Monday, December 10, 2007

Chocolate Soup For The Soul - enjoy #21 Reasons For God

Reasons For God...

”Hai, nama saya Sinta”

“Nama saya, Joko”

Sinta dan Joko berkenalan satu sama lain dan saling bertukar biodata.

Dan mereka pun saling bertanya.

“Ngg….Joko, boleh tanya satu hal?”

”Boleh, mau tanya apa”

”Ngg... Joko agamanya apa?”

“Oh, kalau aku agama A, kalau kamu?”

”Aku agama B”

”Yah, nggak masalah tapi kan, kalau kamu agama B dan aku agama A?”

”Iya, nggak masalah lah”

”Yakin kalau perbedaan agama nggak masalah?”, bertanyalah si tuan hati dan pikiran kepada dua manusia ini. ”Ya, masalah juga sih, apalagi di negara ini!”, jawab Joko.

Masalah pertama : nikah beda agama repot! Masalah kedua : kalau sudah punya anak, bingung si anak nanti pilih agama si ibu atau si bapak!

Masalah ketiga : mau teken surat nikah pun harus sepakat di tempat ibadahnya si suami atau si istri! Masalah keempat : pasangan yang sama agama aja harus ngadepin banyak masalah, apalagi kalau ditambah masalah beda agama, ini masalah prinsip nih, Bro!

“Memangnya agama itu apaan sih, Bunda?”, tanya seorang anak kecil umur 7 tahun yang sedang belajar berdoa dengan ibunya.

”Agama itu pegangan hidup kita kalau misalkan lagi ada masalah, Nak”, jawab sang Ibu.

”Kalau lagi nggak ada masalah, udah nggak perlu agama dong, Bun?”, tanya si anak lagi.

”Nggak dong, agama itu akan kita pegang terus sampai kapanpun juga, ada atau tidak ada masalah, agama itu apa yah, agama yah, supaya kita nggak salah jalan, dan supaya kita bisa selalu bahagia dalam hidup ini, Nak”, tandas sang Ibu.

”Yuk, coba posisi duduk yang rapih, sekarang kita bersyukur yuk dan berdoa yang kyusuk”, ajak si Ibu.

”Tapi, aku lagi nggak ada masalah, dan aku kan bisa megang Bunda, kenapa aku harus beragama dan berdoa, aku bingung”, protes si anak.

Si Ibu pun sengaja menutup mata, bersikap berdoa, dan si anak pun mengikuti posisi ibunya, dalam hati masih belum puas karena pertanyaan belum terjawab dengan tuntas.

Memangnya kenapa sih orang mau beragama dan capek-capek meluangkan waktu untuk berdoa dan menjalankan ibadah?

Dari hasil analisa kasat mata saya , ada beberapa alasan kenapa orang mau serius menjalankan agama, yaitu :

1. Masih belum merasa bahagia dan puas dengan hidupnya.

2. Masih belum mendapatkan keinginan dan belum mewujudkan impian hidupnya.

3. Masih ada masalah yang tidak terselesaikan dan belum ada jalan keluarnya.

4. Untuk menghilangkan rasa takut dan gelisah akan hal-hal yang belum terjadi.

5. Supaya hidupnya lebih bernilai dan bermakna lagi.

6. Masih hidup serba kekurangan : kurang duit, kurang sehat, kurang harmonis keluarga dan perkawinannya, dan kurang tenang hatinya.

7. Takut memiliki nasib buruk dan takut mengalami malapetaka dalam hidup.

8. Demi melanjutkan amanah dari orang tua dan sebagai bukti balas budi ke orang tua.

9. Supaya bisa jadi orang kaya, bahagia, sehat, ngetop, dan sukses.

10. Karena sering mengalami musibah dan hal-hal buruk dalam perjalanan hidupnya, dan berharap tidak mengalami masalah lagi dalam hidup.

Kesimpulannya, mau beragama itu karena kita mau mencapai kondisi hati yang kuat, bebas, suci, dan tenang. Setuju atau tidak setuju?

- with a good heart, everyday is a good day – maeya 20071210 #21

Chocolate Soup For The Soul - enjoy #20 Beauty of Wedding

The Beauty of Wedding

Bulan November dan Desember 2007 ini undangan menikah berkeliaran, berkejar-kejaran, dan berlumuran. Iya. Banyak sekali yang menikah. Spekulasi pertama : banyak yang mengejar supaya bisa punya anak yang lahirnya di tanggal 8 bulan 8 tahun 2008. Spekulasi kedua : karena takut nggak kedapetan gedung resepsi dan takut biaya wedding tambah mahal kalau ditunda lagi sampai tahun depan. Informasi dari beberapa kenalan EO dan WO pun menyatakan kalau hampir 90% gedung pernikahan di Jakarta khususnya sudah penuh untuk tanggal 8 bulan 8 tahun 2008. Tanggal pernikahan yang ideal dan harapannya bisa membuat perkawinan nantinya jadi ideal juga sampai ajal memisahkan. Angka 8, bagi orang Chinese, adalah angka hoki dan keberuntungan. Perhatikan plat nomor mobil petinggi-petinggi dan pengusaha kelas kakap, rata-rata mengandung angka 8, mulai dari B 8 MM, B 171 CT, B 18 RM, secara fengshui, dengan sering menggunakan angka 8, keberuntungan akan meningkat. Sebaliknya, angka 4 adalah angka yang dianggap sebagai angka sial. Kenapa? Karena dalam bahasa Chinese, angka 4 dibaca “Se” yang artinya mati. Sedangkan angka 8 dibaca “Ba” dan mirip dengan huruf “Fa” yang berarti berkembang/ makmur.

Balik lagi ngomongin soal wedding. Menikah adalah impian banyak orang, mulai dari yang muda (yang akan menikah) sampai yang tua (orang tua dan keluarga yang akan menikahkan). Wedding menjadi moment besar yang krusial untuk menunjukkan jati diri sebuah keluarga dan juga soliditas sebuah generasi. Kakek saya, salah satu contoh nyatanya, di usianya yang ke-75 tahun, impian terbesarnya saat ini adalah menyelenggarakan sebuah pernikahan megah bagi anak cucunya, dan mengundang seluruh kerabat keluarga dan sahabat. “Ada kepuasan yang tidak bisa dijelaskan kalau bisa ngawinin”, ungkap Beliau.

Beberapa kriteria pernikahan indah yang ada di benak sebagian besar orang, kira-kira seperti ini :

Pernikahan di sebuah hotel berbintang lima atau gedung pernikahan yang elite, catering dengan kualitas menu makanan yang teruji enak, gaun pengantin yang indah dan tidak terlihat murahan, undangan dengan desain yang elegan dan didalamnya bisa menuliskan gelar-gelar sarjana dari calon mempelai, ditambah lagi dengan kuantitas tamu yang diundang. Semakin banyak jumlah tamu yang diundang menandakan level dan kelas sosial pihak keluarga penyelenggara pernikahan. Semakin sedikit jumlah tamu yang diundang bukan berarti pihak keluarga tidak cukup mapan kondisi keuangannya, karena ada kemungkinan pihak keluarga mengadakan pesta pernikahan eksklusif RSVP yang jauh lebih mahal ketimbang pesta prasmanan. Untuk menikah, di zaman sekarang ini, untuk yang paling sederhana, minimal harus menyediakan budget Rp 100 juta, untuk undangan sebanyak 500-600 orang, dan di sebuah gedung resepsi non hotel. Dan para dewasa muda dan orang tua pun berjuang keras untuk bisa mewujudkan impian menikah. Yang paling sering terkena imbasnya adalah para kaum adam, yang selama ini, mendapatkan doktrin, kalau pesta pernikahan adalah tugas dan tanggung jawab pihak lelaki (syukur-syukur kalau turunan dari keluarga kaya, beban pun berkurang banget), pihak perempuan tinggal terima beres saja. Namun, kalau zaman sekarang sudah banyak perubahan, pihak perempuan pun turut terlibat banyak dalam proses pengadaan pesta pernikahan.

Untuk keluarga level sosial atas, biasanya, pihak perempuan tidak mau ketinggalan untuk mengeluarkan budget untuk pesta pernikahan, walaupun sebenarnya pihak lelaki sudah sepakat untuk menanggung seluruh biaya. Ada semacam aturan main, kalau pihak lelaki membiayai seluruh pesta pernikahan, pihak perempuan juga harus mengadakan pesta balasan, sebagai penyeimbang. Pihak perempuan pun mengadakan pesta pertunangan yang tidak kalah mewahnya, tak jarang, hanya berselang 1 minggu saja dari hari H pernikahan resmi. Salah satu pesan yang mau disampaikan oleh pihak perempuan adalah kalau keluarga kami (keluarga perempuan) punya kemampuan juga dan anak perempuan kami menikah dengan anak lelaki Anda, bukan semata karena harta loh, karena kami pun memiliki kemampuan yang tidak kalah jauh dari pihak Anda. Ini pesan tersirat – dan mohon maaf kalau hipotesa saya ini salah yah – Anyway, semua orang pastinya berharap dan berandai bisa merasakan keindahan dari sebuah wedding dan rela menabung untuk bisa membayar impian 2 jam berdiri di pelaminan indah bersama pasangan, orang tua, dan mertua. Biaya 1 Miliar pun, sah-sah saja, demi 1 hari seumur hidup bisa mengundang banyak orang dalam sebuah pesta pernikahan indah nan sempurna.

But, still, beauty of wedding is just for 2 hours, dan beauty of marriage is more than just 2 hours. Tanpa bermaksud untuk berpesimistik, tapi ada kisah nyata, seorang teman menikah dengan sangat mewah di sebuah hotel berbintang lima, biaya pernikahan bisa mencapai 1 M, sepertinya, tapi baru 1 tahun pernikahan, they decided to divorce, alasan klise : sudah tidak cocok lagi. Alamak! Sayang banget yah biaya pesta segitu mahalnya, mubazir, karena si mempelai nggak tahan dengan masalah-masalah yang muncul pada 1 tahun pernikahan. I do hope, kisah teman saya ini bisa jadi pelajaran berharga buat kita semua supaya nggak hanya siap dengan keindahan wedding selama 2 jam, tapi siap juga dengan warna warni pernikahan yang bakal berlanjut sepanjang komitmen hidup kita. Salah besar, kalau berpikir, dengan sudah pesta pernikahan dengan lancar, berarti tugas sudah selesai, sebaliknya, tugas baru saja dimulai, story just begins, crisis just begin, kapal baru mau melaju di antara ombak memabukkan dan terumbu indah dalam perjalanan.

- with a good heart, everyday is a good day – maeya 20071209 #20

Chocolate Soup For The Soul - Enjoy #19 The Power of Money

The Power of Money

”Para pengunjung yang setia, Selamat datang di abad uang, disini Anda bisa dapatkan apa saja dengan uang Anda”, suara seorang wanita menyambut para pengunjung kehidupan.

Di sudut ruang lain, terngiang samar : ”Uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang!”

”Tidak setuju! Mau kencing aja sekarang bayar tawuk!”, ungkap seorang bapak usia 40 tahunan. Fakta membuktikan : uang memiliki kekuatan dasyhat untuk mempengaruhi hidup seseorang. Baiklah, pemirsa, langsung saja kita saksikan, inilah realita kali ini, abad uang :

Dengan uang, orang bisa langsung merasa sedih atau senang.

Dengan uang, orang bisa saling membunuh dan menyakiti.

Dengan uang, suami istri bisa melupakan janji sucinya untuk terus saling mencintai.

Dengan uang, orang bisa menjadi lebih baik atau justru menjadi lebih buruk.

Dengan uang, seorang anak bisa membenci atau lebih menyayangi orangtuanya.

Dengan uang, kisah cinta yang indah dan sudah dibina sedemikian lama, bisa kandas juga.

Dengan uang, orang bisa bosan hidup ingin bunuh diri atau justru lebih bersemangat hidup.

Dengan uang, orang bisa merasa lebih berarti dan bernilai dalam hidup ini.

Dengan uang, seseorang bisa merasa lebih percaya diri atau lebih minder.

Dengan uang, orang bisa sembuh dari sakit atau mati sekarat dari penyakitnya.

Dengan uang, orang bisa lebih sering tertawa atau justru lebih sering menangis.

Dengan uang, barang apapun bisa dibeli atau sebutir beras pun tidak bisa dibeli.

Dengan uang, orang bisa lupa apa tujuan hidupnya atau makin sadar dengan makna hidupnya.

Dengan uang, cinta bisa tumbuh atau cinta bisa pupus dalam sekejap.

Dengan uang, seorang karyawan mampu bekerja lebih keras lagi atau justru bekerja setengah hati dan penuh perhitungan.

Dengan uang, orang bisa menjadi lebih sehat atau justru menjadi penyakitan.

Dengan uang, rasa lapar bisa hilang dan rasa kenyang bisa memuaskan.

Dengan uang, orang bisa sakit jiwa atau justru lebih sehat jiwanya.

Dengan uang, keluarga bisa lebih harmonis atau justru lebih hancur berantakan.

Dengan uang, orang bisa melakukan usaha untuk menjadi lebih kuat, bebas, suci, tenang...

Dengan uang, kita bisa menikahi dan memilih orang yang paling kita dambakan.

Dengan uang, tidak akan ada lagi pelecehan harga diri dan nama baik.

Dengan uang, anak-anak pasti bisa terjamin masa depan dan pendidikannya.

Dengan uang, anak bisa membalas budi ke orang tua atau justru durhaka pada orang tua.

Dengan uang, kita bisa naik haji, bisa ziarah ke Israel, dan ziarah keagamaan lainnya lagi.

Dengan uang, kita nggak bakal stress atau justru bakal makin stress.

Dengan uang, tidak perlu lagi merampok atau mencopet orang demi sesuap nasi.

Dengan uang, kita bisa bertahan hidup dan bisa terus ada di dunia ini, kan?

”Tidak setuju!”, protes seorang penganut aliran positivistik yang yakin sekali kalau uang tidak memberikan pengaruh signifikan bagi kebahagiaan seseorang. Martin Selignman, ketua Psikolog dunia, sudah melakukan penelitian mengenai kebahagiaan selama bertahun-tahun, dan beliau pun menyimpulkan bahwa uang bukan kunci dari kebahagiaan. Karena banyak orang yang malah menjadi tidak bahagia setelah memiliki banyak uang dan banyak orang menjadi tidak sehat setelah memiliki banyak tabungan di mana-mana. Tapi, bukan berarti kita tidak lagi mencari uang lagi lah yah, please, back to real, kita butuh makanan, pakaian, dan rumah.

”Ya wis, nggak usah bacot lagi deh, nggak ada duit, nggak idup!”, simpul seorang kenek angkot yang sedang menghitung uang-uang buluk di tangannya.

”Eh, nggak dong, uang bukan segala-galanya...”, masih terngiang suara-suara yang mencoba berdalih.

”Diem luh! Segala-galanya butuh duit! Gua tusuk luh ya, kalau elu masih ngomong lagi!”, pinta seorang pengamen yang sedang berkeliling ke metro mini demi metro mini.

- with a good heart, everyday is a good day – maeya 20071208 #19

Thursday, December 06, 2007

Chocolate Soup For The Soul - enjoy #18 Life Destination

A Destination of Life...

Jakarta, 7 Desember 2007. Berita Duka Cita : Telah Meninggal dunia dengan tenang dan damai, seorang suami dari seorang perempuan yang sedang mengandung 3 bulan, baru saja menikah 5 bulan lalu. Kemarin 6 Desember 2007 siang hari Pk 13.00. Karena sakit ginjal kronis, di usianya yang belia (26 tahun) sang suami harus meninggalkan istrinya yang masih berusia 25 tahun. Surat nikah mereka masih dalam proses pembuatan. Sang istri masih dalam kondisi syok berat, tidak bisa menerima kenyataan kalau suami yang dipacarinya selama 8 tahun sejak zaman sekolah dulu ini, sudah tidak lagi ada di sampingnya lagi.

Penguburan sudah dilakukan dengan kyusuk dan tenang. Sang istri, untuk sementara berada di rumah orang tuanya, supaya bisa dijaga dengan baik, dari kemungkinan-kemungkinan untuk menyusul sang suami. Kisah cinta mereka penuh lika liku, karena mereka berbeda agama, namun saling sayang, akhirnya si suami pun mengalah dan pemberkatan nikah dilakukan sesuai keyakinan agama si istri. Mahligai pernikahan pun melaju cukup indah. Tapi...

”siapa yang sangka kan, masih muda, tau-tau bisa meninggal juga”, ungkap seorang ibu setengah baya.

”makanya deh, manfaatin waktu sebaik-baiknya, kumpulin deh tabungan kebaikan, kita nggak pernah tau sampe kapan kita masih bisa hidup”, tambah lagi seorang bapak.

”aneh, padahal sudah pacaran 8 tahun, kok nggak ketahuan yah, kalau pacarnya tuh ada kelainan ginjal, bener-bener aneh, katanya sih, ginjalnya dari depan tuh keliatan bagus-bagus aja, ternyata di bagian belakang ginjalnya sudah rusak banget”, seorang ibu berkata.

”padahal surat nikah lagi saya urusin sekarang toh”, ungkap seorang petugas pernikahan.

”tapi....dia belum hamil kan?”, tanya seorang perempuan.

”Nah, itu dia! Dia udah hamil 3 bulan, mati nggak luh!”, timpal si ibu tadi.

“Teman-teman, walau usia masih muda, bukan jaminan umur akan panjang, kesehatan bakal terjamin, buat yang suka begadang, suka ngerokok, suka makan apa aja tanpa batas, pikir-pikir lagi tuh!”, simpul seorang lelaki muda yang memutuskan untuk menjadi vegetarian.

Saya, jujur, bingung mau bercerita mulai dari mana. Cuma mau cerita, hidup seperti sebuah perhentian sementara, setiap orang punya kesempatan untuk menggunakan sisa-sisa hidupnya untuk melakukan apa yang selama ini menjadi tugas kelahirannya. Umur? Ada yang bilang, umur ditentukan Yang Diatas, namun ada juga yang bilang, umur seseorang tergantung dari tumpukan karma baik dan buruk dalam perjalanan hidupnya dari ribuan tahun lalu sampai detik sekarang dia masih hidup. Umur bisa diperpanjang, kok! Siapa bilang? Kalau memang sudah waktunya meninggal, ya meninggal aja toh! Bisa diperpanjang kok! Dengan selalu mengisi hari dengan hal positif, jaga badan, jaga pikiran, selalu happy!

Setahun ini beberapa teman meninggal dunia di usia yang masih tergolong muda. Seorang teman (perempuan, 25 tahun) meninggal dunia sekejap setelah keluar dari gang rumahnya dan ada angkot yang menabrak dirinya. Seorang teman (lelaki, 25 tahun) meninggal dunia karena sakit typus dan demam berdarah secara bersamaan. Ada lagi kisah 4 tahun lalu, teman saya (waktu itu berusia 25 tahun) meninggal dunia ketika melahirkan bayi laki-lakinya yang terlalu besar dibandingkan ukuran panggulnya yang sangat mini. Empat hal yang tidak akan bisa dihindari oleh mahluk di dunia ini : lahir, tua, sakit, mati. Sidharta Gautama, lahir di keluarga yang kaya raya, namun memutuskan untuk keluar dari istana untuk mencari jawaban dari 4 masalah hidup ini. Ayah Sidharta melakukan segala cara untuk membatalkan niat putranya dan berjanji akan memenuhi segala keinginan putranya, asalkan Sidharta mau tetap berada di istana. Sidharta pun meminta satu hal kepada ayahnya. “Baiklah, kalau Ayah bisa membebaskan saya dari 3 hal ini : tua, sakit, dan mati, saya berjanji akan mengikuti kehendak Ayah untuk tetap di istana”, ungkap Sidharta. Ayah Sidharta tidak bergeming dan tidak mampu memenuhi keinginan putranya yang satu ini. Sidharta pun pergi berkelana untuk mencari jawaban dan makna dari kelahiranNya di dunia.

- with a good heart, everyday is a good day – maeya 20071207 #18

Wednesday, December 05, 2007

Antara Suami Sekertaris Dengan Istri Penulis

Pagi-pagi subuh Pk 04.00, seorang istri bangkit dari ranjang, segera menanak nasi, potong sayur-sayuran di dapur, memasak air panas, menyiapkan makanan di meja makan. Lalu membangunkan anaknya untuk segera berangkat sekolah.

Tak lama, Pk 06.30 si istri segera berdandan, untuk segera berangkat kerja. Di kamar, seorang suami masih tertidur lelap. Mendengkur keras.

Jam dinding menunjukkan pukul 10 pagi. Si suami bangkit dari tidur, membuka tudung saji dan makan pagi. Lalu menyalakan rokoknya dan membuka surat kabar. Dengan kaos oblong dan celana pendek.

Di kantor, si istri lalu lalang dengan berkas-berkas pekerjaannya sebagai seorang sekertaris. Telpon terus berdering dan tiada henti. Si istri pun harus bolak balik menemui atasannya. Terlihat rekan-rekan kerjanya bersantai ria di kala dirinya justru sedang super sibuk. Si istri menelpon ke rumah untuk menanyakan kabar si suami.

Si suami masih dengan posisi santainya menonton televisi dan mengunyah kacang, santai menerima telpon. Tak lama kemudian, anak lelakinya baru saja pulang dari sekolah, ditemani seorang pembantu rumah tangga. Si anak makan siang dan segera tidur siang. Si suami mengantuk dan segera terlelap dalam tidur siangnya.

Si istri masih terus sibuk meeting di ruangan besar dan mencatat notulen meeting. Dengan wajah dan penampilan yang elegan, si istri menjalani profesinya dengan setenang mungkin. Sesekali melihat ke foto keluarganya, ada si suami dan si anak lelakinya.

Jam dinding sudah menunjukkan pukul 17.00. Si suami mencari makanan dan merapihkan rumah, menggosok baju, dan mengepel lantai rumahnya.

Di sisi lain, si istri masih berkutat dengan berkas-berkas, dengan bersama atasannya melewati malam.

Sudah pukul 18.00, si istri sudah siap-siap untuk pulang. Bergegas menuju halte busway, mengantri dalam kerumunan yang sangat padat, sesekali mengantuk dan ketiduran. Menerawang, melihat bangunan-bangunan bertingkat di sepanjang jalan Sudirman.

Di rumah, si suami menemani si anak lelaki mengerjakan pekerjaan rumah dan menemani si anak untuk bercanda. Sambil sesekali si suami melihat ke arah televisi.

Jam sudah menunjukkan Pk 20.00, si istri turun dari angkot dan berjalan menyusuri gang rumahnya yang sudah agak gelap dan cukup terpencil sekali. Dibukalah pintu itu. Dan sang suami dan anaknya menyambut si istri dengan gembira dan senyuman. Si istri memeluk anaknya dan si suami mencium kening si istri. Mereka bertiga makan malam bersama dan tertawa bersama.

Pk 21.00, si anak siap untuk tidur. Si istri menemani si anak membacakan dongeng sebelum tidur, mencium kening si anak, dan merapihkan selimut si anak. Dari luar, si suami melihat si istri dan siap-siap menuju ke satu ruangan di pojok dan membuka komputernya dan mulai mengetik.

Waktu sudah menunjukkan Pk 22.00, si istri masuk ke ruangan kerja si suami dan membawakan secangkir kopi hitam sambil memeluknya dari belakang dan memberikan kecupan sebelum tidur. Menemani sang suami yang sedang mengetik. Si istri memeriksa tas sekolah milik anaknya, lalu si suami memanggil si istri untuk melihat apa yang ada di layar komputer. Mereka berdua tersenyum.

Pk 22.45, si istri segera menuju kamar tidur untuk tidur, sedangkan si suami masih terus mengetik. Si istri tertidur di kamarnya dan memasang weker untuk besok pagi siap-siap lagi beraktivitas.

Pk 03.00, si suami masih terus mengetik di ruang kerjanya, sampai akhirnya Pk 03.45, si suami mematikan komputer dan segera menuju kamar tidur untuk beristirahat. Sebelum tidur, si suami mencium kening si istri yang sudah terlelap sekali.

Pk 04.00, weker berbunyi, dan si istri segera bangkit dari ranjang dan mencium kening suaminya. Segera bersiap-siap menjalani rutinitasnya. Perbedaan profesi, perbedaan jam kerja, bukanlah masalah bagi mereka berdua. Sang istri sebagai seorang sekertaris harus beraktivitas sejak Pk 04.00 hingga Pk 20.00 di luar rumah. Sedangkan sang suami sebagai seorang penulis baru mulai bekerja Pk 21.30 hingga Pk 04.00 dini hari. Dan perbedaan menjadi warna indah bagi perjalanan keluarga ini.

Chocolate Soup For The Soul - Enjoy #17 - Awal Dari Segalanya

Selalu Ada Awal Dari Segala Hal Besar

Kemarin malam saya bertemu dengan teman lama. Dia datang bersama suaminya. Selama setahun ini telah bekerja di Jepang sebagai tenaga kerja illegal, dan baru dua minggu lalu tertangkap basah oleh polisi di Jepang. Dan mereka berdua pun harus kembali ke tanah air dan tidak bisa lagi tinggal di Jepang. Ada banyak alasan mengapa mereka memutuskan untuk kerja illegal disana : gaji yang tinggi walau hanya sebagai pelayan restoran atau sebagai buruh pabrik, dalam sehari bisa mendapatkan sekitar Rp 100-150 Ribu (untuk 8 jam pekerjaan) dan ditambah lagi Rp 100-150 ribu (untuk 8 jam selanjutnya). Berarti sehari bisa mendapatkan Rp 200-300 ribu per harinya. Dikali dengan 30 hari, dapat memperoleh Rp 9 juta per bulannya. Sedangkan di Indonesia, untuk bisa mendapatkan gaji sebesar Rp 9 juta per bulan, at least, sudah harus bekerja selama 3-4 tahun, dan itu pun kalau memang performance kerjanya melebihi dari standard biasa. Untuk standard fresh graduate biasanya per hari dikenakan sekitar Rp 50 – 70 ribu (berarti range sekitar 2-3 juta per bulannya). Tidak semua perusahaan memiliki standard gaji yang sama.

Dan most of Fresh Graduaters akan mengalami tahap kegelisahan yang sama :

“Mau sampe kapan gue begini, dengan gaji begini?”, tanya seorang karyawan yang baru sekitar 2-3 tahunan bekerja dan sudah mulai jenuh dengan pekerjaannya.

“Memangnya standard gaji berapa sih di Indonesia?”, tanya seorang lulusan sarjana yang baru saja wisuda.

“Gue bingung mau kerja apa, udah apply sana sini, tapi gajinya selalu kecil”, ungkap Rini yang sedang bingung mau kerja apa lagi.

“Gue mau buka usaha aja, daripada kerja sama orang dan dapet gaji kecil”, kata teman lama saya kemarin.

”Tapi, yakin udah siap untuk buka usaha dengan segala risiko kerugian yang ada?”, tanya seorang teman saya yang lain.

”Abisnya mau ngapain lagi di Indo, memang ya, gue juga nggak ngerti, di Indo itu mau buka usaha apa, mulainya dari mana, dan harus jualan apa, biar laku”, curhat teman saya.

”Lagi trend tuh jadi agen asuransi, katanya sih omzetnya not bad” , tandas seorang teman.

”Aduh, nggak ah, gue nggak jago ngomong dan jumlah agen asuransi jauh lebih banyak ketimbang jumlah kliennya”, balas teman saya.

Ya, mau gimana donk, jadinya? Kerja sama orang, nggak mau, karena pertimbangan gaji kecil, nggak ada bandingannya seperti waktu kerja kasar di Jepang. Mau jualan, tapi nggak tau mau jualan apa. Mau bisnis yang nggak bermodal gede, tapi merasa nggak bisa ngomong dan nggak pinter nawarin barang. Setelah panjang lebar ngobrol, akhirnya sampai pada kesimpulan, teman saya ini masih tetap menaruh harapan besar untuk bekerja ilegal saja dan mengeruk uang dari profesi ini. Jepang sudah diblacklist. Amerika sedang ketat-ketatnya. Pilihan selanjutnya? Korea. Sekarang, ada agen yang bisa membantu orang-orang Indo yang berminat untuk bekerja di Korea, dengan lebih “legal”.

“tapi, enakan illegal, kalau udah ga betah, bisa langsung berhenti”, kata suami teman saya.

”iya...kalau legal di Korea, kalau misalkan kerjanya berat dan bosnya nggak enak, nggak bisa sembarangan berhenti, bisa kena denda, nggak enak kan”, teman saya menambahkan.

Ini, mau gawe opo mau opo yo?, dalam hati saya bergumam. Saya selalu ingat dengan seorang sahabat saya, yang sering bilang : ”Kalau sudah mencoba sana sini pekerjaan, tapi tetap saja nggak betah, carilah bidang yang memang kita senangi, kalau masih nggak betah juga, mungkin yang jadi masalah, bukan pekerjaannya, tapi mungkin karakter kita yang nggak mau capek untuk mencoba dan berjuang dulu. Dan selalu ada harga yang harus dibayar, untuk mendapatkan satu impian menjadi nyata”. Memang menjadi karyawan harus selalu mulai dari nol, dengan gaji yang cukup minim dan pas-pasan, tapi selalu ada awal dari segalanya. Merasa gaji kok nggak cukup juga? Hidup irit, kurangi belanja dan jajan hura-hura yang nggak perlu-perlu amat, menabung walau hanya Rp 100 ribu per bulan. Cheers.

- with a good heart, everyday is a good day – maeya 20071206 #17

Chocolate Soup For The Soul - enjoy #16 kembang perawan eps 2

Kembang Perawan – Eps 2
Ketika waktu mendatangkan cinta, aku putuskan memilih dirimu. Setitik Rasa Itu Menetes Dan Semakin Parah…Bisa kurasa getar jantungmu, mencintaiku, apalagi aku. Jadikan aku pilihan terakhir hatimu. Butterfly terbanglah tinggi, setinggi anganku tuk meraihku, memeluk batinmu yang sempat kacau karena merindu (Butterfly, Melly Goeslaw feat Andika)
Lagi suka lagu ini. Lembut. Alunan enak. Romantis. Apa mungkin karena suasana hati pun lagi cocok dengan lagu ini? Pilihan lagu berubah-ubah tergantung suasana hati. Sambungan lagi dari cerita sebelumnya (Kembang Perawan), soal cinta mencintai.
Ketika lagi jatuh cinta, perasaan lebih positif dan imajinasi bisa lebih meningkat.
Dengan mencintai, tubuh lebih segar, hormone endorphin lebih aktif berproduksi.
Ketika lagi menyayangi seseorang, pikiran tidak sekedar terpaku pada diri sendiri saja.
Dengan mencintai, berarti kita belajar untuk memikirkan orang lain.
Ketika menyayangi seseorang, kita belajar untuk berbagi, membagikan segala rasa yang ada di hati dan segala bersit pikiran yang muncul tak terduga.
Dengan mencintai, kita belajar untuk menerima kekurangan orang lain dan juga kekurangan diri sendiri, dengan lapang dada.
Ketika jatuh cinta, apa yang biasanya terlihat buruk, menjadi terlihat biasa saja, bisa ditolerir.
Dengan menyayangi seseorang, kita bisa belajar melihat sisi lain dari diri kita.
Membuka pikiran baru. Bahwa hidup menjadi lebih berarti ketika ada orang lain yang bisa kita jaga dan perhatikan.
Siap jatuh cinta, berarti siap untuk memperhatikan, menumbuhkan, merawat, dan melindungi orang yang kita pilih itu.
Ketika sudah sayang seseorang, seburuk apapun sifatnya, sejelek apapun temperamennya, selalu ada kesempatan untuk memaafkan dirinya. Seperti yang Pipit alami berikut ini :
“Hah, cowok elo udah umur 36 tahun, tapi masih nganggur, dan elo mau sama dia?”, tanya Asti ke sahabatnya, Pipit.
“Dia lagi coba terus kok cari jalan untuk buka usaha”, bela Pipit.
”Iya, udah hampir 2 tahun, dan buktinya? Cowok itu masih nganggur sampai sekarang, Pit!”
”Boleh nggak kalau gue nggak bahas soal ini lagi”, tanya Pipit.
”Pit, pikir dong, pikirrr....apa iya elo mau relain masa depan elo demi cowok seperti itu”
”Please, elo nggak bakal bisa ngerti apa yang gue rasain, kecuali elo ngerasain sendiri”
”Pit, you deserve a better one, beneran!”
“Dari pertama ketemu, gue hanya merasa dialah yang selama ini gue tunggu dan gue bener-bener mau perjuangin hubungan gue dengan dia”
“Mau sampai kapan, Pit?”
“Gue nggak tau, tapi gue sadar kok, dan gue nggak bego, gue masih mikir, ke depannya mau gimana…”
Pipit, wanita muda, masih berusia 26 tahun, tidak sengaja 2 tahun lalu berkenalan dengan seorang lelaki yang 10 tahun lebih tua darinya. Awalnya, Pipit optimis kalau jadian dengan cowok yang 10 tahun lebih tua, pastinya masa depan bisa terjamin. Umur sudah lebih tua, kepribadian dan kemapanan pun bisa diandalkan, donk. Ternyata, dugaan Pipit keliru. Kekasihnya walau sudah berumur kepala 3, ternyata masih menganggur, masih tinggal dan makan di rumah mama, setiap siang melewati hari dengan menonton tayangan infotainment atau sinetron TV, dan sesekali menjemput Pipit di tempat kerjanya. Pipit dan pacarnya pun jarang keluar rumah, jarang nonton bioskop, jarang makan di café, dan jarang go public, kecuali hanya pacaran di rumah saja, menikmati hidangan masakan ibunya Pipit, dan ngobrol terus sepuasnya. Di mata Pipit, kekasihnya adalah pemberi semangat bagi hidupnya. Nggak peduli, nganggur atau sifatnya kasar kek, yang penting Pipit sayang dan mau sama pacarnya itu. Dan, hanya Pipit seorang yang akan menentukan sendiri akan seperti apa masa depannya nanti. Apakah tetap bersama pacarnya sekarang atau memilih orang lain yang lebih bisa diandalkan dan dipercaya sebagai pelindung Pipit. Love is not just about Love..
- with a good heart, everyday is a good day – maeya 20071205 #16

Monday, December 03, 2007

Chocolate Soup For The Soul #15 - Kembang Perawan -

Kembang Perawan

Ketika surya menampakkan cahayanya kugapai hari terangku menanti sebuah cerita yang pasti akan terjadi di diriku. Kini kumulai mengerti artinya cinta, walau senda tawa namun hatiku mulai merasa bila dekat lelaki aku pun malu. Akulah kembang perawan, ingin mulai merasa perasaan yang pasti milik semua insan, aku mulai jatuh cinta apa biarlah aku menikmati semua anugerah di hidupku. (Gita Gutawa)

Jatuh cinta? Siapa yang belum pernah merasakan jatuh cinta? Jatuh cinta kepada lawan jenis dan merasakan degup jantung yang semakin kencang ketika berada di dekatnya.

Cinta hadir tak terduga dan cinta pun tidak bisa direncanakan, that`s why we call it FALL in LOVE, terjatuh itu tidak terencana, kan…

Berawal dari tertarik dengan seseorang, merasa senang kalau berada di dekatnya, bisa tersenyum walau hanya mendengar namanya atau membayangkan wajahnya. Lalu mulai secara rutin memberikan perhatian, telpon, sms, atau ajak ketemuan, nonton bareng, makan bareng, dan terus ngobrol tiada henti. Dan cinta pun dinyatakan juga, resmi jadian.

Seperti sudah jadi budaya dan kewajiban, ketika sudah resmi jadian, pastinya harus melakukan hal-hal berikut ini nih :

Bangun tidur sms dan ucapin selamat pagi. Makan siang ingetin jangan lupa untuk makan. Menjelang sore telponin untuk tanya kabar. Janjian ketemu : makan malam bareng, nonton bioskop bareng, atau dijemput di kantor. Then pulang ke rumah masing-masing. Sampai rumah harus kasih kabar, lewat sms atau lewat telpon. Lalu ingetin supaya mandi, dan berdoa sebelum tidur. Sebagai penutup keseharian adalah kirim sms ucapin selamat tidur dan I Love You. Yang menjadi ritual wajib adalah : jangan lupa makan, ati-ati di jalan, I miss you, aku sayang banget sama kamu, dan mimpi indah yah semoga ada aku di dalam mimpiku. Dan most of couples melakukan hal yang sama ini. Pulsa telpon dan sms membludak ketika cinta masih hangat-hangatnya, untung ada telpon-telpon CDMA yang ngerti banget kalau orang tuh butuh pulsa murah untuk menikmati masa-masa jatuh cinta. Dan ada lagi ritual yang seolah kudu dilakukan ketika resmi jadian, bagi sebagian orang, yaitu untuk mengganti kata “gue” dengan “aku”, dan mengganti “elo” dengan “kamu”. Kakak lelaki saya contohnya, waktu masih pdkt, dia selalu pakai “gue elo”, tapi ketika resmi jadian, langsung deh pakai “aku kamu”. Lucu aja pas pertama-tama denger, secara, saya tuh tau banget, dia tuh cowok yang tidak terbiasa untuk pakai “aku kamu”, selain untuk urusan kerjaan formal di kantor.

Resmi jadian pun berarti sudah boleh :

1. Pegangan tangan dan merangkul dia.

2. Jujur kalau memang lagi nggak ada uang dan nggak bisa traktir (khusus cowok nih :D)

3. Sedikit mengurangi frekwensi sms dan telpon (toh, yang penting kan udah dapet dan resmi)

4. Ajak dan diajak ke acara keluarga, seperti : kondangan salah satu sepupu pacar kita, dan memperkenalkan pacar kita, ini loh pacar saya, Om….

5. Marah kalau lagi kesel dan capek (kalau masih pdkt, biasanya masih tabu banget, karena takut nggak dapet!)

6. Pelukan, Kissing her/ his lips (ups…ini yang belum boleh pas pdkt, then kalau udah resmi, semua pihak pun bersyukur, akhirnya….), dan non stop bersandar di bahu/ pundaknya.

7. Go public dan memperkenalkan kemana-mana, mulai dari kondangan teman sekolah, reuni sekolah, teman-teman komunitas, dan genk-genk kita.

8.Mengurangi jalan-jalan ke mall dan agak irit, jadi cukup dinner di rumah saja sudah cukup (beda waktu pas pdkt, hehehehe, gengsi dong, kalau nggak ajak ke café yang cozy dan gaul).

Apa lagi yang sudah boleh dilakukan kalau sudah resmi jadian? Tambahin sendiri saja yah.

Seorang teman (cowok) baru jadian 1 bulan, dan sudah bosen banget, karena setiap dua jam sekali pacarnya terus telpon (secara, esia ke esia gratis bo), dan teman saya ini pun decided to break up aja, nggak tahan bo, nggak ada rasa, nggak seru lagi, dan nggak ada topik, sekian kali dia menghindari telpon pacarnya itu, dan kesimpulannya simple saja : he`s just not into her! + sesuatu yang berlebihan itu memang efeknya kurang baik.Cheers.

- with a good heart, everyday is a good day – maeya 20071204 #15

Chocolate Soup For The Soul #14

The Power of Smile

Bangun tidur, kuterus tersenyum. Buka tirai lalu mata melihat cahaya matahari. ”OK...hari ini aku harus bahagia....”, teriak seorang lelaki muda yang berjanji untuk menjadi orang yang lebih bahagia dan tau terima kasih dalam hidup ini. Selama hampir setahun ini, saya banyak belajar dari seorang teman, seorang lelaki asal Flores, yang unik dan suka sekali melucu. Setiap hari selalu ada cerita baru darinya. Dari yang lucu, apes, sampai yang mengejutkan. Kisah apes yang dia ceritakan, selalu bisa berujung jadi cerita lucu. Hobinya : melawak dan menggoda orang-orang di sekitarnya. Mencela dengan gaya khasnya yang kocak. Memuji wanita-wanita yang dia temui, dan dia bilang “Elo tuh cantik deh”, kalau dibalas “ah, gombal loe!”, dan teman saya akan langsung bilang “Gue tulus kok dari hati yang paling terdalam gue…” Ada satu hal yang menarik banget dari kebiasaan teman saya yang satu ini, yang saya pikir, bisa dicoba! Setiap bangun tidur, teman saya akan langsung bangkit dari kasur dan berkata “Hari ini saya pasti bahagia!”. Sedikit maksa, karena dia masih ngantuk, tapi sudah harus bangun tidur, dan harus siap-siap menuju kerumunan penumpang busway Jakarta yang semakin hari semakin menggila saja. Dalam kesehariannya, wajahnya penuh senyum, dia seorang pendengar yang baik dan penuh perhatian, selalu mencari sisi lucu dari segala situasi, dan jarang terlihat serius/ stress. Ternyata dia pernah stress juga! Dan manusiawi juga, kalau dipikir-pikir, hidup pasti akan ketemu satu masa dimana kita perlu rehat sejenak untuk menenangkan hati, hidup dalam kesendirian, mendengarkan suara hati yang paling jujur, dan mengumpulkan energi lagi untuk kemudian bergaul dengan orang lain, dan berbagi rasa dengan orang lain.

Pengaruh satu orang bisa merubah hidup kita menjadi lebih baik lagi atau lebih buruk lagi. Ini mungkin kesekian kalinya saya membahas hal yang sama. Kalau kita sering bergaul dengan orang yang positif, lama-lama kita pun bisa terpengaruh untuk jadi positif juga. Dan sebaliknya, kalau sering bergaul dengan orang yang negatif dan sering mengeluh, lama-lama kita pun bisa terpengaruh untuk jadi negatif juga. Terbukti nyata! Sejak bergaul dengan teman yang satu ini, hampir setiap hari saya jadi lebih sering tertawa, terpingkal-pingkal sampai perut sakit. Kadang hanya lelucon sederhana, tapi karena melihat wajahnya saja sudah mau ketawa, akhirnya apapun yang dia lakukan pun jadi lucu. Sumber kebahagiaan tetep dari diri sendiri, tapi ada stimulus-stimulus dari luar yang kadangkala bisa memicu kita untuk tertawa dan tersenyum lebih sering. Itu cerita satu teman saya, lelaki.

Belakangan ini, saya bersama 7 orang teman perempuan, secara rutin latihan menari tradisional, untuk peringatan pesta malam tahun baru, dan ternyata latihan menari adalah kegiatan yang super-super efektif untuk bisa sering tertawa sampai keluar air mata dan sakit perut. Kita bukan penari, tubuh kaku, gemulai sedikit pun tidak, tapi hanya dalam waktu 1,5 bulan mendadak harus menjadi penari yang lembut gemulai dan feminin. Awal pertama latihan, penuh dengan gelak tawa, gerakannya aneh, mayoritas dari kita pun termasuk cewek-cewek tomboy yang gahar dan sedikit kasar, membuat pelatih nari sering geleng-geleng kepala dan menyerah, ketika melihat kita sudah berusaha keras untuk gemulai, tapi tetap saja tidak gemulai! Hampir setiap sesi latihan, ada bagian gerakan yang bikin kita tertawa seperti orang gila, lepas bebas, dan kalau dibikin video, bakal kelihatan banget, kita ini memang penari amatiran yang mencoba untuk gemulai dan menghibur penonton. Latihan menari pun menjadi moment yang menyenangkan, keluar keringat seperti olah raga aerobic, tertawa bareng, dan selesai latihan langsung ngemil kue. Sesekali ada yang nyeletuk, “Gila yah, kita makannya seperti KULI aja nih” Kalau ada waktu, ada kesempatan, dan ada niat, boleh juga mencoba untuk belajar menari. Menari, selama ini identik dengan perempuan yang lembut, atau lelaki yang gemulai, ternyata nggak juga donk. Siapapun kalau mau coba, bisa aja! Seumur-umur, menjadi penari itu adalah impian nomor terakhir dalam benak saya, nggak pernah terpikir sekali pun untuk jadi seorang penari. Tapi mana sangka, tau-tau ada order yang menawarkan saya dan teman-teman untuk menari :D bener-bener impossible is nothing! - with a good heart, everyday is a good day – maeya 20071203 #14

Chocolate Soup For The Soul #13

You Are What You Say, You Are What You Think

Kemampuan bahasa mencerminkan kemampuan berpikir seseorang. Bahasa yang digunakan menjadi refleksi tingkat kemampuan berpikir seseorang. Setujukah dengan premis ini? Bicara soal bahasa, ternyata bahasa Indonesia itu bahasa yang menarik, dan lucu, diantaranya kata-kata berikut ini, mari kita nikmati bareng-bareng :

Apakah makna dari kata-kata “sentil, sambit, sundut, jewer, gaplok, tampol, towel, tonjok, jambak, gebok, sengkat, cebok, gembok, gampar, tampa, santet, sableng, sumpel ” ?

Bahasa-bahasa gaul pun bermunculan, dan menjadi simbol dari lifestyle seseorang. ”Bo, Bo, please deh, apa nggak ada yang lain gitu loh, Bo”, kata seseorang yang gaul. Orang gaul biasanya mengakhiri kata-katanya dengan ”Bo”, memanggil orang tidak dengan namanya tapi dengan ”Bo”. Di salon kecantikan pun seringkali petugasnya menggunakan kata akhiran ”Bo”, supaya lebih akrab dan lebih gaul, gitu loh. Awalnya, saya jarang menggunakan kata ”Bo”, sampai akhirnya berkenalan dengan para ”Bo” users, saking keseringan bareng, akhirnya terpengaruhlah juga saya. Lain lagi ceritanya ketika lagi sering bergaul dengan teman-teman Jawa, yang masih kental sekali logatnya, setiap hari bergaul dengan orang Jawa, kebawa juga, dengan istilah-istilah gaul mereka : piye toh (gimana donk), saiki (sekarang), ora iso (gak bisa), gek opo (lagi apa), bajigur (damn), ora ono (gak ada), dan juga matur nuwun (terima kasih). Di sisi lain, ada juga sekelompok teman yang sangat hobi ngomong kasar dan sumpah serapah, seorang teman asal Menado sangat suka sekali bicara ”Cukimay” (ini bahasa kasar banget, lho, nggak tau tapi artinya apa), tiap kali hampir keselip mobil di kemacetan, teman saya yang satu ini akan langsung spontan ngomong bahasa ini. Ada lagi seorang teman, cewek funky gaul gila banget, sangat hobi mengucapkan kata ”Tai Kucing luh!” atau ”Katro Luh! atau ”Deso dasar!”. Kasar banget ya rasanya, tiap kali denger begitu, saya suka ngilu sendiri, duh, kalau saya sih kalau dibentak dengan kata ”Tai Kucing Luh”, rasanya sih bakal sakit hati nggak yah, secara, saya itu sensitif banget dan lumayan mudah tersentuh dengan bentakan-bentakan yang kasar. Tidak jarang, saya pasti complaint sama teman saya yang hobi untuk bilang ”Bego luh!” atau ”Goblok banget sih luh!”, dan saya akan bener-bener bilang betapa saya nggak suka kalau saya diomongin dengan bahasa kasar itu.

Dan honest to say, di keluarga saya pun, ada kebiasaan untuk menggunakan kata-kata kasar seperti itu, sehingga saya pun sering complaint dan dikenal sensitif banget. ”Kan, cuma kata-kata doank, gitu aja kesel, payah deh ah”, biasanya saya akan dicomplaint balik seperti itu. Tapi, seiring dengan complaint-complaint saya, sekarang kebiasaan kata-kata kasar itu sudah jarang mampir di telinga saya, terutama di keluarga, udah jarang sekali bermain dengan kata-kata kasar. Fortunately. Saya percaya, bahasa yang kita gunakan setiap hari terus-menerus, tanpa sadar akan melekat di pikiran, dan mempengaruhi gaya berpikir kita. Dan sebagai orang yang beradab dan berpendidikan, hal pertama yang musti dijaga adalah kata-kata yang dipakai deh (Setuju?). ”A...lah, jaim, apa adanya aja, kale!”, protes seorang yang hobi mengkonsumsi kata-kata kasar. Hehehe, semuanya teuteup kembali lagi kepada masing-masing kita. Mulutmu harimaumu, hati-hati aja kalau berhadapan dengan lingkungan tertentu yang tabu untuk bicara kasar, dan first impression itu penting banget, kan. Kalau dari awal kenal, orang sudah melihat diri kita kok mahir banget omong jorok dan omong ”kebun binatang”, dia yang tadinya berminat untuk pedekate atau mungkin kerja sama bisnis, bisa ilfil, dan takut kali yah sama kita.

Selama masih bisa berbicara, lidah masih berfungsi, kenapa tidak, kalau kita manfaatin sebaik-baiknya, keluarin kata-kata yang indah dan positif saja, kurangi kalau perlu tumpas saja bahasa-bahasa kasar yang bisa menyakiti perasaan orang lain yang mendengar apa yang kita katakan. Bisa karena biasa. Bisa ngomong kotor/ kasar, karena terbiasa ngomong kotor. Bisa ngomong yang sopan, pun karena sudah terbiasa ngomong sopan. Dan dengan sering bergaul diantara orang-orang yang positif, kita pun bisa jadi positif. Yeah..:D

- with a good heart, everyday is a good day – maeya 20071202 #13

Chocolate Soup For The Soul #12

Hari AIDS Sedunia

Hari ini 1 Desember 2007, peringatan hari AIDS sedunia. Biasa aja, donk…AIDS nggak menular kok, kecuali melalui darah! But, still, AIDS itu mengerikan. Dan segerombol orang terus berkampanye : Jangan kucilkan para pengidap AIDS, mereka juga manusia! Dan segerombol orang terus berkoar-koar : Jangan FreeSex, Say No To Drugs!

Pernah mendengar kisah “The Power of No”? Ilustrasi kecil : seorang anak kecil kalau dinasehati “Jangan pegang kaca itu nanti tangan kamu berdarah”, malah akan semakin penasaran untuk memegang kaca itu. Kalau orang tua bilang ke anaknya : Awas, ya, jangan nakal! Eh, anaknya malah makin nakal. Kata-kata ”Jangan” tidak bisa diterima oleh alam pikiran, dan biasanya pikiran hanya mengambil kata terakhir saja, sesudah kata ”jangan”. Makanya, kalau boleh sih, mulai mengurangi kata ”Jangan” setiap kali memberikan advice/ saran, kali yah. Walau memang sih nggak 100% benar kalau kata ”jangan” sebegitu negatifnya, karena balik-balik lagi, tergantung konteks pemakaiannya.

Balik lagi ke masalah peringatan hari AIDS sedunia, nggak bisa lepas dari yang namanya Free Sex. Free Sex. Seks bebas. Ketika sedang jatuh cinta, mabuk kepayang, rasanya ingin sekali menyatukan semua jiwa dan raga. Terjadilah seks itu, seks di luar nikah. Kemungkinan banyak : hamil di luar nikah, tertular penyakit dari pasangan yang kebetulan mengidap penyakit menular (kelamin atau HIV oow), dan kemungkinan terakhir adalah ketagihan dan makin lose control untuk TIDAK melakukan hubungan seks dengan orang yang disayangi itu. Pertanyaan pun bergulir : boleh nggak sih seks dengan orang yang memang kita sayangi? Boleh nggak sih melakukan ini walau belum menikah? Kalau di bule, biasa! Umur 14 tahun saja sudah pada pengalaman. Kalau di Indo, mulai biasa, itu terekspose dari banyaknya kejanggalan-kejanggalan. Contohnya : Rima, menikah di bulan September 2004, tak lama kemudian, ada berita gembira dari Rima lewat sms “Telah lahir dengan selamat buah cinta kami, 2 Februari 2005”. “Prematur kali bayinya?”, ada yang menggunjing. “Hah, 5 bulan saja?”, kilah seorang lagi. Ya sudahlah, tau sama tau saja deh, nggak usah bergunjing, urus saja diri sendiri, nggak perlu urusin anak orang, lah wong, diri sendiri aja belum beres, mau ngurusin orang lain segala, please deh ah! Jadi, boleh nggak seks sebelum menikah? Duh, udah siap emang? Kalau sampai hamil? Aborsi? Ih, jangan donk! Tapi banyak kok service pengaborsian yang murah meriah. Kalau pakai kondom, kan nggak hamil? Berarti udah nggak virgin lagi pas menikah nanti? Ah, hari gini, emangnya virginity penting? “Penting donk!”, teriak seorang lelaki yang sejujurnya sudah beberapa kali mencabut virginity beberapa perempuan. “Huh, kok begitu sih, kalau cewek udah nggak virgin, dianggap rendah sekali, tapi kalau cowok nggak virgin, biasa saja tuh”, bela seorang perempuan. “Ya, siapa suruh jadi perempuan!”,balas si lelaki. “Ya udah, biar adil, udah deh, yang penting sayang apa nggak sama dia, nggak peduli dia masih virgin atau kagak!”, gubris seorang perempuan.

Pungkiri atau tidak, orang bilang, having sex itu enak loh! Apalagi kalau lagi di mabuk cinta, rasanya ingin memiliki dunia ini, hanya dengan dia. Tapi anehnya, setelah menikah nanti, gairah seks, nggak lagi setinggi waktu sebelum menikah (woops, maaf, kalau sotoy, tapi ini hanya denger-denger pengalaman orang saja). Ada kisah nyata seorang perempuan yang pernah di mabuk cinta, dan melakukan hubungan seks luar nikah dengan pacarnya di kost-an, jauh dari rumahnya. Dia hamil! Tapi usia masih 19 tahun. Dan, tidak ada uang! Pilihan terakhir pun jatuh pada : ABORSI atau tetap melahirkan. Dan dia memilih untuk melahirkan saja, lalu langsung menyerahkan ke panti asuhan. Sampai sekarang orang tua si perempuan nggak pernah tau kalau putrinya ini sudah pernah melahirkan. Kini, perempuan ini mencoba merajut kisah baru, tapi, dari wajahnya sudah tidak ada lagi cahaya, wajahnya kusam, tidak terawat, kurus kerontang sekali, dan sempat dia menghilang dan takut ketemu orang banyak. Takut digunjingkan. Dan juga dia marah pada dirinya sendiri. Betapa bodohnya sampai mengorbankan masa depan dan kesucian dirinya. Anyway, having seks hanya sekitar 30 menit saja, dan perjalanan hidup kita masih ada sekitar 30 tahun lagi (kalau umur panjang).

- with a good heart, everyday is a good day – maeya 20071201 #12

Chocolate Soup For The Soul #11

Rindu Para Sahabat

Betapa kurindu kepada dirimu, terkenang pada senyum dan canda itu. Kisah lalu antara kau dan aku, mengulang makna di waktu. Oh rindu menanti, oh terulang lagi. Kuingat waktu datang ke rumahmu, bulan bintang selalu datang, menyapa selamat datang sahabat lama yang kutunggu. Cita-cita tentang kita esok hari. Betapa kurindu kepada dirimu, terkenang pada senyum dan canda itu. Kisah yang tlah lalu antara kau dan aku. Oh rindu menanti, oh terulang lagi.

13 tahun lalu, di gerbang hijau itu, kita bertemu, dengan rok biru tua dan kemeja putih yang agak kebesaran. Melewati masa-masa indah di sekolah umum itu, belajar pelajaran-pelajaran yang kadang memuakkan, menghadapi guru-guru killer yang sering melemparkan ancaman-ancaman kalau sampai kita tidak mengerjakan PR dengan baik. Nyontek bersama, dihukum bareng, dan menantikan bel istirahat supaya bisa segera ke kantin dan jajan. Dari sudut kelas, sesekali kita melirik lelaki-lelaki di kelas sebelah, berbisik-bisik, itu tuh cowo yang lagi gue incer....eh, itu cowok yang kemarin kasih surat, eh...itu orang yang nembak gue...bla bla bla...

Kini, sudah 13 tahun berlalu, tepatnya tahun 2007, ternyata janji untuk mengikat persahabatan masih teringat hingga sekarang. Beberapa hari lalu, saya dan 4 orang teman sejak masa SMP, berkumpul lagi di sebuah cafe Jepang di Kelapa Gading. Seorang teman sudah lama tidak pulang ke Indo dan seorang teman sebulan lagi akan menikah dengan seorang lelaki pilihannya. Sepanjang malam itu, kita tertawa terbahak-bahak setiap kali membahas persiapan menikah seorang teman dan teknik-teknik ”berhubungan” yang sudah dipelajarinya dari banyak sumber. Malam makin larut, sudah hampir pukul 2 pagi, tapi belum juga habis cerita yang ingin kita bagi satu sama lain. Waktu cepat berlalu? Sebentar lagi pergantian tahun, berarti usia bertambah, tanggung jawab bertambah. Yang menikah akan siap-siap menjadi ibu. Yang masih mencari jati diri, akan siap-siap menentukan pilihan akan kemana karir dan hidupnya nanti. Muncul pertanyaan : kalau sudah menikah, kita masih bisa seperti ini nggak yah? Arisan ajah...arisan ajah...supaya kita bisa rutin ketemu. Belum pada menikah saja, susah banget tawuk, ngatur waktunya. Ada yang sibuk meeting, ada yang sibuk urusin wedding, ada yang harus lembur di kantor, dan ada yang sibuk temenin pacar ke kondangan kawinan.

”Udah lewat kali ye, masa kita”, ungkap seorang teman. ”Kalau zaman sekolah, beban tidak seperti saat ini, nggak perlu mikirin gimana harus nabung dan cari uang buat masa depan”, balas seorang teman lagi. ”Pingin nggak balik lagi ke masa sekolah dulu”, tanya seorang teman. ”Duh, kalo happy nya mungkin mau, tapi kalau gue disuruh bikin PR dan ngadepin ujian-ujian lagi, nggak deh, makasih”, gubris saya. Masa sekolah mulai dari SMP, SMA, Kuliah, memang nggak ada matinya deh! Saya selalu teringat waktu pertama kali pubertas, pertama kali jatuh cinta, pertama kali berantem hebat dengan seorang sahabat, pertama kali jalan-jalan ke Bali dengan seluruh teman sekolah, pertama kali patah hati gara-gara seorang cowok, pertama kali lulus-lulusan dan coret-coret seragam sampai kotor, dan pertama kali bikin genk badung bersama 4 orang temen. Namanya ABG, keren banget kalau bisa punya genk dan kemana-mana bareng. Dengan bergabungnya kita dalam sebuah genk, itu menandakan, kita punya identitas. And I was one of those teens yang getol banget dengan solidaritas genk.

Jadi pingin flashback, di sekolah saya (SMP dulu), ada beberapa genk yang popular banget, dan nggak gampang kalau mau bergabung dalam genk itu. Sampai sekarang, ada beberapa masih eksis, tapi kebanyakan udah bubar. Ada Alphazerus (genk kumpulan cowo ganteng yang jago main sepak bola), HangOut Girls (genk 6 cewek centil yang super pede dan gila abis), Fucking Genk (genk gabungan cewe-cowo yang sampe sekarang masih eksis, walau sudah pada kerja), 1 genk berisi 9 cewek-cewek cantik (saya lupa apa namanya), dan ada genk saya Five Flamingo (5 cewe ABG yang hobi traveling, ngecenk, dan bikin PR bareng, sampe sekarang masih terus ada). - with a good heart, everyday is a good day – maeya 20071130 #11

Chocolate Soup For The Soul #10

Stop Comparing!

Ketika impian belum kunjung terwujud. Ketika peluh mulai menetes karena lelah menanti. Ketika kesendirian seolah menjadi teman paling setia. Ketika teman-teman lama perlahan menghilang dengan kesibukannya masing-masing. Ketika kemenangan benar-benar bergantung pada diri sendiri. Keluhan pun mulai berkoar. Kenapa begini. Kenapa begitu. Kenapa harus terjadi begini. Kenapa tidak seperti yang diharapkan. Bla bla bla…

In this society, banyak sekali teman-teman yang selalu berharap akan kehidupan yang baik dan lebih baik lagi. Melihat ada orang lain yang sudah jauh lebih menjulang tinggi dan hebat, perlahan merasa diri sendiri begitu kecil dan tidak berharga. Gembar-gembor kesuksesan ada dimana-mana, dan dalam sekejap dunia menjadi panggung persaingan antara manusia yang satu dengan manusia yang lain. Tanpa disadari, kebiasaan untuk membandingkan kebahagiaan diri sendiri dengan kebahagiaan orang lain menjadi begitu sering dilakukan. Alamak! Mau ngapain sih, membandingkan hidup kita dengan hidup orang lain? Apa saja yang biasanya dibandingkan dan bikin hidup pun tidak bahagia dan tidak tentram lagi? Kira-kira beberapa hal ini yang paling sering mengusik ketenangan hidup :

* Materi : uang, mewahnya rumah, kerennya mobil pribadi/ kendaraan pribadi, besarnya gaji yang diterima per bulan, barang-barang branded yang sering menggoda orang-orang yang melihatnya, lifestyle, berlimpahnya materi tertier yang dimiliki para petinggi-petinggi saja.

* Keharmonisan keluarga : hubungan orang tua yang harmonis tidak broken home, pasangan hidup yang baik dan ideal, tidak ada pertikaian di dalam keluarga, pacar / kekasih yang romantis dan pengertian, udah gitu good looking dan seperti pangeran/ putri di dongeng-dongeng semasa kecil.

* Kebebasan waktu : ketika melihat ada orang-orang yang sudah bebas secara financial dan memiliki banyak sekali waktu untuk melakukan hal-hal lain selain bekerja dan mengumpulkan uang. Diantaranya : bisa punya banyak waktu untuk aktif dalam kegiatan sosial, kegiatan agama, aksi-aksi pengumpulan dana bagi sesama yang membutuhkan bantuan.

* Status & Kekuasaan : beruntungnya bisa jadi anak konglomerat si A, putri pejabat B, dan sebagainya, ketimbang hanya terlahir sebagai anak dari petani sederhana saja.

Dan hal-hal lain yang ujung-ujungnya materi, sering bikin orang-orang kurang bahagia dan merutuki nasib dan mengeluh bahwa hidupnya tidak sempurna. But, the truth is, orang-orang sering melupakan dan kurang menganggap beberapa hal berikut ini :

Ada berkah-berkah dalam kehidupan setiap harinya, seperti : kesempatan untuk bernyawa dan menjalani kehidupan, kondisi kesehatan tubuh yang masih baik, dan terpenuhinya 3 kebutuhan utama dalam hidup (makan teratur, pakaian yang layak, dan tempat tinggal setiap harinya). Bukan berarti mau mungkir, kalau materi tidak lagi berarti dan tidak perlu lagi dikejar, dan kita cukup menjadi manusia pasif yang menjalani hidup apa adanya lah yah, tapi, setidaknya dengan menyadari berkah-berkah yang sudah ada di hadapan mata, pikiran dan hati kita bisa menjadi jernih. Kita pun sadar, kalau kita manusia beruntung, dan kita memiliki potensi terpendam yang harus digali dan dikeluarkan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi. Kesalahan yang sering terjadi adalah orang sibuk untuk mengeluh dan menghitung terus ketidakberuntungannya, dan menuntut apa yang belum bisa ia dapatkan, tanpa berusaha lebih keras lagi. Istilah No Action Talk Only bisa menjadi bumerang bagi mereka yang memiliki banyak angan, tapi hanya berdiam diri saja di kamar, dan merenungi nasib, sambil menghitung kekayaan dan kesukesan yang sudah diraih orang lain.

Bahagia adalah pilihan pribadi. Bahagia bersumber dari dalam diri dan dari dalam hati. Bahagia bukan bersumber dari apa yang ada di luar diri kita. Bahagia bukan bersumber dari seberapa banyak materi yang bisa kita dapatkan. Bahagia adalah perasaan menikmati hidup apa adanya. Bahagia adalah perasaan yakin kalau kita memiliki kemampuan untuk menjalani hidup sebaik-baiknya. Semoga semua mahluk berbahagia, then. Cheers.

- with a good heart, everyday is a good day – maeya 20071129 #10

Friday, November 30, 2007

Butterfly

Butterfly – by : Melly Goeslaw

Ketika waktu mendatangkan cinta

Aku putuskan memilih dirimu

Setitik rasa itu menetes dan semakin parah

Bisa kurasa getar jantungmu mencintaiku apalagi aku

Jadikanlah diriku pilihan terakhir hatimu

Butterfly terbanglah tinggi setinggi anganku untuk meraihmu

Memeluk batin yang sempat kacau karena merindu

Butterfly fly away so high as high as i hope and pray ...

Jalan ini jauh namun kita tempuh

Bagai bumi ini hanya milik berdua

Biarku berlebihan mendekatimu namun kutulus

Thursday, November 29, 2007

Waltz Butterfly Score

- Waltz Butterfly Score – ost. Butterfly

Montage :
01. EXT. Taman – Day
…mungkin, nggak bisa lagi kalau hanya begini terus…
02. INT. Ruang Makan – Night
…inget, darah kamu…jangan malu-maluin keluarga, ngerti…
03. EXT. Taman – Day
…aku nggak pernah ngerti, apa sih yang kamu harepin…semuanya selalu saja salah...
…aku bener-bener sayang sama kamu….tolong jangan lepasin aku...
....bisa nggak kamu nggak usah lagi mikirin aku lagi...
...nggak bisa...aku mau kamu....
....udah deh lepasin saja...bodoh kamu....
04. INT. Ruang Makan – Night
....hidup toh yang lurus-lurus saja lah...
...zaman udah susah, masih aja dibikin susah, ngapain coba...
05. EXT. Taman – Day
...percaya...kalau aku sayang kamu?...
..hmm....iya dan tidak...
...kok gitu....
...coba deh lihat kupu-kupu itu...
...hey, jangan alihin pembicaraan...kamu belum jawab pertanyaan aku..
...aku ingin seperti kupu-kupu itu...
..kenapa...
...kupu-kupu bisa terbang bebas, sesuai hatinya....
...coba dengarkan baik-baik...
...aku, kamu, kita, juga bisa terbang sebebas kupu-kupu itu...
...sigh...sampai kapan, sayang...aku mulai lelah....
dan kupu-kupu terus terbang di antara rerumputan yang semakin mengering itu...
masih adakah harapan buat kita bermain bebas seperti kupu-kupu mungil itu...
06. INT. Ruang Makan – Night
...kalau kamu masih mau tempuh jalan itu, semuanya kamu tanggung sendiri, ngerti!....
Bruak!
07. INT. Sebuah Rumah Sakit – Day
..maafkan, sepertinya ini jalan terakhir....
...dok, apa nggak bisa dicari jalan lain lagi...
...maafkan, sudah kami coba semaksimal mungkin, dan tetep saja, pendarahan tidak bisa dihentikan....
...boleh saya lihat?...
...saya sarankan Anda tidak perlu melihat lagi...
..tapi itu darah daging saya sendiri....
...maaf...
...lepaskan...biarkan saya masuk!...
...tolong, ini nggak boleh sembarangan dimasuki....
..tolong....saya mau menyentuhnya barang sedetik saja....
Bruak!
08. INT. Sebuah Ruang Jenazah – Night
..sudah siap?...
..sudah, langsung ditutup saja...
...tapi kalau keluarganya mencari dan mau melihatnya?....
...sudahlah, anggap saja kita nggak tau apa-apa...
.oh begitu...
...iya, udahlah, cepet, udah malem nih, istriku nungguin aku...
..baiklah....
Bruak!
09. EXT. Taman – Day
....sayang, ini kupu-kupu yang dari dulu kamu mau, inget kan?...
...iya...dia sudah sembuh...dari lukanya?...
...lihat saja
deh sendiri...
Bruak!
Montage
10. Establish. – Taman Pemakaman. – Day

Tuesday, November 27, 2007

Chocolate Soup For The Soul - Enjoy #9

Aku Mau by : Once

Kau boleh acuhkan diriku

Dan anggap aku tak ada

Tapi takkan merubah perasaanku kepadamu

Kuyakin pasti suatu saat

Semua kan terjadi

Kau kan mencintaiku dan tak akan pernah melepasku

Aku mau mendampingi dirimu

Aku mau cintai kekuranganmu

Selalu bersedia bahagiakanmu apapun terjadi

Kujanjikan aku ada

Kau boleh jauhi diriku

Namun kupercaya

Kau kan mencintaiku dan tak akan pernah melepasku

Aku mau mendampingi dirimu

Aku mau cintai kekuranganmu

Selalu bersedia bahagiakanmu apapun terjadi

Kujanjikan aku ada

Aku mau mendampingi dirimu

Aku mau cintai kekuranganmu

Aku yang rela terluka untukmu selalu

Aku mau mendampingi dirimu

Aku mau cintai kekuranganmu

Minggu lalu ada seorang teman bercerita pada saya, kalau pacarnya bilang ke dia :”aku tuh sayang sama sifat jelek kamu”. Teman saya bertanya apa yah maksud dari kata-kata pacarnya itu. Setelah denger lagu Once yang terbaru ini (Ups...maaf, denger-denger, lagu ini sudah terlanjur dibajak, padahal baru mau dirilis, dan I`m one of that Piracy consumer), saya baru e – ngeh, mungkin pacar teman saya itu terinspirasi dengan lirik lagunya Once ini. Dalam hubungan antar manusia, anak dengan orang tua, teman dengan teman, lelaki dan perempuan, seringkali berdengung ”terimalah aku apa adanya, cintailah kelebihan dan kekuranganku”. Kenyataannya? Pertengkaran muncul karena ada salah satu pihak nggak bisa terima dengan sisi minus dari pihak lawannya. Kisah cinta yang manis bisa kandas ketika seseorang terkejut dengan sisi buruk pasangannya yang selama ini belum pernah dia ketahui. Tapi hanya dengan melihat sisi kekurangan dari seseorang, kita akan bisa lebih menghargai sisi-sisi positif dari dirinya.

Cara paling mudah supaya bisa mendekatkan hubungan kita dengan seseorang, salah satunya dengan melewati masa-masa susah bareng-bareng. Kalau bahas masa susah, yang terlintas di pikiran saya adalah masa kemping zaman sekolah dulu. Mendaki gunung bareng, capek bareng, tidur di tenda yang ala kadarnya, makan ala kadarnya, kekurangan makanan, kekurangan air, dan merasakan panas dingin udara alam terbuka bareng-bareng. Walau hanya dua atau tiga hari saja mengenal teman di saat kemping, tapi bisa dengan mudah dekat dan akrab, karena baru saja senasib dan berhasil melalui masa-masa susah itu bareng. Nggak ketinggalan, masa ospek sekolah, ketika senior marah-marahin kita, ketika kita ketakutan tiap kali bakal dihukum sama senior, capek bareng, cari barang bareng, dikerjain bareng, then setelah ospek berlalu (kira-kira seminggu-an), lega banget, bisa ketawa mengingat kejadian-kejadian gokil selama diospek sama senior yang galak dan jutek.

Balik lagi ke lirik lagunya Once ”aku mau cintai kekuranganmu”, sebelum kita bisa cintai kekurangan orang lain, pertama-tama kita harus bisa cintai kekurangan diri sendiri dulu, kali yah...Ada quote bilang : bagaimana bisa mencintai orang lain kalau kita belum bisa mencintai diri sendiri?

- with a good heart, everyday is a good day – maeya 20071128

Jawaban Cinta

Kumulai resah kala cinta sentuh jiwa ini

Semakin kucinta semakin kutakut kehilangan dirimu

Kusungguh ingin selalu berada di dekatmu

Kumau cinta selamanya

Bukan cinta sesaat

Kutanya angin malam benarkah ini cinta?

Jawaban belum juga hadir

Cinta mendera ketika hati ini rapuh

Ketika aku tak percaya lagi cinta

###

Tiap kali kusendiri

Kuingat lagi

Kemarin kamu bilang sayang

Kamu ingin aku

Terimakasih untuk cintamu untuk sayangmu untuk dirimu

Kini kurasa berbeda

Kurasa tentram kurasa tenang karena ada kamu

Ku kembali merasa cinta itu ada

Maaf jika kuternyata tak seperti yang kau kira

Kumohon sayangi aku apa adanya

Chocolate Soup For The Soul #8

When you have money, you would have your dream true, or
When you have a dream, you would have a lot of money

Mengundang segenap pers : Akan ada sebuah konser piano yang menampilkan seorang pianis muda berbakat sekali, masih muda, tapi sudah berhasil meraih gelar S3 bidang musik!

“Iya, ini bakal diliput, beritanya, coba diangkat sisi spiritnya sampai impiannya bisa terwujud”, ungkap seorang jurnalis pada rekannya.

“Oh Ok…tapi, apa memangnya news yang menarik dari kisah hidupnya? Kalau dia dari keluarga berada, kaya raya, bisa wujudin impian jadi pianis seperti itu, itu bukan berita, nggak perlu diangkat, apa menariknya, coba”, kilahnya.

“Tapi, ini harus ditayangkan dan harus diangkat beritanya…”

”Ya udah, aku sih ogah, apa sih menariknya...itu hal yang biasa banget, berita biasa, kecuali kalau seorang dari keluarga tidak mampu, dengan usaha kerja kerasnya, bisa wujudin impian suksesnya, itu baru berita”

”Masa sih sampai sebegitunya, apa iya sisi menarik dari sebuah berita hanya seputar kisah dramatis yang menyentuh saja?”

“Yeah, that`s news”, imbuhnya lagi.

When there`s a will, there`s always a way. When you have a dream, you will be able get whatever you want. But when you don’t have enough money, sometimes you couldn’t make your dream come true. And when you just have your dream on hand, without any budget or financial support, dream is just a dream.

“Tidak setuju!”, bantah seorang motivator handal.

”Apa alasan Anda?”, tanya seorang yang biasa saja.

”Lihat buktinya, orang-orang besar di masa sekarang ini, semuanya mulai dari nol, tawuk! Lihat Om Liem yang kaya raya, lihat para pengusaha hebat yang harus tertatih-tatih dulu di masa mudanya, baru bisa menikmati hasilnya sekarang, toh, mereka awalnya hanya memiliki sebuah mimpi dan harapan, lalu mencoba segala cara, jerih payah, mati-matian berjuang, banting tulang, untuk membuktikan kalau mereka bisa menjadi seperti yang mereka mau!”

”Begini dah, kalau seorang pecandu buku pengembangan diri sudah bicara”, bantah sedikit lagi.

”Eh, serius, kamu masih nggak percaya memangnya”

”Iya, percaya kok, hehehe, terimakasih atas motivasinya, toh, Mas”

- conversation ended -

Kalau sudah pernah baca buku The Secret, disitu selalu dibahas yang namanya kekuatan pikiran dan impian. Saat ini, semua orang sedang mengejar mimpi dan mencoba untuk mewujudkannya. Ada yang bekerja di sebuah perusahaan, dengan segenggam harapan, beberapa tahun lagi bisa menjadi manager atau kepala departemen. Ada yang mengejar mimpi untuk jadi selebritis, suatu hari bisa menikmati bayaran-bayaran yang mahal. Ada juga yang mengejar mimpi ala Cinderela, bisa ketemu jodoh yang – moga-moga aja mapan, baik, bisa memberikan mimpi-mimpi yang selama ini belum kesampaian. Dan ada juga yang sedang mengejar impian untuk bisa memberikan manfaart positif bagi banyak orang di sekitarnya. Ada yang ikut NGO, bakti sosial, menjadi relawan kemanusiaan, dibayar atau tidak dibayar, bukanlah masalah, yang penting, bisa memberikan manfaat dan membantu orang lain. Nggak peduli deh dibilang ”belum tulus” atau ”sudah tulus”, yang penting, lakukan saja dan ambil aja kesempatan yang ada di hadapan mata. Jadi, apa sih impian yang selama ini kita genggam? Banyak impian yang bisa dikejar, dan nggak semuanya harus diawali dengan modal berupa uang, kok. Dengan modal percaya diri, rajin berdoa dan bersyukur, berhati baik dan positif, tabungan kebaikan yang berlimpah, dan terus belajar, niscaya, hopefully, impian pun bisa kesampean! Amen.

- with a good heart, everyday is a good day – maeya 20071127

Monday, November 26, 2007

Chocolate Soup For The Soul - enjoy #7

Everybody Has A Secret

Nggak semua hal harus diceritakan, bukan? Dan setiap orang, saya, Anda, kita semua, boleh sesekali punya rahasia. Rahasia yang personal dan biar kita sendiri yang menyimpannya baik-baik. Selama ini ada konsep saling terbuka dan saling jujur dalam setiap hubungan, dengan sahabat, dengan orang tua, dengan kekasih, semuanya harus jujur dan apa adanya, itu teori idealnya. Kadangkala ada hal-hal yang kalau diceritakan pada orang lain, malah akan menjadi sumber kericuhan dan ajang perseteruan, makanya ada saat dimana saya memutuskan untuk memiliki ”rahasia”.

Pernah juga ada pertanyaan, apakah kita harus jujur apa adanya mengenai harta gono gini kepada pasangan hidup kita nantinya? Ada yang bilang, iya donk itu harus dan wajib hukumnya, namanya juga suami istri, harus saling jujur. Ada juga yang bilang, sebaiknya sih nggak usah jujur-jujur amat, untuk mencegah masalah-masalah di kemudian hari. Salah satu kasusnya seperti ini, ada seorang istri yang bingung apakah harus jujur/ tidak ketika bercerita pada suaminya mengenai aset kekayaan yang dimilikinya. Dia pun memilih untuk tidak 100% jujur, dengan menitipkan sebagian tabungannya di rekening milik ibunda. Alasannya, karena ini demi kebaikan suaminya yang mulai terobsesi untuk mengembangkan bisnisnya dan berspekulasi habis-habisan. Padahal suaminya sudah cukup mapan, tapi hampir setiap bulan harus meminjam tabungan si istri, dan kadang meminjam uang sang mertua juga. Entah apa yang ada di dalam pikiran kaum adam, khususnya para pengusaha yang hobby berspekulasi dalam berdagang. Kalau saya menebaknya, sang suami berniat baik, berharap bisa mendapatkan uang dan untung lebih banyak, untuk aset masa depan keluarganya. Di sisi lain, sang istri kuatir juga, kalau misalkan semua tabungannya dipakai untuk modal berdagang – terlepas dari untung/ ruginya – kalau misalkan ternyata rugi, apa jadinya masa depan keluarga dan anak-anaknya nanti. Kalau Anda jadi sang istri, kira-kira Anda bakal melakukan hal yang sama atau nggak? Dan salah nggak sih kalau dalam hubungan suami istri masih belum saling jujur mengenai aset kekayaan masing-masing?

Dalam budaya Chinese, ada satu kebiasaan yang dilakukan – ini zamannya mama saya - menjelang pernikahan, pihak keluarga lelaki akan mengunjungi rumah keluarga perempuan, untuk melihat aset kekayaan si perempuan. Dan seingat saya, ada kebanggaan tersendiri ketika seorang perempuan memiliki banyak perhiasan emas, emas batangan, dan ketika calon mertua melihat aset emas dari si perempuan ini. Tak jarang ada perempuan zaman dulu, yang sengaja cari pinjaman emas-emas dari kerabat keluarganya, supaya bisa terlihat memiliki aset kekayaan di mata keluarga calon mertuanya itu. Saya tidak tahu pasti apakah adat kebiasaan seperti ini masih berlaku di zaman sekarang ini.

Sambung lagi ke topik apakah harus jujur mengenai aset kekayaan kita. Ketika ada kekuatiran untuk tidak sepenuhnya jujur soal aset, di zaman sekarang, sebagian perempuan mungkin memilih untuk tidak terlihat ”kaya” dan tidak terlihat kelimpahan harta kekayaan. Topik pun akan berlanjut ke tahap berikut : apakah tabungan suami dan istri sebaiknya digabung atau dipisahkan saja? Dan siapa yang berkewajiban mengelola keuangan keluarga untuk masa depan anak-anak dan keluarga? Biasanya, sang istri mendapat tugas untuk mengatur keuangan rumah tangga dan melakukan pembagian yang proporsional per bulannya, dan untuk safety nya, suami istri akan membuka satu rekening khusus yang tidak bisa dikutak-kutik, dan ini khusus untuk biaya tidak terduga dan untuk biaya masa depan pendidikan anak-anak. Oh yah, omong-omong, jadi, sepakat kan kalau setiap orang itu sah-sah saja punya rahasia yang hanya diketahui oleh dirinya sendiri?

- with a good heart, everyday is a good day – maeya 20071126

Chocolate Soup For The Soul #6

Groupies Pun Beraksi

“Elo punya tokoh idola?”, tanya seseorang pada temannya.
“Yupe…gue cinta banget sama Jude Law”, timpal temannya itu.
“Kalau misalkan nih, Jude Law ajak elo one night stand, elo mau?”
“Waduh, nggak mungkin banget sih, tapi…kalo memang iya, hmm…gue jadi speechless tuh, antara ya dan tidak, bo, hahahaha”
“Mau atau nggak!”
“Aduh, mau sih, tapi, gila aja ya, kalo misalkan gue hamil, apa iya Jude Law mau tanggung jawab?”
“Ya, yang penting kan, nanti turunan elo mirip mukanya kayak Jude Law”
“Duh, kayaknya gue musti mikir-mikir dulu deh, masih ada hal lain yang patut gue korbanin, nggak sih, daripada sekedar seorang Jude Law?”

-- Conversation ended –

Saya baru tau ada yang namanya istilah “Groupies”, sekelompok orang yang ngefans berat dengan tokoh idolanya dan rela ngelakuin apa aja demi tokoh idolanya. Buat para kaum awam dan orang biasa, bisa ketemu dengan artis idola itu seperti dapetin berkah yang luar biasa gede. Mulai dari para Slankers yang rela bejubel nonton konsernya, rusuh demi membela nama baik Slank, dan gilanya, ada juga yang jadi pengguna “drugs” dengan dalih : supaya mirip dengan Slank dan supaya bisa dibilang “Slank” banget.

Ada seorang kenalan saya yang nge-fans berat dengan Slank dan tiada lelah berusaha membrainwash saya betapa legendarisnya band rollingstone Indonesia yang satu ini. Slank, memulai karir dari nol. Lagu-lagunya yang sangat sarat pesan-pesan nasionalis dan peduli dengan kondisi sosial yang ada. Slank, memiliki masalah utama : ketergantungannya dengan obat-obatan, yang sempat memecah belah eksistensinya di dunia musik. Slank, nggak bermasalah dengan issue perempuan, seperti band-band pada umumnya yang sering terjerat dengan masalah perempuan. Slank, sempat menghilang dari belantika musik, dan terpecah belah, tapi, untunglah, kalau tidak, saat ini, personil-personil Slank mungkin sudah mati semua karena sudah kelebihan dosis drugs yang dikonsumsinya. Kalau mereka berkumpul, mereka pasti “makee” bareng dan akhirnya kembali lagi kecanduan drugs. Anyway, I apologize buat para Slankers kalau ternyata apa yang saya tulis ini tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi pada Slank yah. Secara, saya bukan Slanker, dan saya hanya mendengar selentingan cerita saja dari kenalan saya yang Slanker, tapi bisa saja saya salah tangkep dan salah maksud, maafkan.

Balik lagi ke “groupies”, sekarang fokus ke para perempuan yang memutuskan untuk menjadi groupies. Biasanya kalau lagi tergila-gila dengan sesuatu/ seseorang, perempuan sering dicap ”kurang bisa tahan nafsu” karena perasaan perempuan sangat amat berperan dalam segala situasi. Akibatnya, nggak sedikit perempuan yang rela melakukan apa saja buat artis idolanya, termasuk having sex! Pikiran sempitnya adalah begini, nggak apa-apa deh perbaikin keturunan, dan kali aja kalau gue hamil, nanti gue bisa nikah sama artis idola gue itu! Oow, temen-temen Hawa tercinta, apa sebegininya kita di mata orang-orang?

Soal artis idola, sejak tahun 2002an (pas film AADC rilis), saya terus ngefans dengan Nicholas Saputra. Sampai sekarang ini. Tapi, syukurlah, se-ngefans-ngefansnya saya, belum pernah terpikir untuk jadi groupiesnya Nicholas Saputra. Kalau boleh milih, pingin banget sih jadi temen deketnya Nicholas, ketimbang jadi groupiesnya Nicholas. Atau lebih jujur lagi, pingin banget bisa nulis buku biografinya Nicholas + nulis skenario film buat Nicholas Saputra. Hehehe... boleh dong punya impian dan idealisme? J Salam Groupies.

- with a good heart, everyday is a good day – maeya 20071125