Tuesday, March 11, 2008

Nikahin/ Nggak Nikahin #2

Nikahin/ Nggak Nikahin #2
Jakarta, 12 Maret 2008
“Mae, ngeri amat sih, abis baca artikel elo, gue jadi takut kawin!”

Ups. Siapa sangka tulisan pertama saya soal ”nikahin/ nggak nikahin” mengundang banyak kontroversial sana sini, walau via email saja. Sekedar review ulang, di tulisan sebelumnya saya pernah menuturkan betapa masalah financial akan menjadi sumber masalah dalam pernikahan. Pertanyaan pun muncul : kapan gue kawin dong kalau mau nungguin bisa beli rumah yang minimal 100 jutaan atau biaya pesta nikah yang 100 jutaan juga, kalau hanya mengandalkan hasil kerja keras pribadi tanpa sumbangan dari orang tua atau keluarga gue?

Bukan soal uangnya, tapi uang itu salah satu elemen kesiapan menuju pernikahan. Ada orang yang dengan mudah, nggak pikir panjang, pokoknya gue mau nikah!!! Emang udah punya tabungan?, tanya bapaknya. ”Bodo amat! Pokoknya mau nikah!” Owalah, cah bagus, kerja dulu baru mikir nikah, kilah bapaknya lagi. ”Pokoknya, Pak, aku mau nikah dulu, baru nanti cari kerja!..titik!!!” Hah, kok begitu caranya. Dan it truelly happened, dan waktu saya mendengar kisah ini, saya bengong nggak percaya, seorang lelaki yah usianya 30 an ke atas, menghabiskan hari-harinya dengan main PS dan tidur siang plus nonton televisi, tapi setiap hari bilang ke bapaknya : kalau dia sungguh mau menikah. Ini mau nikah atau Cuma mau ”nikahnya” aja yah, dalam hati saya.

Ok deh back to topic. Beberapa teman komplain kenapa sih menuliskan hal-hal yang nakut-nakutin aja soal nikah, please deh May. Walah hualam, niat saya nggak neko-neko kok, Cuma mau sama-sama buka pikiran, buka hati, dan buka kesadaran. Jangan main-main loh dengan niat menikah. Berawal dari niat segalanya memang bisa terjadi, tapi berawal dari niat yang tujuannya rendah, segala keburukan pun mungkin terjadi. Saya hanya kuatir, ketika seseorang : saya/ Anda/ mereka/ kita belum siap menikah tapi maksa menikah hanya demi status dan demi mengisi kekosongan beberapa kebutuhan. Ada yang nikah karena nggak tahan dengan omongan orang yang terus bertanya “kapan kawin?” dan jawaban ”may be yes may be no” seolah menjadi jawaban basi yang sudah nggak manjur lagi.

Ada yang nikah karena udah nggak tahan untuk mengendalikan hawa nafsu birahi (ya ini manusiawi lah yah), tapi anehnya banyak yang setelah menikah malah sudah jarang melakukan hubungan birahi itu dan sebagian memilih tidur dengan anak saja supaya bisa nahan dan nggak nambah anak lagi. Ada yang nikah karena takut kehilangan pacar yang dia sayang itu. Ada yang nikah karena disuruh orang tua yang sudah ngebet punya cucu. Ada yang nikah karena sudah tidak ada teman seperjuangan lagi, alias teman-temannya sudah nikah semua. Ada yang nikah karena udah nggak sabar pingin gendong anak dan punya anak, walau pada kenyataan ada sebagian ibu muda yang nggak tahan menghadapi kebadungan anaknya, dan tercetus kata “nggak heran kenapa ada ibu bisa bunuh anak!” Dan ada segudang alasan mengapa orang mau nikah. Siapa bilang nggak boleh nikah? Siapa bilang nikah harus ditakuti? Bukan itu pointnya, honey. Pointnya adalah kalau memang mau nikah, itu mirip seperti mau ujian nasional, siapin dulu perlengkapan – peralatan – persiapan – latihan-latihan – dan tau dulu medan “perangnya”. Udah siap belum?

Bukan hal aneh mendengar kasus perceraian dan itu menjadi aneh bagi saya! Di negara ini kini perceraian dianggap biasa. Berawal dari pengaruh-pengaruh infotainment yang menggiring pola berpikir publik, berbagai artis heboh dengan kasus sidang perceraiannya, yang nggak penting untuk ditonton tapi mendongkrak rating TV! Berita perceraian artis lebih menarik ketimbang berita anak jalanan yang nggak pernah diurus sama ibunya. Saya pun korban infotainment. Bertahun-tahun menikmati tayangan gosip, memang asyik, tapi sempat pada satu titik puncak, anjrit, setiap malam mimpi saya : mimpi infotainment, mulai Ahmad Dhani, Bambang Halimah, busyet. Ini alarm bagi saya, sudah saatnya kurangi konsumsi gosip artis. Bukan hanya artis saja yang mengalami kasus perceraian, orang biasa yang jauh dari riuh duniawi glamour pun ada yang berbondong-bondong mengajukan kasus perceraian. Entah dipicu berita maraknya perceraian artis atau itu memang keinginan terdalam mereka. Dalam budaya di sekitar saya, perceraian dianggap sebagai hal yang tabu, dan kalau perlu di nomorterakhir kan saja! Walau sudah ditinggal suami, walau sudah disiksa suami, nggak apa, daripada harus cerai. Tapi zaman berubah.

Pentas monolog ”Perempuan Menuntut Malam” hari Sabtu 8 Maret 2008 kemarin pun menjawab semua kegelisahan kaum perempuan khususnya. Masih seputar membuka wacana, belum ada solusi pasti. Ada kisah perempuan yang pusing karena putrinya disiksa suami tapi masih belum juga mau cerai, karena alasan : tidak percaya diri kalau harus hidup sendiri, padahal perempuan ini adalah wanita karir sukses. Alhasil putrinya memutuskan untuk bercerai juga, pesan pentingnya : bukannya soal cerainya loh, tapi kalau perempuan harus percaya diri dan menghargai dirinya. Bertahun-tahun banyak perempuan membiarkan dirinya menjadi korban karena takut tidak bisa melanjutkan hidup jika meninggalkan suami yang melecehkannya. Kisah kedua soal perempuan dan politik, keren banget! Rieke Dyah Pitaloka memang jago! Berbagai sindiran nan lembut dituturkan dalam monolog yang lugas dan cerdas, bahwa perempuan selalu saja dinomorduakan. Ketika wartawan politik telpon, pertanyaan pertama adalah : Bu, gimana cara membagi waktu berpolitik dan berumah tangga? Tapi mana pernah ada pertanyaan : Pak, gimana cara bagi waktu kerja dengan berkeluarga? Lalu ketika perempuan belum menikah dan sibuk berpolitik, akan ditanya : kok nggak kawin kawin sih, Jeng. Ketika sudah menikah dan belum punya anak, muncul lagi tanya : kok nggak brojol-brojol sih, Mbak. Dan ketika sudah punya anak dan sibuk berpolitik, tetangga bergunjing : ih kok tega yah ninggalin anak seperti itu, kasihan deh. Dan sindirian lain soal poligami. Ini bagian yang menarik banget! Celetukan Rieke ”nendang” banget. ”Hah, poligami ada di kitab suci?”, tanya seseorang.

Lalu dijawablah ”Eh, udah bisa ngeja kitab sucinya belum! Jangan sembarangan ambil-ambil kesimpulan dong, Mas”

Bahas soal poligami pun mengingatkan saya soal film terbaru ”Ayat-Ayat Cinta” karya Hanung Bramityo. Ada dua hal yang saya debat dengan sesama penonton : soal poligami dan yang kedua, soal ”perempuan boleh dipukul”. Tanpa ada maksud menyindir ajaran agama apapun, tapi di film itu dibahas, kalau ada kitab suci yang memperbolehkan perempuan untuk dipukul oleh suaminya, ketika melakukan kesalahan. Tapi, tokoh lelaki utama di film itu menjelaskan, perempuan boleh dipukul, ketika sudah diperingatkan dan diingatkan terlebih dahulu, tapi ketika masih saja khilaf, bolehlah dia dipukul. Pertanyaan lagi, Mas : ada ga kitab suci yang menuliskan ”kalau lelaki boleh dipukul kalau ternyata dia tidur dengan perempuan lain yang bukan istrinya?”.

Ini bukan masalah gender. Ini bukan gerakan feminis. Dan saya bukan aktivis LSM perlindungan hak perempuan. Ini hanya curahan dan pergumulan pikiran, owalah, perempuan – nikah – kekerasan – bla bla bla bla... Sedih sekali jika mendengar kasus baru soal pernikahan yang siap retak, sedih sekali jika membayangkan ada berjuta anak-anak yang harus menangis di malam hari mendengar pertengkaran kedua orang tuanya dan melerai dua manusia dewasa yang saling pukul-pukulan, dan sedih sekali jika mengetahui ada yang tanpa pikir panjang nggak peduli tanggung jawab – tapi memutuskan untuk nikah. Simple saja, kalau memang sudah siap nikah, berarti siap untuk menjaga komitmen untuk memenuhi kebutuhan nyawa-nyawa baru (anak-anak) – kalau memang ingin punya keturunan – dan berarti siap untuk menjaga komitmen untuk menikah 1 kali saja seumur hidup. Kalau memang belum bisa janji untuk sekali seumur hidup saja, dan masih terbersit motto ”kalau nggak cocok yah cerai ajah”, mending nggak usah nikah dulu deh! Kasihan anak-anak nanti, bro/ bra...! * (Bro = brother, Bra = lawannya Bro)

Anak-anak butuh kasih sayang. Dan penelitian menunjukkan luka masa kanak-kanak akan berpengaruh besar hingga dewasa nanti. Kita pun semua membawa kenangan masa kanak-kanak, luka-luka yang terpendam, dan tanpa sadar kita akan melampiaskannya pada orang lain yang tak terduga, biasanya orang terdekat kita, salah satunya anak-anak kita nantinya. Ada satu tips berharga banget, saya dapet dari salah satu buku berjudul ”How Can I Forgive You” by Janis Abrahms Spring : bagi siapa saja yang pernah mengalami luka di masa kanak-kanak, segeralah sadari dan temukan itu dan sembuhkan luka itu, dan kalau memang bisa, sebelum memutuskan untuk menikah dan punya anak, luka masa kanak-kanak itu sudah disembuhkan atau at least disadari, supaya luka itu tidak dilampiaskan dan ditularkan ke nyawa-nyawa yang tidak berdosa. Apakah sudah cukup merasa bahagia? Kalau belum, gimana kalau bahagiakan diri sendiri dulu, lalu menebarkan rasa bahagia itu ke orang-orang di sekeliling...anyway, semoga tulisan ini bermanfaat, dan semakin banyak teman-teman menjalani hidup ini dengan perasaan cinta dan syukur tiap harinya.

Regards,

Maeya

Maerose11@yahoo.com

Sunday, March 09, 2008

Jangan Lupakan Aku

JANGAN LUPAKAN – NIDJI

Kuberjalan terus tanpa henti

Dan dia pun kini telah pergi

Kuberdoa di tengah indah dunia

Kuberdoa untuk dia yang kurindukan

Memohon untuk tetap tinggal

Dan jangan engkau pergi lagi

Berselimut di tengah dingin dunia

Berselimut dengan dia yang kurindukan

Would it be nice to hold you

Would it be nice to take you home

Would it be nice to kiss you

Kumohon untuk tetap tinggal

Dan jangan engkau pergi lagi

Bernyanyilah nananana oh…

Menyanyilah untuk dia yang kurindukan…

Jangan pernah lupakan aku jangan hilangkan diriku

Jangan pernah lupakan aku jangan hilangkan diriku

Jangan pernah lupakan aku jangan hilangkan diriku

Jangan pergi dari aku…

Tuesday, February 26, 2008

Ayat - Ayat Cinta #2

”..kau hembuskan ayat-ayat cinta untukku di sela doa dalam malam-malam yang sunyi...”

Sekejap sendiri di gurun sepi itu
Bersujud penuh harap mohon kekuatan untuk bangkit
Dimana kedamaian hati yang selama ini telah hilang
Dan dia, sendiri, menghujam semua rasa sakit yang tak teredam itu...
Cinta yang semu telah membutakan hati
Cinta yang semu telah melukakan diri sendiri
Cinta yang semu telah memabukkan kepala
Cinta yang semu telah melilit semua ikatan sakit bercampur sayang
Dan dia terus berlari mengejar cahaya yang masih tersisa
Sinar yang pernah dia bayangkan dan dia yakin, pernah dia lihat
Tapi, masih kosong, hanya bayangan sepi dirinya saja, yang tersisa
Tiada siapa-siapa...
Hanya dirinya sendiri, dia seorang saja...
Berlari terus mengejar kekosongan yang selama ini coba digenggam erat, jangan sampai lepas. Sudah terlalu lama dia menunggu, tanpa jawab, tanpa ada angin berhembus yang memberi tanda, dia sudah datang, dia sudah tidak lagi sendiri. Sudah terlalu lama. Malam makin larut, dan bayangan yang selalu diraihnya dalam tidur malam, tak lagi hadir. Tidak lagi hadir.
Ayat-ayat cinta terus berhujam, lagi, lagi, dan lagi.
Terus hujamkan ayat cinta itu. Pasti akan ada angin malam pembawa pesan yang menenangkan kegalauan itu semua.
”ini hati milik siapa?”, tanyanya dengan gundah.
”bukan siapa-siapa, tapi ada”
”Tak pernah terasa ada, ini semu!”
”percayalah, ini ada, dan selalu ada, walau tidak bisa terlihat”
”Lepaskan...ini semu, ini khayalan...sudah hentikan...”
”bagaimana mungkin, lihat-lihat-lihat baik-baik!!!”
”Arghh, lepaskan, sakit...”
”Tatap mata ini, tatap jelas-jelas!
Semuanya ada disini, tersimpan dengan baik”
”Tidak...tidak pernah ada...itu tidak nyata...”
”Masih juga meragukan....”
”Argghh.....perih...”
Bergelegar halilintar di tengah terik matahari, hanya tersisa dirinya sendiri di gurun pasir sepi itu. Dan bayangan semu yang selama ini menemani dirinya. Selama ini hanya dirinya sendiri mengejar bayangan yang tak pernah ada. Hanya dirinya sendiri.
Berulang kali mencoba bersembunyi dari jauh, mengintai di belakang karang tajam, menantikan bayangan itu akan sungguh hadir. Bulan mulai tampak, bayangan itu tidak jadi datang. Dan kembali dia merapihkan semua serpihan hancur harapan yang sudah disusun sedemikian rupa. Berharap ayat-ayat cinta membawa bayangan itu.

”....Semua resah hati manusiamu untuk membagi kisah atas nama cinta...”
Derai air mata di setiap sujudmu seperti tak pernah cukup untuk menjagaku
Jangan butakan hati menjadi cinta yang semu cinta yang semu
Kau hembuskan ayat ayat cinta untukku di sela doa malam malam yang sunyi
Ampun yang engkau pinta dalam semua keraguan yang telah meliputi jiwamu
Semoga akan membawa cintamu pada diriku dalam jalan dan ridhoNya
Jangan butakan hati menjadi cinta yang semu cinta yag semu
Kau hembuskan ayat ayat cinta untukku di tengah terik matahari dan dinginnya malam
Kau panjatkan ayat ayat cinta padaNya melindungi dan menjaga kisah cinta kita
Kau hembuskan ayat ayat cinta untukku di tengah terik matahari dan dinginnya malam

Sudah selesai, ayat-ayat itu sudah selesai.
”apa jawabannya?”
”bayangan itu sudah tertiup angin gurun kemarin malam saat semua manusia tertidur”
”Tidak mungkin!”
”baru saja ada bayangan itu!”
Plak!
”Bodoh! Lupakan semua ayat-ayat cinta itu!
Itu hanya ayat yang semu, tidak pernah ada!”
Hah? Ayat yang semu?
Tidak percaya...
Ayat-ayat cinta....itu ayat...kan?

Love

Jakarta, 26 Februari 2008

Dibutuhkan keberanian besar untuk jujur pada diri sendiri
Sudah lama lupa siapa sebenarnya diri ini...
Ketakutan yang berlebihan tuh berbahaya
Begitu juga harapan yang berlebihan juga bisa berbahaya
Rasa takut yang berlebihan membuat rasa yang sesungguhnya tidak bisa dikenali

Bagaimana mungkin tidak bersyukur dengan kondisi pekerjaan saat ini: lokasi yang dekat sekali dengan rumah (sekitar 7 menit saja), suasana kerja yang bersahabat, jam kerja yang teratur, jam makan siang yang teratur, rekan-rekan kerja yang lucu dan humoris, setiap hari pasti tertawa dan ada lelucon yang menyatukan kami semua, bisa menulis dan menulis terus, bisa belajar banyak hal baru, sebelum mulai bekerja berkumpul untuk menjernihkan pikiran agar positif, di jam istirahat bisa berkeliling ke mall dan cuci mata window shopping, bisa menikmati pekerjaan yang sesungguhnya, bisa merasakan betapa bersyukurnya saya disini, bisa mempraktekkan bahasa Inggris dan Mandarin, waktu yang teratur membuat saya bisa membagi waktu dan hidup saya untuk ibadah dan sosialisasi, dan ini adalah jawaban dari doa-doa yang terwujud nyata.

Tercipta Untukku – Ungu Feat Rossa Ost Ayat-Ayat Cinta
Menatap indahnya senyuman di wajahmu
Membuat kuterdiam dan terpaku
Mengerti akan hadirnya cinta terindah
Saat kau peluk mesra tubuhku
Banyak kata yang tak mampu kuungkapkan kepada dirimu
Aku ingin engkau slalu hadir dan temani aku
Di setiap langkah yang meyakiniku kau tercipta untukku
Meski waktu akan mampu memanggil seluruh ragaku
Kuingin kau tahu kuselalu milikmu yang mencintaimu sepanjang hidupku
Sungguh...hanyalah dirimu yang aku cintai
Dan sungguh ku kan di sisimu hingga ku mati
Aku ingin engkau slalu hadir dan temani aku
Di setiap langkah yang meyakiniku kau tercipta untukku
Meski waktu akan mampu memanggil seluruh ragaku
Kuingin kau tahu kuselalu milikmu yang mencintaimu sepanjang hidupku

Ya ampun. Hukum tarik menarik memang berlaku. Kemarin pagi berdiskusi seriuslah saya dengan seorang rekan, membahas satu tema : cinta. Dan di malamnya saya janjian nonton film Indonesia berjudul ”Love” dan di sana dibahas banyak 4 kisah cinta yang berbeda.

Ada kisah Darius, seorang penjaga toko buku yang berambisi menjadi penulis namun tak kunjung berhasil, jatuh cinta pada Luna, seorang penulis yang sudah berhasil dan merilis bukunya. Kondisi Luna yang menjulang sempat membuat Darius ragu dan perhatian Luna yang begitu dalam, membuat Darius takut. Darius takut belum siap dengan perubahan, dan ketakutan yang berlebihan membuatnya lupa dengan rasa yang sebenarnya.

Ada kisah Irwansyah yang jatuh cinta pada pandangan pertama pada Bella ketika di busway, dan mengejar Bella dengan segala cara. Hingga akhirnya terkuak semua, Bella yang sudah tidak lagi memiliki apa yang wanita miliki, kanker payudara yang menyerangnya sejak SMA, membuat umur Bella tidak panjang lagi.

Ada kisah Acha, gadis lugu dari Sukabumi, mencari kekasihnya ke kota Jakarta, dengan usaha menempelkan poster-poster mencari orang hilang, bertemu dengan Fauzi yang bekerja di tempat percetakan milik kakak lelakinya. Fauzi mengalami sakit hati yang mendalam karena pacarnya semasa SMA memilih untuk menikah dengan kakaknya sendiri. Sudah 10 tahun tapi Fauzi masih belum bisa bangkit dari rasa sakit hatinya itu. Pertemuannya dengan Acha yang senasib dengan dirinya, merubah hidupnya. Acha menemukan kenyataan, kekasihnya sudah memiliki wanita lain.

Kisah Wulan Guritno dan Surya, yang pernah Married by accident, mereka menikah di usia muda, putus dari keluarga besarnya, dan mereka memiliki putri menderita autis. Wulan tidak bahagia dengan perkawinannya. Wulan seperti kehilangan jati diri dan seolah sendiri, tidak bisa lagi mengenali siapa dirinya dan harus menjalani krisisnya, hanya sendirian, tanpa orang tua yang seharusnya bisa mengajarkannya. Didera rasa stress, Wulan ketahuan bercumbu dengan lelaki lain, di hadapan Surya. Wulan dan Surya pun berpisah demi kebaikan masing-masing. Surya akhirnya bertemu dengan cinta sejatinya, seorang perempuan di masa kecilnya, yang pernah dipisahkan dari dirinya. Dalam sebuah galeri lukisan, kenangan masa lalu mempertemukan kembali mereka berdua.

Kisah terakhir, antara Widyawati dan Sophan Sophian. Sophan, seorang guru Bahasa Indonesia, sudah sejak lama menderita sakit Alzhemeir dan lupa segalanya, kecuali rasa soto ayam yang enak. Pertemuan Sophan dengan Widyawati di restoran soto ayam milik Widyawati, menjadi awal perubahan baru bagi hidup Sophan. Meski sudah berusia lanjut, bukan halangan untuk merasakan cinta kembali atau membangkitkan kembali rasa cinta di masa lalu yang pernah ada. Cinta tidak pernah bisa hilang. Cinta akan selalu ada, dalam bentuk yang berbeda-beda. Meski orang yang pernah kita cinta, telah meninggalkan kita, tapi cintanya akan selalu ada, dalam wujud yang berbeda.

Jalan Cinta – Sherina (ost. Ayat-Ayat Cinta)
Semua resah hati manusiamu untuk membagi kisah atas nama cinta
Derai air mata di setiap sujudmu seperti tak pernah cukup untuk menjagaku
Jangan butakan hati menjadi cinta yang semu cinta yang semu
Kau hembuskan ayat ayat cinta untukku di sela doa malam malam yang sunyi
Ampun yang engkau pinta dalam semua keraguan yang telah meliputi jiwamu
Semoga akan membawa cintamu pada diriku dalam jalan dan ridhoNya
Jangan butakan hati menjadi cinta yang semu cinta yag semu
Kau hembuskan ayat ayat cinta untukku di tengah terik matahari dan dinginnya malam
Kau panjatkan ayat ayat cinta padaNya melindungi dan menjaga kisah cinta kita
Kau hembuskan ayat ayat cinta untukku di tengah terik matahari dan dinginnya malam

Monday, February 25, 2008

He`s Just Not That Into You

Ada satu buku berjudul “He`s just not that into you” yang menarik dan bagus banget. Sudah 3 tahun lalu saya baca, tapi hilang, huh, biasa deh, kasih pinjem orang, then dihilangkan, di Gramedia udah nggak tahu ada apa nggaknya…

By the way…satu lagi kisah..masih seputar cinta..
Kenapa kok cerita cinta melulu?
Masih di bulan cinta, bulan Februari soalnya...

Is he really that into you? Kalau iya, mengapa dia masih saja menganggur dan tidak berpikir akan masa depan? Si dia tidak pernah berminat membahas perkawinan…

Dengan jujur, si dia bilang, saat ini dia tidak berpikir soal perkawinan sama sekali...sedikitpun tidak.
Ada alasannya : belum siap, masih mau mengejar impian, ada masalah keluarga yang harus diselesaikan..
Ini hanya alasan. Jika dia sungguh menginginkan seorang perempuan, dia akan mencoba segala cara untuk bisa memenangkan hatinya, dan berjuang supaya tidak kehilangan.

Kecuali, karena kondisinya yang memang tidak memungkinkan. But, still, dia akan sungguh berjuang, demi cintanya. Jika dia memang sungguh mencintai kekasihnya itu.

Restu Orang Tua. Sebatas mana restu orang tua perlu kita dengarkan ketika menentukan pilihan pasangan hidup? Begitu banyak kasus orang tua tidak merestui anaknya menikahi seseorang yang dipilihnya.

Dari sisi perempuan, berikut ini yang sering ditentang orang tua.
Seorang lelaki yang sering berjudi dan ke kasino
Seorang lelaki yang sering ke diskotik
Seorang lelaki yang sering bermain perempuan malam/ pelacur
Seorang lelaki yang tidak sempurna fisiknya
Seorang lelaki yang mengidap penyakit serius : hepatitis/ ginjal
Seorang lelaki yang cacat secara fisik : lumpuh/ buta/ tuli/ bisu
Seorang lelaki yang sudah pernah menikah dan sering memukul mantan istrinya
Seorang lelaki yang kecanduan narkoba
Seorang lelaki yang kasar, pemarah, dan ringan tangan suka memukul
Seorang lelaki yang alkoholik
Seorang lelaki yang kurang ajar dan tidak mengerti etiket bersikap
Seorang lelaki yang berasal dari kasta berbeda
Seorang lelaki yang berasal dari ras dan agama yang berbeda
Seorang lelaki yang diramal akan meninggal muda dan bernasib jelek
Seorang lelaki yang menganggur dan tidak memiliki penghasilan hidup. Zaman susah? Iya, nggak usah diomong lagi, siapapun alaminya. Tapi bukan itu masalahnya, kenapa tidak mencoba untuk kreatif, dan berhenti mengandalkan nasib dan keberuntungan saja.
Seorang lelaki yang tidak memiliki pekerjaan tetap
Seorang lelaki yang sudah pernah menghamili anak perawan dan tidak bertanggung jawab
Seorang lelaki yang 8 tahun lebih muda dari perempuannya
Seorang lelaki yang berasal dari ayah yang poligami dan memiliki banyak istri, karena ada mitos buah nggak akan turun jatuh jauh dari pohonnya.
Seorang lelaki yang divonis mandul
Seorang lelaki yang divonis memiliki sel kanker di dalam tubuhnya
Seorang lelaki yang terkenal playboy dan memiliki trackrecord tukang selingkuh
Seorang lelaki yang pernah dipenjara

Dan ini dari sisi keluarga lelaki...sekelumit saja...
Seorang perempuan yang fisiknya tidak sempurna
Seorang perempuan yang rahimnya sudah diangkat
Seorang perempuan yang sudah berstatus ”Janda”
Seorang perempuan yang usianya 8 tahun lebih tua dari lelakinya
Seorang perempuan yang mengidap penyakit serius : ayan, epilepsi, dan sejenisnya
Seorang perempuan yang mandul dan tidak bisa memberikan keturunan

PS. Kok dikit yah? Dibandingkan dari sisi keluarga perempuan?

Apa tujuan menikah? Apakah untuk seks/ status/ demi orang tua saja/ atau sebagai teman pendamping seumur hidup?

Memiliki komitmen yang sama, untuk mencapai tujuan hidup yang sama juga.

Ketika punya anak untuk pertama kalinya :
Jam tidur berubah
Ketika anak sakit
Ketika emosi istri tidak menentu, cekcok dan beda paham pun sering terjadi
Proses adaptasi dengan anak
Ini adalah proses dan anak adalah berkah
Kelelahan fisik dan emosional yang panjang

Atas nama cinta...cinta bisa menang? Sedalam lautan samudra...hanya cinta yang sedalam itu, yang bisa menang...

Sunday, February 24, 2008

Nikah/ Nggak Nikahin?

Jakarta, 25 Februari 2008

Dua hari lalu banyak cerita baru dari seorang teman. Tentang kisah-kisah teman dan kenalan kami. Menyedihkan. Tragis. Mengerikan. Tema utamanya : salah pilih pasangan, masalah ekonomi dalam perkawinan, dan perceraian. Saya fikir saya ogah mendengar kisah sedih dari perkawinan, supaya tidak terpengaruh dan supaya tidak berfikir dari sisi negatif. Tapi ternyata dengan mendengarkan pengalaman dari orang lain, saya belajar hal, bahwa sepertinya ada beberapa hal yang kudu dan patut dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk menikah. Siap-siap. Dengan beberapa kisah yang – mungkin – terasa ekstrim dan tragis. But this is truely true story, bukan rekayasa, bukan karangan, dan bukan ditambah bumbu kecap penyedap. Oh yah, bagi yang merasa tahu kisah ini, ssstt....dengan niat yang baik, untuk kebaikan orang lain dan teman-teman kita, maafkan kalau saya pinjam kisahnya ini yah. Nah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan adalah:

1. FINANCIAL. Financial sudah siap, barulah menikah. Ada kisah pasangan muda yang karena sudah terlanjur hamil di luar nikah, memutuskan untuk menikah, padahal cicilan rumah belum selesai, so harus tinggal di rumah mertua dan suami istri harus bekerja supaya bisa survive biayain anak-anaknya. Ada lagi pasangan muda mudi, sudah punya dua orang anak perempuan, tapi si suami harus mencari-cari pinjaman uang ke orang lain, entahlah untuk apa, dan entahlah apakah gajinya sebegitu minimnya kah? Seingat saya, si suami ini lulus dengan predikat cum laude, dan nggak percaya aja, ada yang bilang kalau gajinya hanya di bawah 2 juta rupiah saja.

2. Tidak direstui orang tua, pikir-pikir lagi. Ada seorang kenalan saya, sudah 2 tahun berpacaran dengan duda beranak satu. Ibu dari pihak perempuan menentang habis-habisan dan disuruh pilih : Mau pacar atau mau mama. Alasannya : itu duda, dan dulu sering pukul istri sehingga akhirnya si istri meninggalkan dia. Namanya cinta, sudah berkali-kali putus, tapi akhirnya nyambung lagi, begitu dan begitu terus.

3. Pacaran 7 tahun, bukan jaminan bahagia perkawinan. Sudah pacaran 7 tahun, tapi akhirnya cerai juga. Karena masalah sepele : tidak jujur. Ketika lagi keluar kota , si suami tanya si istri dimana, si istri bilang lagi di rumah, ternyata si istri pulang ke rumah orang tua. Ketika suami pulang dan istri tidak di rumah. Suami marah. Mereka bertengkar dan si suami menggampar si istri habis-habisan, karena kesal. Mereka pun bercerai dan sempat ke pengadilan untuk selesaikan kasus perkawinannya mereka ini.

4. Pasangan yang nge-drugs, tinggalkan saja. Ada lagi kisah satu perempuan, sejak SMA sudah pacaran dengan 1 cowo, sampai 5 tahunan mereka pacaran, tapi si cowok nge-drugs, walau tajir, tapi selalu saja ngedrugs, sempat di rehab, tapi kambuh lagi. Saking cintanya, mereka nggak bisa kendalikan diri, si cewek hamil dan mereka menikah juga. Dengan kondisi si istri masih kuliah dengan perut sudah hamil, tapi si suami malah dalam kondisi kecanduan. Terbakar rasa cemburu ketika melihat si istri diantar pulang seorang cowok, teman kampus, si istri dijedotin ke tembok, dipukul, waktu itu masih hamil. No way out. Setelah melahirkan, si suami makin menggila, selalu marah-marah dan pukul si istri. Ketika anak mereka berusia 2 tahun, si istri putuskan untuk cerai saja. Dan kini membesarkan anaknya seorang diri, berjuang untuk kredit rumah, kredit mobil. Di usia muda, masih 25 tahun, sudah harus berjuang dengan anaknya yang berusia 4 tahun sekarang. Apa mau dikata, sudah terjadi, waktu nggak bisa diputar ulang lagi.

5. Kekayaan bukan jaminan. Seorang wanita berjuang dalam perkawinannya. Suaminya keturunan India, selingkuh dengan pembantu rumah tangga. Walau di rumah mewah, kecewa berat, suaminya kok bisa-bisanya selingkuh dengan pembantu. Diputuskanlah nggak pakai pembantu rumah tangga. Konsekuensinya, si istri ke pasar dan kemanapun naik sepeda, nggak boleh naik mobil, tapi hanya boleh naik sepeda saja. Padahal tinggal di kawasan rumah super mewah di daerah Tangerang. Ada lagi, kisah seorang istri yang suaminya punya toko, tapi setiap bulan hanya dikasih uang 300 ribu saja untuk beli makanan, dan si istri harus jaga toko juga, tapi uang harus diserahkan semua ke suaminya. Tidak boleh melawan. Di zaman pacaran, si suami tajir, mobil sedan, pesta resepsi pun cukup mewah, entah apa kesalahan dari si istri sampai si suami berubah seperti itu.

6. Jangan menikah terlalu muda, dan terjebak dengan mitos indahnya perkawinan. Seorang perempuan memutuskan menikah di usia 23 tahun, dengan pacarnya yang kaya, punya bisnis dimana-mana. Bayangannya, pasti bahagia lah yah, mau apa dibeliin. Ternyata, suaminya jam 10 siang selalu masih tidur, dan dia yang harus buka toko banting tulang. Sekarang perempuan ini terkena virus dalam tubuhnya, ada makna terbaik juga, dengan kondisi suaminya yang seperti itu, lebih baik jangan punya anak dulu, daripada nanti anak yang jadi korban ketidaksiapan ayahnya yang belum mengerti tanggungjawab sebagai seorang lelaki.

Dari beberapa kisah selenting ini, ada beberapa catatan penting yang bisa saya simpulkan sebagai bahan pertimbangan untuk memilih pasangan hidup dan memutuskan untuk menikah :

1. Materi memang bukan segala-galanya, jangan melihat pasangan dari kekayaannya atau harta milik keluarganya, itu bukan jaminan, tapi, materi itu penting, kalau memang financial belum siap, jangan menikah dulu, karena bisa jadi masalah. Ketika harus berpikir keras, membeli susu untuk anak, biaya sekolah, kredit rumah, dan sejubel biaya lainnya. Setidaknya pasangan suami istri harus siap dengan rencana financial, akan seperti apa rencana mereka membiayai rumah tangga mereka. Ingat! Jangan melihat dari kekayaan keluarganya dan dari mobilnya, tapi juga, jangan sampai menutup mata ketika pasangan ataupun kita sendiri belum memiliki persiapan uang yang cukup untuk biaya rumah tangga dan perkawinan.

2. Perempuan harus bisa mandiri dan memiliki tabungan. Zaman sudah berubah. Zaman dulu, perempuan cukup bisa masak dan urus rumah, tidak perlu hasilkan uang sendiri. Tapi kini, dari beberapa kasus yang ada, perempuan menjadi tidak dihargai oleh suaminya ketika hanya menggantungkan hidup pada uang suami saja. Walau suami sudah seharusnya membiayai semua, bukan berarti itu satu-satunya hukum yang berlaku. Jaga-jaga saja, dengan segala kemungkinan.

3. Jaga diri, jaga harta kita, Perempuan-perempuan. Ketika memutuskan untuk hubungan di luar nikah, berarti sudah siap untuk hamil. Apakah mau menikah hanya karena sudah terlanjur hamil? Mungkin saja he`s not the right one, dan mungkin saja, kemungkinan untuk batal masih ada, tapi karena sudah hamil, biasanya tidak bisa lari dan mau tidak mau harus memilih orang yang mungkin tidak seharusnya tidak kita pilih. Karena secara financial dia belum siap, atau secara karakter masih terlalu muda, tidak bisa ambil keputusan, dan mungkin saja dia seorang yang nge-drugs! Seperti kasus yang sempat dibahas di atas. Sebenarnya sudah tau kalau pasangannya nggak bener, tapi karena udah terperangkap dalam perasaan cinta, nekad juga nikah!

4. Bukan hanya atas nama cinta, bukan hanya atas nama ”sudah terlanjur sayang”. It`s more than that. Bukan matre, kalau kita mencari ketenangan financial. Bukan salah, kalau kita berubah pikiran, dan memutuskan untuk putus dari pacar kita – meski sudah 8 tahun pacaran dan meski sudah pernah ML –

But, the truth is cinta itu kadang membutakan pikiran dan cinta itu membuat kita melepaskan kejujuran hati dan kebutuhan kita yang sesungguhnya. Tapi belajar dari pengalaman yang sudah ada, ketika sudah mengambil keputusan untuk menikahi seseorang, waktu tidak bisa mundur lagi, nasi sudah jadi bubur, dan mengenaskannya adalah anak-anak yang menjadi korban.

Masih ingat mungkin, di masa kecil kita/ teman-teman kita pernah menjadi pelampiasan kekesalan orang tua yang lagi bermasalah dengan perkawinannya. Itulah yang dialami salah satu perempuan yang dibahas di atas. Tidak tahan dengan suaminya yang nge-drugs, lalu bercerai, harus banting tulang biayain anak semata wayangnya, yang makin hari makin badung dan hiperaktif, tidak ada jalan lain, selain membentak dan memukul si anak supaya bisa tenang dan supaya tidak banyak bergerak sana kemari.

Kontradiksi memang : jangan pilih pasangan dari materi atau kekayaannya, tapi di sisi lain, jangan pilih pasangan yang belum siap materinya dan masih serba kekurangan. Jangan pilih pasangan hanya karena rasa cinta saja, tapi disisi lain, fondasi awal perkawinan adalah rasa cinta yang kuat antara suami dan istri. Sebagai perempuan, jangan terlalu mengejar karir dan jangan terlalu kaya supaya lelaki tidak takut untuk mendekati, tapi kenyataannya, perempuan pun harus mapan secara financial, untuk mempersiapkan diri menghadapi segala perubahan dan kemungkinan hidup.

Untuk masalah seperti ini, semakin dipikir, akan semakin pusing dan nggak tahu, jadi yang seperti apa yang harus dipilih! Ditambah lagi dengan pendapat orang tua dan keluarga. Orang tua lebih tenang jika kita memilih seorang lelaki kaya raya dan keturunan ningrat, dibandingkan seorang lelaki yang bekerja di perusahaan swasta biasa dengan gaji standard. Namun, ada benarnya apa petuah orang tua, kenyataan menunjukkan, uang yang kurang menjadi masalah dalam perkawinan, dan uang yang berlebihan pun menjadi masalah dalam perkawinan. Jadi apa yang harus dipertimbangkan? Kualitas pacaran, buka mata lebar-lebar, pasang mata pasang hati, lihat apa sifat asli dari orang yang akan kita pilih itu. Jangan terlena dengan jaguar merahnya, tapi coba lihat apakah dia bisa bangun pagi setiap harinya? Apa dia selalu minta uang ke mamanya? Apa dia bisa menabung dan berpikir kalau harus ada rencana yang disiapkan untuk membangun sebuah perkawinan? Apa dia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, tanpa harus makan obat-obat penenang? Dan sejuta pertanyaan jujur lainnya.

Ini bukan paham pesimistik, tapi ada kalanya, banyak permasalahan hidup yang tidak bisa dipikir dengan akal dan kepintaran kita saja, ada kekuatan lain yang terselubung dalam diri setiap orang. Saya percaya dengan kekuatan doa, kekuatan dari jiwa dan pikiran yang suci dan bersih. Jika setiap hari menjalankan kebaikan, berada di lingkungan yang baik, cara berpikir dan cara merasakan kita akan menjadi baik juga. Ditambah dengan doa yang rutin untuk selalu membersihkan hati dan pikiran, ketika ada masalah muncul dan ketika ada masalah yang genting, kita bisa mengambil keputusan yang tepat yang terbaik bagi hidup kita selanjutnya.

Dalam ajaran agama Buddha Niciren Daisyonin, setiap hari kita menabung kebaikan, dengan terus-menerus menyebut mantera “NA MMYO HORENGEKYO”. Maknanya, dengan selalu menyebut mantera ini, jiwa akan bersih, pikiran akan jernih, dan akan ada kemampuan untuk mengambil keputusan dengan tepat, kemampuan untuk menentukan pilihan, tidak sekedar didasarkan “Suara hati” pribadi, tapi lebih dari itu, keputusan yang didasarkan oleh kebaikan untuk diri sendiri dan orang lain. Keputusan yang terbaik adalah ketika keputusan itu akan membahagiakan diri sendiri dan orang lain. Jika keputusan hanya membahagiakan satu pihak saja, itu bukan keputusan yang tepat. Terus berdoa, terus menyebut mantera ”NAMMYOHORENGEKYO” agar hati lebih tenang, lebih suci, dan akan ada jawaban terbaik dari doa-doa yang kita haturkan setiap saat.

So, kalau ada seseorang yang memang punya Jaguar dan orangtua kita pun merestui banget, secara, kalau dapet pasangan tajir, pasti jaminan kebahagiaan, tapi kalau suara hati kita sepertinya sedikit mengganjal dan ragu, is he/ she the right one? Segera saja haturkan doa dan tenangkan pikiran, supaya bisa berpikir jernih, dan mendapatkan jawaban terbaik dari pertanyaan hidup kita ini.

Seorang guru spiritual saya, mengajarkan jika ada masalah dan kesusahan hati yang mengganjal, segera duduk tenang dan sebut mantera NAMMYOHORENGEKYO, minimal 3 jam per harinya, dan kalau masalah terlalu berat, 5-8 jam per harinya. Terus dan terus. Kuncinya adalah keyakinan kalau doa kita akan ada jawabannya nanti, kalau masalah kita akan ada jawaban terbaiknya juga nantinya.

Apapun agama Anda, tidak masalah, sebut saja mantera ini, karena ini sebuah mantera. Sama seperti kekuatan kata ”CINTA”, siapapun yang mendengar kata ”CINTA” akan merasakan sensasi dalam dirinya. Begitupula mantera ini, memiliki power untuk menenangkan hati siapa saja yang galau dan menemani siapa saja yang sedang dirudung oleh masalah hidup.

Bagaimana mengejanya? Mudah. Ini bahasa Jepang, memang. Begini : NA – MYO – HO – REN – GE – KYO

Selamat mencoba! Dan semoga bisa mengatasi segala rintangan dan masalah hidup ya. Life is Beautiful!

Wednesday, February 20, 2008

Kuliah Cinta

Belajar Tuk Lebih Sabar Setiap Harinya…

Hidup terus berubah, Hidup tak pernah tetap…
Kadang pembelajaran terberat dalam cinta adalah belajar untuk melepaskan dan merelakan cinta itu...
Belajar untuk ikhlas dan berjiwa besar untuk membebaskan sekeping rasa cinta itu...
Memang sulit..
Namun kedalaman rasa itu kan terbukti di saat kita harus berpisah jauh dari cinta itu sendiri…
Dan terus bangkit melanjutkan langkah-langkah selanjutnya, tanpa harus hancur dan merusak diri sendiri...
Teori cinta terlalu naif..
Tapi bukankah begitu banyak orang naif yang justru mengerti apa arti cinta yang sesungguhnya...
Dan bukankah tak sedikit orang yang merasa memahami cinta justru terlalu naif dan kadang bodoh...
Cinta. Sayang. Rindu. Cemburu. Takut. Gelisah. Mimpi buruk. Mimpi indah. Indah. Gemuruh rasa.
Dan setiap hari kita belajar untuk menjadi orang yang sabar dan semakin penuh dengan rasa sayang dan syukur. Dimanapun berada, dengan siapapun kita berada, disana tersimpan pelajaran baru tentang cinta dan harapan dan hidup. Ketika belajar di sekolah, kita belajar untuk sabar mendengarkan apa yang diajarkan guru, dan sabar mengerjakan PR, sabar belajar untuk ulangan, dan sabar ketika nilai rapor kita kok jelek-jelek dan jeblok melulu. Kesabaran diuji. Waktu nggak bisa aljabar, tapi karena latihan soal terus dan konsultasi ke guru les berpengalaman, lama-lama jadi ngerti langkah apa yang harus dilakukan. Tapi untuk bisa ngerti, harus sabar dulu melewati tahap-tahap sulitnya.
Ketika pertama kali masuk dunia kerja, harus bersabar untuk kenalan dengan lingkungan kerja, harus bersabar untuk adaptasi dengan lingkungan baru, untuk bisa gaul .....******
Ketika memutuskan untuk mencintai seseorang, kesabaran diuji berlipat-lipat lagi lebih besar. Yang sabar, yang bertahan. Yang sabar, yang langgeng. Yang sabar, yang bisa membuktikan kekuatan cinta.
”Memangnya apa bukti dan ukuran dari kekuatan cinta?”
”Ketika seseorang semakin mampu menjadi sosok yang sabar dan penuh cinta kasih, bukan sebaliknya, penuh dengan rasa amarah, terbakar rasa cemburu, dan juga terikat dengan perasaan cinta itu”
Sama seperti segala ilmu, segala hal yang pernah kita pelajari. Kesabaran pun harus kita pelajari, kita latih, dan kita kuasai dalam perjalanan seumur hidup kita. Hingga ajal nantinya.
Masih ingat pertama kali dulu belajar duduk, merangkak, berdiri, berjalan, berbicara, makan sendiri...hingga akhirnya tahun demi tahun berlalu dan mampu kita kuasai semua itu. Itu nggak terjadi hanya dalam satu dua hari saja, tapi bertahun-tahun. Ya. Bertahun-tahun. Tapi semuanya pun berjalan dengan mulus, karena motivasi mendasar manusia yang tidak bisa dipungkiri. Kalau mau merasakan hidup, harus bisa melakukan semua aktivitas itu semua.
Beranjak ke masa sekolah, kita mulai belajar abjad a b c d, masih ingat kan guru TK setiap hari mengharuskan kita mengulang-ulang a sampai z, b a ba bu bu, terus dan terus, non stop. Lalu belajar menulis, yang membutuhkan kesabaran. Beberapa kali salah, tapi disuruh ulang lagi, beberapa kali berantakan, ulang lagi. Tangan pegal, hati kesal. Buat apa sih ngulang-ngulang terus seperti ini.
Lalu mulai belajar berhitung, angka, menghafalkan perkalian, ada mencongkak, dan serentet rumus matematika yang dulu terasa begitu mengerikan. Ujian demi ujian, soal demi soal, lewat juga. Bisa kita buktikan, matematika yang tadinya begitu rumit, ternyata hanyalah sekumpulan pola sederhana yang bisa kita kuasai karena kita sudah terbiasa.
Bahasa. Musik. Olahraga. Semuanya bisa kita kuasai karena berkali-kali kita melakukan latihan, belajar pola yang berbeda dari sebelumnya. Terus dan terus. Tiada henti. Ada guru yang terus memberikan penilaian. Masih jelek. Ulang lagi. Latihan lagi. Lalu ketika sudah bagus, kita dipuji. Good, begini terus yah dipertahankan.
Berlanjut ke kemampuan berinteraksi dengan orang lain. Bergaul dengan orang lain. Bukanlah hal yang gampang, dan tidak ada rumus yang pasti seperti ilmu matematika, karena setiap individu berbeda dan memiliki rumusan yang tidak akan pernah sama. Bagaimana mengatasi perasaan marah ataupun kesal pada orang lain. Tidak pernah ada guru yang mengajarkan kita. Kita pun merasa seperti seorang gagal ketika tidak mampu menghadapi jutaan karakter orang yang berbeda-beda, dengan keinginan yang tidak pernah sama.
Dua hal lain yang menjadi tugas besar kita dalam perjalanan hidup bermasyarakat adalah bagaimana menjadi orang yang sabar dan mampu memberikan kasih sayang kepada orang lain. Menjadi sabar? Bagaimana melatih kesabaran? Sama seperti matematika, untuk memiliki kemampuan berhitung, harus ada serentetan soal-soal cerita untuk mengetahui sampai sebatas mana kemampuan berhitung dan matematika kita.
Kesabaran, pun sama, harus ada serentetan ujian kesabaran, agar kita bisa semakin meningkatkan kemampuan kesabaran kita. Ujian kesabaran mewujudkan diri dalam segala masalah kehidupan, ketika kenyataan tidak sesuai dengan harapan yang ada, dan ketika apa yang kita inginkan tidak selalu bisa kita miliki. Masalah demi masalah silih berganti ada, perlahan tapi pasti, karena sudah terbiasa menghadapi dan mendapatkan latihan dan tes kesabaran, siapapun akan bisa menjadi orang yang sabar dan tak lagi terkejut jika mendapatkan ujian kesabaran, sesulit apapun itu, karena sudah mampu memahami pola-pola dan rumus untuk menyelesaikan ujian kesabaran. Memang, tidak ada lagi guru yang membimbing kita dalam melatih kesabaran, tidak seperti waktu belajar Matematika, ada guru yang dengan tekun mempersiapkan latihan-latihan Matematika bagi kita dan memberikan skor benar dan salah. Kini, beranjak dewasa, dalam sekolah kehidupan, kita, diri kita sendiri adalah guru yang membimbing kita sendiri. Dan masalah hidup menjadi latihan kesabaran yang nyata, dan hasil kualitas kesabaran itu akan terlihat dari tingkat kekebalan kita setiap kali menghadapi masalah dan perubahan. Memang tidak pernah ada yang namanya kursus Kesabaran, yang ada hanyalah kursus bahasa dan kursus pelajaran sekolah. Tapi untunglah, hidup itu tidak pernah kehabisan soal-soal dan ujian-ujian. Setiap detik, setiap abad, akan selalu ada masalah yang bisa kita jadikan sebagai latihan dan ujian untuk menjadi juara dalam jurusan kesabaran hidup.
Dalam proses melatih kesabaran, kita pun juga belajar untuk melatih kemampuan memberikan kasih sayang dan cinta dalam diri ini. Sudah ada rasa cinta dalam diri kita, tinggal diasah dan dilatih supaya lebih peka saja. Sama seperti kaki dan tangan kita. Sudah ada sejak lahir, bagi siapapun yang normal, dan akan berfungsi ketika sering digunakan dan dilatih. Jika jarang digunakan, kaki dan tangan akan kaku.
Sama seperti perasaan cinta dalam diri kita, jika jarang digunakan, lama-kelamaan akan kaku dan kehilangan fungsinya. Tapi bagaimana melatihnya, itu harus ada keahliannya. Lagi-lagi, tidak pernah ada kursus ”mencintai”, yang ada hanyalah kursus ”memasak” atau kursus ”membuat kue”. Dan guru yang bisa mengajarkan kita bagaimana cara mencintai, jarang ada, kalaupun ada, itu pun guru informal yang tanpa disengaja, mampu memberikan pelajaran-pelajaran praktis bagaimana mencintai seseorang dan mencintai diri sendiri. Namun, bersyukurlah, ada satu guru yang akan dengan setia mengajarkan kita bagaimana mencintai dalam hidup ini. Dia adalah diri kita sendiri. Kita yang akan menjadi orang pertama yang merasakan cinta dan mengenali cinta. Mana cinta dan mana yang bukan cinta. Dengan perasaan cinta yang terpendam dalam diri kita, kita pun mampu memahami seberapa dalam perasaan cinta dan seberapa besar perasaan cinta dalam diri ini.

Untuk semakin mengasah kualitas cinta dan kemampuan mencintai, dibutuhkan latihan dan ujian cinta. Latihan mencintai diri sendiri dimulai dengan memahami apa yang kita butuhkan dan apa yang membuat kita bahagia. Berawal dari latihan mencintai diri sendiri, melewati berbagai ujian untuk semakin menumbuhkan rasa cinta, kita pun mengerti pola-pola dan rumus untuk mencintai dan menumbuhkan rasa cinta. Seumur hidup, perasaan cinta terus kita latih hingga berkembang dan akhirnya kita mampu secara maksimal menyelesaikan segala macam ujian cinta, ujian untuk mengukur kualitas cinta kita. Dan ketika kita sudah lulus dan melewati tahapan-tahapan ujian cinta, kita pun ahli mengatasi segala ujian cinta yang akan menghadang di hadapan kita. Lama kelamaan kita pun akan mengerti bagaimana mencintai orang lain dengan baik. Tapi awal mulanya dengan berlatih mencintai diri sendiri dulu, secara otomatis, kita akan paham bagaimana mencintai orang lain, karena pada dasarnya setiap orang tidak jauh berbeda dengan diri kita. Setiap orang memiliki cinta dalam dirinya dan juga membutuhkan stimulus-stimulus untuk menumbuhkan rasa cinta itu. Kegagalan pun tak jarang muncul, dan membuat kita tidak yakin, apa iya ada cinta dalam diri kita itu.

Seperti otot yang perlu dilatih supaya tidak kaku, maka otot harus diberikan stimulus untuk bisa kenyal dan kuat lagi. Perasaan cinta pun demikian, cinta perlu distimulus, kadang dengan hal-hal yang menyakitkan dan menyayat hati, bertolak belakang memang, tapi inilah kenyataannya. Otot baru bisa terbentuk jika diberikan beban besi yang agak berat dan menyakitkan. Cinta pun seperti itu. Cinta hanya baru bisa terbentuk dengan sempurna ketika cinta diberikan stimulus yang menyakitkan yang kadang diluar dugaan dan rasanya seperti di luar batas kemampuan kita. Tenang. Walau kegagalan dan sakit karena cinta itu kita alami, itu akan menjadi pembelajaran untuk ujian cinta selanjutnya, dan prinsip yang selalu sama dalam pembelajaran apa saja dalam hidup ini. Awalnya memang membutuhkan proses untuk mempelajari cinta dan rumus-rumus cinta, menjalani latihan berkali-kali, salah, ulang lagi, salah ulang lagi, belajar dari kesalahan, lalu menjalani ujian cinta, lalu akan ada hasil nyata seberapa besar kualitas cinta dapat kita asah dalam hidup ini. Hingga ajal nanti, ketika nafas berhembus, barulah kita bisa mendapatkan nilai dari kelas cinta yang sudah kita jalani sepanjang hidup.

So, apakah sudah siap mengikuti kelas cinta dan menyelesaikan latihan-latihan soal cinta? Kalau sudah siap, jangan lupa, bawa perlengkapan yang diperlukan : sebidang hati dan perasaan, setumpuk kesabaran, dan sebundel keberaniaan untuk terus berusaha dan berusaha. Gagal itu hal yang wajar, yang terpenting adalah tahap selanjutnya, untuk selesaikan dengan tuntas ujian-ujian cinta dengan level yang semakin hari akan semakin meningkat derajat kesulitannya.

Anyway, selamat hari kasih sayang, walau sudah lewat beberapa hari. Budaya hari kasih sayang, patut dihormati, karena mengingatkan kita untuk selalu belajar dan tidak madol dalam kelas atau kuliah ”cinta” yang memang rasanya sulit dan ngejelimet, tapi mau dong dapet cum laude setelah lulus dari fakultas ”cinta” dan ”kehidupan” ini. Masa sesulit apapun akan menjadi masa terindah ketika kita bisa melewatinya nanti. So, ayo dong, bercinta, eh mencinta maksudnya teh.
Saat ini kudatang menghampiri belahan jiwa
Entah mengapa rasa hatiku kau dan aku ada sesuatu
Di saat engkau bicara sangat dekat di wajahku harum nafasmu bagaikan bunga senyum di hatiku
Aku datang untuk engkau. Karna engkau ku jatuh cinta. Bila sang cinta tumbuh di hati kita. Mengapa tak kau ucap sekarang. (Melly .G)

Monday, February 18, 2008

Focus on Being Happy With Yourself

Focus on being happy with yourself, and don't take on the responsibility of worrying about someone else's happiness. Make yourself happy first, and then share his or her happiness.

If you are unhappy in your relationship, get curious about how this situation is similar to others from your past, and how you might create a better relationship for yourself rather than try to change your partner.

We are attracted to the partner with whom we can learn the most, and sometimes the lesson is to let go of a relationship that no longer serves us. A truly healthy relationship will consist of both partners who are interested in learning and expanding a relationship so that it continues to improve. If you want a good, healthy relationship with a real man, make certain that your own mental state and intentions are healthy.

Having a healthy relationship means that you have your experience, and your partner has his or her experience, and you learn to love and share and learn from those experiences.

Pursue your goals, explore your passions, have an interesting life, do things that take you outside your boundaries. Pursuing those passions is what we call "having a life" - an essential when you want a man to respect you. Because by making your dreams and passions a priority, you show a man that you believe your dreams matter. And because of that, he will respect you and believe your dreams matter, perhaps trying to help you achieve them.

Learn to relax, and have fun

Remember that most men, especially the good ones, are looking for someone with whom they can be comfortable, and not someone who is always intense.

If you want him to do something, you should be equally willing to do it yourself. You want him to ask you out or take you out or do whatever else for you? You should be equally willing, and don't wait for or expect him to do it first. Good men respect a woman who applies the same rules to herself that she would apply to a man.

Remember - interesting men look for interesting women. Make sure your life is about more than just him.

Love yourself. If you're not happy with who you are then don't expect others will be. Analyze yourself and change what you don't like.

Relaxing your nerves and calming your emotions.

Women who are glad to be alive and are enjoying every minute of it may be irrepressibly attractive to men.

I really love spending time with you. I really feel happy around you. But I just want to double check and see if we're on the same page. While I know it is too soon for us to worry about it, I do want to get married in the future and want to make sure I'm dating someone who has the same values as me. As we get to know each other better and better, are you beginning to see me as someone you could possibly see that happening with?

It's certainly important to take care of yourself physically. It is well-documented that men appreciate women who are beautiful, cute, and/or sexy.

Capitalize on your positive unique qualities, talents, or interests.

Sarah Ban Breathnach said, "If you wait for the best, you will very often get it." Expect good things to happen. Create a mission statement - and be specific - defining precisely what it is you want in a man. Revisit and revise this statement from time to time. Prepare yourself mentally to meet and marry the man of your dreams.

Smile, show off your love for him and yourself by showing how happy your relationship makes you!

trying new things on multiple fronts. Whether it's new food, a new sport, or a new travel destination, this will keep life exciting, and you interested in your own life. then you need to focus on you for a while and learn how to be whole without him. A man won't fill any void.

Yes, exercise will make you look better. But it will also make you healthier, more energetic, more vibrant, more mentally cued in, and happier! Plus you'll have the satisfaction of knowing you are doing a good thing for yourself. When a man comes across a woman with a fulfilled, satisfied life, who stands by what she does and shows she puts herself first so that she has enough energy to love and respect those around her, shows that she values herself and doesn't need a man to fulfill her (only having a man in her life because she loves HIM specifically, not because she NEEDS any man), a man will be very, very hesitant to do anything that would let her leave. So commit to pursuing your passions and dreams. You are worth it. And if you want a truly wonderful man, you owe it to him to discover how to energize and revitalize yourself, so instead of draining him, you are a constant source of energy in the relationship. For yourself, and for your relationship, even if you are extremely poor and must find very cheap sources of passion and excitement, make a commitment today to take the next 60 days and focus, each day, on fulfilling each of the steps above, from pursuing your passions to taking time for yourself.

You realize that, the more satisfaction you're getting out of your life, the more consistently you exercise, the more energy you have to do well at work, at home, and in relationships. You're learning to take time for yourself and not feel guilty. You're beginning to see a difference in your life - you're more confident, you see people respecting you more, and perhaps you're even building a larger social network. Next, think about what you wish a man in your life were doing for you - how he was appreciating you. What do you wish a man would do? Buy you flowers? Bring you chocolate? Perhaps cuddle up with a good movie? Enjoy chocolate-covered strawberries and champagne by candlelight? Take you out to a nice restaurant every month or so? Buy you a day at the spa? Make a nice list of how you wish you were treated and appreciated. A complete list!

He doesn't want a woman who will take any man and then seek to change him; he is looking for a woman who doesn't need a man, but likes him in particular. So men are almost more serious about the dating process than women, and slower to commit because they are very selective. Women who cause this change are typically very mature (especially emotionally), holding a man to a higher standard that he admires; but still fun, youthful, and engaging; "lady-like" as that man defines a lady; but still enthusiastic and fun in bed; interesting, exciting, spontaneous; but stable enough that he sense loyalty in her. when a man meets a mature, "lady-like" (as he defines it), fun, interesting, fulfilled woman who is not desperate, he is more likely to see her interest as genuine, and may make himself ready for marriage sooner so that he won't lose her.

fulfilling personal life.

Your smile is the key, however - men love to make women they love smile. He should initiate from there.

For that reason, it can be beneficial to allow yourself to just sit back and date, having no expectations of a relationship or sex until you feel that you really know the personality of the person you are dating. This can help you to leave a relationship you don't think will turn out well without being too emotionally involved to have a clear head about it.

we've: created a very fulfilling life; learned to recharge our batteries and take care of ourselves so we have energy to put into our relationships; learned how men look at dating and marriage; looked at attracting men and the importance of sticking with what you're comfortable with, instead of trying to impress him;

Men live to make their women happy. That is one of the main reasons why they don't respond well to criticism - they feel inadequate. Men want to be their wife's hero. Allowing them to respond to your feelings, find a solution themselves (instead of having one suggested), and working to make their wives happy (rewarded by her happiness and smiling face) makes him a modern-day hero.

"Have I sacrificed my dreams lately? When was the last time I pursued my hobbies or saw my friends?" Don't make excuses for lack of time - take action.

research has shown that if you want to be a successful parent, you'll need to reward your kid's chores (yes, the ones they're supposed to do without encouragement!) with the same enthusiasm. And you should be enthusiastic.

By managing your own energy, time, and emotion, you will find the ability to be the stronger emotional force in the relationship leading to a lasting love and respect for the both of you. You also need to learn to accept yourself before you can accept another. If you cannot love your self, how are you to love another? You must love yourself before you can love another.

Schedule time for yourself, away from him, during peak hours (Friday and Saturday evenings, or whenever your time is most cherished). This will give your man a chance to kick back with the boys and give you an opportunity to remain your own person.

Research shows that people who meditate have a somewhat detached approach to the problems of this life, and are calmer, happier and more contented than usual. Turning to that higher power, closing your eyes and thinking of artistic images, doing deep breathing, etc. Can give you a sense of peace.

If you can't be happy from within, and be satisfied with what you have or who you are, then you will never be truly happy with anyone else.

Do not whine about what you don't have. Enjoy what you have and desire, work towards what you want to have.

Remember that love is not a feeling, it is a choice! Make the choice to love yourself. After all, who deserves it more? The more loving you are to yourself, the more loving you will be able to be to everyone around you. Family and friends will especially benefit from this. Make a choice to come from a place of love for yourself and for everyone who is important in your life.

Make a list of your personal strengths in relation to your goal. For instance, if you have a healthy eating goal you might want to consider strengths such as your level of commitment to eating healthily, or the fact that you enjoy cooking and experimenting with new recipes or even that you are an excellent cook. The list of personal strengths you can draw up is endless.

Be passionate. Striving towards a goal without passion is like a fire which slowly runs out of fuel to burn. Get excited, this will mean that you will love what you are doing. Methodically check your behaviors against impassioned dreams developed as a child. Always share the child within amongst your potential peers. This empowers the Law of Attraction that shapes the dreams of the child into the creative force of the adult.

courtesy : Wikipedia.com

Malam - Jikustik

lagu terbaru dari Jikustik.
Sekian lama nggak denger kabar Jikustik. They`re back. dengan warna musik yang super duper beda.
Pongky yang mellow, kini berubah karakter :) but still, it`s cool song, sdikit jadul, tapi cocok dengan trend fashion yang lagi jadul juga zaman 80 an, zaman emak emak kita dulu.

Jantungku berdebar cepat ini lah waktu yang tepat segera aku bersiap jangan sampai kuterlambat
Malam ini malam minggu kau menunggu di rumahmu
Selamat malam dunia kusiap tuk berpesta tunggu aku disana bertemu oh baby…
Selamat malam dunia gairah ku berpesta kita lewati malam berdua oh baby…
Gayamu sungguh maksimal tak seperti yang kukenal malam ini malam cerah makin larut makin indah
Malam ini malam minggu kau menunggu di rumahmu
Selamat malam dunia kusiap tuk berpesta tunggu aku disana bertemu oh baby ...
Selamat malam dunia gairah ku berpesta kita lewati malam berdua oh baby...

Monday, February 11, 2008

Ayat Ayat Cinta #1 Version

Ayat-ayat Cinta – Rossa

Desir pasir di padang tandus
Segersang pemikiran hati
Terkisah ku diantara cinta yang rumit
Bila keyakinan kudatang
Kasih bukan sekedar cinta
Pengorbanan cinta yang agung kupertaruhkan
Maafkan bila kutak sempurna
Cinta ini tak mungkin kucegah
Ayat ayat cinta bercerita cintaku padamu
Bila bahagia mulai menyentuh
Seakan kubisa hidup lebih lama
Namun harus kutinggalkan cinta ketika kubersujud

01. INT. RUMAH SAKIT. – NIGHT –
RUMI berlari mengitari ruangan rawat inap mencari-cari ruangan kekasihnya.
RUMI bertubrukan dengan dua orang perawat dan petugas rumah sakit.
RUMI penuh dengan simbahan darah berwajah cemas mencari-cari kekasihnya.

RUMI :
Sus, liat pasien yang tadi baru masuk UGD

SUSTER:
Saya nggak tau.

RUMI terus mencari-cari ruang rawat inap, masih belum ketemu.
RUMI sempat terpeleset karena berlari terlalu cepat.

02. INT – TANGGA DARURAT RUMAH SAKIT. – NIGHT –
RUMI naik turun tangga dengan terengah-engah. RUMI terjerembab dan segera bangkit. Dengan menitiskan air mata, bersimbah air peluh, terus berlari.

Flashback:
RUMI dan RADIT berlarian di sebuah padang pasir, hanya mereka berdua.
RADIT menggendong RUMI dan memeluknya.

RADIT:
Aku sayang kamu…

RUMI:
Oh yah (berteriak)

RUMI kembali berlari naik turun tangga.

03. INT. – RUMAH SAKIT. – NIGHT

RUMI melihat ada keluarga RADIT di depan ruang UGD. Sudah ada RADIT tertidur, bersimbah darah. RUMI menangis tak tertahankan.

RUMI:
Radit.....

IBU RADIT menarik RUMI. RUMI terjatuh dan menangis. Keluarga RADIT meninggalkan RUMI sendirian.

Di belakang RUMI, sudah ada RUBEN menyentuh punggungnya. RUMI masih terus menangis. RUBEN memeluk RUMI.

Flashback:
RUBEN dan RUMI dari kejauhan bertemu. RUBEN dengan sebuket bunga mawar.
Tiba-tiba dor. peluru nyasar menembak kepala RUBEN. RUMI kaget dan segera memeluk RUBEN yang sudah penuh dengan darah. Kerumunan orang mengelilingi RUBEN yang sudah bersimbah darah.

04. EXT. – PADANG PASIR TANDUS. – DAY

RUMI dengan jilbab melihat dengan tatapan kosong ke arah padang pasir itu. RUMi sendiri.

Flashback :
RUMI dan RADIT berlarian dan berpelukan.

RUMI meneteskan air mata dan mencoba untuk tersenyum tegar.
RUMI menengok, di belakangnya ada RUBEN dan seorang anak perempuan kecil umur 3 tahun yang cantik. RUMI tersenyum dan menggendong anak perempuan itu. RUBEN mengecup kening RUMI.

RUMI dan RUBEN bergandengan. RUMI menengok ke belakang. Terlihat samar-samar : ada RADIT sedang tertidur lelap. RUMI terhentak. RUMI berlari ke belakang, tapi kosong, tidak ada siapapun. RUMI terus berlari mencari-cari RADIT. Tapi tidak ada.

View dari atas : RUMI terduduk di padang pasir dan memanggil RADIT.

RUMI :
Radittt (berteriak)

Flashback :
RUMI dan RADIT berlarian di padang pasir tandus itu.

RUMI tersenyum pada RUBEN dan berjalan. View : punggung RUMI dan RUBEN dari belakang.

Tamat

Friday, February 08, 2008

Selimut Hatiku

ONCE – SELIMUT HATI

Aku kan menjadi malam malammu kan menjadi mimpi mimpimu

Dan selimuti hatimu yang beku

Aku kan menjadi bintang bintangmu kan slalu menyinarimu

Dan menghapus rasa rindumu yang pilu

Aku bisa untuk menjadi apa yang kau minta

Untuk menjadi apa yang kau impikan

Tapi ku tak bisa menjadi dirinya

Aku kan menjadi embun pagimu yang kan menyejukkan jiwamu

Dan kan membasuh hatimu yang layu

Sudah lama tidak memanjakan diri sendiri

Sudah lama melupakan untuk membasuhi sayang diri sendiri

Sudah lama tidak ingat apa yang begitu membuat diri ini terpingkal-pingkal

Sudah lama terenyuh dalam angan memabukkan tentang cinta dan harapan

Tiba-tiba teringat masa indah penuh tawa itu di gerbang sekolah riuh ramai

Tiba-tiba teringat masa retret SMA waktu naik gunung ramai-ramai dengan teman-teman

Tiba-tiba teringat masa kecil penuh imajinasi dan permainan yang tidak pernah ada habisnya

Tiba-tiba teringat masa kuliah yang penuh idealisme, harapan, dan juga indahnya persahabatan dengan peer group

Dan kutersadar, aku perlu lebih bebas lebih nyata menginginkan apa yang kuinginkan

Dan kuteringat, aku penuh harapan dan cita yang sempat kutepis jauh-jauh

Dan kuteringat, aku butuh seseorang yang memahami arti segala kegelisahan ini

Dan kuteringat, aku punya banyak orang yang begitu mengerti apa yang kurasakan saat ini

Wednesday, January 16, 2008

You could be the change you wish to see in this world

You Really Could be the change You really wish to see in This world...

Saya berharap :
Dunia ini damai, orang-orang berbahagia, orang puas dengan kehidupannya masing-masing, tanpa harus saling mencela dan menjatuhkan.
Tiada lagi perbedaan antara si kaya, si miskin, si hitam, si putih, si hebat, si bodoh, bahwa semuanya berada dalam posisinya masing-masing dengan tentram dan selaras.
Pernikahan berbahagia, tiada perebutan pasangan, tiada poligami, tiada perselingkuhan, dan setiap pasangan bersyukur dengan hubungan yang sudah dimiliki dan setiap pasangan terus menepati janji untuk selalu setia hingga akhir hayat.
Di Indonesia : tidak ada lagi anak-anak jalanan berkeliaran tanpa tempat tinggal, tidak ada lagi kasus pengedaran narkoba yang menyesatkan, tidak ada lagi pertikaian antar agama suku ataupun permusuhan, tidak ada lagi korupsi kolusi dan nepotisme.
Yang tersisa : damai, tentram, saling menghargai satu sama lain, dan saling menghormati keberadaan masing-masing.
Bisa selalu bertemu dengan orang yang positif, penuh rasa syukur, dan tau terima kasih dan balas budi.
Keluarga harmonis dan saling menjunjung tinggi harkat dan martabat.
Semua tersenyum lepas, bebas, yang ada adalah rasa syukur dan sayang akan kehidupan ini.
Perdamaian dunia.

Dan katanya,
Kita sungguh bisa menjadi bukti dari perubahan yang sangat kita inginkan dalam hidup ini. Berawal dari diri sendiri, dan perubahan itu akan terwujud. Lihat bukti : Nelson Mandela pada akhirnya berhasil menumpas politik pembedaan kulit putih dan kulit putih dan mempersatukan perbedaan selama bertahun-tahun yang sudah menghabiskan banyak sekali nyawa manusia.
Dan ku berharap, ku juga bisa memberikan perubahan itu juga, dalam hidup ini.

Thursday, January 10, 2008

Sang Penghibur - PADI

SANG PENGHIBUR – PADI

SETIAP PERKATAAN YANG MENJATUHKAN

TAK LAGI KUDENGAR DENGAN SUNGGUH

JUGA TUTUR KATA YANG MENCELA

TAK LAGI KUCERNA DALAM JIWA

AKU BUKANLAH SEORANG YANG MENGERTI

TENTANG KELIHAIAN MEMBACA HATI

KUHANYA PEMIMPI KECIL YANG BERANGAN

TUK MERUBAH NASIBNYA

OH BUKANKAH KU PERNAH MELIHAT BINTANG

SENYUM MENGHIASI SANG MALAM

YANG BERKILAU BAGAI PERMATA

MENGHIBUR YANG LELAH JIWANYA

YANG SEDIH HATINYA

YANG LELAH JIWANYA

YANG SEDIH HATINYA

KUGERAKKAN LANGKAH KAKI DIMANA CINTA AKAN BERTUMBUH

KULAYANGKAN JAUH MATA MEMANDANG TUK MELANJUTKAN MIMPI YANG TERPUTUS

MASIH KUMENCOBA MENGEJAR RINDUKU MESKI PELUH MEMBASAHI TANAH

LELAH PENAT TAK MENGAHLANGI MENEMUKAN BAHAGIA

Tuesday, January 08, 2008

Chocolate For My Life 2n Ed - #1

Selamat Datang Di Tahun 2008.
Ketenangan air bisa memecahkan dunia. Ketenangan pikiran bisa mengubah hidup menjadi lebih baik lagi. Jika bukan uang yang harus kita kejar, jika kebahagiaanlah yang seharusnya kita kejar, apakah hidup akan sungguh bahagia pada akhirnya? Belum tentu! Tergantung konsep bahagia itu sendiri. Dan di tahun 2008 ini, tema kebahagiaan seolah menjadi tema hangat dan panas yang akan terus saya bahas, saya tulis, dan saya gali. Ketika semakin banyak orang resah dengan hidupnya. Tidak puas dengan hidupnya. Selalu membandingkan hidupnya dengan hidup orang lain. Dan ketika orang semakin terobsesi untuk menjadi kaya, sebelum akhirnya memiliki waktu untuk mewujudkan kebahagiaan mutlak yang selama ini dinantikan.

Orang bilang kalau punya uang cukup dan berlebih, tenanglah hidup ini. Dalam hidup ini selalu ada perbedaan. Beda nasib. Beda hidup. Beda perjalanan kesulitan. Beda keberuntungan. Dan beda yang lainnya. Namun, ada satu yang sama. Sama tujuan. Semua orang hidup dengan tujuan yang sama : mau bahagia, nggak mau susah. Kalau boleh milih, pinginnya terus menerus bahagia, tanpa kesusahan sedikitpun. Sayangnya, putih tidak akan ada tanpa kehadiran hitam, bahagia takkan muncul tanpa sedih terlebih dahulu. Begitulah hidup.

Sekejap menjadi ahli soal hidup? Nggak juga, ini proses belajar untuk lebih memaknai hidup. Begitu banyak jalan untuk lebih memaknai hidup : beragama lebih tekun, terjun ke dalam aksi amal sosial, atau melepas sejauh mungkin dari hiruk pikuk metropolis, untuk menemukan jati diri sesungguhnya. Apa makna hidup saya yang sesungguhnya?

Ketika ke kamar mandi, saya bertemu dengan seorang ibu yang menjajakan kue basah jualannya, menawarkan siapa saja yang hendak buang air kecil. Ada lagi seorang penjaga kamar mandi, yang selalu siap sedia untuk menyiapkan tisue-tisue bagi wanita yang hendak buang air kecil. Ada begitu banyak profesi dalam hidup ini, entah siapa yang melakukan pembagian kelas sosial, tau-tau muncul begitu saja, tanpa diperkirakan.

Pembagian kelasnya adalah seperti ini :

Kelas C,D,E : para pekerja kasar, tukang parkir, penjaga toilet, supir angkot, pembantu rumah tangga, buruh pabrik, office boy, satpam, hansip, tukang cuci piring, cleaning service gedung-gedung dan hotel. Apa lagi?

Kelas A,B : pekerja kantoran, manager, bos-bos, supervisor, bagian marketing, sekertaris, atau para karyawan bank.

Perbedaan mencolok pun terjadi : ada si kaya dan ada si miskin. Si miskin ada yang pasrah karena tidak mungkin bisa seperti si kaya. Si kaya terus berjuang untuk bisa tetap kaya dan lebih kaya, kalau bisa. Cara-cara pun diusahakan supaya bisa jadi si kaya. Tidak pernah ada yang berandai : semoga saya jadi orang miskin. Semua berharap bisa jadi orang kaya. Di sudut sepi hiruk pikuk dunia, tak sedikit orang miskin yang terpuruk dalam depresi berat dan akhirnya mengalami gangguan jiwa. Ada juga seseorang yang dulunya miskin, mendadak kaya, tapi kembali miskin lagi, tidak bisa menerima kenyataan hidup, terus berpikir keras untuk jadi kaya, tak bisa dihindari, orang ini menjadi gila. Sakit jiwa. Lupa ingatan. Sering bengong. Tidak lagi percaya pada siapapun. Orang mengalami gangguan jiwa ketika tidak ada lagi orang yang bisa ia percayai. Semua karena impian semu : ingin sekali segera berubah nasib, ingin sekali pergi jauh dari kemiskinan. Jika banyak orang sudah jengah dengan pembahasan si kaya dan si miskin, bagi saya, kisah ini tidak akan pernah habis. Selama ada si kaya. Dan selama ada si miskin. Semua kisah ini akan terus bergulir.

Salahkah Jika Mencintai Seseorang Tanpa Batas?
Mencintai itu harus tulus dan tanpa perhitungan. Mencintai yang sesungguhnya tidak harapkan untuk kembali. Mencintai hanya berfokus untuk memberikan yang terbaik. Mencintai pun berarti belajar untuk menerima kondisi apapun dengan lapang dada dan dengan rasa syukur.

Namun, mencintai pun ternyata harus ada batasannya. Batasan moral, katanya!

Mencintai tidak lagi tulus tanpa pamrih. Ketika memilih seseorang yang akan kita cintai, begitu banyak perhitungan untung rugi. ”Kalau saya sama dia, apa saya bisa bahagia? Apa saya bisa tercukupi lahir dan batin?”. Dan ketika mencintai seseorang, tidak lagi, bisa menerima apa adanya. ”Dia pemarah, emosional, dan yang parahnya, dia itu kere” Itu bukan cinta lagi namanya. Dan kini, cinta menjadi buyar ketika berbaur dengan segala unsur semua yang dianggap sebagai cinta. Cinta itu nggak boleh sembarangan diberikan kepada orang yang salah. Pilihlah orang yang tepat untuk Anda cintai, jangan sia-siakan cinta Anda untuk orang yang nggak pantes.

Keluarga keturunan darah biru akan melecehkan mereka dari kaum papa. Keluarga dari agama tertentu akan meragukan apakah bisa sejalan dalam menjalani bahtera rumah tangga.

Keluarga level menengah akan berpikir 100 kali ketika melihat calon menantu atau mantunya ternyata tidak sempurna fisiknya. Keluarga level atas akan melihat sebelah mata ketika melihat anaknya akan memilih seorang pekerja kasar, dari kaum marginal, miskin! Padahal cinta kan awalnya muncul bukan karena sisi fisik dan materinya. Cinta muncul ketika ada percikan chemistry yang sulit dijelaskan dengan wujud nyata, hanya sang rasa yang bisa mengerti gejolak rasa itu. Dan cinta pun sulit sekali untuk memilih. Cinta itu mirip seperti kita menyukai satu warna tertentu. Tanpa terencana, ketika ada warna merah, putih, biru, kuning, tapi kita malah memilih warna hijau di baju seorang yang baru saja melewati kita. Faktor kebiasaan dan juga faktor pengalaman lalu yang membuat seseorang memahami apa yang akan dipilih dan apa yang disukainya.

Kalau mencintai dengan tulus orang yang kita sayangi masih dianggap salah juga pada beberapa kasus, bagaimana dengan membenci dengan tulus orang yang kita sayangi? Picik. Naif. Realita. Walau kita menyukai warna hijau, tapi ketika banyak orang lebih menyukai warna biru, warna hijau pun dianggap jelek, hina, aneh, norak, dan nggak sesuai. Dan ketika kita memilih warna hijau, tapi budaya melarang masyarakatnya untuk memakai pernak-pernik warna hijau, kita pun dituntut untuk menyukai warna lain, jangan warna hijau! Orang yang tetep bersikeras menyukai warna hijau, harus mampu membuktikan kalau warna hijau itu lebih indah dibandingkan warna biru. Kenyataannya, warna hijau itu perpaduan dari warna biru dan kuning, namun, tetap saja itu bukan biru! Biru ya biru! Ga ada embel-embel apalah, beda ya beda...nggak bakal bisa sama lagi!

Untungnya, perubahan itu selalu terjadi. Waktu zaman sekolah dulu, saya fanatik sekali dengan warna biru, pokoknya segala macam barang harus warna biru! Lalu seiring berjalan waktu dan trend yang ada di sekeliling saya, saya mulai menyukai warna pink, disusul dengan warna putih, dan kini warna hijau tosca menjadi warna favorit saya. Ada saat juga dimana saya sangat suka sekali dengan warna putih. Untuk fashion, saya cenderung pilih warna putih, karena mudah dipadu padan, dan terkesan suci bersih. See? Minat berubah, kesukaan berubah. Hari ini kita mungkin tergila-gila dengan satu hal, belum tentu besok atau 2 jam kemudian kita masih tergila-gila dengan itu. Manusiawi bukan, kalau ternyata, orientasi orang mengenai cinta pun berubah? Dan orientasi uang mengenai kebahagiaan pun akan berubah? Yang tidak berubah, hanya satu : tetap ingin merasa bahagia. Apapun yang terjadi.

Monday, January 07, 2008

Chocolate Cake For Me

double chocolate layer cake

DOUBLE CHOCOLATE LAYER CAKEThis old-fashioned chocolate cake made our staff swoon! Chef Ed Kasky uses Callebaut semisweet chocolate for the cake and Guittard French-vanilla chocolate for the frosting, but any fine-quality semisweet chocolate will produce a wonderful result in either.

Watch how to prepare this cake like a pro with our hands-on technique video.

Servings: Serves 12 to 14.

subscribe to Gourmet

Ingredients

For cake layers
3 ounces fine-quality semisweet chocolate such as Callebaut

1 1/2 cups hot brewed coffee
3 cups sugar
2 1/2 cups all-purpose flour
1 1/2 cups unsweetened cocoa powder (not Dutch process)
2 teaspoons baking soda
3/4 teaspoon baking powder
1 1/4 teaspoons salt
3 large eggs
3/4 cup vegetable oil
1 1/2 cups well-shaken buttermilk
3/4 teaspoon vanilla

For ganache frosting
1 pound fine-quality semisweet chocolate such as Callebaut
1 cup heavy cream
2 tablespoons sugar
2 tablespoons light corn syrup
1/2 stick (1/4 cup) unsalted butter

Special equipment
two 10- by 2-inch round cake pans

Preparation

Make cake layers:
Preheat oven to 300°F. and grease pans. Line bottoms with rounds of wax paper and grease paper.

Finely chop chocolate and in a bowl combine with hot coffee. Let mixture stand, stirring occasionally, until chocolate is melted and mixture is smooth.

Into a large bowl sift together sugar, flour, cocoa powder, baking soda, baking powder, and salt. In another large bowl with an electric mixer beat eggs until thickened slightly and lemon colored (about 3 minutes with a standing mixer or 5 minutes with a hand-held mixer). Slowly add oil, buttermilk, vanilla, and melted chocolate mixture to eggs, beating until combined well. Add sugar mixture and beat on medium speed until just combined well. Divide batter between pans and bake in middle of oven until a tester inserted in center comes out clean, 1 hour to 1 hour and 10 minutes.

Cool layers completely in pans on racks. Run a thin knife around edges of pans and invert layers onto racks. Carefully remove wax paper and cool layers completely. Cake layers may be made 1 day ahead and kept, wrapped well in plastic wrap, at room temperature.

Make frosting:
Finely chop chocolate. In a 1 1/2- to 2-quart saucepan bring cream, sugar, and corn syrup to a boil over moderately low heat, whisking until sugar is dissolved. Remove pan from heat and add chocolate, whisking until chocolate is melted. Cut butter into pieces and add to frosting, whisking until smooth.

Transfer frosting to a bowl and cool, stirring occasionally, until spreadable (depending on chocolate used, it may be necessary to chill frosting to spreadable consistency).

Spread frosting between cake layers and over top and sides. Cake keeps, covered and chilled, 3 days. Bring cake to room temperature before serving.

corn and crab chowder

Bon Appétit | January 2008

The Bon Appétit Test Kitchen

CORN AND CRAB CHOWDERBe sure to use white corn—it's sweeter.

Prep: 25 minutes; Total: 35 minutes

Servings: Makes 4 first-course servings

subscribe to Bon Appétit

Ingredients

1 16-ounce bag frozen petite white corn (do not thaw), divided
1 cup low-fat (1%) milk
1 8-ounce bottle clam juice
4 tablespoons sliced green onions, divided
2 teaspoons minced peeled fresh ginger, divided
4 1/2 teaspoons fresh lemon juice, divided
2 tablespoons (1/4 stick) butter
4 ounces cooked crabmeat, flaked

Preparation

Reserve 1/4 cup corn. Bring remaining corn and milk to boil in medium saucepan. Cover; remove from heat. Let stand 10 minutes. Puree mixture in blender. Add clam juice, 3 tablespoons green onions, and 1 teaspoon ginger; puree again until almost smooth. Return puree to saucepan; bring to simmer. Mix in 1 1/2 teaspoons lemon juice. Season with salt and pepper.

Melt butter in small skillet over medium heat. Add reserved 1/4 cup corn; sauté 1 minute. Add crab, 1 tablespoon green onions, 1 teaspoon ginger, and 3 teaspoons lemon juice; stir just until warm. Season with salt and pepper. Divide soup among bowls; mound crab mixture in center.

Sponge Cake Coklat Youngy Gunawan

Resep:

Bahan A:
15 btr merah telur (ukuran M)
7 btr putih telur
200 gr gula kastor (manisnya udah pass)
100 gr terigu (aku pake kunci biru)
25 gr maizena
15 gr susu bubuk (aku ga punya, aku pake terigu aja)
15 gr emulsifier (aku ga pake)
25 gr coklat bubuk

Bahan B:
150 gr mentega, lelehkan
3 sdm coklat pasta BF (aku pake coklat pasta biasa)

Loyang :
3 ly bulat 25×4cm atau
2 ly 30×30x2cm, atau
3 ly 22×22x4cm
(aku pake 3 loyang diameter 22, sisa dikit)

Cara membuat:
- campur terigu, maizena, susu bubuk dan coklat bubuk, aduk rata sisihkan.
- Kocok bahan A, kecuali tepung-tepungan, hingga kental, matikan mixer.
- Ayakan campuran tepung diatas adonan telor, secara bertahap sambil diaduk hingga rata.
- Tuang mentega leleh dan coklat pasta, aduk perlahan hingga tercampur rata
- Tuang kedalam loyang, oven hingga matang lk. 15 menit tergantung panas oven. (di aku 25 menit pake suhu 150derajat C)

*Ganache

400ml whipcream ditim sampe panas, tuang ke 500gram DCC cincang, aduk sampe merata dan lembut. Nanti cair gitu hasilnya, masukin kulkas sekitar 3 jam, setip 1 jam diaduk2. Setelah kental dimixer trus dibikin olesan. Ini agak lembek tapi bisa displuit kok.

————————

Susu bubuknya aku ga pake karna ga punya, di rumah lagi ujan dan kasian kalo nyuruh embaknya pergi ke warung ujan2 gitu. SMS papa yg lagi pergi sepedaan, pulangnya nitip minta beliin susu bubuk, eh katanya lagi ada di Sentul, nyasar di bukit apa gitu, buset dah. Pagi2 pamitnya sepedaan cari sarapan ke Pemda Cibinong, lewat Nepal kali ampe jam 2 belom pulang, pake nyasar di Sentul pula, nyampe rumah baru jam 7 malem, ya ampyunnn…. sigh….

Friday, January 04, 2008

The Science of Getting Rich : Wallace

CARA ORANG MELAKUKAN SESUATU ADALAH AKIBAT LANGSUNG DARI CARA BERPIKIRNYA// UNTUK MELAKUKAN HAL-HAL DENGAN CARA YANG ANDA INGINKAN/ ANDA HARUS MENDAPATKAN KEMAMPUAN UNTUK BERPIKIR DENGAN CARA YANG ANDA INGINKAN//
Kita dapat menciptakan apa yang ingin kita ciptakan. Kita bisa mendapatkan apa yang ingin kita miliki dan bisa menjadi apa kita ingin menjadi.
Segala sesuatu yang hidup harus selalu mencari perluasan hidupnya karena hidup pada dasarnya harus meningkatkan dirinya sendiri. Setiap bakat yang kita bina mendatangkan hasrat di dalam benak untuk membina bakat lain. Kita terdorong untuk mengetahui lebih banyak, untuk berbuat lebih banyak, dan menjadi lebih banyak. Kita harus menjadi kaya agar kita dapat hidup lebih banyak.
Rombaklah pola pikir anda dan percayalah bahwa ini benar. Tetapi, sangatlah penting bahwa tujuan anda selaras dengan tujuan yang ada di dalam segala sesuatu.
Altruisme yang ekstrim tidaklah lebih baik atau terhormat dibandingkan egoisme yang ekstrim. Keduanya adalah kesalahan.
Anda hidup seutuh mungkin – bagi diri sendiri dan bagi orang lain.
Anda harus menciptakan dan bukan bersaing untuk apa yang sudah diciptakan.
Anda dapat memilikinya tanpa mengambil apa yang telah dijauhkan dari orang lain. Anda akan menjadi pencipta, bukan pesaing.