Tuesday, October 21, 2008

Menyembuhkan Luka Batin

Minggu, 19 Oktober 2008 | 13:58 WIB
Oleh : Kristi Poerwandari, Psikolog

Bayangkan Anda seorang anak kecil berusia delapan tahun, di panas terik berjalan kaki cukup jauh pulang sendiri dari sekolah. Anda kesepian, kelelahan, dan kehausan. Begitu sampai rumah Anda berlari masuk, menarik gelas dari meja makan, tanpa sengaja menjatuhkannya.

Ayah atau ibu kaget, menghampiri dengan tubuh tegang. Bukannya menunjukkan kekhawatiran, mereka mulai memaki-maki. Mengguncang dan memukul Anda: ”Dasar goblok. Anak tidak tahu diuntung! Selalu bikin masalah. Itu gelas bagus tahu?! Hari ini kamu dihukum tidak dapat makan siang!!” Mungkin Anda sangat ketakutan, tegang, dan bingung, sementara badan terasa sakit akibat pukulan.

Dengan gerakan kacau, Anda mulai memunguti pecahan gelas, mungkin begitu paniknya sehingga tangan tertusuk dan berdarah. Ayah atau ibu sama sekali tak peduli, tegak berdiri penuh kebencian.

Luka akibat tertusuk pecahan kaca mungkin sembuh dalam waktu singkat, tetapi luka batin? Bila mengalami hal di atas, mungkin kita akan menghayati begitu banyak perasaan negatif: takut, bingung, kesepian, sedih, marah, dan menyesali diri, merasa bodoh, tak berdaya, mungkin juga sangat marah dan benci kepada orangtua yang telah berlaku tidak adil. Kita juga akan merasa sangat malu karena orangtua melakukan hal begitu buruk dan karena kita diperlakukan demikian buruk.

Trauma psikologis adalah suatu kejadian yang menghadapkan kita pada ancaman genting yang overwhelming, berdampak pada tergoncangnya keseimbangan. Ketika itu terjadi, kapasitas menyelesaikan masalah dari otak kehilangan kemampuan mengendalikan situasi. Kekagetan dan ketakutannya dapat sangat melumpuhkan, apalagi bila dibarengi sakit fisik.

Luka batin akibat perlakuan orang terdekat sering lebih menghancurkan. Apalagi bila itu terjadi berulang.

Psikoanalisis mampu menjelaskan rinci betapa perlakuan buruk dari orang terdekat sejak masa awal kehidupan dapat menghantui hingga masa dewasa. Luka batin yang tak terobati mungkin menghancurkan kepercayaan kita kepada orang lain. Luka batin juga sering menghancurkan kepercayaan kita kepada diri sendiri (”Apakah aku cukup baik untuk dicintai?; ”Adakah yang sungguh-sungguh peduli kepadaku?”)

Luka batin mencerabut jangkar psikologis atau akar terdalam dari rasa aman manusia. Bagaimana orang merespons luka batinnya?

Tergantung karakteristik kepribadian, sosialisasi yang diterima, dan keseluruhan konteks hidupnya. Rasa marah mungkin terbawa hingga dewasa. Sikap menghukum dari orangtua diadopsi dalam bentuk mudahnya individu marah dan menghukum pasangan hidup atau anak. Atau rasa tidak aman yang kuat menyebabkan kita membentengi diri akibat takut dilukai.

Ada yang jadi sinis, punya kebutuhan berlebihan tak pernah terpuaskan akan seks, kekuasaan, prestise, dan lainnya. Intinya, hal-hal itu menjadi kompensasi ketidakyakinan kita sungguh-sungguh pribadi berharga dan patut dicintai.

Luka batin dalam komunitas juga berdampak bervariasi. Proses psikologis seperti generalisasi dan pembakuan stereotipe dapat menggulirkan ribuan masalah lebih lanjut.

Pengalaman buruk langsung maupun tak langsung (yang dilihat dan didengar) dengan kelompok tertentu (polisi, perempuan, guru, orang kaya, individu dengan karakteristik fisik tertentu) dapat mengental dalam ingatan dan berpengaruh terhadap perilaku kita.

Membangun kebahagiaan
Berikut cuplikan surat seorang gadis, sebut saja Cinta, di Jakarta, yang penuh luka batin akibat tindakan orangtua sejak masa kecil dia.

”Mbak, aku melakukan kesalahan lagi. Ibuku tadi marah-marah ke tukang yang sedang merenovasi rumah. Aku takut mereka dendam kepada Ibu dan malah kenapa-kenapa, jadi Ibu ku tenangkan. Eh, malah aku dimarahi habis-habisan. Katanya aku sok tahu, sok mengatur, durhaka. Mama teriak-teriak, lempar barang hampir kena ke kepalaku. Aku dituduh sengaja bikin Mama jadi stres supaya Mama masuk rumah sakit jiwa…. Aku tertekan banget, aku nangis berjam-jam. Kalau sudah begini, aku jadi ingin menghubungi lagi mantan pacarku. Tetapi, jangan khawatir Mbak, aku tahu itu bukan penyelesaian yang baik. Jadi, aku mau tidur dulu saja. Capekkkk.” (Dia baru putus pacaran dengan laki-laki beristri dan mulai menyadari hubungan tersebut tidak memberi manfaat apa pun bagi dia).

Dalam surat lain, dia menulis: ”Mbak, aku tidak mau jadi orang yang sama seperti ayah-ibuku yang penuh kepahitan dan menyakiti anak-anaknya. Aku sakit hati sekali kepada mamaku, sampai sekarang belum bisa ku hilangkan. Aku tahu sumber kekacauan emosi ibuku: ia bertahan hidup 32 tahun dengan suami kasar, sering menghina dan main tangan. Tadi ku dengar ayah maki-maki ibuku: ’Goblok kamu, anjing, mampus!’ Aku ingin menyayangi diriku sendiri. Pakai ukuranku sendiri dalam memahami diri sendiri, bukan ukuran orang lain, bukan ukuran mamaku atau papaku yang menganggap aku kurang pintar, kurang membanggakan, kurang cantik, kurang kaya, dan entah apa lagi.”

Ia akan terus bertahan di bidang kerjanya yang tidak disukai orangtua karena gajinya tidak sebanyak yang mereka harapkan. Ia juga akan melihat sisi-sisi positif dirinya, tidak dirontokkan komentar menyakitkan orangtua (”Kalau kamu gayanya begitu, enggak akan ada cowok mau. Paling yang datang orang-orang goblok, tukang porot, yang mau ambil duit kamu!”). Meski sulit, Cinta sedang berusaha keras membangun rasa cinta kepada diri sendiri dan tampaknya akan berhasil.

Bagaimanapun, mencegah jauh lebih mudah daripada mengobati. Bayangkan bila anak yang memecahkan gelas secara tak sengaja itu dihampiri orangtuanya yang khawatir, kemudian memeluknya, menenangkan, dan membantu membersihkan pecahan kaca. Ketakutan dan kekagetan anak akan berganti dengan kelegaan, perasaan terlindungi, terbasuh kasih sayang.

Sumber : Kompas Cetak

Percaya Cinta

belajar percaya semuanya kan baik-baik saja.
Percaya pada pacar semata wayang.
Belajar untuk mengikuti kata hati.
Berani ambil keputusan hidup.
Percaya cinta sungguh ada.
Yuu..

Healthy Life

Kesehatan itu sungguh berharga. Ada beberapa hal yang sempat terabaikan.
1. Kesehatan mata. Sering berhadapan di layar komputer, layar Tv,membaca sambil tiduran, sempat membuat mata lelah, otot mata nyut-nyutan, dan mata merah, padahal mata itu jendela dunia, hanya dengan mata kita bisa melihat dunia nyata, segala warna warni dunia.
2. Sariawan. Bukan sekedar kurang vitamin C saja, tapi bisa disebabkan karena masalah pencernaan dan stress berat. Bisa diatasi dengan selalu standby stok vitamin C dosis tinggi (rekomendasi : Zevit Grow, vitamin C dosis tinggi dan ada kandungan kalsium juga). Stress ternyata menyebabkan sariawan juga. Sariawan terlalu sering bisa menjadi awal muasal kanker mulut, sehingga ada baiknya selalu jaga kebersihan mulut, obat kumur (Betadine well recomended), dan juga banyak konsumsi buah dan sayur, sikat gigi teratur, dan selalu menjaga keseimbangan hidup.
3. Tekanan Darah kurang normal. Terlalu lelah, kurang tidur, pola makan kacau, bisa bikin tekanan darah kacau. Tekanan darah rendah katanya lebih baik daripada tekanan darah tinggi, tapi tetap saja dua dua nya penyebab stroke. Gejala tekanan darah rendah : sesak nafas, diare, dan juga mudah letih dan gampang pingsan. Bisa makan daging kambing, makanan kadar garam tinggi, dan juga olahraga. Bertolak belakang dengan tekanan darah tinggi, justru nggak boleh banyak konsumsi makanan bergaram.
4. Kesehatan ginjal. Sekarang walau masih usia belasan bisa terserang sakit ginjal. Bisa karna sering makan makanan padang 3 kali sehari, yang santennya sangat kental. Dan juga minum coca cola dan minuman soda terlalu banyak, dan juga jika terlalu sering konsumsi obat-obat sejenis aspirrin, bisa merusak ginjal. Ada dua jenis ginjal. Ada yang disebut batu ginjal, karena jarang minum air putih. Dan ada juga kerusakan ginjal atau gagal ginjal karena sering konsumsi makanan kurang sehat, sehingga ginjal jadi rusak. Di kasus ini justru tidak boleh terlalu banyak minum air putih.
Stress menjadi sumber munculnya berbagai penyakit. Stress pun muncul karena nggak puas dengan hidup, kaget dengan perubahan hidup, nggak tau gimana menghadapi stressnya. Stress pun dikarenakan jarang bersyukur, padahal sudah punya organ tubuh utuh itu udah bener-bener beruntung banget...
Note : buah delima bagus untuk kesehatan tubuh. Madu juga bagus dikonsumsi (Sebaiknya sebelum tidur minum madu, supaya bisa perbaikan sel-sel tubuh dengan efektif).

Monday, October 20, 2008

3 Faktor Pertimbangan

- Kenali pasangan. Kenal di sini bukan hanya soal kepribadian tapi lebih ke nilai-nilai si dia, apa pikiran jangka panjangnya, apa yang dia tidak suka dari Anda, dan sebagainya.
- Kesiapan psikologis. Di sini yang dilihat adalah apakah emosinya sudah stabil. Baik Anda dan pasangan sama-sama menyadari bahwa pernikahan adalah peperangan. Ketika berhasil selamat dalam peperangan itulah, pernikahan bahagia akan tercipta.
- Faktor ekonomi. Maklum, tuntutan gaya hidup makin tinggi, orang sekarang lebih materialistis. Sebelum memutuskan menikah, lihat lagi apakah pasangan Anda bisa menunjang atau tidak secara ekonomi.

renungan cinta

Sebuah hubungan cinta yang terlalu banyak mengorbankan dan merugikan kehidupan pribadi maka itu sesuatu hal yang tidak menyehatkan kelangsungan hidup anda.
Tapi jika cinta yang dijalani benar-benar membuat hidup anda lebih baik, lebih nyaman dan pasangan benar-benar sayang serta memberi efek positif pada kehidupan anda? Tentu saja sudah sewajarnya anda mempertahankan hubungan cinta ini meskipun orang tua tidak menyetujuinya.
Saat hubungan cinta mulai 'membahayakan' kehidupan pribadi anda, maka anda harus berpikir kembali, apakah perlu dipertahankan? Membina sebuah hubungan cinta, tidak berarti bahwa anda kehilangan kebahagiaan bersama keluarga dan teman-teman. Jika anda mulai merasakan bahwa anda mulai kehilangan hidup anda, sudah waktunya anda berpikir untuk mengakhiri hubungan cinta ini.
Boleh jadi mereka tidak suka dengan kekasih anda, tapi suatu hari nanti mereka pasti akan bisa menerima hubungan cinta anda, bila anda mampu membuktikan bahwa apa yang anda lakukan bisa membuat kehidupan anda lebih baik dan lebih indah untuk dijalani.

Monday, October 13, 2008

Mars Venus by : John Gray

"...what he wants to do with his life. there is something else going on that inspired his behavior.what caused him to feel the need to leave. he felt he was unable to share his feelings with you. because he wants to be alone with only his problems. he does want his time right now by himself. he took his feelings and emotions into his workplace. he cannot fix you. giving him some space. You both need some distance to get back on track. reestablish your life goals. can help you take care of your own needs while respecting your husbands space and distance. being the person you were meant to be to put some emotional distance between the two of you. give yourself the gift of time, away from her and other relationships. taken the time you need to heal. to help work out your feelings. to heal your wounds..." (by : John Gray, on divorcemag.com)

a dream furniture


hmm.... keren....

Sunday, October 12, 2008

7 Alasan Buruk Untuk Menikah

Senin, 23 Juni 2008 | 11:47 WIB www.kompas.com
Pernikahan merupakan sesuatu yang sakral, dan karenanya setiap orang menginginkan pernikahan sekali seumur hidup. Kenyataannya, banyak perceraian akibat alasan yang salah ketika memutuskan untuk menikah. Inilah beberapa di antaranya

1.
"Teman-teman saya banyak yang telah menikah."
2.
"Jika tidak menikah dengannya, saya tidak dapat kesempatan lain."
3.
"Ah, dia tidak seburuk itu, kok. Hanya doyan perempuan."
4.
"Saya sudah terlalu dekat dengannya, jadi saya harus menikah dengannya."
5.
"Kami sudah menyewa gedung, menyiapkan gaun, masak sih harus dibatalkan?"
6.
"Kalau saya meninggalkannya, katanya dia akan bunuh diri."
7.
"Saya tahu dia punya masalah. Tapi saya mencintai dia dan ingin membantunya. Mungkin pernikahan bisa membuatnya berubah."

Ika Nurul Syifaa

Friday, October 10, 2008

Kado Perceraian _ Riset

Naik Jabatan, Kadonya Perceraian
http://www.surya.co.id/web/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=50263

Thursday, 17 July 2008
Harta, tahta, dan wanita, tiga kata saling bertaut yang tuahnya membetot bagai magnet, setidaknya bagi para adam. Sama yakinnya dengan mengugemi pameo bahwa di belakang sukses seorang pria pasti ada seorang wanita.Namun, ketika wanita berani mengajukan gugatan cerai lantaran berbagai alasan -salah satunya perbedaan pandangan politik- untuk meninggalkan pria, fenomena apa yang sejatinya tengah terjadi?

Berangkat dari data yang dibeber Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, suhu politik yang memanas seiring pemilihan kepala daerah dituding ikut menyumbang andil pada tingginya angka perceraian di Indonesia. Data yang dihimpun dari enam kota besar di Indonesia itu (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar) cukup mencengangkan.

Surabaya mendominasi dengan angka perceraian tertinggi. Sebanyak 48.374 kasus perceraian, 27.805 kasus di antaranya atau 80 persen adalah kasus perceraian yang diajukan sang istri.

Sementara 17.728 kasus di antaranya adalah gugatan cerai yang diajukan suami kepada istrinya.

Berkaca dari kasus-kasus yang ditangani Kebijakan, Pendidikan dan Pendampingan Masyarakat Kelompok Perempuan Pro Demokrasi (KPPD) Samitra Abhaya Surabaya, Yulianti Ratnaningsih SH, staf divisi KPPD tak menampik jika di Surabaya pihak istri yang terbanyak mengajukan gugatan cerai.

Beberapa sumber masalahnya tak sedikit yang disebabkan peningkatan karier atau jabatan suami sehingga memicu sang suami berbuat sewenang-wenang, berselingkuh, dan penelantaran ekonomi.

Tahun 2007, sodor Yanti -begitu ia biasa disapa- mengutip data KPPD, lembaga ini menerima 220 kasus pengaduan dan pendampingan di mana sebanyak 10 kasus pengajuan gugatan cerai oleh istri disebabkan karena peningkatan jabatan suami sebagai pejabat publik. Kemudian ada lima kasus gugatan cerai istri dari istri politisi yang mengalami penelantaran ekonomi dan KDRT. ”Sifat feminin yang dituntut pada perempuan (istri) diartikan sebagai kepatuhan
dan kepasrahan. Perempuan yang kritis dipandang tidak pantas,” tegas Yanti.

Wanita dan tahta, kenapa selalu dikaitkan? Yanti mensinyalir, fenomena itu lebih kepada cara pandang dalam masyarakat bersistem patriarki di Indonesia. Perempuan masih sebagai objek atau alat untuk mencapai tujuan sedangkan posisi pria di atas perempuan (superior). Ini mengondisikan prialah yang lebih banyak memiliki akses kekuasaan, ekonomi, dan sarana publik.

”Sementara perempuan adalah konco wingking alias pelengkap dan bukan mitra. Pada akhirnya perempuan bisa menjadi sosok pelanggeng kekuasaan atau malah korban kesewenang-wenangan pria (dalam hal ini istri oleh suaminya),” papar Yanti.

Inilah yang kemudian membuka pintu lebar-lebar bagi terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). KDRT itu sendiri bukan hanya berupa melukai secara fisik, tapi juga termasuk kekerasan psikis (penghinaan, mencaci maki, pemaksaan kehendak), penelantaran ekonomi, hingga pemerkosaan.

Kompromi dan Toleransi
Saat memutuskan untuk menikah, suami atau istri harus siap menghadapi perbedaan-perbedaan di antara mereka. Di antaranya beda budaya, pola asuh, karakter hingga perbedaan pandangan politik. Apakah si suami atau istri merupakan
Surya Online
http://www.surya.co.id/web Powered by Joomla! - @copyright Copyright (C) 2005 Open Source MattersG. Aenll errigahtetsd :r e1s0e Orvcetdober, 2008, 16:09
aktivis politik atau bukan, tentu ada kondisi yang berseberangan.

“Kalau sudah menjadi prinsip biasanya sulit untuk dirubah karena masing-masing pihak memiliki alasan tersendiri. Mereka mempertahankan hal yang diyakininya. Mengingat itu merupakan hak individu,” tutur Fenny Listiana, SPsi
MM, konsultan di Sparta Education Surabaya, Rabu (16/7).

Mungkin banyak orang yang menilai hal tersebut sebenarnya sederhana, namun menurut Fenny, bila perbedaan tersebut dibuat menjadi rumit oleh pasangan suami istri, akan menjadi bom waktu yang berujung pada perceraian.

“Misalnya si suami menghina atau mengejek istrinya karena mengikuti partai A. Dan sebaliknya, si istri mengejek suami karena ikut partai B. Kekerasan psikis seperti ini jika diakumulasi bisa berujung pada perceraian,” tegas Fenny.

Perceraian sebenarnya akumulasi dari berbagai macam persoalan. Bila seseorang sudah terbentur kasus tertentu dan dibiarkan tumbuh subur akan meledak sewaktu-waktu. Salah satunya bisa terjadi jelang pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah (pilkada).

Belum lagi masalah penghargaan yang tidak didapatkan dari pasangan, namun hanya bisa didapatkan saat ia bergabung di sebuah partai. Di sinilah kebutuhan aktualisasi diri justru didapatkannya di tempat lain.

“Masalah dalam perkawinan sebenarnya ada tiga hal, ego yang sama-sama kuat, kebiasaan yang berbeda dan karakter yang bertolak belakang. Sehingga penyebab perceraian harus ditelusuri lebih jauh. Seperti berapa tahun perkawinan atau apakah ada konflik sebelumnya,” tutur Fenny.

Untuk menyikapi perbedaan yang ada di antara suami istri, Fenny menyarankan untuk mengenal karakter masingmasing, agar mendapat pemahaman satu sama lain. Ditambah, saat menyampaikan pendapat, pasangan lainnya harus legawa menyikapi perbedaan yang disampaikan. “Kuncinya ada tiga, komunikasi, toleransi, dan kompromi.
Artinya saat menyampaikan pendapat, meski beda pendapat, si penerima dan penyampai pesan harus menoleransinya. Setelah itu, barulah hal tersebut dikompromikan,” pungkas Fenny. dta/tis

Didukung Suami 100 Persen
Dukungan terus diberikan sang suami, saat Pungky Sukmawati, 34, memutuskan aktif berkegiatan di Partai Bintang Reformasi (PBR). Bahkan saat ini Pungky telah menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PBR.

“Niat saya untuk bergabung di partai ini didukung suami seratus persen. Ia juga mengijinkan dan memberi restu saya untuk aktif di sini,” terang Pungky. Di sisi lain, suami Pungky, Haykel Al Djufri, 33, bukanlah aktivis politik seperti dirinya. Pria berusia 33 tahun ini seorang pengusaha properti yang juga tengah disibukkan dengan kegiatan bisnisnya. Toh meski bukan aktivis politik, Pungky menyebut suaminya masih mengikuti perkembangan politik yang berlangsung saat ini.

“Sah-sah saja bila suami memilih partai lain. Saya sih berpikir demokratis aja. Ia memang sempat bercanda mengatakan hal tersebut. Saya sendiri tidak memaksa ia harus memilih partai yang diikuti istrinya,” tegas mantan model Surabaya era 2000-an itu.

Meski disibukkan dengan seabreg kegiatan partainya, Pungky mengaku tak meninggalkan kewajibannya di dalam keluarga. Disinggung mengenai latar belakangnya sebagai model dan sempat mengikuti pemilihan kontes kecantikan Putri Indonesia, ditegaskan Pungky hal tersebut tidak menjadi masalah. Keputusannya untuk aktif di bidang politik tidak melenceng jauh dari kontes-kontes yang pernah diikuti sebelumnya.
Surya Online
http://www.surya.co.id/web Powered by Joomla! - @copyright Copyright (C) 2005 Open Source MattersG. Aenll errigahtetsd :r e1s0e Orvcetdober, 2008, 16:09

“Dari dulu saya aktif melakukan kegiatan sosial dan pengabdian pada masyarakat. Dan visi dan misi ini ada di partai yang saya ikuti saat ini. Alasan inilah yang membuat saya bergabung. Yaitu visi dan misi yang sejalan dengan prinsip hidup saya, beramal untuk masyarakat,” pungkasnya. tis

TABEL Perceraian dan Pilkada

KOTA KASUS Diajukan Istri Diajukan Suami
1. Surabaya 48.374 27.805 (80 %) 17.728
2. Semarang 39.082 23.653 (70 %) 12.69
3. Bandung 30.900 15.139 (60 %) 13.415
4. Jakarta 5.193 3.105 (60 %) 1.462
5. Makassar 4.723 3.081 (75 %) 1.093
6. Medan 3.244 1.967 (70 %) 811

Sumber: Dirjen Bimas Islam (2008)

Pemicu perceraian:
1. Ketidakharmonisan rumah tangga (46.723 kasus)
2. Faktor ekonomi (24.252 kasus)
3. Krisis keluarga (4.916 kasus)
4. Cemburu (4.708 kasus)
5. Poligami (879 kasus)
6. Kawin paksa (1.692 kasus)
7. Kawin di bawah umur (284 kasus)
8. Penganiyaan dan KDRT (916 kasus)
9. Kawin lagi (153 kasus)
10. Cacat biologis (581 kasus)
11. Perbedaan politik (157 kasus)
12. Gangguan pihak keluarga (9.071)
13. Selingkuh (54.138 kasus)

Sumber: Dirjen Bimas Islam (2008)
Surya Online
http://www.surya.co.id/web Powered by Joomla! - @copyright Copyright (C) 2005 Open Source MattersG. Aenll errigahtetsd :r e1s0e Orvcetdober, 2008, 16:09

Thursday, October 09, 2008

Lepas Dari Ko-Dependensi


Oleh : Kristi Poerwandari, Psikolog

APAKAH Anda terus memikirkan dan berusaha keras memperbaiki hidup seseorang yang sering menyakiti Anda, merasa bertanggung jawab atas kesejahteraannya dan terobsesi untuk membuatnya ’menjadi lebih baik’? Apakah Anda mencari berbagai alasan untuk membela dan terus mencintainya hingga menomorduakan kebahagiaan dan kepentingan diri sendiri?

Bila demikian halnya, tampaknya Anda mengalami ko-dependensi. Istilah ini jarang dibahas dalam teks ilmiah psikologi meski psikolog yang banyak menangani kasus relasional akan sepakat betapa ko-dependensi banyak terjadi.

Karakteristik ko-dependensi

Istilah ko-dependensi muncul tahun 1979 (Beattie, 1990) di negara Barat ketika praktisi kesehatan mental melihat adanya individu-individu yang hidupnya menjadi ’tak terkendali’ dan ’tidak sehat’ karena mengembangkan pola penyesuaian diri tertentu sebagai akibat kelekatan emosionalnya pada pencandu obat-obatan atau alkohol. Sering mereka adalah pasangan atau anak dari alkoholik. Dalam perkembangannya, istilah ini bermanfaat untuk menjelaskan konteks yang jauh lebih luas daripada itu. Mungkin sederhananya menunjuk pada individu-individu yang menampilkan penyesuaian diri yang tidak lagi sehat, akibat ketergantungan emosionalnya pada seseorang lain yang bermasalah karena ’tidak mampu atau menolak’ untuk bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Orang lain itu bisa mengalami ketergantungan pada napza, alkohol, judi, seorang yang charming tetapi menolak menafkahi keluarga, pelaku KDRT, atau pasangan yang tidak pernah setia.

AM, 35 th, seorang istri yang sering dianiaya suami yang ternyata telah memiliki anak remaja di luar nikah menulis surat sbb:

”Bu, saya kesulitan melupakan dia. Saya ternyata benar-benar tergantung secara psikis pada dia. Padahal saya sudah menyibukkan diri, tetapi kalau ada kesempatan satu menit saja tidak melakukan apa-apa, saya pasti langsung ingat dia. Rasanya perih.

Apa ini cinta? Mengapa saya terus memikirkannya dan ingin ia mampu bertanggung jawab? Saya pikir ini bukan cinta. Karena setiap harinya saya selalu berusaha menekan kemarahan dan kekecewaan saya pada dia. Bahkan saya sering mengumpat agar ia mendapatkan azab dari Tuhan, tetapi saat itu pula saya berusaha menekan kemarahan tersebut karena mendoakan orang lain agar mendapatkan kesengsaraan adalah perbuatan dosa. Itulah yang sering menahan saya untuk tidak bersikap agresif pada keadaan ini. Sebenarnya saya kasihan pada anaknya yang pasti juga ditelantarkan olehnya. Nasibnya sama seperti saya dulu.

Bu, biasanya butuh waktu berapa lama untuk pulih dari kasus semacam ini? Saya butuh pertolongan….”

Siapa yang dapat mengembangkan ko-dependensi?

Siapa pun dapat mengembangkan ko-dependensi, apalagi ketika kita jatuh cinta, sangat terpukau dan kemudian mengidealisasi pasangan. Meski demikian, yang lebih rentan mengembangkan ko-dependensi adalah ia yang mungkin dibesarkan dalam keluarga atau lingkungan terdekat di mana orangtua tidak mampu memberikan kasih sayang dan rasa aman. Malahan keadaan menuntut yang bersangkutan untuk ’dewasa sebelum waktunya’, mengubur rapat-rapat kebutuhannya akan perlindungan, mengharuskannya mengambil alih tanggung jawab orangtua.

Seorang yang menampilkan ko-dependensi bisa saja seorang yang sangat berprestasi dan berhasil dalam karier. Bayangkan seorang anak yang sejak balita hingga remaja melihat kekacauan dalam keluarga: menyaksikan perilaku ayah yang mabuk dan main perempuan, ibu yang kemudian sakit-sakitan dan menjadi pemarah, dan ia mau tidak mau harus merawat adik-adiknya yang tak terurus. Individu demikian mungkin berkembang menjadi orang yang tidak mengenal kebutuhan-kebutuhannya sendiri, tidak pernah yakin bahwa ada yang sungguh-sungguh mencintai. Untuk memperoleh penerimaan, ia malah lebih sibuk mengurus orang lain, tetapi batinnya sendiri mungkin sangat kosong. Pembelajaran kompleks di masa kanak terbawa hingga dewasa, membuatnya mudah terjebak pada hubungan-hubungan yang tidak sehat. Ketika bertemu dengan seseorang yang tak mampu bertanggung jawab atau senang menyakiti, ia akan bernalar: ”pasanganku sebenarnya mencintaiku tetapi tidak mampu menunjukkannya”; ”ia sebenarnya baik hanya sinis”; atau ”kalau aku tinggalkan ia bisa bunuh diri”. Salah satu karakteristik ko-dependen adalah adanya dorongan untuk ’menjadi penyelamat’ atau ’mengambil alih tanggung jawab’. Dapat dimengerti bila umumnya pasangan bukannya menjadi lebih baik, malah semakin taking for granted dan seenaknya.

Keluar dari ko-dependensi

Untuk keluar dari ko-dependensi kita perlu meyakini beberapa butir berikut: (1) untuk dapat mencintai orang lain secara sehat, kita wajib mencintai dan mengurus diri sendiri dulu. Analogi paling baik adalah peringatan di atas pesawat terbang: saat ada gangguan dan masker udara turun, kita tidak boleh memakaikan masker itu kepada orang lain dulu, termasuk ke anak, melainkan harus memakaikannya ke diri sendiri dulu. Bila tidak, semua pihak dapat telanjur kehabisan oksigen dan tak tertolong. (2) Menetapkan prinsip-prinsip dasar yang harus ada dan tidak boleh dilanggar dalam menjalin hubungan khusus. Misal, prinsip saling menghormati; prinsip keterbukaan; prinsip tanggung jawab yang setara. (3) Salah satu prinsip penting adalah: manusia dewasa akhirnya bertanggung jawab atas hidupnya sendiri. Kita tidak perlu mengambil alih untuk bertanggung jawab atas kebahagiaan dan kesejahteraan hidupnya. Kita juga tidak perlu terobsesi mengubahnya karena perubahan mendasar hanya dapat dilakukan atas kesadaran sendiri, bukan karena paksaan dari luar.

Jadi, meskipun cinta setengah mati pada seseorang, akhirnya kita perlu menetapkan waktu yang jelas dan sikap yang tegas agar tidak menghancurkan diri sendiri dengan terjerat ko-dependensi. Akan ada masa-masa sulit di mana Anda mungkin menangis setiap malam, tetapi itu menjadi proses penemuan diri dalam dunia yang membentang luas. Meski banyak kekacauan di dunia ini, masih ada orang-orang baik yang akan kita temui dan dengan mereka kita dapat menjalin hubungan saling menghormati.

Sumber : Kompas.com, September 2008

Wednesday, October 08, 2008

"Zee"

Sebuah Ruang Bersahabat Untuk Anda : Zee

Membuka cakrawala baru berpikir...
Menemukan jati diri yang sempat melayang jauh
Disinilah tempat menemukan apa yang selama ini masih menjadi misteri...
Sebuah ruang bebas berkelana suka suka siapa sangka

A Personal Journey Note




















Siapapun membutuhkan curahan untuk mengungkapkan segala rasa, hasrat, gejolak jiwa...
Tidak selalu berwujud hidup, bisa juga dengan secarik kertas polos yang siap mendengar ...
Walau sekedar menulis, tapi bisa sangat membantu menenangkan, dan menjadi sebuah terapi sehat bagi jiwa...
Begitu personal, hanya antara si penulis dan si kertas saja dan si tinta yang menemani..
Sederhana, mudah dilakukan, melatih ketenangan dan konsentrasi...
Menulis curahan jiwa dan pikiran dengan bebas lepas tanpa harus dikritik siapapun

Tuesday, October 07, 2008

3 Hal Yang Perlu Dirubah...


"Kalau ada 3 hal yang bisa kamu rubah dari aku? apa itu?", tanya Dinda pada Nanda
"Pertama : cerewetnya, Kedua : cengengnya, Ketiga : ga bisa masaknya itu loh", jawab Nanda pada Dinda
"Kalau ada 3 hal yang bisa kamu rubah dari aku?", tanya Nanda balik pada Dinda
"Pertama : cueknya, Kedua : slenge-an nya, Ketiga: nyepeleinnya", jawab Dinda dengan lantang
"Maksud loe?"
"Iya itu maksud gue!"

Lagu Nammyohorengekyo

Ketika angin menerpa jiwa ini
Kumulai goyah rapuh bertahan
Namun kusadari kubisa hadapi
Karna kumiliki satu jalan pasti

Reff :
Nammyohorengekyo, doaku selalu
Nammyohorengekyo, tenaga jiwaku
Nammyohorengekyo, bahagia mutlakku

Kuingin bisa kuat menjalani hidupku
Meski berat kumampu melangkah bebas
Sucikan jiwa setiap saat
Hati tenang menghadapi kenyataan

Nammyohorengekyo, doaku selalu
Nammyohorengekyo, sumber tenagaku
Nammyohorengekyo, bahagia mutlakku

Nammyohorengekyo, selalu selamanya
Nammyohorengekyo, takkan habis zaman
Nammyohorengekyo, oohhhhh ....

Sunday, October 05, 2008

Indahnya Hidup, Indahnya Perbedaan, Indahnya Masalah


"Hidup nggak selalu indah seperti yang kita rencanakan, tapi akan selalu ada banyak sekali tersedia pilihan jalan untuk membuat hidup lebih indah" (Zee,2008)

Tuesday, September 30, 2008

toxic parents


Unfortunately, children of toxic parents learn to blame themselves for their parents appalling lack, and tend to grow into adults who are burdened with very low self esteem and poor self image.

The wonderful news here is that the past cannot be changed but the future can!

You, as an adult and a parent, are not responsible for the negative ways your parents shaped your childhood.

However, you are responsible for your own behaviour today.

This means that it's your responsibility to do what ever is needed to become the parent your child deserves.

If you received many messages as a child that you were not ok for who you were, then your inner critic will be a strong voice, constantly upbraiding you today in the same way.

By learning how to become consistent and loving with yourself, you will also learn how to be consistent and loving with your children and vice versa.

One of the most effective ways of breaking the ctcle is to make the commitment to be more emotionally available to your children than your parents were to you.

We all need someone to support us as we make changes in our thinking, especially as we identify and acknowledge the pain of toxic parents.

  • I challenge you to find someone supportive to share the story of your inner critic with, to help you to identify it and to ask for their support as you make the changes.

Part of grief is learning to accept what happened to us and making peace with it. Remember the grief process? Shock/Denial; Bargaining; Depression; Anger; (depression and anger can come in opposite orders from other's experiences and sometimes you may go back and forth) Acceptance.

The old statement about the best revenge is living a wonderful life is very true.

Is it ok to just sit down and cry for that child that you were? Of course. It's called grieving.

she is not toxic to me as an adult.

If they continue to be toxic in your adult life, don't spend endless hours trying to convince them they hurt you if they are not hearing you. Divorce them.

To love and to be loved is the foundation on which all our feeling-life is based.

You are not born with toxic shame. It is a learned attitude which passes from generation to generation. You acquired it from your parents and pass it on to our children, according to Bradshaw, even though you do not intend to do so.

The first thing that must be done to heal toxic shame is to recognize you carry it. The next thing to do is gather as much information about your childhood, your parents and grandparents as you can. Find out where your shame originated. Then - and this is the hard part - acknowledge the extremely painful emotions caused by your toxic shame. Finally, reparent yourself; embrace your shame; heal it directly.

Toxic shame can be healed on three levels: personal, interpersonal and spiritual. On the personal level, learn to become more self-loving, self-nurturing, self-forgiving and self-accepting. In effect, reverse the negative messages you may have received about yourself as a child.

On the interpersonal level, toxic shame usually results in a belief that if other people really knew you, they would reject or criticize you. Its healing involves testing this belief. Find some people whom you can trust, reveal yourself to them and allow them to accept and appreciate you.

Monday, September 15, 2008

Kebaikan kecil yang Berbuah Keburukan Besar


Pasuruan, Jawa Timur, 15 September 2008 : 21 orang tewas tergencat ketika mengantri zakat sebesar 30 ribu. Jenazah sudah dijejer satu persatu dan dijemput oleh masing-masing keluarga.

Monday, September 08, 2008

Sayembara Menulis Surat Cinta _ Gagas Media

True Love Keeps No Secret
Sebuah Surat Cinta Untukmu

Mencintai itu indah. Mencintai itu butuh pengungkapan. Mencintai boleh dilakukan oleh siapa saja. Termasuk kamu yang lagi jatuh cinta atau yang pernah jatuh cinta. Tidak ada larangan untuk mencintai siapa pun atau apa pun. Sekarang, tuliskan apa yang kamu rasakan, lalu ikuti Sayembara Menulis Surat Cinta GagasMedia. Mau bongkar-bongkar file lama untuk dikirimkan juga boleh, kok. Tapi baca dulu syaratnya, yah….

  • Peserta berusia 14-29 tahun.
  • Tulisan terdiri atas maksimal 1.500 kata.
  • Setiap peserta berhak mengirimkan maksimal dua buah surat cinta.
  • Penilaian dalam sayembara ini adalah diksi (pilihan kata), kreativitas, dan cara mengekspresikan perasaan.
  • Mengisi serta menyertakan: formulir, pernyataan keaslian karya, dan kesediaan untuk diterbitkan. Bisa didapat di buku Wednesday Letter dan Yakuza Moon yang akan terbit 15 Agustus 2008.
  • Tulisan dikirim dalam bentuk print out dan CD ke Redaksi GagasMedia Jl. H. Montong no.57 Ciganjur Jagakarsa Jakarta Selatan 12630. Paling lambat 20 September 2008. Tulis: True Love Keeps No Secret di sebelah kiri atas amplop.
  • Pengumuman akan dilakukan melalui web dan blog GagasMedia.
  • Karya yang dikirim menjadi milik panitia.
  • Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

Dua puluh lima pemenang akan bersanding dengan para penulis GagasMedia dalam buku kumpulan surat cinta. Masing-masing berhak mendapat hadiah uang sejumlah Rp250.000, paket buku senilai Rp200.000, dan dua buah nomor lepas buku.

Sunday, August 31, 2008

Tipe-tipe Lelaki Yang Perlu Dipertimbangkan Ulang

Masih ingat pesan orangtua yang mengharuskan kita melihat dulu bibit, bebet, dan bobot Si Dia sebelum menikah? Meski sekarang sudah banyak diabaikan, sebaiknya Anda mulai memerhatikan lagi pesan ini. Toh, ini untuk kebaikan Anda.

Bayangkan jika ternyata si dia yang Anda nikahi atas nama cinta itu ternyata tak bisa meninggalkan kebiasaan buruknya. Bukannya bahagia yang dirasa, tapi sesal yang didapat. Itu sebabnya, cermati dulu apakah si dia termasuk dalam jenis lelaki seperti di bawah sebelum Anda memutuskan untuk menerima pinangannya.

1. Pengangguran
Pria jenis ini senang berpindah-pindah tempat kerja. Itu karena ia suka kerja semaunya dan akhirnya dipecat. Namun, dia malah menikmati masa menganggur. Alasannya, ingin selektif memilih pekerjaan. Saat menganggur, ia juga tak terlalu pusing karena memanfaatkan subsidi orangtua. Pria seperti ini susah diharapkan menjadi kepala keluarga. Bagaimana bisa memenuhi kebutuhan tiap bulan kalau ia sering keluar kerja dan menganggur? Jika tetap ingin menikahinya, butuh kesabaran tingkat tinggi. Anda harus terus memberinya semangat untuk mencari kerja dan betah di tempat kerjanya itu.

2. Playboy
Meski katanya sudah insaf, yang namanya playboy tetap harus diwaspadai. Semua orang tahu playboy tak bisa setia hanya pada satu pasangan. Untuk memastikannya, coba ingat seberapa sering Si Dia ingkar janji tanpa alasan jelas. Kalau pergi dengan Anda, apakah matanya masih suka “belanja” pada perempuan lain? Lalu, apakah phonebook ponselnya berisi nama-nama perempuan yang tak Anda kenal? Jika ya, pikir dengan masak sebelum menikahinya. Pastikan ia benar-benar insaf atau Anda bakalan diselingkuhinya.

3. Anak Mami
Segala yang dalam diri Anda dan semua yang Anda lakukan selalu dibandingkan dengan ibunya.
Segala urusan Anda selalu jadi urutan berikutnya setelah urusan ibunya selesai. Itulah si anak mami. Jika Anda memutuskan menikahi lelaki jenis ini, harus siap-siap makan hati. Anda takkan pernah jadi nomor satu. Bagi si anak mami, mom comes first alias urusan ibu adalah prioritas utama. Bisa-bisa Anda harus selalu bersaing dulu dengan ibunya untuk mendapatkan perhatian Si Dia.

4. Tukang Pukul
Lelaki jenis ini bertemperamen tinggi. Karakternya baru terlihat kalau emosinya sedang naik. Baik sadar atau tidak, ketika marah biasanya ia akan main kasar seperti memukul, menampar, menjambak dan masih banyak bentuk kekerasan lain. Karena cinta, mungkin Anda membiarkan dan memaafkan saat 1-2 kali dia memukul Anda. Padahal harusnya Anda mulai waspada. Jangan mudah percaya dengan janjinya meski sesudah melakukan kekerasan, dia minta maaf dan berjanji tak akan mengulanginya. Kekerasan umumnya terjadi seperti siklus atau lingkaran yang akan kembali pada pola lamanya.

5. Pecandu
Pecandu di sini bisa pecandu rokok, alkohol hingga narkoba. Si pecandu biasanya senang menghamburkan uang untuk memenuhi rasa ketagihannya. Hati-hati dengan lelaki jenis ini. Kalau ia sedang tak punya uang untuk membeli “kesenangan” itu, ia bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Termasuk meminta atau bahkan menguras dompet Anda secara paksa. Kalaupun si pecandu sudah insaf dan ingin menikahi Anda, pastikan ia benar-benar insaf dan tak mengidap penyakit apa pun buah dari kecanduannya.

6. Chauvinist
Lelaki jenis ini sangat membanggakan dirinya sebagai kaum lelaki. Saking bangganya, ia tak menghargai bahkan menginjak-injak martabat perempuan. Di matanya, perempuan tak pernah dianggap sejajar dengan lelaki. Kedudukan perempuan adalah di bawah pria. Bagi si chauvinist, tugas perempuan adalah melayani kebutuhan pria dan mengerjakan apa yang diperintahkan. Kalau diajak menikah oleh pria jenis ini, sebaiknya Anda berpikir panjang. Sulit lho, menjalani rumahtangga dengan pria yang tak bisa menghargai pasangannya!

7. Penjudi
Sama seperti si pecandu, si penjudi senang menghamburkan uang. Bedanya, penjudi menghabiskannya untuk pertaruhan. Tak hanya di meja judi, tapi juga di lantai bursa atau tempat lain yang mengadakan taruhan. Niatnya tak hanya untuk senang-senang, tapi juga mendapatkan keuntungan. Ia takkan berhenti sebelum memenangi taruhan besar atau uang habis. Cukup sulit menghadapi pria jenis ini. Biasanya kesenangan ini mendarahdaging dan susah dihilangkan. Kecuali dia benar-benar ingin sadar, tak ada yang bisa Anda lakukan. Daripada uang dan harta Anda habis oleh si penjudi, lebih baik cari calon suami lain.

8. Matre
Ada yang bilang pria matre matanya berbinar-binar ketika melihat dompet Anda berisi tumpukan uang ratusan ribu. Setelah itu, ia akan selalu berusaha menyentuh dompet Anda, entah ada isinya atau tidak. Dia akan minta Anda membayari makan, nonton, belanja dengan alasan bokek. Ia juga tak mau turun dari mobil Anda. Dari sini Anda sudah bisa melihat, ia sangat bergantung pada penghasilan Anda untuk memenuhi kebutuhannya. Jika menikah nanti, jangan-jangan ia takkan memberi nafkah karena penghasilan Anda sudah cukup untuk membiayai rumah tangga. Padahal, sudah kewajiban lelaki menafkahi istrinya.

9. Pencemburu
Banyak yang mengatakan cemburu itu tanda sayang atau cinta. Tapi bagaimana kalau cemburunya berlebihan? Misalnya, seperti membatasi aktivitas, pergaulan, bahkan melarang bertegur sapa dengan lelaki lain. Baru pacaran saja, ia sudah mengekang Anda sedemikian rupa. Bagaimana kalau Anda sudah jadi istrinya? Bisa-bisa Anda dikunci dalam rumah dan tak boleh keluar hanya karena ia tak suka melihat Anda bergaul dan berbicara dengan teman-teman lelaki.

10. Suka “Jajan”
Agak susah memang mengenali lelaki jenis ini. Tapi mungkin Anda bisa melihat dari seringnya penghasilan dia habis tanpa tahu juntrungannya. Jika Anda merasa indikasi ini ada pada pacar Anda, sebaiknya Anda pastikan lagi kebenarannya. Jangan sampai setelah menikah Anda menyesal karena tertular PMS (Penyakit Menular Seksual) atau bahkan HIV-AIDS akibat kesukaannya “jajan” ini.

11. Sadomasokis
Yang ini juga agak sulit dideteksi.
Tapi mungkin Anda bisa mengetahuinya dengan memberanikan diri bertanya apa sih fantasi seksual dia? Jika Anda cukup merinding mendengar pengakuan yang suka dengan “permainan kasar” atau ternyata si dia suka nonton film biru yang adegannya bikin Anda ingin memalingkan wajah, sebaiknya Anda berpikir lagi. Jangan sampai Anda menjadi korban kekerasan seksual dalam rumah tangga nantinya!

PASIF
Ciri: Tak pernah mau ambil keputusan atau inisiatif. Segala sesuatu diserahkan kepada pasangan atau temannya.
Konsekuensi: Anda harus siap jadi nahkoda dan punya banyak ide yang selalu mengarahkan apa pun untuk keperluan bersama.
Solusi: Telusuri penyebabnya, bisa jadi karena tak mau dianggap terlalu dominan. Bila itu karakternya, jangan bosan membangkitkan keinginannya untuk ikut mengambil keputusan. Seringlah bertanya apa keinginannya. Langkah drastisnya, Anda jadi pasif juga, dan lihat reaksinya apakah dia membiarkan saja, atau mulai melempar ide.
Cara kabur/ putus: Katakan Anda capek jadi pihak yang selalu aktif, dan kalau tak mau berubah akan Anda tinggalkan.

TERLALU MEMUJA
Ciri: Selalu membanggakan Anda di depan keluarga dan teman-teman. Anda dilimpahi pujian.
Konsekuensi: Anda tak pernah dewasa bersama pria tipe ini, karena tak pernah menunjukkan kekurangan Anda. Di matanya, Anda paling benar. Padahal perempuan juga punya salah dan khilaf, dan perlu sesekali diingatkan agar bisa memperbaiki diri.
Solusi: Bila Anda bosan dianggap dewa, jangan segan-segan memperlihatkan sisi buruk Anda. Berpakaian buruk, misalnya. Namun jangan sampai menyakiti orang lain.
Cara kabur/putus: Katakan padanya Anda risih dipuji terus. Dan bila sikapnya tidak berubah juga, lebih baik pisah.

TAK BERADAT
Ciri: Sering melabrak norma kesopanan atau etika yang berlaku. Misalnya, cara makannya berantakan, meludah sembarangan, atau mengorek gigi dengan kuku.
Konsekuensi: Anda akan sering dipermalukan di depan teman dan keluarga dengan sikapnya. Orangtua bisa mencoretnya dari daftar sebagai calon menantu.
Solusi: Bilang terus terang padanya bahwa kelakuannya membuat Anda malu. Ajari dia etika yang benar, jangan pernah bosan mengingatkannya, dan memberinya contoh.
Cara kabur/putus: Agaknya tipe ini masih bisa diperbaiki. Kalau dia bisa berubah, mengapa harus putus?

KASAR
Ciri: Ada pria kasar hanya di ucapan saja, yaitu sering mengeluarkan kata makian yang bikin panas kuping. Ada pula yang kasar sampai pada perbuatan, sering memukul dan menyakiti.
Konsekuensi: Keduanya sama-sama berdampak buruk pada perempuan. Ucapan kasar kadang sama sakitnya dengan pukulan. Bila tak siap menghadapinya, lama-lama Anda kehilangan rasa percaya diri. Bila Anda melawan, akan menimbulkan pertengkaran terus.
Solusi: Bila mengaku terus terang bahwa Anda takut dan sakit hati dengan ucapannya, ia mungkin agak menahan diri. Namun perbuatan kasar agaknya sulit diubah. Tipe kasar yang sering memukul biasanya akan muncul lagi.
Cara kabur/putus: Tak ada toleransi, segera menjauh darinya. Apalagi bila kasarnya sudah membekas di tubuh Anda.

CENGENG
Ciri:
Tak tahan banting. Diajak jalan sedikit sudah mengeluh capek. Dikritik sedikit sudah cemberut. Apa-apa mau dilayani. Wah, pokoknya manja dan tidak tough!
Konsekuensi: Tak bisa diandalkan untuk urusan yang membutuhkan tenaga, apalagi tanggung jawab besar. Ia seperti anak kecil, mesti diurusi terus. Kalau mau meneruskan hubungan dengannya, siap-siap jadi wonder woman. Jadi perisainya untuk menghadapi dunia yang kejam.
Solusi: Beri dia hadiah berlibur yang mengandung unsur olahraga, misalnya rafting atau naik gunung. Kalau perlu masukkan ke kursus bela diri biar belajar bagaimana caranya menjadi pria tangguh.
Cara kabur/putus: Sebagai tanda putus, kirimkan dia bingkisan berisi pakaian dalam perempuan.

ADDICT
Ciri: Ada yang ringan seperti pecandu games, tren fashion, atau koleksi mainan. Perhatiannya pada benda atau kebiasaan sudah melewati batas wajar. Misal, rela mengeluarkan kocek jutaan rupiah. Yang berat adalah pecandu minuman keras dan narkoba.
Konsekuensi: Perhatiannya pada pasangan akan teralihkan. Lebih berbahaya, bila kecanduan alkohol atau drugs, hidup bakal hancur bahkan nyawa bisa melayang.
Solusi: Bila pasangan hanya kecanduan benda-benda koleksi atau games, ingatkan dia untuk juga memerhatikan Anda. Namun, bila pasangan kecanduan alkohol atau drugs, segera cari pertolongan.
Cara kabur/putus: Bila sekadar addict pada benda koleksi atau permainan, masih bisa dibujuk untuk memerhatikan Anda. Tapi kalau sudah narkoba atau alkohol, keraskan hati untuk segera meninggalkannya, kecuali Anda siap jadi perawatnya seumur hidup. Belum lagi risiko ikut jadi pecandu.

AUTIS
Ciri: Seperti penderita autis, jenis lelaki ini asyik dengan dunianya sendiri, sampai lupa bahwa dia punya teman, bahkan pacar. Biasanya, para peneliti atau ilmuwan termasuk jenis lelaki ini.
Konsekuensi: Jenis pria ini biasanya jarang ngomong. Jadi Anda mesti pandai membaca pikirannya. Karena perhatiannya pada dunia luar sangat kecil, Anda lah yang jadi perantara.
Solusi: Ajak dia bicara terus tentang hal-hal di luar yang mengasyikkan. Sering-seringlah mengajaknya jalan-jalan.
Cara kabur/putus: Bila putus pun dijamin dia tak akan peduli. Jadi buat apa capek-capek membuat prolog panjang? Langsung saja katakan putus.

Universitas London pernah melakukan penelitian mengenai efek jatuh cinta. Hasilnya, diketahui bahwa ketika sedang jatuh cinta bagian otak manusia yang mengontrol pikiran-pikiran kritis akan terganggu. akibatnya, terjadi peningkatan aktivitas di bagian otak yang merespon terhadap reward atau hal-hal baik. Sementara bagian otak yang biasa membuat penilaian-penilaian negatif mengalami penurunan aktivitas.

Artinya, mereka yang jatuh cinta seakan dibutakan cinta sehingga penilaian tentang pasangan mereka tak seobyektif biasanya. Penilaian terhadap orang yang dicintai lebih cenderung ke penilaian yang bersifat positif. Sedangkan hal-hal negatif atau kesalahan pasangan kerap terlewatkan.

Salah satu efek samping cinta yang lain adalah ketagihan. Menurut Helen Fisher Ph.D, seorang antropolog dari Rutgers University, jatuh cinta mengaktifkan pusat ‘kenikmatan’ di otak sehingga meningkatkan hormon dopamine yang membuat orang merasa senang.
Aktifnya hormon tersebut bisa menimbulkan perasaan "ketagihan" pada seseorang. Sumber : www.kompas.com (2008, Agustus)

Thursday, August 28, 2008

Dewi - Alexa


Kutanamkan hatiku tumbuh bersamamu
Takkan kupetik hingga akhir masa hidupku
Dengarlah kau dengar selama bumi berputar kutetap milikmu
Dewi bukalah kedua matamu pandanglah ruang di hatiku
Dewi berikan nafasmu untukku agar kuhidup bersamamu
Terus bersamamu

Monday, August 11, 2008

Tears & Rain (James Blunt)

Tears & Rain (James Blunt)
How I wish I could surrender my soul;
Shed the clothes that become my skin;
See the liar that burns within my needing.
How I wish I'd chosen darkness from cold.
How I wish I had screamed out loud,
Instead I've found no meaning.

I guess it's time I run far, far away; find comfort in pain,
All pleasure's the same: it just keeps me from trouble.
Hides my true shape, like Dorian Gray.
I've heard what they say, but I'm not here for trouble.
It's more than just words: it's just tears and rain.

How I wish I could walk through the doors of my mind;
Hold memory close at hand,
Help me understand the years.
How I wish I could choose between Heaven and Hell.
How I wish I would save my soul.
I'm so cold from fear.

I guess it's time I run far, far away; find comfort in pain,
All pleasure's the same: it just keeps me from trouble.
Hides my true shape, like Dorian Gray.
I've heard what they say, but I'm not here for trouble.
Far, far away; find comfort in pain.
All pleasure's the same: it just keeps me from trouble.
It's more than just words: it's just tears and rain.

Thursday, July 31, 2008

You`re Beautiful - James Blunt

My life is brilliant.
My love is pure.
I saw an angel.
Of that I'm sure.
She smiled at me on the subway.
She was with another man.
But I won't lose no sleep on that,
'Cause I've got a plan.

You're beautiful. You're beautiful.
You're beautiful, it's true.
I saw you face in a crowded place,
And I don't know what to do,
'Cause I'll never be with you.

Yeah, she caught my eye,
As we walked on by.
She could see from my face that I was,
Fucking high,
And I don't think that I'll see her again,
But we shared a moment that will last till the end.

You're beautiful. You're beautiful.
You're beautiful, it's true.
I saw you face in a crowded place,
And I don't know what to do,
'Cause I'll never be with you.
You're beautiful. You're beautiful.
You're beautiful, it's true.
There must be an angel with a smile on her face,
When she thought up that I should be with you.
But it's time to face the truth,
I will never be with you.

High - James Blunt

Beautiful dawn - lights up the shore for me.
There is nothing else in the world,
I'd rather wake up and see (with you).
Beautiful dawn - I'm just chasing time again.
Thought I would die a lonely man, in endless night.
But now I'm high; running wild among all the stars above.
Sometimes it's hard to believe you remember me.

Beautiful dawn - melt with the stars again.
Do you remember the day when my journey began?
Will you remember the end (of time)?
Beautiful dawn - You're just blowing my mind again.
Thought I was born to endless night, until you shine.
High; running wild among all the stars above.
Sometimes it's hard to believe you remember me.

Will you be my shoulder when I'm grey and older?
Promise me tomorrow starts with you,
Getting high; running wild among all the stars above.
Sometimes it's hard to believe you remember me

Friday, July 25, 2008

Aubrey

And Aubrey was her name,
A not so very ordinary girl or name.
But who's to blame?
For a love that wouldn't bloom
For the hearts that never played in tune.
Like a lovely melody that everyone can sing,
Take away the words that rhyme it doesn't mean a thing.

And Aubrey was her name.
We triped the light and danced together to the moon,
But where was June.
No it never came around.
If it did it never made a sound,
Maybe I was absent or was listening to fast,
Catching all the words, but then the meaning going past,

But God I miss the girl,
And I'd go a thousand times around the world just to be
Closer to her than to me.

And Aubrey was her name,
I never knew her, but I loved her just the same,
I loved her name.
Wish that I had found the way
And the reasons that would make her stay.
I have learned to lead a life apart from all the rest.
If I can't have the one I want, I'll do without the best.

But how I miss the girl
And I'd go a million times around the world just to say
She had been mine for a day.

Tuesday, July 22, 2008

"Darah"

Minggu lalu baru aja beli 1 buku berjudul Celestine Vision
Di dalamnya ada membahas soal perebutan energi
Dalam jiwa setiap orang ada energi dan untuk bisa bertahan energi harus terus diisi ulang
Perebutan energi pun menjadi aktivitas lumrah yang terjadi untuk bisa hidup

Pagi ini saya ke rumah sakit kanker, bagian anak
Melihat poster sana sini di sekitar ruangan, ada merah darah
Saya merinding, jadi lemas, mau muntah, kepala pening
Wuf, padahal ini bukan kali pertama saya melakukan kegiatan ke rumah sakit seperti ini

Mendengar kata "darah" pun sudah mampu membuat saya merinding
Lalu mencium aroma darah di ruang ICU tadi hampir membuat saya melayang pingsan
Dan seorang petugas rumah sakit menjelaskan proses operasi potong sana potong sini
Kontan saja, saya makin mual

Ada sebab dari semua akibat
di tahun 2002 ketika hendak naik ke KRL Ekonomi menuju Depok
Saya berdiri dan tepat di hadapan saya ada seseorang yang baru jatuh dari atas KRL
Kepalanya membentur lantai dan langsung berlumur darah
Saya masih ingat, waktu itu saya langsung pusing dan berputar-putar kepala ini, mau pingsan

di tahun 1999 saya pernah melihat pemutaran video proses aborsi, waktu itu pun hampir mau muntah.
Huah....yang pasti nggak pernah saya berpikir untuk menjadi dokter
Fobia darah, jangan-jangan, sudah menyerang saya, dan saya sadar itu
Ketakutan berlebihan terhadap suatu obyek
~ Sigh, tapi ya sudahlah mau diapain yah, yang pasti saya sedang menetralisir energi dan emosi saya dulu, supaya tidak terkuras karena obyek bernama "darah" itu ...

Wednesday, June 25, 2008

Sahabatku, Sepatuku, Obsesiku

“…Lebih menghargai hidup dan mensyukuri apa yang sudah saya miliki…”
Hampir 10 tahun sejak masa sekolah, hoby shopping saya geluti. Apa saja yang indah, pasti saya beli. Apa saja yang enak, pasti saya makan. 2 tahun ini, banyak yang berubah. Saya belajar hal-hal berharga yang nggak akan saya dapat kalau saya tidak melewati fase-fase perjalanan hidup saya : sulit dan non sulit.
1. Kisah sepatu. Tahun 2006 saya beli 1 sepatu hitam merk Bucherri dengan harga 225 ribu, harga yang cukup tinggi, biasanya saya beli sepatu seharga 50 ribu, tapi rutin sekali atau 2 kali seminggu, dan hanya hitungan 2-3 bulan biasanya sudah buduk. So, saya putuskan untuk beli sepatu bermerk cukup terkenal, karena waktu itu saya pakai untuk mengajar. Ups, di usia 17 tahun, pernah saya alami insiden, di pesta sweetseventeen, sepatu saya patah dan saya harus nyeker untuk pulangnya. Kapok sembarangan milih sepatu, ditambah lagi tante saya 6 tahun lalu terpeleset di pasar, karena sendalnya licin, padahal sendalnya saya yakin betul harganya di atas 400 ribu. Bayangkan, sandal merk mahal saja bisa bikin tante saya terpeleset dan harus berbaring di ranjang selama 5 bulan, kakinya harus dipasang pen, wuuff, pastinya sakit banget, dan kalau ke WC harus digendong oleh suami/ anak-anaknya. Ok, balik lagi, jadi sepatu yang saya beli di tahun 2006, sampai sekarang masih saya pakai, dan saya makin cinta dan makin bersyukur, sepatu ini sudah 2 kali saya sol ulang, dan makin nyaman dipakai, sepatu ini juga sudah menemani saya melewati pengalaman-pengalaman menarik selama bekerja. Hanya sepatu kulit biasa, tapi ada kesan mendalam yang saya rasakan tiap kali lagi berjalan dan menunduk melihat ke arah sepatu. Dalam hati bergumam, bisa saja saya beli sepatu lain, tapi saya merasa sepatu ini beda, sungguh beda, dan satu pelajaran berharga yang saya dapat adalah : benar juga apa kata orang, beli barang jangan karena murahnya, tapi karena kualitasnya, ya, walau sepatu ini sedikit mahal, tapi bisa tahan 2 tahun, ya mudah-mudahan sampai 5 tahun, gitu? Bukan hanya sepatu saja, tas pun pernah saya alami. Jangan sembarang pilih tas, apalagi tas yang dijual di emperan, semua tergantung si pemakainya sih, ada pemakai yang memang apik, tapi bagi yang kurang apik, sebaiknya pilih tas dengan kualitas yang teruji, ya nggak harus tas LV sekitar 5-6 jutaan, tas standar yang ada merk di middle level, it`s ok lah. Kenapa? Karena tas yang memang teruji kualitasnya, tidak mudah putus talinya, lalu kulitnya tidak mudah buduk, dan yang terpenting, modelnya pun nggak malu-maluin. Soal sepatu dan tas dan satu lagi adalah baju. Wuf, dulu saya setiap minggu pasti ke ITC untuk hunting t-shirt/ blus model baru, penuhlah lemari ini, tapi kini sudah setahun, kantor saya di ITC, syukurlah, saya malah nggak minat lagi hunting t-shirt/ blus-blusan loh, sebagai gantinya hunting DVD bajakan. Ada alasannya kenapa, beberapa kali bertemu dengan narasumber yang hidup serba kekurangan ekonomi, saya belajar bahwa mereka punya 1-2 pasang baju saja sudah bersyukur minta ampun, bisa punya sandal jepit yang udah butut pun, itu bener-bener bagus daripada nggak ada alas kaki sama sekali. See?
2. Persahabatan. Baru saja saya dapat kiriman email soal Renungan Coca Cola, bagus deh, kutipannya begini nih : “Lingkungan Anda mencerminkan harga Anda. Lingkungan berbicara tentang RELATIONSHIP. Apabila Anda berada dilingkungan yang bisa mengeluarkan terbaik dari diri Anda, maka Anda akan menjadi cemerlang. Tapi bila Anda berada dilingkungan yang mengkerdilkan diri Anda, maka Anda akan menjadi kerdil” . Kutipan yang indah banget dan ”ngena” banget. Sejak kecil hingga kini, saya ketemu dengan berbagai tipe manusia dan karakter, dan tak jarang ada yang bisa bikin ketawa sampe keluar air mata, tapi tak jarang juga banyak yang bisa bikin nangis dan gondok karena makan hati. Ada orang yang positif dan bisa membangkitkan semangat hidup dan membuat saya merasa berharga, tapi ada juga orang yang negatif dan setiap kali ketemu bawaannya mau kritik dan mencari kejelekan saya saja. Dua hal yang lumrah dan pasti akan selalu terjadi. Yin Yang akan selalu berlaku di dalam hidup ini. Dan siapapun yang pernah saya temui adalah harta dan guru terbaik buat saya – dan tentunya kita semua lah yah – kalau ketemu teman yang menyenangkan dan positif, saya bersyukur karena ternyata saya diterima dan cocok dengan mereka. Kalau ketemu orang yang ogah berteman dengan saya, reaksi normal biasanya adalah menghindar dan mencibir mereka ”huh, siapa loe...” dan terbawa juga untuk mencari kejelekannya, untuk melindungi harga diri saya. Tapi, kenapa harus begitu? Kenapa kok saya harus terbawa menjelekkan dia juga? Wups. Manusiawi? Auk ah, jawab aja sendiri. By the way, busway, Cuma mau sharing, dengan siapa kita bergaul akan turut mempengaruhi hidup kita juga nantinya. Bukannya pilih-pilih dan tidak membuka diri kepada siapa saja yang kita temui, tapi hidup terlalu berharga jika kita menghabiskan energi untuk mereka yang lebih sering membuat kita merasa “kerdil”, mereka yang tidak membuat kita lebih berkembang jadi lebih baik. Tapi hati-hati juga, jangan sampe, justru kita yang menjadi orang yang cenderung memojokkan orang lain dan merendahkan harga diri orang lain. Untuk sadar soal ini, butuh latihan rutin berulang-ulang.
3. Obsesi itu perlu. Karna sering mendengar kata “ayolah bersyukur, ayolah belajar untuk berpuas diri, jangan serakah, jangan maruk, bla bla bla…”, sempat ada salah kaprah, oh kalau begitu, nggak perlu lagi punya obsesi atau mimpi muluk-muluk? No. obsesi itu jadi bumbu penyedap untuk jiwa kita supaya lebih semangat lagi mengisi hidup ini. Ada satu buku yang sangat well-recommended, ditulis oleh John Gray (penulis Men From Mars, Women From Venus), judul bukunya “HOW TO GET WHAT YOU WANT AND WANT WHAT YOU HAVE”. Tidak mudah memang untuk mengatur keseimbangan supaya kita bisa selalu bersyukur atas apa yang sudah kita miliki, sambil tetap bergelora untuk mengejar obsesi yang bisa membuat perubahan bagi dunia ini. Obsesi apapun itu, nggak ada yang nggak mungkin. Masih ada obsesi yang tertunda? Saya masih banyak, mulai dari belajar melukis dan pameran di satu galeri lukisan, belajar bahasa Korea, Belanda, kuliah lagi dengan bebas biaya dunk, dan mau buktiin quote yang bilang “YOU CAN BE THE CHANGE YOU WISH TO SEE IN THIS WORLD” . But, ada yang penting juga, yang saya dapat, bahwa : saya tidak akan pernah bisa merubah nasib orang lain, yang bisa saya perbuat adalah merubah nasib saya untuk bisa baik seperti yang saya harapkan, dan menularkan rasa bahagia saya kepada orang di sekeliling saya, hingga nasibnya pun berubah.
Regards, Maeya (maerose11@yahoo.com)

Wednesday, June 11, 2008

Antara Cinta dan Tergila-gila

Antara Cinta dan Tergila-gila (sumber : www.perempuan.com)
Memang sulit membedakan antara cinta sejati dan cinta yang tergila-gila di saat seseorang sedang jatuh cinta. Sehingga terkadang banyak orang terjerumus pada arti cinta yang sebenarnya. Untuk itu pahami makna dari cinta agar tidak tersakiti saat kehilangannya, simak dibawah ini.
Cinta adalah sesuatu yang dimulai dari persahabatan, yang terus berkembang tiap harinya. Di dalamnya, ketertarikan fisik hanyalah salah satu aspek dari perasaan yang dibagi bersama. Sesuatu yang mengajarkan anda menjadi sabar dan merencanakan masa depan dengan percaya diri dan tidak terburu-buru.
Cinta adalah sesuatu yang melibatkan pengertian dan kerelaan menerima dia beserta apapun kekurangannya. Saat kedua orang yang terlibat di dalamnya bisa menjadi diri mereka sendiri dan merasa nyaman satu sama lain. Sesuatu yang melibatkan kejujuran, rasa hormat dan percaya.
Di dalam cinta tak ada rasa curiga sehingga yang ada hanya rasa tenang dan aman. Sesuatu yang selalu memberi anda kekuatan dalam menghadapi apapun. Sesuatu yang diberikan dan diterima. Saat anda tetap merasa dekat dengan pasangan, walau berada jauh sekali.
Cinta juga sesuatu yang tetap bisa seimbang dengan aspek hidup lainnya selain hubungan. Sesuatu di mana keduanya bisa menghadapi baik masa senang maupun sulit di antara mereka. Sesuatu yang membuat anda berpikir dan melihat lebih jauh. Singkatnya, cinta membuat anda menjadi orang yang lebih baik.
Sedangkan cinta yang tergila-gila adalah gairah instan yang akan habis seiring dengan berjalannya waktu. Sesuatu yang sangat melibatkan ketertarikan. Ketika kalian bersama, yang diharapkan terakhir hanyalan intimitas.
Sesuatu yang tidak hanya melibatkan rasa curiga, tapi juga tidak percaya pada pasangan, maupun kepada diri sendiri. Sesuatu yang membuat kita mengambil keputusan terburu-buru. Saat anda selalu memiliki perasaan tak aman bahwa anda akan kehilangan pasangan anda suatu saat.
Tak pernah puas akan pasangan anda dan merasa terganggu dengan berbagai kekurangannya. Sesuatu yang membuat anda merasa gelisah dan stres saat dia tidak sedang bersama anda. Sesuatu yang membuat anda merasa gembira dan bersemangat, tapi bukan bahagia dalam arti yang sesungguhnya. Sesuatu yang bisa membuat anda melakukan hal-hal yang bisa anda sesali nanti, tidak seperti cinta. Jadi cinta mana yang saat ini anda rasakan?

Dicari : Sales Promoter Agama Berkualitas

DICARI : SALES PROMOTER AGAMA BERKUALITAS

Menganggap agama sendiri yang paling baik? Ih fanatik sekali kalau begitu, hah? Tapi bagaimana mungkin menjalankan agama bercabang-cabang, mau tidak mau para pemeluk agama belajar untuk memilih satu ajaran yang paling diyakini bisa memberikan ketenangan bagi jiwa. Apa beda fanatik dengan percaya? Apakah beragama berarti memaksakan orang lain untuk bisa sama seperti kita, sama jalannya seperti kita, untuk bisa bahagia? Apakah beragama berarti menjelekkan agama lain dan berusaha dengan berbagai cara untuk memenangkan agama sendiri?

Ketika ada teman mengalami masalah, kita berusaha mengajaknya untuk ikut dan mencoba ajaran agama yang kita yakini kebenarannya. Ketika kita pernah mengajak orang lain untuk ikut dengan agama kita, itu berarti kita tidak bisa lagi bersikap seperti dulu, ada batas-batas yang harus kita jaga. Ini soal nama baik agama. Awalnya kita mengajak orang lain untuk bisa bahagia dengan menjalani ajaran agama kita, lalu ketika kita memiliki masalah dan tidak bahagia, muncul dilema baru : saya kan sudah pernah membanggakan agama ini bisa memberikan kebahagiaan, bagaimana mungkin jika saya menunjukkan kalau saya tidak bahagia. Agama itu akan dipertanyakan dan orang akan bertanya balik pada kita. Gimana sih sampean yang bilang kalau udah jalanin agama bisa bahagia, tapi kok sampean sendiri belum bahagia.

Gengsi? Pastinya. Bingung? Biasanya. Hal ini pernah saya alami dan sempat membuat saya berpikir, udah ah nggak perlu banyak berkeluh kesah pada banyak orang, terutama mereka yang pernah kita ajak untuk ikut ajaran agama kita ini. Tapi lebih baik bercerita pada mereka yang sudah bisa berpikir terbuka bahwa memang tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

Agama perlahan jadi seperti sebuah produk, dan pemeluknya adalah si sales promoternya. Seorang sales berjuang untuk meyakinkan ke banyak orang kalau produk yang ditawarkannya itu punya something special dan menjamin pelanggan nggak bakal kecewa jika memilih produk itu. Kadang sales pun tidak pakai produk itu sehingga tidak menjiwai produk itu dan cenderung menawarkan dengan cara yang memaksa, dengan target utama : bisa dapat untung. Beda dengan sales yang memang benar-benar mengakui kualitas produknya itu memang ok dan terjamin dan dianya sendiri pun sudah membuktikan kalau dia memakai produk itu, dia puas. Apakah agama sama dengan produk-produk yang dijual oleh sales promoter itu? Jika agama sama seperti barang yang di jual di pameran-pameran, berarti agama menjadi alat untuk mendapatkan keuntungan. Ketika kita sudah berorientasi pada keuntungan, biasanya kita pun cenderung berpikir untung rugi saja, dan biasanya jarang mau rugi. Padahal kunci dari keyakinan beragama adalah tulus, bukannya untung rugi. Ketika tidak mau rugi, kecenderungan untuk melakukan hal-hal yang melenceng dari aturan pun akan muncul. Tidak ada orang yang mau merasakan kerugian di dalam hidup ini, bahkan seorang anak bayi pun sudah bisa menunjukkan kalau rugi itu tidak enak. Rugi itu menyakitkan dan rugi itu membuat dirinya tidak bahagia. Di zaman ini sayangnya agama dianggap sama seperti barang. Tujuan punya agama adalah untuk mendapatkan keuntungan, dengan berdalih untuk bisa bahagia. Ujung-ujungnya duit. Iya, orang berbondong-bondong beragama supaya bisa kaya. Ini fakta. Ada yang sudah kaya, lalu lupa agama, tapi ada yang kalau sudah berhasil, makin yakin dengan agamanya. Tapi ada juga orang yang mencoba berkilah, ah nggak kok uang itu nggak bisa bikin kita bahagia dan bukan jaminan kebahagiaan. Ada juga yang mencoba menjiwai agamanya dengan cara yang merusak diri sendiri, karena menangkap konsep ”kepahlawanan” dalam beragama. Karena terinspirasi dari kisah hampir semua tokoh agama yang mengalami penyiksaan dan perlawanan dan penentangan, sampai akhirnya diakui keberadaannya. Sebut saja Yesus, Budha Sakyamuni, dan Nabi Muhammad SAW, hampir semuanya pernah mengalami penyiksaan ketika ingin menunjukkan kebenaran agamaNya, dan ketika ingin membuktikan bahwa segala ajaran yang ingin disebarkan itu memang benar-benar bisa menyelamatkan nasib banyak umat manusia di dunia yang makin kacau balau ini. Maka terjadilah chaos agama. Ketika ada yang menghina ajaran agama tertentu, si pemeluknya marah, dan segera terpanggil untuk menyadarkan si sesat dan melakukan kekerasan salah satunya. Tapi agama tidak ada yang mengajarkan umatnya untuk marah, untuk benci, dan untuk membunuh orang lain. Jika dikaitkan lagi dengan produk dan sales promoter, kondisinya akan mirip seperti ini : ketika sales promoter menawarkan produk kepada satu klien, dan kliennya mencibir kalau produknya tuh jelek dan murahan, maka si promoter akan langsung memukul atau menghabisi klien itu. Tapi jarang terjadi seperti ini kan? Karena promoter bertanggung jawab untuk menjaga image produk dan akan kehilangan kesempatan untuk menjadi promoter produk itu jika melakukan kesalahan bertindak, apalagi tindakan kekerasan. Mengapa agama malah jadi lebih rendah perlakuannya dibandingkan sebuah produk/ benda di pameran?

Agama itu apa? Agama itu hanya punya tujuan satu : supaya manusia bisa hidup dengan damai, tentram, tenang, dan bahagia. Tapi naluri manusia untuk memiliki sesuatu yang disayanginya dan untuk membagikan sesuatu yang disayanginya kepada orang yang disayanginya, membuat manusia pun terdorong untuk lupa kalau dunia ini penuh dengan warna dan tidak semua hal bisa sesuai dengan apa yang kita harapkan dan apa yang kita anggap benar. Ketika bertemu yang beda agama, tanpa sadar menganggap diri sendiri paling benar, lalu berharap orang lain bisa sama seperti diri sendiri. Jadi apa sumber masalahnya : Agamanya atau karakter si pemeluk agamanya?


Regards,
Maeya
maerose11@yahoo.com

Wednesday, May 28, 2008

A Battle Cry _ The Call

The Call - ost. Narnia

It started out as a feeling
Which then grew into a hope
Which then turned into a quiet thought
Which then turned into a quiet word

And then that word grew louder and louder
'Til it was a battle cry

I'll come back
When you call me
No need to say goodbye

Just because everything's changing
Doesn't mean it's never
Been this way before

All you can do is try to know
Who your friends are
As you head off to the war

Pick a star on the dark horizon
And follow the light

You'll come back
When it's over
No need to say good bye

Now we're back to the beginning
It's just a feeling and now one knows yet
But just because they can't feel it too
Doesn't mean that you have to forget

Let your memories grow stronger ans stronger
'Til they're before your eyes

You'll come back
When it's over
No need to say good bye

So many things I have to fix up.

Ini sebuah cerita seorang pejuang cilik bernama Yani
Karena tidak punya uang, Yani harus menunggu untuk bisa sembuh.
Karena tidak punya uang, Yani tidak bisa sekolah.
Karena tidak punya uang, Yani harus menunggu bantuan dari luar.
Karena tidak punya uang, belum tentu Yani bisa sembuh.

Kondisi benjolan di mata kanan Yani, membuat Yani menjadi sorotan publik.
Tidak sedikit orang menoleh melihat Yani yang polos tak berdaya.
Suatu hari ketika duduk bersama Yani, beberapa orang menghampiri kami, rasa kasihan mendera mereka.
Namun ada juga yang melihat Yani, lalu tertawa terkekeh-kekeh dan spontan bilang :”amit-amit”.

Usianya masih 7 tahun// anak perempuan// adik lelakinya/ adit/ 6 tahun/ juga tidak bersekolah//
Keseharian ayah Yani bekerja/ untuk mengumpulkan barang bekas/ lalu menjualnya di salah satu kawasan ibukota Jakarta//

”Kasihan yah...duh matanya kenapa...kasihan yah...”
Suatu hari di lift, saya berpapasan dengan seorang bapak yang menggendong anak perempuannya. Sekilas saya tidak engeh kalau anak perempuannya bukan anak kecil biasa, sampai akhirnya ada suara-suara kasak-kusuk di belakang saya. Saya pun menoleh dan itulah kali pertama saya melihat seorang pejuang cilik bernama Yani. Usianya masih 7 tahun. Sudah 3 tahun lamanya Yani tidak nyaman dengan kondisi di mata sebelah kanannya. Kira-kira 4 tahun silam, Yani pernah terjatuh ketika sedang bermain, dan bagian wajahnya terbentur ke tanah, cukup keras pastinya. Tidak berapa lama kemudian, muncul benjolan kecil di bagian kanan mata Yani. Lama-kelamaan semakin besar, dan menggeser posisi hidungnya.
Nafasnya terengah-engah seperti bengek, tubuhnya mungil dan semakin mengurus dibandingkan pertama kali saya bertemu dengan Yani. Tangan mungilnya, tubuh mungilnya, tidak membuatnya jera dengan kehidupan. Kalau ditanya Yani mau sembuh nggak? Spontan Yani akan menjawab dengan nada cukup keras : MAU! Kalau sudah sembuh Yani mau ngapain, tanya kami. Aku mau sekolah, jawab Yani. Yani juga bisa mengaji dan menyanyi lagu Balonku dengan lancar dan fasih sekali. Bisa juga berhitung dengan baik, tapi sayang, Yani belum bisa membaca dan belum mengerti abjad a-z.
Kesehariannya, Yani mengisi hari-harinya dengan bermain, nonton TV, atau kadang menemani ayahnya untuk mencari nafkah. Selentingan berita pun mengatakan, kadang Yani dan ayahnya berkeliling di pusat keramaian ibukota untuk meminta belas kasihan dari orang-orang sekitar.
Walau ala kadar, pemberian uang bermakna besar bagi keluarga sederhana ini.

Renungan saya :

I don’t know sampai batas mana limit gue dan sampai mana gue harus bertahan. Yang gue tau sekarang gue berjuang untuk jalanin yang terbaik yang gue mampu dan gue menjalani apa yang bisa gue jalani. Dan sampai sebatas mana gue bertanggung jawab atas kebahagiaan orang lain dan berhak untuk menolong dia. Come on, setiap orang punya power masing-masing, gue percaya itu dan gue sungguh memberikan kepercayaan kalau setiap orang pasti bisa membuktikan kekuatannya yang terpendam. Di saat semakin banyak hantaman dan kejutan datang silih berganti, gue belajar satu hal : untuk diam sejenak. Pejamkan mata. Dan menyadarkan diri gue, yes, im still alive, dan gue masih bernafas, dan gue belajar untuk merasakan masih ada hembusan nafas yang keluar dari saluran indra ini. Tidak ada yang sempurna di dunia ini, tapi gue belajar untuk selalu melakukan segala hal sesempurna yang gue mampu, dan gue terus bertekad dan berjuang untuk menjadi manusia yang semakin sempurna. Sempurna dalam memaknai arti kelahiran gue dalam hidup ini. Hidup ini menyenangkan sekali bagi gue, kadang dateline-dateline menjadi warna indah yang pasti dan ada banyak hal yang erat kaitannya dengan dateline. Saking terbiasa untuk hidup dengan dateline, gue pun sampai pada satu titik, hidup pun akan ada dateline nya, ketika saat itu tiba dan berarti sudah selesai dan sudah tuntas semuanya, tidak bisa lagi mundur dan mendapatkan tambahan waktu ataupun bonus umur lagi. Semuanya ada dateline. Pekerjaan. Kepanitiaan. Kesehatan pun akan ada datelinenya. Usia tua itu pasti. Suntik hormon sana sini, tetap saja tubuh akan menua. Hanya satu yang akan terus bertahan abadi, yaitu jiwa. Jiwa tidak akan pernah jadi tua selama selalu ada passion untuk bergerak, bertindak, berkarya, bermanfaat bagi kehidupan.

Ini sebuah perjalanan mendaki gunung yang tinggi, dan sepanjang jalan itu akan ada beraneka batu, bunga, pohon yang indah, dengan segala pemandangan yang bervariasi silih berganti, cuaca dan iklim yang terus berubah. Lelah jika memandang dari jauh, kok nggak nyampe-nyampe ke puncak itu. Pertanyaannya bukan : kapan saya nyampe ke puncak itu? Tapi : apa yang perlu saya perbuat untuk menuju puncak itu?

Pengalaman baru-baru ini misalnya, mempersiapkan satu acara, tapi yang sudah dipikirkan pertama adalah apa hadiahnya, tapi belum tau apa yang bisa membuat peserta mendapatkan hadiah itu? Seperti sudah mempersiapkan piala sebelum mempersiapkan lomba apa yang akan dirancang untuk mendapatkan piala itu.

Anyway, perjalanan hidup itu sebenarnya menyenangkan dan setiap hari dan setiap detik ada kisah menarik yang bisa kita petik dan patut kita syukuri. Seperti perjalanan cinta misalnya. Mendengar kata cinta yang terlintas adalah akhir indah dari kisah cinta itu, entah pesta pernikahan megah, keluarga sempurna, dan anak-anak yang lucu, memang benar kita fokus dengan hal-hal positif dan optimis, but proses perjalanan menuju itu akan jauh lebih bermakna jika kita selalu sadar dan menikmati moment-moment berharga itu.

Waktu lagi susah uang, kita cenderung berpikir kapan punya uang kapan punya uang, tapi apa artinya pikiran itu tanpa bergerak, tanpa bertindak, tanpa melakukan hal nyata yang memang mengarah ke tujuan itu.

Waktu sudah selesai. Waktu jam makan siang telah selesai. Sudah lama sekali tidak ngeblog, tidak nulis, sempat berhenti, rehat, bukannya patah asa jadi penulis, tapi mencoba mundur sejenak, apa sebenernya yang sedang terjadi di dunia hadapan saya ini. Begitu banyak hal yang bisa saya angkat dalam sebuah naskah. Malah bikin writer`s block, tapi sadar lagi, ini hanya dalih, kalau mau nulis yah nulis aja nggak usah banyak cing cong, nggak ada tuh yang namanya writer`s block, yang ada tuh writer`s lazy, itu itu aja. Dan emosi berpinjar dengan pikiran dan logika. Emosi berkelana jauh sekali bertarung dengan logika-logika yang bersaing untuk bisa menang. Dan akhirnya bukan emosi yang menang ataupun logika yang akan kalah. Tidak sama sekali. Ini bukan soal siapa yang lebih hebat dan siapa yang lebih payah. Tidak sama sekali. It`s just more than that. Ini lebih dari sekedar cinta, ini lebih dari sekedar satu rasa, ini berbagai tipe dan rasa dan bentuk menyatu jadi satu.

Maafkan hidup karena saya yang sempat menyalahgunakan hidup dan hari-hari saya terlalu membabi buta sampai lupa untuk menghitung berapa banyak nafas saya per 3 detiknya. Maafkan karena saya sempat mengeluh karena BBM naik dan semakin banyak orang miskin di dunia ini dan maafkan saya karena saya pun sempat sumpah serapah pada para mahasiswa yang hanya bisa demo dan menjatuhkan pemimpin tapi tidak pernah bisa menjawab apa solusi untuk negara ini. Ada lagi para siswa yang baru lulus malah kejar-kejaran sambil membawa golok. Edan! Ups, maaf, khilaf, tapi sempat kesal dengan kondisi ini, but still, saya pun tidak jauh berbeda dengan mahasiswa pendemo yang membakar ban di uki ataupun mustopo, saya tidak tau apa solusi untuk masalah di negara ini. Tapi saya hanya bisa melakukan peran saya dengan sebaik-baiknya dan berharap dengan sepenuh hati suatu hari semua akan berubah dan saya percaya segelintir orang akan memberikan perubahan besar bagi dunia ini. Kekuatan cinta bakal memenangkan semua kericuhan dan anarkis di negara ini. Dan ada banyak hal yang begitu penting untuk dikerjakan di dalam hidup kali ini, bukan hanya sekedar mengejar sesuatu yang nyata dan bisa dilihat oleh mata saja. Banyak banyak banyak sekali yang bisa kita lakukan untuk membuat dunia ini lebih baik, lebih bahagia, dan lebih penuh cinta lagi.

Love,

Maeya 29 May 2008

Monday, May 26, 2008

Untuk Pak Kapeno _ Soal Kemping di Pendopoh

Pak Kapeno, Maaf sebelumnya karena saya baru e-mail di jam ini.

Berikut ini informasi mengenai kegiatan kemping di Pendopoh :

Tanggal Pelaksanaan : 6-9 Juli 2008 dengan susunan acara sebagai berikut :

6 Juli 2008 (Pk 09.00) : tiba di Pendopoh dan peserta yang akan memasang tenda dengan dibantu oleh 4 orang tentara dari Kodam.

7 Juli 2008 : hiking keliling kebun sawit, dilanjutkan dengan keliling pabrik sawit.

8 Juli 2008 : pertandingan olah raga, malam api unggun.

(untuk acara tanggal 7 & 8 Juli fleksibel mengikuti jadwal tim Pendopoh).

9 Juli 2008 : operasi semut (merobohkan tenda), siangnya menuju ke Palembang.

Target peserta : 250 orang (belum bisa dipastikan berapa jumlah putra dan putrinya).

Yang perlu disiapkan adalah :

  1. Lokasi tenda untuk peserta (sebanyak 7-8 buah tenda ukuran 4x10 meter) & tenda komando ukuran 10x30 meter (dan akan dibangun agak tinggi, seperti panggung) & 5 tenda kecil untuk tim konsumsi & P3K. Note : Pak, bisa tulung kirimkan Denah lokasi keseluruhan (mulai dari mess, lapangan sepak bola, pabrik, area waduk, dan lokasi hiking)?
  1. Lokasi 20 buah MCK buatan + saluran pembuangan air + tangki air ( 1 truk = 1000 liter) untuk peserta.
  2. Lokasi dapur umum yang disertai dengan tempat mencuci perkakas (saluran pembuangan air).
  3. Meja-meja untuk acara seminar di tenda komando, meja untuk meletakkan makanan-makanan peserta, meja untuk meletakkan galon minuman/ dispenser minum.
  4. Penerangan di sepanjang jalan (mulai dari mess karyawan hingga ke lokasi kemah) akan dipasang lampu jalan.
  5. Penerangan di area tenda +
  6. Supply listrik akan menggunakan genset dari pabrik kelapa sawit.
  7. Acara hiking : 4 orang pemandu jalan untuk menemani peserta melewati jalur hiking. Note: Pak, bisa tulung kirimkan kami Denah rute hiking (yang waktu itu sudah sempat kita survey).
  1. Acara keliling kebun sawit : lokasi kebun sawit yang sedang panen. Jika ada 200 peserta, rencananya akan dibagi ke dalam 4 kelompok berdasarkan usia SMP, SMA, Kuliah, Kerja. Pertanyaan : Apakah memungkinkan jika ada presentasi sekilas mengenai kelapa sawit dan teori-teori mengenai sawit, dan peserta bisa melihatnya dengan slide show/ presentasi kit. Jika iya, peserta akan dikumpulkan di satu ruangan untuk mendengar penjelasan mengenai kelapa sawit (dari tim Suryabumi) kira-kira 30-45 menit.
  1. Acara Pertandingan Olah Raga : dayung, basket, sepak bola, futsal.Pertanyaan : untuk lomba dayung, kami membutuhkan tim dari Suryabumi untuk mendampingi, mengingat lokasi danau sedalam 7 meter.

Kira-kira beberapa hal ini yah Pak yang saya informasikan. Terima kasih sebelumnya, saya berharap acara ini bisa berjalan lancar dan baik. Untuk informasi selanjutnya jika ada tambahan, saya akan segera kabari . Terima kasih yah Pak.

Regards,

Maya.