para manusia dengan segala mimpi-mimpi palsu dalam gulana hatinya. Dewa Tiberius tak pandang bulu, ditebasnya satu demi satu…tanpa ragu, lirih lirih terdengar pelan, nafas-nafas berdesakan, untuk bisa menyisihkan sedikit raga untuk dibawa ke Taman Lourdes nanti. Dan Dewi Abremius terjaga dari mimpi seabadnya, melihat sepi, kosong, gelap, dimanakah Taman Lourdes yang pernah ditinggalinya, dinafasinya, kini, Taman Lourdes hanya tinggal mimpi…

** Wooozzzz **

Memalukan sekali melihat orang-orang yang sempurna ini masih merintih tidak bahagia karena kurang sempurna, padahal mereka sudah sangat sempurna, tapi mereka belum merasa cukup, dan terus mencari keburukan dari rupa ataupun raga mereka sendiri.

Friday, September 28, 2007

Ketika Layar Tertutup Sudah

Ini Tentang Semuanya, Kita, Dia, Kamu, Saya, Mereka…
EXT. Jembatan Kasih, Sebuah Ruang Hati Rindu. – Night –
Pemain : Aku, Kamu, Kita, Semua

Ketika layar hampir tertutup, dan kita masih termenung berharap layar tidak akan pernah tertutup untuk kita. Berharap semoga layar itu akan selalu terbentang luas untuk semua yang ada di antara kita ini. Dan kita hanya terdiam, menghitung nafas, bergumam dalam hati…please, tunggu, tunggu, biarkan aku mencoba lagi, aku janji, ini kali terakhir, nggak akan aku sia-siakan lagi, sungguh mati, kutakkan berdusta lagi, takkan ingkar lagi.

Dan layar tak lagi bergerak. Kita punya kesempatan itu lagi. Mencoba wujudkan semua mimpi di panggung hidup penuh riuh riah penonton. Perlahan melangkah, terkadang mundur, lalu sadar untuk maju lagi, dan lagi-lagi, kita kembali terjebak dalam kegelisahan bahwa tak lama lagi layar akan terbuka, lalu tertutup, lalu terdengar riuh penonton nun jauh dekat di antara kita, dan hati gelisah…tak tahu mau berbuat apa. Terus berharap, tolong….tunggu, aku sedang mencobanya…aku hanya…hanya ragu, apa ini jalan yang seharusnya kupilih. Dan layar tak sudi mendengar, waktu sudah terbuang cukup banyak, tapi tetap saja janji itu tak pernah nyata. Layar kebal dengan semua janji-janji yang pernah ada. Cobalah, tuk mengerti, ini tidak mudah, ketika ada jalan yang selalu ingin kutuju, tapi kusadari itu jalan yang selalu ditabukan, dilepehkan, diasingkan oleh….(lagi-lagi) mereka itu, para penonton kehidupan kita.

Ah, apa maumu, Nduk. Layar sudah harus segera tertutup, ada kisah lain yang sedang menunggu kehadiranku. Sadarkah kau, sudah berapa kalpa detik yang kausita dariku, hanya karena kegelisahanmu dan keinginanmu yang jauh lebih besar daripada kenyataanmu itu. Perlahan, dia terisak, terkulai lemah, lutut lemas, dan dia meruntuk dalam ketidakberdayaan. Ya Allah, apa memang ini takdir yang sudah Engkau pilih untuk hambaMu ini, tolong jawab, Ya Allah. – Sepi – Tiada jawaban.

Perlahan layar tertutup. Detik demi detik, bergerak tanpa letih. Dan tak lama lagi kisah kan tuntas, tepat ketika layar tertutup. Dan di balik layar itu akan selalu berdiri tegap kisah aku, kamu, kita, semua, berharap, tak lama lagi, layar akan berubah pikiran, dan berbaik hati, menaikkan kembali layarnya, untuk kita semua. Untuk kembali merajut harapan yang terkoyak oleh kegelisahan naïf manusia, ingin cinta namun tak sudi mencinta, ingin memiliki namun tak pernah sungguh nyata ada niat itu, yang tersisa hanya kepingan-kepingan mimpi, imajinasi, harapan, dan sisa-sisa memory mimpi-mimpi di malam hari yang belum sempat terlupakan ketika fajar menyapa…

Kupinta dengan segala rasa sayang dan hormat, Ini hanya untuk aku, kamu, kita, dan mereka yah. Seperti biasa, bawa peti kuno itu, di tempat biasa, di waktu yang sama, di mimpi yang tidak jauh berbeda..


Tuesday, September 25, 2007

Mari Bahagia

Mau bahagia? Hidup simple dan bersyukur tiap hari. Count your blessings.

Yang bikin stress adalah : kerjaan kurang puas dan cinta kurang pas. That`s it, untuk para pasien quarter life crisis.

Gimana kalau lebih sering tertawa, nggak peduli itu lucu atau nggak, ketawa aja. Tersenyum dalam hati, then keluarin di wajah. Kudu dicoba! It worked for me.

And, do what you want to do. Time won`t wait for you, waktu terus bergulir, jadi, enjoy aja idup loe! Mau melakukan hal apapun yang gilaaa dan impossible? Lakuin aja! Selama ga bikin diri sendiri jadi susah! Why not? Don’t give a damn to anybody who tries to convince you that you`re not supposed to do that. Hey, Man, this is my life! I am the God of all.

Wednesday, September 12, 2007

Bridge of Love (#5)

08. INT. Gereja Tua. – Day –
Pemain : Dewi, Romo Florensius.

Dewi berdiri di depan gereja tua, terlihat daun-daun kering beterbangan, mengotori jaket Dewi. Dewi memasuki salah satu pintu gereja tua. Suasana gereja gelap dan hanya ada seorang ibu tua berambut putih sedang berdoa dan membuat tanda salib. Dewi memasuki ruang pertobatan.

Dewi
Romo, aku bertobat, mohon ampuni aku, Romo…

Romo
Ada apa, Anakku?

Dewi
Romo, aku sangat mencintai dia…

Romo
Lalu kenapa?

Dewi
Tapi, dia bukan lelaki yang Bapa pilih untukku…

Romo
Bagaimana kamu bisa berkata seperti itu?

Dewi
Romo, kami berbeda….

Romo
Tapi kalian berdua sama-sama anak Bapa…semua adalah sama…

Dewi
Romo, Tuhan kami berbeda….apa yang harus aku lakukan?

Romo…
Erm…baiklah, begini, Anakku…seberapa dalam kamu mencintai dia?

Dewi
Cintaku sedalam cintaku pada Bapa di surga, kedua orang tuaku, dan juga diriku sendiri, Romo…

Romo
Baguslah, jadi apa yang kau risaukan, Anakku?

Dewi
Romo, orang tua kami menentang cinta kami…

Romo
Karena perbedaan Tuhan itu?

Dewi
Aku bingung, Romo…haruskah aku membuang jauh dan membunuh rasa cinta ini…

Romo
Anakku, tetaplah mencintai, karena hanya dengan cinta itu kamu bisa hidup…

Dewi
Aku sakit, Romo, setiap kali aku menyadari, cinta kami tidak mungkin bersatu..jembatan, benteng perbedaan itu terus menghantui tidurku di malam hari…

Romo
Anakku, mungkin sudah saatnya kamu belajar untuk mencintai dengan tulus dan belajar untuk menerima kenyataan hidup…

Dewi
Ajari aku, Romo…aku sedih…aku sakit…dadaku sesak…aku hancur, tak berdaya dengan rasa cintaku sendiri….

Romo
Tenang, Anakku, Allah Bapa selalu sayang dengan anak-anakNya yang bisa mencintai dengan tulus….

Dewi
Maafkan aku, Allah Bapa, aku sadar aku salah…aku sadar aku melakukan dosa…lelaki itu tidak seharusnya kucintai, tak seharusnya aku menggoda lelaki yang sudah memiliki kekasih…maafkan, Bapa, hamba berdosa, telah melanggar perintah Mu, hamba telah mencuri apa yang bukan menjadi milik hamba, hamba telah merusak janji hamba untuk mematuhi perintahMu, Bapa…Ya, Bapa, ampunilah hambaMu ini. Berikan hamba kekuatan untuk menerima kenyataan, bahwa lelaki itu tidak boleh lagi hamba mimpikan dalam tidur malam maupun siang hamba. Ya, Bapa, ampunii…..

Dewi menangis terisak sedih.

View : Ruangan gereja tua yang sudah reyot dan terdengar bunyi dentang bel kencang sekali. (Dungg…)

Tuesday, September 11, 2007

1st experience....

ANDA SERING MERASA TIDAK PUAS DENGAN HIDUP DAN MERASA DIRI ANDA YANG PALING SULIT?//

ANDA MUNGKIN PERLU MELONGOK SEJENAK SISI LAIN KEHIDUPAN INI//

MARI KITA BERALIH KE SATU PROPINSI DI SEBELAH BARAT LAUT TIONGKOK/ BERNAMA GANSHU// DISINI/ KONDISI ALAM KERING/ PERSEDIAAN AIR PUN TERBATAS// SETIAP HARINYA/ WARGA HARUS MENCARI-CARI SUMBER MATA AIR/ UNTUK BISA BERTAHAN HIDUP// KONDISI PUN BELUM MEMUNGKINKAN/ TIDAK ADA JALAN LAYAK YANG BISA DILEWATI OLEH WARGA//

WARGA PUN MENYUSURI JALAN-JALAN BERBUKIT/ DEMI SEEMBER AIR// TAK JARANG/ AIR BERCECERAN SELAMA WARGA BERJALAN MENYUSURI BUKIT TERSEBUT// SUATU PEMANDANGAN YANG SUNGGUH MENGENASKAN// DI SAAT BANYAK ORANG MENGGUNAKAN AIR DENGAN BEBASNYA/ WARGA PROPINSI GAN SU HARUS BERSUSAH PAYAH MENAPAKI JALAN-JALAN BERLIKU/ DEMI AIR//

JULI 2007/ BADAI ES MENERPA/ SELAMA 20 MENIT BUTIRAN ES SEBESAR TELUR PUYUH MENGHUJANI DAERAH INI// APA YANG BISA DIHARAPKAN LAGI//

Monday, September 03, 2007

Benci Untuk Mencintai, Cinta Untuk Membenci

Jakarta, 3 September 2007
Perasaan membenci? Kalau saya mau jujur, sampai detik ini, walaupun sudah beragama, namun saya masih terbiasa untuk melakukan satu hobby jelek yaitu : membenci. Membenci itu suatu kegiatan yang dilakukan berulang-ulang, sulit dikendalikan, dan proses terbentuknya sama seperti kebiasaan untuk minum air sesudah makan. Manusia itu dapat dengan mudah mempelajari suatu hal, asalkan dilakukan berulang-ulang, bahkan keinginan untuk membunuh pun bisa dilatih (mengerikan, bo!). Dihitung-hitung sampai saat ini ada sekitar 2 orang yang masih saya benci. Sebenarnya nggak benci-benci amat, tapi ada perasaan mengganjal kalau melihat wajahnya atau mendengar namanya disebut. Kalau mau ditotal dengan jumlah orang yang saya benci tahun-tahun yang lalu, bisa lebih dari 2, tapi waktu menulis ini nih, saya berusaha mengingat-ingat siapa saja yang pernah saya benci yah, sebenarnya banyak, tapi pada detik ini, rasa benci itu sudah hilang, dan membayangkan wajahnya saja rasanya netral dan saya bingung bagaimana mungkin saya bisa benci dia yah dulu. Ini namanya perasaan. Nggak tetap, bisa berubah. Dan saya pun ambil kesimpulan kalau saat ini saya lagi benci 2 orang, belum tentu di masa-masa mendatang saya masih benci sama dia.
Sekarang gantian, soal “dibenci”, kalau mau dihitung-hitung, dan saya perkirakan, mungkin ada sekitar 8-10 orang yang membenci saya, saya bilang begini, karena saya memang pernah melakukan hal buruk yang menyakitkan buatnya.
Di masa kecil, ada 1 orang yang sering saya benci, dan akhirnya dia pun membenci saya banget. Teman sebangku yang dulu sangat menyebalkan sekali, mau tau kenapa? Well, sedikit beraroma tidak enak, karena dia sering mengemut jarinya sehingga jarinya pun beraroma air liurnya (yaks….) dan namanya juga anak kecil, saya nggak mengerti bagaimana cara menghadapi orang seperti itu. Saya pun sering melakukan aksi-aksi penentangan kebiasaan jeleknya mengemut jari dan menyebarkan aroma yang tidak enak itu. Sekarang sudah puluhan tahun berlalu, belum sempat ketemu lagi, kalau bisa ketemu lagi, saya beneran, serius, mau bilang, sorry yah, tapi beneran deh waktu itu elo bau banget, gue nggak tahan, kalau tau begitu, kan bisa aja yah, saya tutup hidung atau semprot aja wangi-wangian supaya tidak merasa terganggu dengan aroma anehnya itu. Well, itu orang pertama di masa kecil saya.
Lalu orang kedua, di masa remaja, pernah juga saya melakukan hal buruk, tapi syukurlah dua tahun kemudian kita malah jadi temenan akrab, dan bisa ketawa-ketawa kalau inget perlakuan “gila” saya ke dia. Dan secara, masa remaja adalah masa pubertas, saya pun bisa bilang, sorry yah waktu itu maklum lagi “dapet”, jadi bawaannya kesel dan mau marah aja (padahal sih memang dasarnya pemarah aja).
Yang ketiga, teman sebangku saya, lagi-lagi, masalah yang sama, karena dia jorok! Yaks. Dia suka menggali lubang hidung, lalu menempelkan kotoran hidungnya di meja kelas. Oh migosh, kok bisa yah kotoran dimain-mainin seperti itu. Dan kalau punya pengalaman yang sama, pasti tau deh, kotoran itu pun bauuuu….kalau misalkan dimain-mainin. Belajar dari pengalaman, saya sudah lebih mengerti cara menghadapi orang begini, cuek aja, kalau nggak sabar sesekali saya tegur, kalau dia nggak mau berubah juga, saya yang berubah. Saya kasih aja tissue tiap kali dia mulai beraksi dengan penggalian hidungnya. Dan syukurlah nggak lama kemudian, saya dipindahkan duduk. Amin. Doa saya terkabul.
Kenapa saya mengira dia benci saya? Karena saya pernah bilang kalau dia tuh jorok banget deh! Mustinya sih dia nggak inget lagi, tapi karena saya yang berbuat, saya ingat, dan saya merasa bertanggung jawab dengan apa yang dia rasakan waktu itu.
Selanjutnya orang keempat, tepatnya sih saya yang mbenci dia, terus malah kebalik dia sekarang yang mungkin mbenci saya, alasan klise : karena saya nggak bisa menepati janji untuk menjadi sahabat yang setia buat dia walaupun badai menghadang sekeras apapun itu. Selama 4 tahun kita tuh berjanji bakalan terus bersahabat walaupun ada masalah seberat apapun (kok “pun-pun” aja yah gue nulisnya), lalu seiring berjalannya waktu, segalanya berubah. Intinya aja deh yah : tadinya kita temenan, then saya suka dia, eh dia nikah dengan orang lain. Ya wis, beres! Dan demi keamanan bersama, udah deh, saya nyerah, melepaskan saja persahabatan yang sudah dibina begitu saja. Dianya bete!
Ada orang masing-masing berinisial MR,MT,BC,KS,KO pasti deh benci saya. Apa alasannya? Biar saya aja deh yang tau, sorry.
Lalu ada 1 orang teman lama yang mungkin dulu pernah benci saya (nggak tau deh sekarang masih apa nggak), karena saya pernah memberikan kerugian buat dia, walau tanpa saya sengaja loh, seharusnya dia yang mendapatkan satu keberuntungan, tapi keberuntungan itu malah saya yang menerima, kalau saya jadi dia, saya pasti gondok dan kesel, dan secara manusiawi, akan ada sedikit rasa benci kenapa sih saya ada. Hehehehe…syukurlah, dengan berlalunya waktu, saya dan dia sudah jarang bertemu lagi dan dengan terpisahnya saya dan dia, saya yakin, itu buat kebaikan kita berdua, kalau orang bilang, nggak boleh membenci, membenci itu dosa, dsb dsbnya, saya berpendapat, kadangkala harus ada jarak yang memisahkan dulu untuk sementara waktu, supaya rasa benci itu bisa terkikis. Kebayang nggak kalau kita harus terus-terusan berhadapan dengan orang yang kita benci, dan bersikap seolah-olah tidak ada apa-apa kok, semuanya baik-baik saja, hm, kalau itu bisa dilakukan, well itu hal yang luar biasa, tapi kalau nggak bisa dilakukan, nggak apa-apa, it`s very normal and human, I guess.
Yang terakhir, masih hangat, baru-baru saja, saya hanya menebak kalau dia adalah orang kesepuluh yang mungkin benci sama saya. Karena saya pernah bertutur kata tidak sopan, tidak menghargai dia, tidak tau terima kasih sama dia, dan juga tidak respek sama dia. Oh shit. Padahal saya udah sering belajar kalau setiap orang itu patut untuk dihargai, tapi selalu aja khilaf, tau deh, namanya juga manusia, manusia itu beda tipis sama binatang, bedanya manusia itu bisa bilang terima kasih, kalau binatang nggak bisa bilang terima kasih, karena bahasanya beda dengan bahasa manusia, itu aja.
Kalau mau diruntut, proses membenci itu terjadi karena :
1. Iri hati, sirik kalau orang lain lebih hebat dari kita.
2. Takut tersaingi.
3. Diperlakukan tidak adil, atau dianggap rendah oleh seseorang.
4. Kita tidak bisa mendapatkan apa yang kita inginkan.
5. Kalau kita dianggap jelek atau bodoh atau mungkin nggak bisa apa-apa.
Kecenderungan untuk defense dan melawan dan melindungi diri pun muncul kalau ada orang lain yang mengusik kenyamanan dalam diri kita. Bahkan kalau lagi sayang dengan seseorang, tapi nggak bisa mendapatkan hatinya, rasa benci pun akhirnya muncul, karena 5 alasan di atas tadi. Kalau nggak bisa mendapatkan cinta yang kita mau dan kalau merasa terganggu dengan seseorang (deg-degan dengan seseorang atau risih kalau bersama dengannya). Ini hanya hipotesis saya, lho, 5 alasan ini bisa jadi hanya bersifat subyektif saja, karena tiap orang berbeda-beda, dalam alasan membenci dan dibenci pun akan beda-beda.
Membenci itu aktivitas yang sungguh melelahkan, hampir setara dengan 1 jam bermain treadmill di gym, bedanya kalau olahraga kan keluar keringat, kalau membenci itu nggak keluar keringat. Kalau nggak mau buang energi dengan membenci, yah, alihkan energi ke hal yang lain. Jangan paksakan diri untuk “tidak membenci”, karena berdasarkan teori “Law of Attraction”, otak itu nggak mengenal kata “tidak”, semakin kita berusaha untuk tidak membenci, yang terjadi adalah rasa benci itu semakin menguat saja. Oleh karena itu mendingan alihkan saja pikiran ke hal lain, contoh “Rileks..”, “damai”, “Nyam nyam….donutt crispy crème rasa coklat pastinya enak yah…” atau alihkan ke hal lain dengan olah raga, menonton film atau program yang fun dan lucu aja deh.
Baru-baru ini, saya baru sadar kalau mencintai seseorang itu beda tipis banget dengan membenci seseorang, dua perasaan yang ternyata tetanggaan, dan kadang musti ngerasain dua-duanya, baru bisa saling menghargai satu sama lain. Kalau belum pernah membenci seseorang, nanti nggak tau gimana sih sebenarnya mencintai seseorang itu. Dan kalau belum pernah mencintai seseorang, nanti malah nggak nyadar bagaimana sih rasanya membenci seseorang (erm…ini analogi yang tepat nggak yah?). Kalau yang sudah nge-trend itu kan : kita harus merasakan susah dulu, baru bisa menyadari apa itu rasa bahagia. Nah, masalahnya, kalau di ajaran agama, nggak pernah kan diajarin untuk membenci dahulu, supaya nanti tau gimana rasanya mencintai seseorang. Walau rada maksa, tapi udah ngerti lah yah apa maksud saya ini. Oke. Case closed.
Topik agak nyasar, soal poligami. Ketika memilih satu topik untuk ditulis jadi ide cerita, muncul satu pemikiran, mau ngapain sih mengangkat kasus poligami, kan masih banyak anak jalanan yang nggak jelas masa depannya, mau ngapain sih bahas-bahas poligami. Owalah, mas..mas…kalau situ ngomong begini, bakal banyak loh pendukung dan supporter saya. Lihatlah film-film laris : Pocong 1,2,3,4,5,6, Jelangkung, Genderuwo, dan lain lain, ditambah dengan Hidayah-hidayah bernuansa azab. A lah! Buat apa sih bahas hantu-hantuan atau belatung di kuburan, lah wong, ada dan tiadanya pun masih diperdebatkan, mendingan bahas yang nyata-nyata saja. Masalah hubungan antar manusia adalah masalah yang bisa bikin orang waras jadi nggak waras. Kasus bunuh diri, kasus bunuh-bunuhan, rampok, perkosa, stress, depresi, itu salah satunya karena kegagalan dalam berumah tangga atau kesalahan pola asuh dari orang tua (yang mungkin kurang puas dengan perkawinannya). Karena begitu besar efek dari poligami itu, pertama saling menyakiti dan mengkhianati, lalu yang paling mengenaskan adalah masalah generasi selanjutnya : anak-anak. Bingung, kali, ketika seorang anak melihat kok bapaknya punya istri sampe 4 gitu, dan kok bisa-bisanya yah janji cinta seumur hidup sampe mati, eh taunya bilang “ah maafkan, ternyata ada seseorang lain yang ditakdirkan menjadi jodoh saya juga”. Ini bukan soal kebencian, dan ini terlepas dari agama apapun juga, karena seluruh umat agama apapun pernah menjadi perwakilan poligami, lho. Nah, balik lagi, kenapa anak-anak yang kena imbasnya? Kalau perkawinan orang tuanya gagal dan misalkan disebabkan adanya poligami, si anak pun bakal merasakan ketidakpuasan hidup, ada yang retak dari suatu lembaga keluarga, dan tak jarang anak pun menjadi korban pelampiasan kebencian orang tuanya yang nggak bahagia dengan perkawinannya itu. Di Oprah pun pernah dibahas, kalau ada kasus keretakan rumah tangga seperti ada yang selingkuh, lebih baik cerai, daripada merusak anak! Anak itu belajar dengan melihat orang tuanya. Daripada ngerusak anak dan membiarkan dia melihat kok bapaknya nikah berkali-kali, mendingan hindari saja si anak dari si bapak, biar si anak sadar kalau itu tuh salah kalau berbuat seperti itu. Kalau misalkan tetep tidak mau cerai, dan membiarkan si anak mengerti sendiri kalau udah gede juga ngerti, ya itu pun pilihan. Banyak juga anak-anak yang membuktikan, walaupun sebagai korban poligami, bisa juga sukses, dan malah berjanji nggak bakalan deh melakukan hal nista seperti itu lagi (ups..maafkan, terasa banget yah saya benci dengan poligami) owalah, balik lagi ke 5 alasan di atas, kenapa kok bisa muncul rasa benci? Rasa benci ke poligami itu muncul pun pasti karena ada alasannya lah yah.
Wuah kalau kita bertemu langsung untuk membahas topik ini, bisa begadang larut nggak tidur nih, topik yang bisa diperdebatin sampe kapanpun juga, bo. Dan saya sering berpikir jail, kalau TV itu kan ada ratingnya yah, kalau blog itu ada ratingnya juga nggak yah? Penasaran banget siapa aja yang menjadi readers setia blog saya ini. Kalau ada yang perhatiin blog ini dari 4 bulanan yang lalu, sebenernya bakal tau loh kalau blog ini nih lagi mengangkat satu dua pemeran utama, itu-itu aja, dan topik-topik yang saya pilih disini pun, berkaitan dengan tokoh-tokoh yang menjadi inspirasi saya itu tuh. Hahahaha.. iki blog sudah seperti ajang untuk saling berkomunikasi lewat hati, pikiran, dan tulisan, dan untuk bisa terus dekat, walau hanya saling membaca blog masing-masing. Yah, kalau ada yang tau kondisi nyatanya seperti ini, mungkin bakal ada ungkapan spontan, la e lah…kurang kerjaan apa, di zaman secanggih ini mau ngapain sih maen isyarat-isyaratan begini, lewat blog segala. Ketemu dong, telpon dong, sms dong. Tapi untunglah ada blog, karena hanya di blog, segala rasa bisa terungkap dengan bebas, nggak usah takut apa kata orang, nggak usah takut diomongin orang, toh bisa berdalih, namanya juga blog, apa buktinya kalau ini bukan karangan nghayal? Padahal bisa juga kisah-kisah di blog itu nyata dan nggak direka-reka semata loh.
Kalau udah ngerasain manfaat blog seperti yang saya alamin, bakal kerasa banget deh, nulis itu tuh nikmat banget. Dan kalau baca blog orang lain pun bisa dag dig dug gedebak gedebuk. Sama seperti membaca novel fiksi, saya sering menebak-nebak, emangnya ini kisah beneran si penulis atau kisah khayalannya aja yah? Dan hanya si penulis yang tau dan orang-orang tertentu yang tau apakah ini khayalan atau beneran. -Love You everyday