Tuesday, September 30, 2008

toxic parents


Unfortunately, children of toxic parents learn to blame themselves for their parents appalling lack, and tend to grow into adults who are burdened with very low self esteem and poor self image.

The wonderful news here is that the past cannot be changed but the future can!

You, as an adult and a parent, are not responsible for the negative ways your parents shaped your childhood.

However, you are responsible for your own behaviour today.

This means that it's your responsibility to do what ever is needed to become the parent your child deserves.

If you received many messages as a child that you were not ok for who you were, then your inner critic will be a strong voice, constantly upbraiding you today in the same way.

By learning how to become consistent and loving with yourself, you will also learn how to be consistent and loving with your children and vice versa.

One of the most effective ways of breaking the ctcle is to make the commitment to be more emotionally available to your children than your parents were to you.

We all need someone to support us as we make changes in our thinking, especially as we identify and acknowledge the pain of toxic parents.

  • I challenge you to find someone supportive to share the story of your inner critic with, to help you to identify it and to ask for their support as you make the changes.

Part of grief is learning to accept what happened to us and making peace with it. Remember the grief process? Shock/Denial; Bargaining; Depression; Anger; (depression and anger can come in opposite orders from other's experiences and sometimes you may go back and forth) Acceptance.

The old statement about the best revenge is living a wonderful life is very true.

Is it ok to just sit down and cry for that child that you were? Of course. It's called grieving.

she is not toxic to me as an adult.

If they continue to be toxic in your adult life, don't spend endless hours trying to convince them they hurt you if they are not hearing you. Divorce them.

To love and to be loved is the foundation on which all our feeling-life is based.

You are not born with toxic shame. It is a learned attitude which passes from generation to generation. You acquired it from your parents and pass it on to our children, according to Bradshaw, even though you do not intend to do so.

The first thing that must be done to heal toxic shame is to recognize you carry it. The next thing to do is gather as much information about your childhood, your parents and grandparents as you can. Find out where your shame originated. Then - and this is the hard part - acknowledge the extremely painful emotions caused by your toxic shame. Finally, reparent yourself; embrace your shame; heal it directly.

Toxic shame can be healed on three levels: personal, interpersonal and spiritual. On the personal level, learn to become more self-loving, self-nurturing, self-forgiving and self-accepting. In effect, reverse the negative messages you may have received about yourself as a child.

On the interpersonal level, toxic shame usually results in a belief that if other people really knew you, they would reject or criticize you. Its healing involves testing this belief. Find some people whom you can trust, reveal yourself to them and allow them to accept and appreciate you.

Monday, September 15, 2008

Kebaikan kecil yang Berbuah Keburukan Besar


Pasuruan, Jawa Timur, 15 September 2008 : 21 orang tewas tergencat ketika mengantri zakat sebesar 30 ribu. Jenazah sudah dijejer satu persatu dan dijemput oleh masing-masing keluarga.

Monday, September 08, 2008

Sayembara Menulis Surat Cinta _ Gagas Media

True Love Keeps No Secret
Sebuah Surat Cinta Untukmu

Mencintai itu indah. Mencintai itu butuh pengungkapan. Mencintai boleh dilakukan oleh siapa saja. Termasuk kamu yang lagi jatuh cinta atau yang pernah jatuh cinta. Tidak ada larangan untuk mencintai siapa pun atau apa pun. Sekarang, tuliskan apa yang kamu rasakan, lalu ikuti Sayembara Menulis Surat Cinta GagasMedia. Mau bongkar-bongkar file lama untuk dikirimkan juga boleh, kok. Tapi baca dulu syaratnya, yah….

  • Peserta berusia 14-29 tahun.
  • Tulisan terdiri atas maksimal 1.500 kata.
  • Setiap peserta berhak mengirimkan maksimal dua buah surat cinta.
  • Penilaian dalam sayembara ini adalah diksi (pilihan kata), kreativitas, dan cara mengekspresikan perasaan.
  • Mengisi serta menyertakan: formulir, pernyataan keaslian karya, dan kesediaan untuk diterbitkan. Bisa didapat di buku Wednesday Letter dan Yakuza Moon yang akan terbit 15 Agustus 2008.
  • Tulisan dikirim dalam bentuk print out dan CD ke Redaksi GagasMedia Jl. H. Montong no.57 Ciganjur Jagakarsa Jakarta Selatan 12630. Paling lambat 20 September 2008. Tulis: True Love Keeps No Secret di sebelah kiri atas amplop.
  • Pengumuman akan dilakukan melalui web dan blog GagasMedia.
  • Karya yang dikirim menjadi milik panitia.
  • Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

Dua puluh lima pemenang akan bersanding dengan para penulis GagasMedia dalam buku kumpulan surat cinta. Masing-masing berhak mendapat hadiah uang sejumlah Rp250.000, paket buku senilai Rp200.000, dan dua buah nomor lepas buku.

Sunday, August 31, 2008

Tipe-tipe Lelaki Yang Perlu Dipertimbangkan Ulang

Masih ingat pesan orangtua yang mengharuskan kita melihat dulu bibit, bebet, dan bobot Si Dia sebelum menikah? Meski sekarang sudah banyak diabaikan, sebaiknya Anda mulai memerhatikan lagi pesan ini. Toh, ini untuk kebaikan Anda.

Bayangkan jika ternyata si dia yang Anda nikahi atas nama cinta itu ternyata tak bisa meninggalkan kebiasaan buruknya. Bukannya bahagia yang dirasa, tapi sesal yang didapat. Itu sebabnya, cermati dulu apakah si dia termasuk dalam jenis lelaki seperti di bawah sebelum Anda memutuskan untuk menerima pinangannya.

1. Pengangguran
Pria jenis ini senang berpindah-pindah tempat kerja. Itu karena ia suka kerja semaunya dan akhirnya dipecat. Namun, dia malah menikmati masa menganggur. Alasannya, ingin selektif memilih pekerjaan. Saat menganggur, ia juga tak terlalu pusing karena memanfaatkan subsidi orangtua. Pria seperti ini susah diharapkan menjadi kepala keluarga. Bagaimana bisa memenuhi kebutuhan tiap bulan kalau ia sering keluar kerja dan menganggur? Jika tetap ingin menikahinya, butuh kesabaran tingkat tinggi. Anda harus terus memberinya semangat untuk mencari kerja dan betah di tempat kerjanya itu.

2. Playboy
Meski katanya sudah insaf, yang namanya playboy tetap harus diwaspadai. Semua orang tahu playboy tak bisa setia hanya pada satu pasangan. Untuk memastikannya, coba ingat seberapa sering Si Dia ingkar janji tanpa alasan jelas. Kalau pergi dengan Anda, apakah matanya masih suka “belanja” pada perempuan lain? Lalu, apakah phonebook ponselnya berisi nama-nama perempuan yang tak Anda kenal? Jika ya, pikir dengan masak sebelum menikahinya. Pastikan ia benar-benar insaf atau Anda bakalan diselingkuhinya.

3. Anak Mami
Segala yang dalam diri Anda dan semua yang Anda lakukan selalu dibandingkan dengan ibunya.
Segala urusan Anda selalu jadi urutan berikutnya setelah urusan ibunya selesai. Itulah si anak mami. Jika Anda memutuskan menikahi lelaki jenis ini, harus siap-siap makan hati. Anda takkan pernah jadi nomor satu. Bagi si anak mami, mom comes first alias urusan ibu adalah prioritas utama. Bisa-bisa Anda harus selalu bersaing dulu dengan ibunya untuk mendapatkan perhatian Si Dia.

4. Tukang Pukul
Lelaki jenis ini bertemperamen tinggi. Karakternya baru terlihat kalau emosinya sedang naik. Baik sadar atau tidak, ketika marah biasanya ia akan main kasar seperti memukul, menampar, menjambak dan masih banyak bentuk kekerasan lain. Karena cinta, mungkin Anda membiarkan dan memaafkan saat 1-2 kali dia memukul Anda. Padahal harusnya Anda mulai waspada. Jangan mudah percaya dengan janjinya meski sesudah melakukan kekerasan, dia minta maaf dan berjanji tak akan mengulanginya. Kekerasan umumnya terjadi seperti siklus atau lingkaran yang akan kembali pada pola lamanya.

5. Pecandu
Pecandu di sini bisa pecandu rokok, alkohol hingga narkoba. Si pecandu biasanya senang menghamburkan uang untuk memenuhi rasa ketagihannya. Hati-hati dengan lelaki jenis ini. Kalau ia sedang tak punya uang untuk membeli “kesenangan” itu, ia bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Termasuk meminta atau bahkan menguras dompet Anda secara paksa. Kalaupun si pecandu sudah insaf dan ingin menikahi Anda, pastikan ia benar-benar insaf dan tak mengidap penyakit apa pun buah dari kecanduannya.

6. Chauvinist
Lelaki jenis ini sangat membanggakan dirinya sebagai kaum lelaki. Saking bangganya, ia tak menghargai bahkan menginjak-injak martabat perempuan. Di matanya, perempuan tak pernah dianggap sejajar dengan lelaki. Kedudukan perempuan adalah di bawah pria. Bagi si chauvinist, tugas perempuan adalah melayani kebutuhan pria dan mengerjakan apa yang diperintahkan. Kalau diajak menikah oleh pria jenis ini, sebaiknya Anda berpikir panjang. Sulit lho, menjalani rumahtangga dengan pria yang tak bisa menghargai pasangannya!

7. Penjudi
Sama seperti si pecandu, si penjudi senang menghamburkan uang. Bedanya, penjudi menghabiskannya untuk pertaruhan. Tak hanya di meja judi, tapi juga di lantai bursa atau tempat lain yang mengadakan taruhan. Niatnya tak hanya untuk senang-senang, tapi juga mendapatkan keuntungan. Ia takkan berhenti sebelum memenangi taruhan besar atau uang habis. Cukup sulit menghadapi pria jenis ini. Biasanya kesenangan ini mendarahdaging dan susah dihilangkan. Kecuali dia benar-benar ingin sadar, tak ada yang bisa Anda lakukan. Daripada uang dan harta Anda habis oleh si penjudi, lebih baik cari calon suami lain.

8. Matre
Ada yang bilang pria matre matanya berbinar-binar ketika melihat dompet Anda berisi tumpukan uang ratusan ribu. Setelah itu, ia akan selalu berusaha menyentuh dompet Anda, entah ada isinya atau tidak. Dia akan minta Anda membayari makan, nonton, belanja dengan alasan bokek. Ia juga tak mau turun dari mobil Anda. Dari sini Anda sudah bisa melihat, ia sangat bergantung pada penghasilan Anda untuk memenuhi kebutuhannya. Jika menikah nanti, jangan-jangan ia takkan memberi nafkah karena penghasilan Anda sudah cukup untuk membiayai rumah tangga. Padahal, sudah kewajiban lelaki menafkahi istrinya.

9. Pencemburu
Banyak yang mengatakan cemburu itu tanda sayang atau cinta. Tapi bagaimana kalau cemburunya berlebihan? Misalnya, seperti membatasi aktivitas, pergaulan, bahkan melarang bertegur sapa dengan lelaki lain. Baru pacaran saja, ia sudah mengekang Anda sedemikian rupa. Bagaimana kalau Anda sudah jadi istrinya? Bisa-bisa Anda dikunci dalam rumah dan tak boleh keluar hanya karena ia tak suka melihat Anda bergaul dan berbicara dengan teman-teman lelaki.

10. Suka “Jajan”
Agak susah memang mengenali lelaki jenis ini. Tapi mungkin Anda bisa melihat dari seringnya penghasilan dia habis tanpa tahu juntrungannya. Jika Anda merasa indikasi ini ada pada pacar Anda, sebaiknya Anda pastikan lagi kebenarannya. Jangan sampai setelah menikah Anda menyesal karena tertular PMS (Penyakit Menular Seksual) atau bahkan HIV-AIDS akibat kesukaannya “jajan” ini.

11. Sadomasokis
Yang ini juga agak sulit dideteksi.
Tapi mungkin Anda bisa mengetahuinya dengan memberanikan diri bertanya apa sih fantasi seksual dia? Jika Anda cukup merinding mendengar pengakuan yang suka dengan “permainan kasar” atau ternyata si dia suka nonton film biru yang adegannya bikin Anda ingin memalingkan wajah, sebaiknya Anda berpikir lagi. Jangan sampai Anda menjadi korban kekerasan seksual dalam rumah tangga nantinya!

PASIF
Ciri: Tak pernah mau ambil keputusan atau inisiatif. Segala sesuatu diserahkan kepada pasangan atau temannya.
Konsekuensi: Anda harus siap jadi nahkoda dan punya banyak ide yang selalu mengarahkan apa pun untuk keperluan bersama.
Solusi: Telusuri penyebabnya, bisa jadi karena tak mau dianggap terlalu dominan. Bila itu karakternya, jangan bosan membangkitkan keinginannya untuk ikut mengambil keputusan. Seringlah bertanya apa keinginannya. Langkah drastisnya, Anda jadi pasif juga, dan lihat reaksinya apakah dia membiarkan saja, atau mulai melempar ide.
Cara kabur/ putus: Katakan Anda capek jadi pihak yang selalu aktif, dan kalau tak mau berubah akan Anda tinggalkan.

TERLALU MEMUJA
Ciri: Selalu membanggakan Anda di depan keluarga dan teman-teman. Anda dilimpahi pujian.
Konsekuensi: Anda tak pernah dewasa bersama pria tipe ini, karena tak pernah menunjukkan kekurangan Anda. Di matanya, Anda paling benar. Padahal perempuan juga punya salah dan khilaf, dan perlu sesekali diingatkan agar bisa memperbaiki diri.
Solusi: Bila Anda bosan dianggap dewa, jangan segan-segan memperlihatkan sisi buruk Anda. Berpakaian buruk, misalnya. Namun jangan sampai menyakiti orang lain.
Cara kabur/putus: Katakan padanya Anda risih dipuji terus. Dan bila sikapnya tidak berubah juga, lebih baik pisah.

TAK BERADAT
Ciri: Sering melabrak norma kesopanan atau etika yang berlaku. Misalnya, cara makannya berantakan, meludah sembarangan, atau mengorek gigi dengan kuku.
Konsekuensi: Anda akan sering dipermalukan di depan teman dan keluarga dengan sikapnya. Orangtua bisa mencoretnya dari daftar sebagai calon menantu.
Solusi: Bilang terus terang padanya bahwa kelakuannya membuat Anda malu. Ajari dia etika yang benar, jangan pernah bosan mengingatkannya, dan memberinya contoh.
Cara kabur/putus: Agaknya tipe ini masih bisa diperbaiki. Kalau dia bisa berubah, mengapa harus putus?

KASAR
Ciri: Ada pria kasar hanya di ucapan saja, yaitu sering mengeluarkan kata makian yang bikin panas kuping. Ada pula yang kasar sampai pada perbuatan, sering memukul dan menyakiti.
Konsekuensi: Keduanya sama-sama berdampak buruk pada perempuan. Ucapan kasar kadang sama sakitnya dengan pukulan. Bila tak siap menghadapinya, lama-lama Anda kehilangan rasa percaya diri. Bila Anda melawan, akan menimbulkan pertengkaran terus.
Solusi: Bila mengaku terus terang bahwa Anda takut dan sakit hati dengan ucapannya, ia mungkin agak menahan diri. Namun perbuatan kasar agaknya sulit diubah. Tipe kasar yang sering memukul biasanya akan muncul lagi.
Cara kabur/putus: Tak ada toleransi, segera menjauh darinya. Apalagi bila kasarnya sudah membekas di tubuh Anda.

CENGENG
Ciri:
Tak tahan banting. Diajak jalan sedikit sudah mengeluh capek. Dikritik sedikit sudah cemberut. Apa-apa mau dilayani. Wah, pokoknya manja dan tidak tough!
Konsekuensi: Tak bisa diandalkan untuk urusan yang membutuhkan tenaga, apalagi tanggung jawab besar. Ia seperti anak kecil, mesti diurusi terus. Kalau mau meneruskan hubungan dengannya, siap-siap jadi wonder woman. Jadi perisainya untuk menghadapi dunia yang kejam.
Solusi: Beri dia hadiah berlibur yang mengandung unsur olahraga, misalnya rafting atau naik gunung. Kalau perlu masukkan ke kursus bela diri biar belajar bagaimana caranya menjadi pria tangguh.
Cara kabur/putus: Sebagai tanda putus, kirimkan dia bingkisan berisi pakaian dalam perempuan.

ADDICT
Ciri: Ada yang ringan seperti pecandu games, tren fashion, atau koleksi mainan. Perhatiannya pada benda atau kebiasaan sudah melewati batas wajar. Misal, rela mengeluarkan kocek jutaan rupiah. Yang berat adalah pecandu minuman keras dan narkoba.
Konsekuensi: Perhatiannya pada pasangan akan teralihkan. Lebih berbahaya, bila kecanduan alkohol atau drugs, hidup bakal hancur bahkan nyawa bisa melayang.
Solusi: Bila pasangan hanya kecanduan benda-benda koleksi atau games, ingatkan dia untuk juga memerhatikan Anda. Namun, bila pasangan kecanduan alkohol atau drugs, segera cari pertolongan.
Cara kabur/putus: Bila sekadar addict pada benda koleksi atau permainan, masih bisa dibujuk untuk memerhatikan Anda. Tapi kalau sudah narkoba atau alkohol, keraskan hati untuk segera meninggalkannya, kecuali Anda siap jadi perawatnya seumur hidup. Belum lagi risiko ikut jadi pecandu.

AUTIS
Ciri: Seperti penderita autis, jenis lelaki ini asyik dengan dunianya sendiri, sampai lupa bahwa dia punya teman, bahkan pacar. Biasanya, para peneliti atau ilmuwan termasuk jenis lelaki ini.
Konsekuensi: Jenis pria ini biasanya jarang ngomong. Jadi Anda mesti pandai membaca pikirannya. Karena perhatiannya pada dunia luar sangat kecil, Anda lah yang jadi perantara.
Solusi: Ajak dia bicara terus tentang hal-hal di luar yang mengasyikkan. Sering-seringlah mengajaknya jalan-jalan.
Cara kabur/putus: Bila putus pun dijamin dia tak akan peduli. Jadi buat apa capek-capek membuat prolog panjang? Langsung saja katakan putus.

Universitas London pernah melakukan penelitian mengenai efek jatuh cinta. Hasilnya, diketahui bahwa ketika sedang jatuh cinta bagian otak manusia yang mengontrol pikiran-pikiran kritis akan terganggu. akibatnya, terjadi peningkatan aktivitas di bagian otak yang merespon terhadap reward atau hal-hal baik. Sementara bagian otak yang biasa membuat penilaian-penilaian negatif mengalami penurunan aktivitas.

Artinya, mereka yang jatuh cinta seakan dibutakan cinta sehingga penilaian tentang pasangan mereka tak seobyektif biasanya. Penilaian terhadap orang yang dicintai lebih cenderung ke penilaian yang bersifat positif. Sedangkan hal-hal negatif atau kesalahan pasangan kerap terlewatkan.

Salah satu efek samping cinta yang lain adalah ketagihan. Menurut Helen Fisher Ph.D, seorang antropolog dari Rutgers University, jatuh cinta mengaktifkan pusat ‘kenikmatan’ di otak sehingga meningkatkan hormon dopamine yang membuat orang merasa senang.
Aktifnya hormon tersebut bisa menimbulkan perasaan "ketagihan" pada seseorang. Sumber : www.kompas.com (2008, Agustus)

Thursday, August 28, 2008

Dewi - Alexa


Kutanamkan hatiku tumbuh bersamamu
Takkan kupetik hingga akhir masa hidupku
Dengarlah kau dengar selama bumi berputar kutetap milikmu
Dewi bukalah kedua matamu pandanglah ruang di hatiku
Dewi berikan nafasmu untukku agar kuhidup bersamamu
Terus bersamamu

Monday, August 11, 2008

Tears & Rain (James Blunt)

Tears & Rain (James Blunt)
How I wish I could surrender my soul;
Shed the clothes that become my skin;
See the liar that burns within my needing.
How I wish I'd chosen darkness from cold.
How I wish I had screamed out loud,
Instead I've found no meaning.

I guess it's time I run far, far away; find comfort in pain,
All pleasure's the same: it just keeps me from trouble.
Hides my true shape, like Dorian Gray.
I've heard what they say, but I'm not here for trouble.
It's more than just words: it's just tears and rain.

How I wish I could walk through the doors of my mind;
Hold memory close at hand,
Help me understand the years.
How I wish I could choose between Heaven and Hell.
How I wish I would save my soul.
I'm so cold from fear.

I guess it's time I run far, far away; find comfort in pain,
All pleasure's the same: it just keeps me from trouble.
Hides my true shape, like Dorian Gray.
I've heard what they say, but I'm not here for trouble.
Far, far away; find comfort in pain.
All pleasure's the same: it just keeps me from trouble.
It's more than just words: it's just tears and rain.

Thursday, July 31, 2008

You`re Beautiful - James Blunt

My life is brilliant.
My love is pure.
I saw an angel.
Of that I'm sure.
She smiled at me on the subway.
She was with another man.
But I won't lose no sleep on that,
'Cause I've got a plan.

You're beautiful. You're beautiful.
You're beautiful, it's true.
I saw you face in a crowded place,
And I don't know what to do,
'Cause I'll never be with you.

Yeah, she caught my eye,
As we walked on by.
She could see from my face that I was,
Fucking high,
And I don't think that I'll see her again,
But we shared a moment that will last till the end.

You're beautiful. You're beautiful.
You're beautiful, it's true.
I saw you face in a crowded place,
And I don't know what to do,
'Cause I'll never be with you.
You're beautiful. You're beautiful.
You're beautiful, it's true.
There must be an angel with a smile on her face,
When she thought up that I should be with you.
But it's time to face the truth,
I will never be with you.

High - James Blunt

Beautiful dawn - lights up the shore for me.
There is nothing else in the world,
I'd rather wake up and see (with you).
Beautiful dawn - I'm just chasing time again.
Thought I would die a lonely man, in endless night.
But now I'm high; running wild among all the stars above.
Sometimes it's hard to believe you remember me.

Beautiful dawn - melt with the stars again.
Do you remember the day when my journey began?
Will you remember the end (of time)?
Beautiful dawn - You're just blowing my mind again.
Thought I was born to endless night, until you shine.
High; running wild among all the stars above.
Sometimes it's hard to believe you remember me.

Will you be my shoulder when I'm grey and older?
Promise me tomorrow starts with you,
Getting high; running wild among all the stars above.
Sometimes it's hard to believe you remember me

Friday, July 25, 2008

Aubrey

And Aubrey was her name,
A not so very ordinary girl or name.
But who's to blame?
For a love that wouldn't bloom
For the hearts that never played in tune.
Like a lovely melody that everyone can sing,
Take away the words that rhyme it doesn't mean a thing.

And Aubrey was her name.
We triped the light and danced together to the moon,
But where was June.
No it never came around.
If it did it never made a sound,
Maybe I was absent or was listening to fast,
Catching all the words, but then the meaning going past,

But God I miss the girl,
And I'd go a thousand times around the world just to be
Closer to her than to me.

And Aubrey was her name,
I never knew her, but I loved her just the same,
I loved her name.
Wish that I had found the way
And the reasons that would make her stay.
I have learned to lead a life apart from all the rest.
If I can't have the one I want, I'll do without the best.

But how I miss the girl
And I'd go a million times around the world just to say
She had been mine for a day.

Tuesday, July 22, 2008

"Darah"

Minggu lalu baru aja beli 1 buku berjudul Celestine Vision
Di dalamnya ada membahas soal perebutan energi
Dalam jiwa setiap orang ada energi dan untuk bisa bertahan energi harus terus diisi ulang
Perebutan energi pun menjadi aktivitas lumrah yang terjadi untuk bisa hidup

Pagi ini saya ke rumah sakit kanker, bagian anak
Melihat poster sana sini di sekitar ruangan, ada merah darah
Saya merinding, jadi lemas, mau muntah, kepala pening
Wuf, padahal ini bukan kali pertama saya melakukan kegiatan ke rumah sakit seperti ini

Mendengar kata "darah" pun sudah mampu membuat saya merinding
Lalu mencium aroma darah di ruang ICU tadi hampir membuat saya melayang pingsan
Dan seorang petugas rumah sakit menjelaskan proses operasi potong sana potong sini
Kontan saja, saya makin mual

Ada sebab dari semua akibat
di tahun 2002 ketika hendak naik ke KRL Ekonomi menuju Depok
Saya berdiri dan tepat di hadapan saya ada seseorang yang baru jatuh dari atas KRL
Kepalanya membentur lantai dan langsung berlumur darah
Saya masih ingat, waktu itu saya langsung pusing dan berputar-putar kepala ini, mau pingsan

di tahun 1999 saya pernah melihat pemutaran video proses aborsi, waktu itu pun hampir mau muntah.
Huah....yang pasti nggak pernah saya berpikir untuk menjadi dokter
Fobia darah, jangan-jangan, sudah menyerang saya, dan saya sadar itu
Ketakutan berlebihan terhadap suatu obyek
~ Sigh, tapi ya sudahlah mau diapain yah, yang pasti saya sedang menetralisir energi dan emosi saya dulu, supaya tidak terkuras karena obyek bernama "darah" itu ...

Wednesday, June 25, 2008

Sahabatku, Sepatuku, Obsesiku

“…Lebih menghargai hidup dan mensyukuri apa yang sudah saya miliki…”
Hampir 10 tahun sejak masa sekolah, hoby shopping saya geluti. Apa saja yang indah, pasti saya beli. Apa saja yang enak, pasti saya makan. 2 tahun ini, banyak yang berubah. Saya belajar hal-hal berharga yang nggak akan saya dapat kalau saya tidak melewati fase-fase perjalanan hidup saya : sulit dan non sulit.
1. Kisah sepatu. Tahun 2006 saya beli 1 sepatu hitam merk Bucherri dengan harga 225 ribu, harga yang cukup tinggi, biasanya saya beli sepatu seharga 50 ribu, tapi rutin sekali atau 2 kali seminggu, dan hanya hitungan 2-3 bulan biasanya sudah buduk. So, saya putuskan untuk beli sepatu bermerk cukup terkenal, karena waktu itu saya pakai untuk mengajar. Ups, di usia 17 tahun, pernah saya alami insiden, di pesta sweetseventeen, sepatu saya patah dan saya harus nyeker untuk pulangnya. Kapok sembarangan milih sepatu, ditambah lagi tante saya 6 tahun lalu terpeleset di pasar, karena sendalnya licin, padahal sendalnya saya yakin betul harganya di atas 400 ribu. Bayangkan, sandal merk mahal saja bisa bikin tante saya terpeleset dan harus berbaring di ranjang selama 5 bulan, kakinya harus dipasang pen, wuuff, pastinya sakit banget, dan kalau ke WC harus digendong oleh suami/ anak-anaknya. Ok, balik lagi, jadi sepatu yang saya beli di tahun 2006, sampai sekarang masih saya pakai, dan saya makin cinta dan makin bersyukur, sepatu ini sudah 2 kali saya sol ulang, dan makin nyaman dipakai, sepatu ini juga sudah menemani saya melewati pengalaman-pengalaman menarik selama bekerja. Hanya sepatu kulit biasa, tapi ada kesan mendalam yang saya rasakan tiap kali lagi berjalan dan menunduk melihat ke arah sepatu. Dalam hati bergumam, bisa saja saya beli sepatu lain, tapi saya merasa sepatu ini beda, sungguh beda, dan satu pelajaran berharga yang saya dapat adalah : benar juga apa kata orang, beli barang jangan karena murahnya, tapi karena kualitasnya, ya, walau sepatu ini sedikit mahal, tapi bisa tahan 2 tahun, ya mudah-mudahan sampai 5 tahun, gitu? Bukan hanya sepatu saja, tas pun pernah saya alami. Jangan sembarang pilih tas, apalagi tas yang dijual di emperan, semua tergantung si pemakainya sih, ada pemakai yang memang apik, tapi bagi yang kurang apik, sebaiknya pilih tas dengan kualitas yang teruji, ya nggak harus tas LV sekitar 5-6 jutaan, tas standar yang ada merk di middle level, it`s ok lah. Kenapa? Karena tas yang memang teruji kualitasnya, tidak mudah putus talinya, lalu kulitnya tidak mudah buduk, dan yang terpenting, modelnya pun nggak malu-maluin. Soal sepatu dan tas dan satu lagi adalah baju. Wuf, dulu saya setiap minggu pasti ke ITC untuk hunting t-shirt/ blus model baru, penuhlah lemari ini, tapi kini sudah setahun, kantor saya di ITC, syukurlah, saya malah nggak minat lagi hunting t-shirt/ blus-blusan loh, sebagai gantinya hunting DVD bajakan. Ada alasannya kenapa, beberapa kali bertemu dengan narasumber yang hidup serba kekurangan ekonomi, saya belajar bahwa mereka punya 1-2 pasang baju saja sudah bersyukur minta ampun, bisa punya sandal jepit yang udah butut pun, itu bener-bener bagus daripada nggak ada alas kaki sama sekali. See?
2. Persahabatan. Baru saja saya dapat kiriman email soal Renungan Coca Cola, bagus deh, kutipannya begini nih : “Lingkungan Anda mencerminkan harga Anda. Lingkungan berbicara tentang RELATIONSHIP. Apabila Anda berada dilingkungan yang bisa mengeluarkan terbaik dari diri Anda, maka Anda akan menjadi cemerlang. Tapi bila Anda berada dilingkungan yang mengkerdilkan diri Anda, maka Anda akan menjadi kerdil” . Kutipan yang indah banget dan ”ngena” banget. Sejak kecil hingga kini, saya ketemu dengan berbagai tipe manusia dan karakter, dan tak jarang ada yang bisa bikin ketawa sampe keluar air mata, tapi tak jarang juga banyak yang bisa bikin nangis dan gondok karena makan hati. Ada orang yang positif dan bisa membangkitkan semangat hidup dan membuat saya merasa berharga, tapi ada juga orang yang negatif dan setiap kali ketemu bawaannya mau kritik dan mencari kejelekan saya saja. Dua hal yang lumrah dan pasti akan selalu terjadi. Yin Yang akan selalu berlaku di dalam hidup ini. Dan siapapun yang pernah saya temui adalah harta dan guru terbaik buat saya – dan tentunya kita semua lah yah – kalau ketemu teman yang menyenangkan dan positif, saya bersyukur karena ternyata saya diterima dan cocok dengan mereka. Kalau ketemu orang yang ogah berteman dengan saya, reaksi normal biasanya adalah menghindar dan mencibir mereka ”huh, siapa loe...” dan terbawa juga untuk mencari kejelekannya, untuk melindungi harga diri saya. Tapi, kenapa harus begitu? Kenapa kok saya harus terbawa menjelekkan dia juga? Wups. Manusiawi? Auk ah, jawab aja sendiri. By the way, busway, Cuma mau sharing, dengan siapa kita bergaul akan turut mempengaruhi hidup kita juga nantinya. Bukannya pilih-pilih dan tidak membuka diri kepada siapa saja yang kita temui, tapi hidup terlalu berharga jika kita menghabiskan energi untuk mereka yang lebih sering membuat kita merasa “kerdil”, mereka yang tidak membuat kita lebih berkembang jadi lebih baik. Tapi hati-hati juga, jangan sampe, justru kita yang menjadi orang yang cenderung memojokkan orang lain dan merendahkan harga diri orang lain. Untuk sadar soal ini, butuh latihan rutin berulang-ulang.
3. Obsesi itu perlu. Karna sering mendengar kata “ayolah bersyukur, ayolah belajar untuk berpuas diri, jangan serakah, jangan maruk, bla bla bla…”, sempat ada salah kaprah, oh kalau begitu, nggak perlu lagi punya obsesi atau mimpi muluk-muluk? No. obsesi itu jadi bumbu penyedap untuk jiwa kita supaya lebih semangat lagi mengisi hidup ini. Ada satu buku yang sangat well-recommended, ditulis oleh John Gray (penulis Men From Mars, Women From Venus), judul bukunya “HOW TO GET WHAT YOU WANT AND WANT WHAT YOU HAVE”. Tidak mudah memang untuk mengatur keseimbangan supaya kita bisa selalu bersyukur atas apa yang sudah kita miliki, sambil tetap bergelora untuk mengejar obsesi yang bisa membuat perubahan bagi dunia ini. Obsesi apapun itu, nggak ada yang nggak mungkin. Masih ada obsesi yang tertunda? Saya masih banyak, mulai dari belajar melukis dan pameran di satu galeri lukisan, belajar bahasa Korea, Belanda, kuliah lagi dengan bebas biaya dunk, dan mau buktiin quote yang bilang “YOU CAN BE THE CHANGE YOU WISH TO SEE IN THIS WORLD” . But, ada yang penting juga, yang saya dapat, bahwa : saya tidak akan pernah bisa merubah nasib orang lain, yang bisa saya perbuat adalah merubah nasib saya untuk bisa baik seperti yang saya harapkan, dan menularkan rasa bahagia saya kepada orang di sekeliling saya, hingga nasibnya pun berubah.
Regards, Maeya (maerose11@yahoo.com)

Wednesday, June 11, 2008

Antara Cinta dan Tergila-gila

Antara Cinta dan Tergila-gila (sumber : www.perempuan.com)
Memang sulit membedakan antara cinta sejati dan cinta yang tergila-gila di saat seseorang sedang jatuh cinta. Sehingga terkadang banyak orang terjerumus pada arti cinta yang sebenarnya. Untuk itu pahami makna dari cinta agar tidak tersakiti saat kehilangannya, simak dibawah ini.
Cinta adalah sesuatu yang dimulai dari persahabatan, yang terus berkembang tiap harinya. Di dalamnya, ketertarikan fisik hanyalah salah satu aspek dari perasaan yang dibagi bersama. Sesuatu yang mengajarkan anda menjadi sabar dan merencanakan masa depan dengan percaya diri dan tidak terburu-buru.
Cinta adalah sesuatu yang melibatkan pengertian dan kerelaan menerima dia beserta apapun kekurangannya. Saat kedua orang yang terlibat di dalamnya bisa menjadi diri mereka sendiri dan merasa nyaman satu sama lain. Sesuatu yang melibatkan kejujuran, rasa hormat dan percaya.
Di dalam cinta tak ada rasa curiga sehingga yang ada hanya rasa tenang dan aman. Sesuatu yang selalu memberi anda kekuatan dalam menghadapi apapun. Sesuatu yang diberikan dan diterima. Saat anda tetap merasa dekat dengan pasangan, walau berada jauh sekali.
Cinta juga sesuatu yang tetap bisa seimbang dengan aspek hidup lainnya selain hubungan. Sesuatu di mana keduanya bisa menghadapi baik masa senang maupun sulit di antara mereka. Sesuatu yang membuat anda berpikir dan melihat lebih jauh. Singkatnya, cinta membuat anda menjadi orang yang lebih baik.
Sedangkan cinta yang tergila-gila adalah gairah instan yang akan habis seiring dengan berjalannya waktu. Sesuatu yang sangat melibatkan ketertarikan. Ketika kalian bersama, yang diharapkan terakhir hanyalan intimitas.
Sesuatu yang tidak hanya melibatkan rasa curiga, tapi juga tidak percaya pada pasangan, maupun kepada diri sendiri. Sesuatu yang membuat kita mengambil keputusan terburu-buru. Saat anda selalu memiliki perasaan tak aman bahwa anda akan kehilangan pasangan anda suatu saat.
Tak pernah puas akan pasangan anda dan merasa terganggu dengan berbagai kekurangannya. Sesuatu yang membuat anda merasa gelisah dan stres saat dia tidak sedang bersama anda. Sesuatu yang membuat anda merasa gembira dan bersemangat, tapi bukan bahagia dalam arti yang sesungguhnya. Sesuatu yang bisa membuat anda melakukan hal-hal yang bisa anda sesali nanti, tidak seperti cinta. Jadi cinta mana yang saat ini anda rasakan?

Dicari : Sales Promoter Agama Berkualitas

DICARI : SALES PROMOTER AGAMA BERKUALITAS

Menganggap agama sendiri yang paling baik? Ih fanatik sekali kalau begitu, hah? Tapi bagaimana mungkin menjalankan agama bercabang-cabang, mau tidak mau para pemeluk agama belajar untuk memilih satu ajaran yang paling diyakini bisa memberikan ketenangan bagi jiwa. Apa beda fanatik dengan percaya? Apakah beragama berarti memaksakan orang lain untuk bisa sama seperti kita, sama jalannya seperti kita, untuk bisa bahagia? Apakah beragama berarti menjelekkan agama lain dan berusaha dengan berbagai cara untuk memenangkan agama sendiri?

Ketika ada teman mengalami masalah, kita berusaha mengajaknya untuk ikut dan mencoba ajaran agama yang kita yakini kebenarannya. Ketika kita pernah mengajak orang lain untuk ikut dengan agama kita, itu berarti kita tidak bisa lagi bersikap seperti dulu, ada batas-batas yang harus kita jaga. Ini soal nama baik agama. Awalnya kita mengajak orang lain untuk bisa bahagia dengan menjalani ajaran agama kita, lalu ketika kita memiliki masalah dan tidak bahagia, muncul dilema baru : saya kan sudah pernah membanggakan agama ini bisa memberikan kebahagiaan, bagaimana mungkin jika saya menunjukkan kalau saya tidak bahagia. Agama itu akan dipertanyakan dan orang akan bertanya balik pada kita. Gimana sih sampean yang bilang kalau udah jalanin agama bisa bahagia, tapi kok sampean sendiri belum bahagia.

Gengsi? Pastinya. Bingung? Biasanya. Hal ini pernah saya alami dan sempat membuat saya berpikir, udah ah nggak perlu banyak berkeluh kesah pada banyak orang, terutama mereka yang pernah kita ajak untuk ikut ajaran agama kita ini. Tapi lebih baik bercerita pada mereka yang sudah bisa berpikir terbuka bahwa memang tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

Agama perlahan jadi seperti sebuah produk, dan pemeluknya adalah si sales promoternya. Seorang sales berjuang untuk meyakinkan ke banyak orang kalau produk yang ditawarkannya itu punya something special dan menjamin pelanggan nggak bakal kecewa jika memilih produk itu. Kadang sales pun tidak pakai produk itu sehingga tidak menjiwai produk itu dan cenderung menawarkan dengan cara yang memaksa, dengan target utama : bisa dapat untung. Beda dengan sales yang memang benar-benar mengakui kualitas produknya itu memang ok dan terjamin dan dianya sendiri pun sudah membuktikan kalau dia memakai produk itu, dia puas. Apakah agama sama dengan produk-produk yang dijual oleh sales promoter itu? Jika agama sama seperti barang yang di jual di pameran-pameran, berarti agama menjadi alat untuk mendapatkan keuntungan. Ketika kita sudah berorientasi pada keuntungan, biasanya kita pun cenderung berpikir untung rugi saja, dan biasanya jarang mau rugi. Padahal kunci dari keyakinan beragama adalah tulus, bukannya untung rugi. Ketika tidak mau rugi, kecenderungan untuk melakukan hal-hal yang melenceng dari aturan pun akan muncul. Tidak ada orang yang mau merasakan kerugian di dalam hidup ini, bahkan seorang anak bayi pun sudah bisa menunjukkan kalau rugi itu tidak enak. Rugi itu menyakitkan dan rugi itu membuat dirinya tidak bahagia. Di zaman ini sayangnya agama dianggap sama seperti barang. Tujuan punya agama adalah untuk mendapatkan keuntungan, dengan berdalih untuk bisa bahagia. Ujung-ujungnya duit. Iya, orang berbondong-bondong beragama supaya bisa kaya. Ini fakta. Ada yang sudah kaya, lalu lupa agama, tapi ada yang kalau sudah berhasil, makin yakin dengan agamanya. Tapi ada juga orang yang mencoba berkilah, ah nggak kok uang itu nggak bisa bikin kita bahagia dan bukan jaminan kebahagiaan. Ada juga yang mencoba menjiwai agamanya dengan cara yang merusak diri sendiri, karena menangkap konsep ”kepahlawanan” dalam beragama. Karena terinspirasi dari kisah hampir semua tokoh agama yang mengalami penyiksaan dan perlawanan dan penentangan, sampai akhirnya diakui keberadaannya. Sebut saja Yesus, Budha Sakyamuni, dan Nabi Muhammad SAW, hampir semuanya pernah mengalami penyiksaan ketika ingin menunjukkan kebenaran agamaNya, dan ketika ingin membuktikan bahwa segala ajaran yang ingin disebarkan itu memang benar-benar bisa menyelamatkan nasib banyak umat manusia di dunia yang makin kacau balau ini. Maka terjadilah chaos agama. Ketika ada yang menghina ajaran agama tertentu, si pemeluknya marah, dan segera terpanggil untuk menyadarkan si sesat dan melakukan kekerasan salah satunya. Tapi agama tidak ada yang mengajarkan umatnya untuk marah, untuk benci, dan untuk membunuh orang lain. Jika dikaitkan lagi dengan produk dan sales promoter, kondisinya akan mirip seperti ini : ketika sales promoter menawarkan produk kepada satu klien, dan kliennya mencibir kalau produknya tuh jelek dan murahan, maka si promoter akan langsung memukul atau menghabisi klien itu. Tapi jarang terjadi seperti ini kan? Karena promoter bertanggung jawab untuk menjaga image produk dan akan kehilangan kesempatan untuk menjadi promoter produk itu jika melakukan kesalahan bertindak, apalagi tindakan kekerasan. Mengapa agama malah jadi lebih rendah perlakuannya dibandingkan sebuah produk/ benda di pameran?

Agama itu apa? Agama itu hanya punya tujuan satu : supaya manusia bisa hidup dengan damai, tentram, tenang, dan bahagia. Tapi naluri manusia untuk memiliki sesuatu yang disayanginya dan untuk membagikan sesuatu yang disayanginya kepada orang yang disayanginya, membuat manusia pun terdorong untuk lupa kalau dunia ini penuh dengan warna dan tidak semua hal bisa sesuai dengan apa yang kita harapkan dan apa yang kita anggap benar. Ketika bertemu yang beda agama, tanpa sadar menganggap diri sendiri paling benar, lalu berharap orang lain bisa sama seperti diri sendiri. Jadi apa sumber masalahnya : Agamanya atau karakter si pemeluk agamanya?


Regards,
Maeya
maerose11@yahoo.com

Wednesday, May 28, 2008

A Battle Cry _ The Call

The Call - ost. Narnia

It started out as a feeling
Which then grew into a hope
Which then turned into a quiet thought
Which then turned into a quiet word

And then that word grew louder and louder
'Til it was a battle cry

I'll come back
When you call me
No need to say goodbye

Just because everything's changing
Doesn't mean it's never
Been this way before

All you can do is try to know
Who your friends are
As you head off to the war

Pick a star on the dark horizon
And follow the light

You'll come back
When it's over
No need to say good bye

Now we're back to the beginning
It's just a feeling and now one knows yet
But just because they can't feel it too
Doesn't mean that you have to forget

Let your memories grow stronger ans stronger
'Til they're before your eyes

You'll come back
When it's over
No need to say good bye

So many things I have to fix up.

Ini sebuah cerita seorang pejuang cilik bernama Yani
Karena tidak punya uang, Yani harus menunggu untuk bisa sembuh.
Karena tidak punya uang, Yani tidak bisa sekolah.
Karena tidak punya uang, Yani harus menunggu bantuan dari luar.
Karena tidak punya uang, belum tentu Yani bisa sembuh.

Kondisi benjolan di mata kanan Yani, membuat Yani menjadi sorotan publik.
Tidak sedikit orang menoleh melihat Yani yang polos tak berdaya.
Suatu hari ketika duduk bersama Yani, beberapa orang menghampiri kami, rasa kasihan mendera mereka.
Namun ada juga yang melihat Yani, lalu tertawa terkekeh-kekeh dan spontan bilang :”amit-amit”.

Usianya masih 7 tahun// anak perempuan// adik lelakinya/ adit/ 6 tahun/ juga tidak bersekolah//
Keseharian ayah Yani bekerja/ untuk mengumpulkan barang bekas/ lalu menjualnya di salah satu kawasan ibukota Jakarta//

”Kasihan yah...duh matanya kenapa...kasihan yah...”
Suatu hari di lift, saya berpapasan dengan seorang bapak yang menggendong anak perempuannya. Sekilas saya tidak engeh kalau anak perempuannya bukan anak kecil biasa, sampai akhirnya ada suara-suara kasak-kusuk di belakang saya. Saya pun menoleh dan itulah kali pertama saya melihat seorang pejuang cilik bernama Yani. Usianya masih 7 tahun. Sudah 3 tahun lamanya Yani tidak nyaman dengan kondisi di mata sebelah kanannya. Kira-kira 4 tahun silam, Yani pernah terjatuh ketika sedang bermain, dan bagian wajahnya terbentur ke tanah, cukup keras pastinya. Tidak berapa lama kemudian, muncul benjolan kecil di bagian kanan mata Yani. Lama-kelamaan semakin besar, dan menggeser posisi hidungnya.
Nafasnya terengah-engah seperti bengek, tubuhnya mungil dan semakin mengurus dibandingkan pertama kali saya bertemu dengan Yani. Tangan mungilnya, tubuh mungilnya, tidak membuatnya jera dengan kehidupan. Kalau ditanya Yani mau sembuh nggak? Spontan Yani akan menjawab dengan nada cukup keras : MAU! Kalau sudah sembuh Yani mau ngapain, tanya kami. Aku mau sekolah, jawab Yani. Yani juga bisa mengaji dan menyanyi lagu Balonku dengan lancar dan fasih sekali. Bisa juga berhitung dengan baik, tapi sayang, Yani belum bisa membaca dan belum mengerti abjad a-z.
Kesehariannya, Yani mengisi hari-harinya dengan bermain, nonton TV, atau kadang menemani ayahnya untuk mencari nafkah. Selentingan berita pun mengatakan, kadang Yani dan ayahnya berkeliling di pusat keramaian ibukota untuk meminta belas kasihan dari orang-orang sekitar.
Walau ala kadar, pemberian uang bermakna besar bagi keluarga sederhana ini.

Renungan saya :

I don’t know sampai batas mana limit gue dan sampai mana gue harus bertahan. Yang gue tau sekarang gue berjuang untuk jalanin yang terbaik yang gue mampu dan gue menjalani apa yang bisa gue jalani. Dan sampai sebatas mana gue bertanggung jawab atas kebahagiaan orang lain dan berhak untuk menolong dia. Come on, setiap orang punya power masing-masing, gue percaya itu dan gue sungguh memberikan kepercayaan kalau setiap orang pasti bisa membuktikan kekuatannya yang terpendam. Di saat semakin banyak hantaman dan kejutan datang silih berganti, gue belajar satu hal : untuk diam sejenak. Pejamkan mata. Dan menyadarkan diri gue, yes, im still alive, dan gue masih bernafas, dan gue belajar untuk merasakan masih ada hembusan nafas yang keluar dari saluran indra ini. Tidak ada yang sempurna di dunia ini, tapi gue belajar untuk selalu melakukan segala hal sesempurna yang gue mampu, dan gue terus bertekad dan berjuang untuk menjadi manusia yang semakin sempurna. Sempurna dalam memaknai arti kelahiran gue dalam hidup ini. Hidup ini menyenangkan sekali bagi gue, kadang dateline-dateline menjadi warna indah yang pasti dan ada banyak hal yang erat kaitannya dengan dateline. Saking terbiasa untuk hidup dengan dateline, gue pun sampai pada satu titik, hidup pun akan ada dateline nya, ketika saat itu tiba dan berarti sudah selesai dan sudah tuntas semuanya, tidak bisa lagi mundur dan mendapatkan tambahan waktu ataupun bonus umur lagi. Semuanya ada dateline. Pekerjaan. Kepanitiaan. Kesehatan pun akan ada datelinenya. Usia tua itu pasti. Suntik hormon sana sini, tetap saja tubuh akan menua. Hanya satu yang akan terus bertahan abadi, yaitu jiwa. Jiwa tidak akan pernah jadi tua selama selalu ada passion untuk bergerak, bertindak, berkarya, bermanfaat bagi kehidupan.

Ini sebuah perjalanan mendaki gunung yang tinggi, dan sepanjang jalan itu akan ada beraneka batu, bunga, pohon yang indah, dengan segala pemandangan yang bervariasi silih berganti, cuaca dan iklim yang terus berubah. Lelah jika memandang dari jauh, kok nggak nyampe-nyampe ke puncak itu. Pertanyaannya bukan : kapan saya nyampe ke puncak itu? Tapi : apa yang perlu saya perbuat untuk menuju puncak itu?

Pengalaman baru-baru ini misalnya, mempersiapkan satu acara, tapi yang sudah dipikirkan pertama adalah apa hadiahnya, tapi belum tau apa yang bisa membuat peserta mendapatkan hadiah itu? Seperti sudah mempersiapkan piala sebelum mempersiapkan lomba apa yang akan dirancang untuk mendapatkan piala itu.

Anyway, perjalanan hidup itu sebenarnya menyenangkan dan setiap hari dan setiap detik ada kisah menarik yang bisa kita petik dan patut kita syukuri. Seperti perjalanan cinta misalnya. Mendengar kata cinta yang terlintas adalah akhir indah dari kisah cinta itu, entah pesta pernikahan megah, keluarga sempurna, dan anak-anak yang lucu, memang benar kita fokus dengan hal-hal positif dan optimis, but proses perjalanan menuju itu akan jauh lebih bermakna jika kita selalu sadar dan menikmati moment-moment berharga itu.

Waktu lagi susah uang, kita cenderung berpikir kapan punya uang kapan punya uang, tapi apa artinya pikiran itu tanpa bergerak, tanpa bertindak, tanpa melakukan hal nyata yang memang mengarah ke tujuan itu.

Waktu sudah selesai. Waktu jam makan siang telah selesai. Sudah lama sekali tidak ngeblog, tidak nulis, sempat berhenti, rehat, bukannya patah asa jadi penulis, tapi mencoba mundur sejenak, apa sebenernya yang sedang terjadi di dunia hadapan saya ini. Begitu banyak hal yang bisa saya angkat dalam sebuah naskah. Malah bikin writer`s block, tapi sadar lagi, ini hanya dalih, kalau mau nulis yah nulis aja nggak usah banyak cing cong, nggak ada tuh yang namanya writer`s block, yang ada tuh writer`s lazy, itu itu aja. Dan emosi berpinjar dengan pikiran dan logika. Emosi berkelana jauh sekali bertarung dengan logika-logika yang bersaing untuk bisa menang. Dan akhirnya bukan emosi yang menang ataupun logika yang akan kalah. Tidak sama sekali. Ini bukan soal siapa yang lebih hebat dan siapa yang lebih payah. Tidak sama sekali. It`s just more than that. Ini lebih dari sekedar cinta, ini lebih dari sekedar satu rasa, ini berbagai tipe dan rasa dan bentuk menyatu jadi satu.

Maafkan hidup karena saya yang sempat menyalahgunakan hidup dan hari-hari saya terlalu membabi buta sampai lupa untuk menghitung berapa banyak nafas saya per 3 detiknya. Maafkan karena saya sempat mengeluh karena BBM naik dan semakin banyak orang miskin di dunia ini dan maafkan saya karena saya pun sempat sumpah serapah pada para mahasiswa yang hanya bisa demo dan menjatuhkan pemimpin tapi tidak pernah bisa menjawab apa solusi untuk negara ini. Ada lagi para siswa yang baru lulus malah kejar-kejaran sambil membawa golok. Edan! Ups, maaf, khilaf, tapi sempat kesal dengan kondisi ini, but still, saya pun tidak jauh berbeda dengan mahasiswa pendemo yang membakar ban di uki ataupun mustopo, saya tidak tau apa solusi untuk masalah di negara ini. Tapi saya hanya bisa melakukan peran saya dengan sebaik-baiknya dan berharap dengan sepenuh hati suatu hari semua akan berubah dan saya percaya segelintir orang akan memberikan perubahan besar bagi dunia ini. Kekuatan cinta bakal memenangkan semua kericuhan dan anarkis di negara ini. Dan ada banyak hal yang begitu penting untuk dikerjakan di dalam hidup kali ini, bukan hanya sekedar mengejar sesuatu yang nyata dan bisa dilihat oleh mata saja. Banyak banyak banyak sekali yang bisa kita lakukan untuk membuat dunia ini lebih baik, lebih bahagia, dan lebih penuh cinta lagi.

Love,

Maeya 29 May 2008

Monday, May 26, 2008

Untuk Pak Kapeno _ Soal Kemping di Pendopoh

Pak Kapeno, Maaf sebelumnya karena saya baru e-mail di jam ini.

Berikut ini informasi mengenai kegiatan kemping di Pendopoh :

Tanggal Pelaksanaan : 6-9 Juli 2008 dengan susunan acara sebagai berikut :

6 Juli 2008 (Pk 09.00) : tiba di Pendopoh dan peserta yang akan memasang tenda dengan dibantu oleh 4 orang tentara dari Kodam.

7 Juli 2008 : hiking keliling kebun sawit, dilanjutkan dengan keliling pabrik sawit.

8 Juli 2008 : pertandingan olah raga, malam api unggun.

(untuk acara tanggal 7 & 8 Juli fleksibel mengikuti jadwal tim Pendopoh).

9 Juli 2008 : operasi semut (merobohkan tenda), siangnya menuju ke Palembang.

Target peserta : 250 orang (belum bisa dipastikan berapa jumlah putra dan putrinya).

Yang perlu disiapkan adalah :

  1. Lokasi tenda untuk peserta (sebanyak 7-8 buah tenda ukuran 4x10 meter) & tenda komando ukuran 10x30 meter (dan akan dibangun agak tinggi, seperti panggung) & 5 tenda kecil untuk tim konsumsi & P3K. Note : Pak, bisa tulung kirimkan Denah lokasi keseluruhan (mulai dari mess, lapangan sepak bola, pabrik, area waduk, dan lokasi hiking)?
  1. Lokasi 20 buah MCK buatan + saluran pembuangan air + tangki air ( 1 truk = 1000 liter) untuk peserta.
  2. Lokasi dapur umum yang disertai dengan tempat mencuci perkakas (saluran pembuangan air).
  3. Meja-meja untuk acara seminar di tenda komando, meja untuk meletakkan makanan-makanan peserta, meja untuk meletakkan galon minuman/ dispenser minum.
  4. Penerangan di sepanjang jalan (mulai dari mess karyawan hingga ke lokasi kemah) akan dipasang lampu jalan.
  5. Penerangan di area tenda +
  6. Supply listrik akan menggunakan genset dari pabrik kelapa sawit.
  7. Acara hiking : 4 orang pemandu jalan untuk menemani peserta melewati jalur hiking. Note: Pak, bisa tulung kirimkan kami Denah rute hiking (yang waktu itu sudah sempat kita survey).
  1. Acara keliling kebun sawit : lokasi kebun sawit yang sedang panen. Jika ada 200 peserta, rencananya akan dibagi ke dalam 4 kelompok berdasarkan usia SMP, SMA, Kuliah, Kerja. Pertanyaan : Apakah memungkinkan jika ada presentasi sekilas mengenai kelapa sawit dan teori-teori mengenai sawit, dan peserta bisa melihatnya dengan slide show/ presentasi kit. Jika iya, peserta akan dikumpulkan di satu ruangan untuk mendengar penjelasan mengenai kelapa sawit (dari tim Suryabumi) kira-kira 30-45 menit.
  1. Acara Pertandingan Olah Raga : dayung, basket, sepak bola, futsal.Pertanyaan : untuk lomba dayung, kami membutuhkan tim dari Suryabumi untuk mendampingi, mengingat lokasi danau sedalam 7 meter.

Kira-kira beberapa hal ini yah Pak yang saya informasikan. Terima kasih sebelumnya, saya berharap acara ini bisa berjalan lancar dan baik. Untuk informasi selanjutnya jika ada tambahan, saya akan segera kabari . Terima kasih yah Pak.

Regards,

Maya.

Sunday, April 27, 2008

Satu Lagi Soal Hidup

Jakarta, 25 April 2008
Hidup. Bicara soal hidup. Hidup tidak kekal. Ada pertemuan ada perpisahan. Ada kelahiran ada kematian. Cinta dan rasa pun tidak kekal.

Setelah melewati minggu-minggu perenungan ini, saya belajar ulang beberapa hal soal kehidupan.
1. Hidup tidak kekal, mati itu wajar. Sejak pertama kali waktu usia 8 tahun, kakek saya meninggal dunia di pagi hari sebelum saya berangkat sekolah. Bangun tidur saya melihat mama menangis dan saya pun tahu kalau kakek telah meninggal dunia. Waktu itu saya tidak berpikir terlalu banyak. Barulah di rumah duka, waktu itu kami pihak keluarga memakai baju putih dan mengikuti ritual kematian yang begitu panjang. Tante dan om dan termasuk mama sudah menangis histeris. Saya masih terpaku diam. Tapi akhirnya saya melihat ke arah jenazah. Iya kakek sudah tidak berkutik. Saya menangis juga hingga sepupu yang lain pun akhirnya menangis. Hingga tahap pembakaran jenazah, tangisan lebih histeris lagi, saya pun tidak bisa tahan untuk tidak menangis. Tahun demi tahun berlalu, barulah di usia saya ke – 19 saya menghadapi kasus kematian, seorang teman meninggal dunia setelah melahirkan putra pertamanya. Saya syok apalagi ketika melihat bibirnya hitam bekas gigitan waktu mengeden ketika melahirkan. Saat itu syok saya rasakan, ternyata hidup itu begitu singkat, dan saya, kita, tidak pernah tahu kapan hidup itu akan berakhir. Pertanyaan yang tidak pernah bisa dijawab, sekalipun orang bilang tukang ramal ada yang bisa meramal, tapi saya masih yakin, tidak. Kematian tidak bisa diramal oleh siapapun. Selalu ada kemungkinan umur bisa lebih panjang atau sebaliknya. Yang bisa saya lakukan saat ini, berjuang terus dengan sisa umur, dan melakukan yang terbaik, dan selama saya masih punya tugas besar dalam kehidupan ini, saya yakin, umur itu pun bisa berubah dan fleksibel, tapi ketika waktu itu tiba pun, saya belajar bahwa siapapun kita harus siap menerimanya.

2. Hidup terlalu singkat, hidup terlalu berharga. Jujur saja, hampir seperempat abad hidup saya habiskan untuk melakukan apa yang saya senangi dan apa yang saya inginkan. Termasuk apa yang saya pikirkan, saya lihat, dan saya dengar, semua itu saya pilih karena saya yakin itu bisa memberikan kesenangan bagi saya. Beberapa halnya, saya ingat sebagai seorang pecandu film serial, saya rela tidak tidur sampai jam 7 pagi, dan menghabiskan puluhan film drama itu, tak peduli badan rontok, mata sembab, di pikiran saya hanya satu : saya suka! Makanya saya jalani itu. Pernah juga di liburan semester kuliah, dari pagi sampai sore saya nonton semua berita infotainment, dengan tema yang sama, tapi saya lihat terus terus dan terus. Hingga kini kebiasaan itu masih sulit dihilangkan dan masih menjadi bagian dari minat saya. Namun saya sadar ketika di satu masa, saya menjadi sinis akan hidup, ketika melihat bad news yang menjadi good news, ketika ada artis terkenal melakukan perbuatan hina, but still dianggap cool dan glamour. Saya mulai jadi jago analisa hidup orang, khususnya artis, bener-bener nggak penting, dan puncaknya ketika mimpi ketemu artis sering terjadi tiap kali saya tidur malam. Alarm berbunyi. Saatnya hentikan kebiasaan konsumsi berita seperti ini. Ada hal yang harus saya pilih, harus saya sortir. Ceritanya begini, sejak sering mencandu infotainment, saya terus bergulat dengan topik itu-itu saja – topik yang bukan seharusnya saya urusi, tapi saya urusi juga – entah poligami, affair, divorce, drugs, free sex, dan seputar kehidupan glamour yang tiada hentinya. Apa iya hidup hanya seputar ini saja?

3. Kembali ke dunia nyata, bangkit dari imajinasi semu. Satu hari dalam perjalanan kereta menuju Bekasi, duduklah saya di sebelah seorang ibu dan tiga anaknya. Dua anaknya berusia 4 dan 7 tahun, dan adik kecilnya digendong oleh si ibu. Dan si anak sulung membuka kotak makanan : nasi putih yang cukup padat. Dan si ibu memberikan sekantong ikan teri goreng dan menuangkannya sedikit untuk si anak. Hanya sekitar 5-6 keping teri saja, kira-kira. Dan mereka makan dengan nasi putih yang cukup padat, si ibu yang tidak sabaran terus memarahi anaknya yang makan dikemut. Waktu itu saya melirik sedikit, dalam hati saya bergumam, pasti itu seret dan tidak enak sekali, dia butuh air. Tapi tidak ada air. Boro-boro anak kecil, orang dewasa disuruh makan seperti itu pun pasti seret. Tak lama kemudian si anak sulung bangkit dari duduk, bajunya dekil, tangannya penuh dengan borok luka basah, dan si ibu menggeplak kepala anaknya untuk segera bergegas. Ayo cepetan, GOBLOK!!! Dan si anak dengan langkah kecilnya mulai memunguti gelas-gelas bekas di sepanjang gerbong kereta, dan kembali dengan senyuman tiap kali berhasil mendapatkan gelas bekas itu. Waktu itu saya tersadar, tidak ada yang saya bisa lakukan. Itu hanya satu kasus dari jutaan kondisi kemiskinan di Jakarta. Moment ini pula yang membuka pikiran saya dan saya sadar, selama ini saya sudah wasting begitu banyak energi untuk hal yang sepertinya tidak penting! Seperti apa misalnya?

4. Soal ketidaksetiaan dalam hubungan. Mendengar berbagai kisah, melihat berbagai contoh nyata, soal ketidaksetiaan, membuat saya berpikir kalau di dunia ini sulit sekali untuk bisa percaya kalau kesetiaan itu masih ada. Kecuali kesetiaan seorang ibu ke anaknya yang terbukti paling hebat. Kesetiaan antara pasangan, masih terus diragukan. Tadi pagi seorang rekan gelisah karena mantan kekasih suaminya masih sering menelpon suaminya untuk curhat. Rekan saya yang sedang hamil 4 bulan tidak tenang, dia takut jika suaminya digoda dan akhirnya tidak setia. Woof. Bukan kasus pertama yang seperti ini kan. Dalam mimpi saya, saya sering berharap andai saja semua orang jiwanya bersih dan semua orang bisa setia. Dan semoga saja perempuan-perempuan yang berniat untuk menggoda suami orang bisa sadar kalau itu tidak boleh dilakukan. Dan semoga saja lelaki-lelaki pun mampu tahan banting walau digoda seperti apapun juga. Minggu lalu ada percakapan konyol bersama teman-teman saya, ada 6 orang lelaki, waktu itu heboh berita Dewi Persik yang memang bohai itu. Lalu saya iseng tanya, misalkan nih elo udah punya cewe yang sangat elo sayangggg banget, lalu suatu hari ada seorang cewe lain sebohai Dewi Persik mau mencium mesra, apa yang elo lakukan? Teman-teman lelaki saya tertawa mesum J dan kesimpulannya : mereka tidak nolak kalau dapat rezeki. Tapi elo sayang banget loh sama cewe elo, tanya saya lagi. Ya, tapi gimana yah, namanya juga rezeki. OK, arah topik saya sebenernya soal GODAAN. Kalau godaan itu ada dimana-mana, sama seperti virus dan kuman yang beredar dimanapun kita berada. Nggak mungkin kita membasmi semua virus di bumi ini, mulai dari virus pilek, batok, bahkan virus HIV AIDS saja belum bisa ditemukan gimana cara menghadapinya. Nah virus penyakit kan makin hari makin banyak, dan tim kedokteran bukannya sibuk membasmi virus itu, tapi sebaliknya mencari cara gimana supaya nggak terkena virus itu. Sama halnya seperti godaan – godaan untuk tidak setia, dalam hal ini bukan ditujukan untuk cowok saja, tapi juga untuk cewek, godaan itu akan selalu ada, dan tidak bisa dihilangkan, mau jungkir balik atau salto kek, tapi yang bisa kita lakukan adalah mencegah supaya virus itu tidak masuk dalam hidup kita. Maksud loe?

5. Ya, maksudnya begini, daripada buang energi untuk menghujat dan mengecam, lebih baik energi itu dialihkan untuk hal yang lebih bermanfaat dan tentunya positif. Segala hal yang didasari oleh kemarahan atau benci, itu hanya menambah virus baru dalam kehidupan. Seorang teman yang sangat-sangat taat beragama, telah mengajarkan saya banyak hal. Termasuk soal menghadapi situasi yang tidak menyenangkan, menghadapi kasus-kasus yang menyebalkan. OK, siapa sih yang nggak kesel melihat tingkah artis MS yang berseliweran di layar kaca karena keberhasilannya mendapatkan seorang lelaki turunan keluarga besar, tak sedikit ibu-ibu kesel sumpah serapah – ups, termasuk saya dan pembantu saya J - dan menghujat artis MS itu. Tapi hidup itu memang pilihan kan. Dan teman saya bilang satu hal yang mungkin agak aneh. Dia bilang. Tau nggak sih MS itu tuh kasian banget lagi, dia harus jalani kondisi seperti ini, dan kenapa nggak kita doain aja dia. Hah doain orang seperti itu? Dan siapalah dia, kenal aja kagak. Pointnya, kenapa selama ini lidah dipakai hanya untuk menghujat dan menggosip negatif, gimana kalau setelah melihat rumor negatif itu, kita pakai lidah ini untuk mendoakan pelaku negatif itu, dan berdoa supaya mereka kembali ke jalan yang benar, dan bersyukur karena dia udah menunjukkan apa yang tidak boleh kita lakukan, dengan kisah nyatanya itu. Begitu juga soal ketidaksetiaan, tidak bisa kita ingkari, segala hal itu dinamis, perasaan pun bisa berubah, dulu saya suka dan maniak boneka barbie, tapi saya pun berubah, boneka barbie bukan lagi hal menarik lagi bagi saya. Dalam hubungan pun, bisa jadi seperti itu, banyak ahli psikolog perkawinan mengatakan realita, perasaan cinta bisa berubah, seiring dengan perjalanan waktu dan perubahan hidup. Dan begitu banyak godaan di luar sana, tubuh kita saja bisa mengalami serangan flu atau batuk ketika kita lengah, begitu juga perasaan hati kita. Dan kalau ternyata ada orang yang tidak mampu tahan dengan godaan yang ada, dan memutuskan untuk berselingkuh, ya ada satu cara untuk mengikhlaskannya, anggap saja orang itu memang sedang tidak fit dan akhirnya terserang virus itu, dan ”sakit” deh istilahnya. Doain biar tuh orang cepet sembuh. Titik.

6. Yang terakhir, yang semakin menyadarkan saya. Seorang teman lama, sudah 1 tahun tidak bertemu, tiba-tiba muncul lagi, dengan berita mengejutkan. Kanker payudara stadium 3. Saya kira dia cuti panjang untuk program hamil, ternyata saya salah, teman saya ini sibuk sana sini untuk kemoterapi. Kondisinya sehat, wajahnya ceria, tidak ada tanda-tanda aneh apapun selama 36 tahun usianya. Dan faktanya, teman saya harus menerima kenyataan kalau kanker payudara menyerangnya. Waktu dengar berita ini, saya kaget, dan semakin belajar satu hal penting : hidup tidak kekal, tubuh ini tidak kekal, rasa tidak kekal, apalagi materi, materi pun tidak kekal. Mau tidak mau, saya – kita – harus menerima itu. Hidup tidak kekal. And, pertanyaan pun muncul dalam diri saya, apa yang sudah saya lakukan yah dalam hidup ini?

Final words, tulisan kali ini ibarat masakan, masih belum sempurna bumbu-bumbu penyedapnya, tapi harus saya olah sebelum lupa dan sebelum layu. Anyway, terimakasih selalu buat segala hal yang membuat saya pingin nulis seperti ini dan special thanks buat kehadiran seorang teman lama saya dengan ketegaran hatinya mau membagikan pengalamannya dan perjuangannya hingga saat ini.

<

Regards,
Maeya
maerose11@yahoo.com

Thursday, April 10, 2008

Tumbuh ke arah mana Jiwa Berkembang

Lagi. Kasus Bunuh Diri di tahun 2008 ini.

Seorang lelaki usia 30 tahun lompat dari lantai 7 gedung Gajah Mada Plaza, karena hubungan cinta tidak direstui oleh orang tuanya. Ada yang bilang, karena nganggur, pihak keluarganya tidak kaget mendengar dia bunuh diri, lompat dari gedung. Sempat ada sekelompok anak kecil mau menyelamatkan, tapi lelaki ini tidak selamat. Ada lagi yang bilang, posisi matinya tidak wajar, seperti sedang mencoba melindungi diri, oh mungkin terpeleset.

Seorang bapak pengusaha kaya raya, tinggal di perumahan elite Jakarta, minimal harga rumah 5 M, baru saja bunuh diri juga, gantung diri di tangga rumahnya yang tinggi sekali. Istrinya menderita kanker dan tiap bulan harus jalani kemoterapi di luar negri, minimal 100 juta biayanya, dugaannya, bapak ini stress karena biaya pengobatan yang tinggi. Takut uangnya bisa habis nanti. Ah, nggak mungkin, dia punya banyak sekali asset rumah!

Seorang siswa SMP bunuh diri karena tidak bisa membeli tas sekolah yang baru. Bukan kasus pertama, tahun lalu ada juga seorang anak sekolahan bunuh diri karena tidak punya uang jajan lebih. Tahun lalu juga ada seorang ibu bunuh diri setelah memberikan racun serangga kepada ketiga anak-anaknya, karena stress terjerat masalah ekonomi.

Soal kerjaan...

Kenapa jadi kesel, kan ini sumber masalahnya dari diri sendiri. Kenapa kok jadi sewot waktu dikritik, kan namanya juga kerjaan harus ada yang memberikan komentar dan masukan. Kenapa kok jadi gelisah sendiri, lah wong kebanyakan mikir kurang action yah jadinya begindang. Kenapa harus kebawa stress gara-gara masalah orang lain. Iya, banyak orang stress di sekeliling kita, tapi bukan berarti virus stresnya itu menyebar ke diri kita lah yah. Iya, itu teorinya, tapi ketika berada di dekat orang yang sedang penuh dengan kekesalan, kebencian, dan kemarahan, oh yah, dan terus-terusan sumpah serapah khas keluhan, pilihannya : jauhin dia sejenak atau justru hadapi dengan tahan banting?

Saat ini saya belajar untuk menerima kenyataan, ada seorang rekan yang begitu membenci pekerjaannya dan jadi sering uring-uringan kesal dan pesimis terus. Ada juga seorang rekan yang mulai patah semangat dan benci dengan sistem yang tidak menguntungkan bagi karirnya. Ada juga seorang teman yang benci pada cinta yang perlahan membunuhnya. Ada lagu baru yang menjadi theme songnya, yaitu lagunya D`Massive ”Cinta membunuhku” begini liriknya : kau membuat kuberantakan, kau membuat kutak karuan, kau membuat kutak berdaya, kau menolakku acuhkan diriku. Bagaimana caranya untuk meruntuhkan kerasnya hatimu. Kusadari kutak sempurna, kutak seperti yang kau inginkan. Kau hancurkan aku dengan sikapmu, tak sadarkah kau telah menyakitiku, lelah hati ini meyakinkanmu, cinta ini membunuhku, bagaimana caranya untuk meruntuhkan kerasnya hatimu, kusadari ku tak sempurna, ku tak seperti yang kau inginkan. Kau hancurkan aku dengan sikapmu, tak sadar kah kau telah menyakitiku, lelah hati ini meyakinkanmu, cinta ini membunuhku”

Sakit banget yah membunuh rasa cinta itu. Sakit banget yah mencintai yang tak terbalas. Sakit banget yah lari dari kenyataan kalau ternyata rasa cinta itu masih ada belum hilang, tapi harus dilepas. Tapi cinta itu banyak yang menyakitkan juga kok. Pada akhirnya hidup itu nggak kekal kan. Cinta seindah apapun pasti akan terpisahkan juga sama yang namanya kematian. Nggak mungkin kita terus bersama orang yang kita sayangi dan kita cintai. Ada orang tua atau saudara yang sangat kita sayangi. Ada sahabat yang selalu ada di dekat kita bertahun-tahun. Tapi saat itu akan selalu tiba. Perpisahan. Ajal akan memisahkan. Ada lagi kisah menyakitkan, teringat film drama Korea ”Endless Love”, percintaan incest yang tidak bisa bersatu, seorang perempuan mencintai lelaki yang ternyata adalah kakak kandungnya sendiri, sedarah pula.

Kenapa cinta abadi itu cinta yang terpisahkan oleh ajal? Romeo dan Juliet menjadi contoh kisah abadi karena Juliet sudah membunuh diri terlebih dahulu, lalu Romeo menyusul. Kalau kisah cinta yang normal? Misalkan kita putus ga baik-baik dengan orang yang kita sayangin, maka kisah cinta itu nggak jadi kisah cinta abadi, tapi itu kisah cinta yang kelam. Bisa nggak sih putus cinta tanpa harus saling melukai dan tanpa harus menjadikan kisah cinta yang lalu itu kisah pahit yang musti dikubur dalam-dalam, nggak perlu lagi diungkit-ungkit lagi, dibuang dan dienyahkan sejauh mungkin? Naif, jika bilang ya. Pesimis, jika bilang tidak. Nggak ada yang nggak mungkin dalam hidup ini.

Entah kenapa saya jadi teringat kejadian tiap kali bertengkar hebat dengan kakak kandung saya, dari kecil sampai SMA kita ribut melulu seperti kucing dan anjing. Mulut saya sering dianggap menusuk hatinya. Padahal niat saya baik sama dia, tapi bisa bikin dia kesal dan bener-bener ngamuk. Lalu kita pun bertengkar, banting pintu, atau sumpah serapah kasar. Besokannya kita bertemu lagi, sarapan pagi bareng, masih diam-diaman sedikit, tapi siang dan malamnya sudah damai. Ngobrol biasa lagi. Dan kita saling maaf-maafan, walau via sms aja, maklum nggak biasa ngomong sorry secara lisan, jadi pake tulisan aja deh. Kok bisa ya sama kakak saya, sejahat-jahatnya saya atau sesadis-sadisnya dia, nggak pernah terpikir sedikitpun untuk putus hubungan dari dia, dan saya selalu bisa menerima kesalahan dia, begitu juga dirinya pada saya. Tapi kenapa jika dengan orang lain yang tidak ada hubungan darah dengan saya, entah sahabat atau pacar, biasanya sulit sekali untuk memaafkan kesalahannya atau menerima kekurangannya. Walaupun ada juga kejadian kakak adik sedarah bermusuhan sampai ajal memisahkan pun masih musuhan, bisa karena rebutan harta atau sirik-sirikan. Apa sumbernya kita bisa sayang seseorang dan menerima dirinya apa adanya? Itu masih terus menjadi pertanyaan di kepala ini, bahwa hubungan antar manusia begitu kompleks dan sulit dijelaskan hanya dengan teori saklek A atau B, tapi selalu saja ada teori dinamis yang tidak akan pernah sama antara manusia yang satu dengan manusia lainnya. Nggak mudah untuk menyayangi seseorang apa adanya, setelah bertahun-tahun terbiasa untuk membenci dan melihat sisi negatif dari orang lain, maupun hidup.

Ahahhahaaha....ternyata belum sabar, belum tenang, belum jernih hati dan pikirannya. Ternyata masih mudah terpancing suasana dan kondisi yang tidak menentu. Ternyata masih mudah masuk angin ketika angin berhembus tak biasanya. Ternyata masih mudah terserang demam ketika cuaca mendadak berubah drastis. Huah. Iya. Iya. Iya.

Musim dingin pasti berubah jadi musim semi...

Quote of the day :

”...tumbuhlah ke arah mana jiwamu harus tumbuh dan berkembang dan mencintai orang itu berarti to let him grow , to set him free krn dia punya jiwa yg akan tumbuh dan berkembang ke arah mana ia harus tumbuh dan berkembang...” (special thanks for Berna)

Regards,

Maeya

Sunday, April 06, 2008

Puasa Infotainment

RESOLUSI MINGGU INI – kalau perlu, sampe selamanya –

Seminggu ini saya bertekad untuk tidak lagi melihat tayangan infotainment di televisi, segala jenis berita artis selebritis. Kenapa? Mau membersihkan pikiran dan gudang alam bawah sadar dari segala rubbish itu. Kemarin terakhir kalinya saya melihat berita Annisa Bahar yang akan bercerai dengan suami keduanya, sekitar jam 5 sore, saya dan pembantu saya duduk bersama melihat tayangan gosip. Dengan serius melihat statement Anisa Bahar, Suaminya, anaknya, dan efek-efek edit berupa zoom in zoom out, mendramatisir ekspresi wajah artis itu. Saya dan pembantu saya terbawa efek musik dan efek dramatis di tv itu dan seolah menyatu dalam tayangan itu. Tak lama kemudian, saya tersadar, busyet, kok saya seperti lagi dicocoli dengan kebodohan? Mau ngapain juga saya mendengar statementnya : ”Ya terserah kalau mau cerai, saya siap, saya nggak persulit deh”. Penting nggak yah? NGGAK!!!!! Dua hari yang lalu masih heboh dengan berita Mayang Sari dan Bambang, ada juga Mama Loren yang memberikan komentar kalau Mayang itu main Magic makanya bisa dapetin Bambang. Pembantu saya lalu bilang : kasihan ya Halimah! Saya balas : ”ah, dia kaya, nggak takut lah” Dan Mama Loren terus mengecam Mayang, spontan saya bilang ke pembantu saya : ”sudahlah, kalau misalkan Mama Loren bisa dapetin Pak Harto, mungkin statementnya akan beda” (Sorry nih, abisnya, bosen sih itu-tu aja yang dibahas, yang lain dong, gilanya, walau itu-itu aja yang dibahas, tapi tetep aja iklan laris ya di slot itu, dan itu berarti saya turut mendukung kegilaan ini).

Ngomongin soal gudang pikiran dan alam bawah sadar. Kalau setiap hari kita berada di lingkungan teman-teman yang hobi mengeluarkan kata kasar, cepat atau lambat pasti akan mempengaruhi kita juga. Saya punya pengalaman nyata, akhir-akhir ini selalu berada di lingkungan teman orang Jawa, saya pun mulai terbiasa dengan logat dan dialek Jawa itu. Dan dalam mimpi pun saya bicara dengan bahasa Jawa. Padahal boro-boro ngerti bahasa Jawa, belajar aja nggak pernah, ya karena biasa makanya jadi bisa deh! Kebayangkah kalau setiap hari mendengar berita infotainment yang membahas soal perselingkuhan, perceraian, perebutan hak asuh anak, perebutan harta gono gini, artis yang terlibat dalam narkoba dan sedang diproses secara pidana, dan sejenisnya dan sejenisnya? Ya saya sudah mengalaminya, menjadi seorang pecandu infotainment, mulai lihat di TV, lalu lihat di media cetak, lalu lihat berita di website internet, dan mendengar berita di radio. Lengkap kan? Pengaruh media bagi kehidupan!!! Then sejak nonton infotainment secara rutin, hidup mulai berubah jadi nggak gitu penting lagi, waktu selama 30 menit terbuang sia-sia hanya untuk memikirkan si A beneran cerai nggak ya dengan si B, si D beneran selingkuh nggak yah dengan si M! Padahal masih banyak orang yang lebih penting untuk saya pikirkan : keluarga saya, sahabat saya yang sedang stress dengan masalah percintaannya, atau kakek saya yang lagi kesepian di masa tuanya, dan mungkin teman-teman lama yang sedang bingung mau ngapain yah dalam hidupnya ini.

Rentetan berita infotainment pula membuka pikiran saya, kalau energi itu jangan dihabiskan buat hal-hal yang nggak bermanfaat. Kira-kira, apa manfaatnya kalau sudah melihat berita artis A resmi menikah dengan artis B, atau berita artis C baru saja memberikan santunan ke panti asuhan dan diwawancara kenapa sih kok mau memberikan santunan? Apakah setelah melihat tayangan itu, kita jadi terdorong untuk ikut ke panti asuhan juga untuk kasih santunan? Atau kita lebih terdorong untuk berpikir kira-kira artis A dan artis B yang baru menikah itu bisa langgeng yah? Kalau mau bahas program tayangan TV sepertinya sih nggak bakal ada habisnya, masih ada program kriminal, program berita, sinetron ala India, dan segala jenis program yang nggak ada manfaatnya sebenernya, selain untuk menghibur, mengisi kejenuhan hidup, dan mengalihkan pikiran dari masalah yang bikin kepala mumet. Nah, udah pernah nonton DaaiTV? Channel baru di Jakarta, 59 UHF, prinsipnya : nggak ada iklan, nggak boleh ada berita kekerasan, berita kriminal, no gossip, tapi hanya boleh ada berita soal kebaikan, inspirasi kehidupan, cinta kasih, kesabaran untuk menjalani hidup, cinta pada lingkungan hidup, dan juga berita kisah-kisah orang biasa yang melakukan hal-hal sederhana supaya bisa bermanfaat untuk orang lain. Kalau mau jujur, ketika disuruh pilih mau nonton DaaiTV atau nonton Silet di RCTI, saya akan pilih Silet, lebih menarik, lebih menghibur. Iya, saya tau itu berita negatif nggak penting, kalau DaaiTV lebih positif dan mengajak untuk berbuat baik. But the question is : tayangan apa yang bisa menghibur tanpa harus membahas hal yang jelek-jelek tapi juga nggak melulu bahas hal yang bagus-bagus aja? Quiz? Ok juga. Oprah Winfrey? Ini my favorite, karena setelah nonton ini akan dapat sesuatu yang bisa diingat (yang penting tentunya!). Dibandingkan dengan Dorce Show? Nggak kebanding, karena setelah nonton Dorce Show nggak dapet manfaat apa-apa selain sekedar menghibur. Ada lagi Kick Andy, nah ini baru bisa dibandingkan dengan Oprah Winfrey, karena ada “isinya” dan pembahasannya pun bermanfaat supaya hidup audience bisa lebih bahagia atau setidaknya audience yang sempat pupus harapan hidup, bisa kembali bangkit untuk semangat hidup lagi. Bukannya, setelah nonton tayangan tertentu malah jadi pingin marah-marah, kesal, keluarin kata kasar, benci sama artis tertentu yang ngerebut suami orang, atau jadi negative thinking melihat dunia selebritis yang glamour dan kacau balau.

Final words, hidup adalah pilihan, ketika menonton tayangan apapun semua itu kita yang pilih, remote control ada di tangan kita, dan kita berhak memilih apa yang mau dimasukkin ke dalam pikiran, dan apa yang nggak mau dimasukin ke dalam gudang alam bawah sadar kita. Tapi siapapun nggak akan ada yang bisa mengatur, Cuma diri kita sendiri aja yang bisa atur mana yang mau kita pilih dan mana yang mau kita pikirkan. Kalau Sony Set kampanye “Jangan Bugil di Depan Kamera”, untuk minggu-minggu ini saya juga mau ah kampanye “Jangan Nonton Infotainment di TV”. Regards, Maeya.

Thursday, April 03, 2008

Single Forever

SINGLE FOREVER

Jefry Rahmat

Baik atau buruknya suatu hub tergantung dari siapa saja yang terlibat dari hubungan itu. Banyak orang yang tidak mengerti tentang relationship. Hubungan dalam arti hubungan antar teman, pacaran atupun hub pernikahan. Contoh : jeruk yang langsung diperas dari mesinnya, ketika dicoba manis sehingga dibeli ketika dibawa ke rumah jus jeruk, tetapi ketika anaknya mencoba rasanya tidak enak. ternyata dari semua jeruk yang diperas, ada jeruk yang buruk sehingga membuat semuanya menjadi tidak enak, contoh lain adalah omelet, bila ada satu telur busuk yang disatukan dengan telur lain yang baik,maka telur busuk dapat over power, lebih berkuasa dari yang lain, mengalahkan yang baik, dan ketika telah diaduk dan disatukan menjadi omelet, telur tersebut tidak dapat dijadikan telur seperti semula lagi, sama seperti sebuah pernikahan.

Kej 2:18 alone / seorang diri saja bukan single, alone = sendiri, eklusif, terisolasi. alone belum tentu lonely, tidak baik bagi seseorang untuk seorang diri saja, karena kasih tidak dapat berdiri sendiri, sifat dasar dari kasih ialah memberi, God is love supaya Ia bisa mengasihi maka diciptakan manusia, supaya Dia bisa memberikan kasihNya sehingga dengan demikian kasih menjadi sempurna. Si penerima kasih harus menjadi sama dengan si pemberi kasih. Hal sama terjadi pada adam sehingga dicipatakan hawa, agar adam bisa memberi kasihnya. Wanita diciptakan untuk menerima kasih. Woman is a receiver, man is a giver. Hal ini dapat dilihat dari organ seksualnya. Wanita bukan hanya penerima tetapi juga pengandung. Hati2 dengan saudara (laki2) beri kepada dia, juga dalam perkataan, jangan sembarang bicara. Suatu saat saya pernah tidak sengaja, tidak bermaksud mengatakan demikian kepada istri saya, tetapi istri saya menerima dan tidak dikembalikan saat itu juga, tetapi dikandungnya dan dikembalikan berminggu2 kemudian dan dikembalikan dengan kedahsayatan sendiri. Jangan taruh yang negative, beri yang positif sehingga saat dikembalikan berlipatkali ganda adalah hal yang positif. Manusia tidak dapat sendiri untuk memperoleh keturunan, talenta dan kemampuan dapat dikembangkan sendirian, tapi untuk mengembangkan karakter diperlukan orang lain, maka dari itu Tuhan berkata tidak baik manusia seorang diri saja, alone = all in one, sendiri, menyendiri, terisolasi, tidak punya teman. It’s not gud to be alone, but it’s gud to be single. Single = tunggal, utuh, komplit, tidak terpisahkan, unik. Tuhan tidak berkata it’s not gud to be single, lalu bagaimana dengan Yesus sendirir ataupun Paulus. Adam single, komplit, utuh sebelum dia bertemu dengan wanita yang kemudian dia beri nama hawa. Tuhan menciptakan adam single, utuh, komplit. kej 1 : 31. Tidak tercatat adam mencari sesuatu untuk komplit, tidak mencari kekosongan dirinya. Pada dasarnya Adam sangat sibuk melakukan pekerjaannya, yaitu mengusahakan dan memelihara taman eden, daqn menamai semua binatang, begitu sibuknya adam shg dia tidak butuh teman. Tuhan yang menilai, adam tidak sadar, adam tidak pny problem dengan kesendiriannya.

Wanita tidak diciptakan untuk membuat pria menjadi komplit, karena adam sudah komplit sebelum bertemu dengan Hawa. Tuhan berkata, “Aku akan menjadikan penolong baginya.” Contoh : saya bisa mengangkat barang sendirian, tetapi akan lebih mudah jika ada seorang penolong, tapi saya ga perlu penolong untuk mengangkat benda itu, tetapi ketika ada penolong kita akan lebih merasa mudah. Kita tidak perlu menikah untuk dapat masuk surga, untuk jadi berkat bagi org lain, untuk mendapat urapan. Dan sdr tdk prl mnikah utk dapat menerima panggilan Tuhan. kapan saudara siap untuk mendapat pasangan, yaitu ketika anda tidak merasa membutuhkannya, karena pada saat itu saudara komplit. Singleness harus dicapai oleh orang terlebih yang mau menikah, hanya org yg single yang siap masuk ke dlm pernikahan. pernikahan harus terdiri dari 2 orang yang single, antara pria yang utuh dan wanita yg utuh. Ttpi yg srg tjd adl org menikah dengan org yg saling tidak utuh. Ilustrasi : gelas tidak utuh dengan gelas yang tidak utuh, ini yg sering terjadi antara pria & wnt yang tidak utuh. Jika salah satu memenuhi yang lainnya, dan berkata bersama dia aku komplit tetapi gelas yang satunya menjadi…? sehingga yang terjadi dalam pernikahan saling tarik menarik. Kita harus mengerti The basic of relationship. Are u single? matius 22:39 supaya kita bisa mengasihi kekasih kita, istri kita, suami kita, mertua, menantu yaitu kita harus mengasihi diri sendiri, kalau kita tdk dpt mengasihi diri sendiri, kita tdk dpt mengasihi org lain. Mengasihi diri sendir bukan berarti egois, ttpi mengasihi diri sdr disini adl utuh, komplit. Bagaimana caranya dapat mengasihi diri sendiri :

1. mengenali diri sendiri ( pertanyaan mengenai identitas )

Apakah saudara tahu siapa diri anda dalam Tuhan, tahukah kenapa anda ada disini didunia?

2. menerima diri sendiri

Yesus tahu siapa dirinya dan dpt menerima dirinya Yoh 8 : 14.

Hal yang paling mengerikan adalah orang yang tidak single menikah dengan yang tidak single sehingga banyak perceraian tjd dan org tdk bahagia dlm pernikahnnya. adalah lebih aman menunda suatu pernikahan daripada melaksanakannya ketika belum utuh. Amsal 25 : 28, hanya org yg pnh yg bs mengendalikan hidupnya. org yg tidak utuh tdk dpt memberikan apa2 kpd pasangannya, krn tujuannya mencari pasangan adalah dia sibuk mencari kekosongan dirinya. Untuk dapat mengisi kekosongan hidup kita hanya Tuhan. Mat 6 : 33. sdr tdk prl seorg wanita / laki2 untuk menjadi komplit. Saudara harus tahu tujuan hidup saudara, bisa mengasihi diri sendiri. kunci menuju kebahagiaan adl bila kita menjadi utuh, mengenali keadaan kita dlm Thn baik kita dalam keadaan menikah ataupun tidak menikah. ktk org yg tidak single menikah dengan yang single dia akan merusak pasangannya, apalagi dengan yg tdk single akibatnya adalah ketidak bahagiaan dan perceraian. Pernikahan adl utk pria dan wanita yang telah utuh, kita tidak saling mengosongkan tetapi saling melengkapi. saat pasangan kita tidak ada lagi kita tidak akan terpuruk karena kita sudah utuh. Menikah atau tidak STAY SINGLE!!!